Udah Siap Bayar Zakat Ramadhan Taun Depan? Bedain Zakat Sama Infak Dulu Ya

Ga kerasa bentar lagi bulan puasa tiba, ya?

Kalian udah ngelakuin persiapan apa aja nih? Udah bisa bayar zakat sendiri apa masih ditanggung sama orang tua? Gapapa ga masalah, yang penting masih bisa bayar, ya.

Oke lanjut..



Zakat adalah sebuah hal wajib buat seorang muslim yang sudah terhitung mampu melakukannya. Tapi masih banyak yang belum bisa ngebedain antara zakat dengan infak. Padahal 2 istilah ini adalah 2 kegiatan yang berbeda. 

Masih banyak yang mengira kalo mereka udah kasih sumbangan ke mesjid atau lembaga amal lainnya, mereka udah berzakat. Padahal belum tentu, lho! Sebagai seorang muslim yang baik, kita mesti kenal perbedaan zakat dan infak. Jangan sampai tertukar.

Karena meskipun dua-duanya punya konteks yang sama, tetapi ada beberapa hal mendasar yang membuatnya berbeda satu sama lain. 

Meskipun termasuk ke dalam rukun Islam, tetapi zakat hanya terjadi sekali dalam setahun. Dan hanya dapat dilakukan pada saat bulan ramadhan. Zakat sendiri terbagi menjadi 2 jenis, Zakat Mal (harta) dan zakat fitrah (jiwa).

Zakat mal besarannya tergantung jumlah penghasilan yang kita punya. Semakin besar penghasilan, semakin besar zakat mal yang kita keluarkan. Semakin banyak yang bisa kita sumbangkan ke jalan kebaikan.

Beda halnya dengan zakat fitrah. Untuk jenis zakat yang satu ini, besarannya 2,5 kg beras atau kalo pengen menggantinya dalam bentuk uang bisa diganti uang setara dengan harga 3,8 kg beras.

Btw, zakat ini sifatnya wajib ya buat semua umat muslim.

Oke udah ngerti ya soal zakat? 

Kita lanjut ngebahas infak.

Kurang lebih sama seperti zakat, infak juga salah satu bentuk pemberian kepada orang lain. Namun, hukum infak dalam Islam adalah sunnah. Infak memang tidak diwajibkan kepada seluruh umat muslim, namun sangat dianjurkan untuk melakukannya. Kenapa? Karena sebagai upaya kita membersihkan harta kita dan tentu saja mengharap ridho dari Allah SWT.

Berbeda dengan zakat yang sudah memiliki ketentuan, besaran harta yang akan diinfakkan jumlahnya bebas. Yang penting sesuai dengan kemampuan si pemilik hartanya. Berapapun jumlah yang harta yang kita infakkan, yang terpenting adalah niatnya yang tulus.

Semoga dengan adanya artikel ini, teman-teman bisa membedakan arti zakat dan infak ya. Silakan bagikan artikel ini agar semakin banyak orang yang menerima manfaatnya.

0 Comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.