DREAM HACKING

Pernah kebayang ga, sebesar apa mimpi yang temen-temen punya?⁣⁣
⁣⁣
Sudah sejauh apa usaha yang dilakukan untuk mewujudkan mimpi itu? Udah mikir seberapa keras untuk bisa ketemu cara ngewujudin mimpi itu dengan cara yang "mudah"⁣⁣
⁣⁣
Saya menyebutnya: dream hacking⁣⁣


mindset bisnis online⁣⁣
Ketika kita meretas (hack) sebuah sistem, tentu sesuatu yang sebelumnya sulit kita akses jadi lebih mudah bukan?⁣⁣
⁣⁣
Contoh simplenya ketika main game deh.. coba temen-temen ingat.. kira-kira game apa yang susah banget ditamatin sampe kita perlu cheat untuk bisa dapatin amunisi tak terbatas atau senjata terkuat di game itu?⁣⁣
⁣⁣
Cheat itu adalah cara kita meretas game itu untuk jadi lebih mudah.⁣⁣
⁣⁣
Kebayang, ya? ⁣⁣
Oke lanjut..⁣⁣
⁣⁣
Dalam mengembangkan usaha/bisnis kita, pasti punya mimpi/tujuan yang mengiringikan? ⁣⁣
⁣⁣
Ga mungkin dong ngejalanin bisnis tanpa punya tujuan? Ya ga? ⁣⁣
⁣⁣
Nah mimpi/tujuan inilah yang mentenagai saya untuk terus konsisten menjalankan bisnis sampe sekarang.⁣

Misalnya saya, tujuan saya ngejalanin bisnis adalah biar saya tetap punya penghasilan meskipun udah ga ngantor lagi dan punya lebih banyak waktu buat keluarga.⁣⁣
⁣⁣
Sekarang alhamdulillah udah terwujud walaupun penghasilan masih ga sebanyak waktu ngantor.⁣⁣
⁣⁣
Gapapa, pelan-pelan aja..⁣⁣
⁣⁣
Kalo udah terwujud, coba naikin levelnya..⁣⁣
⁣⁣
Sekarang saya pengen punya rumah sendiri+penghasilan 25 juta per bulan dari bisnis online saya. Ini yang masih diperjuangkan.⁣⁣ Dengan begini, saya akan terus punya tenaga dan mencari cara untuk merestas mimpi ini agar cepat terwujud.⁣⁣
⁣⁣
Salah satu caranya adalah memperbanyak networking dan ngumpul sama orang-orang yang 1 vibrasi.⁣⁣
⁣⁣
Tulisan ini jadi ketika sebelumnya tadi sore ngumpul sesama anggota produk custom yang saya ikuti. Alhamdulillah dapat insight baru dari temen-temen ini.⁣⁣


mindset bisnis online
⁣⁣
Ketemu cara baru meretas mimpi jadi lebih cepat terwujud.⁣⁣
⁣⁣
Oh iya.. meretasnya bukan dengan cara yang culas/ga halal ya 😅⁣⁣
⁣⁣
Kalo ga punya komunitas offline, bisa ketemu di jejaring dunia maya. Gabung ke grup online telegram, whatsapp, atau facebook.⁣ Ikut kelas mentoring/ecourse berbayar.⁣
⁣⁣
Mau itu online ataupun offline, yang bikin hasilnya nampak adalah actionnya. Sejauh mana kita bisa praktikkin apa yang udah diperoleh di komunitas online maupun offline itu.


Kalo pengen nambah ilmu di dunia kepenulisan, bisa join ke komunitas menulis atau komunitas blogger. Kayak di Banjarmasin aja ada 3 komunitas blogger banjarmasin. Mau yang full menulis buat cari duit, atau menulis untuk sekadar menyalurkan hobi sambil sesekali dapat duit atau gabung ke komunitas blogger khusus cewe? Di Banjarmasin ada semua.

Contoh lagi..

Kalian suka banget sama seni, entah itu lukis, gambar atau sketsa. Kalian bisa cari komunitas seniman offline maupun online. Kalo offline mungkin bisa langsung datang ke tempat mereka biasa ngumpul. Masih malu datang langsung? Mungkin bisa hubungi admin medsos mereka untuk ikut gabung via online dulu.

Semua ada caranya, semua ada solusinya. Yang penting ga takut untuk bergerak.

Kita tuh dituntut jadi manusia untuk banyak aksi, bukan banyak mikir. Miliki mindset yang bertumbuh dan terbuka terhadap solusi/peluang sekecil apapun. Bukan malah terkurung dalam mental block yang bikin diri sendiri jadi ga berkembang.

Selalu mencari cara untuk bisa meretas mimpi jadi lebih cepat diwujudkan adalah salah satu bentuk ikhtiar kita sama Tuhan. ⁣⁣
⁣⁣
Dengan dibarengi doa, semoga mimpi temen-temen bisa lebih cepat untuk diwujudkan. ⁣⁣
⁣⁣
Insya Allah.. aamiin..⁣⁣


Ga ada kata tidak mungkin, asal kita mencoba.

Gabung ke channel telegram saya untuk bisa dapatkan materi bisnis online tiap hari secara GRATIS!

Energi Untuk Tetap Konsisten

Perjalanan mewujudkan mimpi seorang manusia, tidak akan mungkin selalu mulus. Pasti akan ada halangan yang siap menghadang. Semakin besar mimpi yang ingin diwujudkan, semakin banyak halangan yang akan kita hadapi.

energi untuk tetap konsisten

Pertanyaannya adalah:

Apakah kita udah siap menghadang rintangan tersebut?

Kunci utama mewujudkan mimpi adalah konsistensi. Di dalam konsistensi ada sekumpulan disiplin ilmu, mindset dan ketekunan yang harus terus terjaga selama mewujudkan suatu mimpi itu. Seperti yang kita tau, punya salah 1 dari ke-3 kombinasi itu susahnya minta ampun.

Tapi susah bukan berarti ga mungkin, ya.

Kalo ada orang yang sudah pernah berhasil, artinya pasti bisa terjadi juga sama kita. Sekarang tinggal kita, pengen hidup dalam mimpi atau hidup mewujudkan mimpi? Pilih mana?

Kalo pilih untuk mewujudkan mimpi, yuk mari kita cari tenaga yang bisa bikin kita tetap konsisten menghadapi tantangan dan rintangannya. 

Konsisten itu pekerjaan yang berat. Bahkan lebih berat dari sekadar menahan rindu ga ketemu sama pasangan. Karna konsisten itu musuhnya adalah diri sendiri. 

Dalam agama Islam sudah dikatakan bahwa seberat-beratnya perjuangan adalah perjuangan melawan diri sendiri.

See?

Kalo ga punya energi yang lebih besar daripada diri sendiri, tentu kita akan kalah.

Melawan kemalasan itu dengan konsistensi. Tapi energi melawan kemasalan itu aja masih belum cukup.

Energi yang mentenagai konsistensi adalah mimpi yang sudah kita tetapkan. Gantung mimpi setinggi langit, dan membumi untuk mewujudkannya.

Mimpi yang sudah kita tetapkan coba diselaraskan dengan keadaan sekitar. Apakah lingkungan kita mendukung? Apakah mimpi kita itu sudah melewati batas kemampuan kita atau belum?

Kalo lingkungan sekitar ga mendukung dan belum ada komunitas offline yang punya vibrasi yang sama kayak kita, cari komunitasnya lewat online. Samakan vibrasi biar atmosfir untuk mewujudkan mimpi selalu terjaga.

Apakah mimpinya udah melewati batas kemampuan kita? 1 hal yang saya tau, tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk seorang manusia. Jadi mau setinggi segila apapun mimpinya, kalo emang udah tertanam di dalam kepala dan bisa mempengaruhi pola pikirnya pasti akan terwujud.

Istilah kerennya: semesta pun akan mendukung.

Nah sekarang liat lagi ke diri masing-masing. Apakah udah punya mimpi, atau malah justru ga ada mimpi apa-apa cuman sekadar menjalani hidup dan punya penghasilan udah cukup?

Semakin besar mimpi dan kekuatan lingkungan yang mendukung kita, energi yang kita dapat juga akan semakin besar. Yakin aja dulu.

Banyakin berteman sama orang-orang yang asik, jauhi teman-teman yang toxic

Tuhan itu suka ngeliat hambaNya bersungguh-sungguh. Dengan begitu mereka punya arti dalam hidup. Hidup cuman sekali jadi sebisa mungkin wujudkan mimpi yang gila sekalian. Ga sekadar menjalani kehidupan.

Jadi energi paling besar untuk bisa konsisten adalah punya mimpi/target besar yang siap diwujudkan.

Sekarang saatnya, bukan besok atau bulan depan.

Menunda-nunda itu salah satu ciri orang malas mewujudkan mimpi. Saya termasuk ke golongan ini. Sampai saya sadar ternyata hidup saya selama ini ga ada artinya kalo ga punya mimpi.

Sekarang ada target, ada tujuannya yang jelas. Badan, hati, pikiran saya semua bergerak. Ga ada lagi menunda-nunda. Kerjain sekarang atau mimpi saya tertunda terus. Pilihannya cuman itu.

Buat target per bulan, per 6 bulan bahkan per tahunnya. Semakin spesifik targetnya, semakin bagus. Kasih angka, misalnya bulan ini mau nyelesaikan berapa buku, setahun harus tamat berapa buku yang dibaca.

Kalo ada angkanya, akan lebih gampang untuk dipecah-pecah jadi kegiatan per hari agar bisa mencapai target. Anggap aja lagi bayar hutang dengan cara nyicil. Kalo hutang ga lunas ya beban buat kita sendiri kan? Makanya harus lunas.

Selalu ingat kalo target harus kaku dan caranya boleh fleksibel. Bukan dibalik.

Join dan subscribe ke channel telegram saya untuk dapatkan info tips trik terbaru tentang digital marketing GRATIS TIAP HARI!

Waktu

Pernah nonton film judulnya In Time ga? Pemeran utamanya Justin Timberlake. Singkatnya di film itu, time is literally the money. Waktulah mata uang yang dipergunakan. Oh ga cuman jadi mata uang, tapi juga untuk tetap hidup. Kalo sampe detiknya jadi 0, manusia itu akan mati.

hargai waktu orang lain

Film itu ngasih tau kita gimana berharganya sebuah waktu untuk manusia. Karna waktu ga bisa diambil lagi setelah dia pergi. Oleh karna itu, waktu adalah mata uang paling berharga buat manusia di muka bumi.

Ketika ditanya, apakah hadiah yang akan kita kasih ke orang yang paling kita sayang? Jawaban kita apa? Pasti barang atau uang atau hadiah liburan kemana gitu. Padahal, kasih hadiah "waktu" kita adalah kado terbaik yang paling bisa kita berikan kepada sesama manusia.

Karna semua manusia cuman punya waktu sehari 24 jam. Ketika ada orang yang mau ngasih waktunya untuk kita, hargailah sebagaimana mestinya. Karna itulah hadiah terbaik mereka.

Maka, ketika ada temen-temen gue yang merantau lagi balik ke Banjarmasin, sebisa mungkin gue kasih waktu gue ke mereka agar mereka bisa nikmatin liburan mereka yang cuman sekejap.

Hitung-hitung bantu melupakan lelah mereka setelah berbulan-bulan kerja. Kepulangan mereka, adalah sebuah hadiah buat gue yang kadang suka bingung mau nongkrong sama siapa ketika lagi suntuk di rumah. Jadi ketika mereka ngajakin ngumpul, gue berusaha nyediain waktu khusus.

Maklum, anak tunggal. Jadi temen becanda adalah sahabat-sahabat yang masih mau nerima gue sampe sekarang. Meskipun kadang becandanya suka kelewatan tapi ya begitulah mereka.

Waktu gue adalah hal yang paling berharga yang bisa gue kasih ke mereka.

Uang udah ga seberapa punya, ga pernah nraktir mereka pula. Tumpangan masih bisa ngajak walaupun naik motor bebek, belum pake mobil.

Meskipun mereka udah banyak yang punya kehidupan masing-masing karna udah berkeluarga, tapi masih bisa nyempatin waktu buat ngumpul. Apalagi gue yang masih belum berkeluarga, harus punya waktu yang lebih juga dong?

Karna gue tau, kalo udah berkeluarga waktu mereka akan lebih banyak diberikan untuk keluarga barunya. Ketika mereka yang ngajakin ngumpul, barti ada secercah harapan untuk waktu mereka dibagikan ke temennya. Maka dari itu gue mencoba untuk selalu ada ketika ada ajakan nongkrong.

Yang gue sesalkan adalah waktu lebaran yang lalu. Setelah seharian dari siang sampe sore ngumpul di rumah salah satu dari mereka, malamnya kami janjian lagi untuk ngumpul makan bareng.

Sehabis pulang dari sore itu, gue ketiduran sampe malam banget. Nyesal banget karna ga bisa ngumpul sama mereka. Padahal itu pas banyak-banyaknya yang bisa datang. Kalo bisa dibilang full team, ya waktu malam itu. Sedih sih tapi mau gimana lagi. Tidurnya kelamaan.

Kalian, kalo punya temen yang merantau terus pas lebaran atau dalam rangka apapun mereka pulang, usahain untuk nyediain waktu buat ketemu sama mereka. Apalagi kalo mereka duluan yang ngajakin ngumpul, datang! Jangan disiain waktu mereka. Belum tentu mereka pulangnya lama, siapa tau ada panggilan mendadak dari kantornya dan harus pergi lagi saat itu juga. 

Kita ga akan pernah tau.

Jadi sesedikit apapun waktu yang kalian punya, sediakan buat mereka juga.

Hargai waktu temanmu, seperti kamu menghargai waktumu sendiri.

Industri 4 Titik 0

Sebenarnya pengen nulis ini udah dari lama. Tapi baru sekarang niat nulisnya muncul. Karna tensi politik udah rada menurun juga, jadi gue coba untuk menuliskan hal ini.

industri 4 titik 0

Awal tahun 2009, waktu pertama kali kenal yang namanya twitter dan facebook, 2 media sosial ini cuman gue pake untuk nyari temen baru doang. Selama bertahun-tahun dominasi 2 medsos ini kuat banget. Sampai akhirnya muncul instagram yang mengguncang dunia fb dan twitter.


Orang-orang pun mulai berpindah ke instagram. Termasuk gue, karna masih labil pada zaman itu jadi ikut-ikutan tren mulu kerjaannya. Jadilah sekarang gue punya 3 medsos aktif. Walaupun yang paling aktif masih twit sama fb waktu itu. IG ga terlalu aktif karna menurut gue zaman itu masih belum terlalu paham dan rame penggunanya juga.


Ternyata gue salah.


3 media sosial ini ga cuman bisa dipake buat nyari temen doang. Facebook, twitter, dan instagram bisa dipake untuk nyari duit juga! Amazing banget! Bermodalkan update status, upload foto doang bisa dapat duit. Gimana ga menggiurkan banget pekerjaan kayak gini?


Sayangnya, pada tahun itu gue terlalu bodoh untuk menyadari bahwa ternyata pencitraan di media sosial itu penting banget. Pencitraan dalam hal ini "personal branding" ya. Karna modal terkuat untuk bisa memonetasi akun media sosial adalah branding kita.


Tapi, gue hari ga akan bahas personal branding. Kita sama-sama akan membahas perubahan yang terjadi semenjak era industri 4.0 berkembang di Indonesia. Gimana sebuah era ini bisa mempengaruhi sisi kehidupan kita bahkan sampai ke keluarga sendiri.


Semenjak tau blog bisa dijadikan alat untuk menambah penghasilan di tahun 2013, pemikiran gue terhadap media sosial itu berubah. Walaupun gue udah telat selama 4 tahun daripada mereka yang udah start me-monetasi medsosnya duluan di tahun 2009 dan 2010.


Pada akhirnya sekarang semakin banyak anak-anak millenials yang bercita-cita ingin jadi influencer di media sosial. Kita hanya melihat dari sisi easy money yang akan didapatkan begitu jadi influencer. Ketika udah jadi dan bisa menghasilkan duit, gimana caranya menjelaskan ke orang tua apa pekerjaan kita?


Ini tantangan yang menjadi sumber kegelisahan gue saat ini.


Para orang tua zaman dulu, pasti ga ngerti apa itu influencer di instagram. Semakin ga ngerti lagi kalo ternyata jadi influencer di ig itu bisa menghasilkan uang. Para orang tua mau ga mau terdampak dari berkembangnya era industri 4.0 saat ini.


influencer instagram

Para pemuda lebih banyak menghabiskan waktunya di depan laptop atau main hp. Yang menurut orang tua kita, duduk depan laptop atau main hp itu sama dengan GA ADA KERJAAN. Wahahah.. sulit ya?


Padahal sekarang, yang namanya "kerja" itu ga mesti ngantor apalagi berseragam. Di rumah pun jadi, ga perlu kemana-mana. Blogger ga perlu keluar rumah cukup depan laptop nulis posting di blog dapat duit. Influencer cukup bikin video/foto di rumah (keluar sebentar untuk shoot foto outdoor) upload dapat duit.


Kayak gue, udah ga kerja kantoran lagi semenjak November 2018. Kerjanya main hp dan main laptop doang. Dikira emak bapak gue malahan ga ada kerjaan beneran. Padahal, gue nulis blog di laptop karna ada client yang minta dibikinin artikel. Main hp karna upload foto produk di akun jualan online gue. Main facebook karna ada produk digital yang lagi promo lebaran.


Kerja juga.


Sekarang udah ga terbatas tempat lagi.


Gue bisa kerja di rumah, di tempat nongkrong bahkan waktu gue liburan gue masih tetep bisa ngerjain kerjaan gue. Industri 4.0 memungkinkan hal ini terjadi. Orang zaman dulu ga akan kepikiran bisa dapat duit dari main hp doang.


Perkembangan teknologi bikin kita jadi lebih mudah untuk ngerjain sesuatu. Yang dulu mesti datang ke kantor untuk nyerahin laporan sekarang cukup kirim via email dari rumah udah bisa diterima atasan secara langsung.

Yang dulu jualan harus buka toko, perlu sewa atau bikin sendiri dulu baru bisa mulai. Sekarang? Cukup duduk di rumah ga perlu kemana-mana, buka toko online di instagram, marketplace atau di facebook udah bisa jualan. Gila ga?

Banyak banget hal yang bisa dilakukan karna perkembangan dunia digital udah semakin cepat.

Makanya ketika ada capres yang pengen bangsanya "ketinggalan" secara teknologi gue justru berpikir keras. Kenapa? Kenapa mau bangsanya ketinggalan daripada negara lain?

Padahal negara lain berlomba-lomba untuk jadi bangsa yang maju, eh kok Indonesia malah pengennya jadi bangsa tertinggal?

Kegaptekan dan kekolotan kayak gini harus segera ditinggalkan. Karna kalo dibiarkan terus berlanjut, Indonesia akan makin tertinggal. Perkembangan teknologi justru bisa bikin kita jadi lebih dinamis dan lebih cepat untuk berkembang dan bergerak jadi bangsa yang maju.



Perkembangan teknologi yang dibaca sebagai "invasi" bangsa asing ke negara sendiri adalah sebuah pemikiran mundur yang harusnya udah ga ada lagi di zaman sekarang. Kekhawatiran aset negara dicaplok bangsa asing karna perkembangan teknologi juga sebuah level keparnoan tingkat tinggi yang bikin bangsa Indonesia masih tetap berstatus negara berkembang sampe sekarang.

Karna pikirannya masih pengen berkembang doang, bukan pengen maju.

Sebagai bangsa, kita harusnya berpikir maju. Kita udah tertinggal dari segi kemajuan teknologi daripada bangsa lain. Pendidikan apalagi? Jauh banget! Harusnya itu yang kita kejar sekarang, bukannya malah "legowo" dan pasrah jadi bangsa yang kuno dan tertinggal. Mau jadi apa?

Gue jujur aja ga mau jadi manusia kuno dan tertinggal. Keberadaan teknologi internet dan digital marketing membuat gue jadi punya kebebasan waktu untuk bekerja dan berkarya lebih banyak.

Jadi kalo ada pemimpin yang ga punya niat untuk mendukung perkembangan digital marketing, tentu aja suara gue ga akan ke sana. Karna hidup gue ada di sana, ketika ada pemimpin yang justru mengabaikan hal ini, ya tentu aja udah gue tinggalin.

Gue pengen Indonesia jadi negara maju dan punya peradaban yang lebih baik dari sekarang. Walaupun masih lama, gue yakin akan ada momentum dimana bangsa ini sadar dan pengen sama-sama bergerak untuk ngedukung kemajuan mereka.

(meskipun sampe sekarang masih ada yang percaya segitiga itu adalah lambang iluminati)

Lewat tulisan ini gue ngajak kalian pembaca semua untuk sama-sama bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih mapan secara pemikiran. Lebih dewasa menyikapi kejadian, bukan malah jadi sumbu pendek dan nyebar info yang belum tentu ada kebenarannya.

Semoga bermanfaat.

Join channel telegram gue biar dapatin info tips trik dan update seputar digital marketing setiap hari secara gratis!

Apakah Sukses Harus Bangkrut Dulu

Ketika sering nonton video dan baca tulisan-tulisan para pebisnis sukses, ada satu kesamaan yang ada dalam kisah mereka. Sama-sama pernah terlilit hutang sebelum akhirnya bangkit dan kemudian bisa dikatakan "sukses" versi kita.

apakah sukses harus bangkrut dulu

Lalu timbul pertanyaan: Apakah harus bangkrut dan terlilit hutang dulu untuk bisa bangkit lagi dan sukses?

Kondisi kayak gini jadi kegelisahan saya beberapa waktu lalu. Kenapa bangkitnya seorang pebisnis harus dimulai dengan kebangkrutan dan hutang yang banyak sampai bermilyar-milyar?

Kemudian saya berpikir: Apakah bisa sukses tanpa harus ada hutang?

Takutnya, para pebisnis pemula kayak saya dan teman-teman yang lain malah ikut-ikutan nyari "bangkrut" biar bisa dikatain sukses setelah bangkit dari kebangkrutan. Kan ngeri kalo dibayangin.

Bahkan ada yang bilang, kalo pebisnis belum bangkrut 7 kali, namanya bukan pebisnis. Waduh!

Padahal mereka bangkrut karna emang polos aja. Kebanyakan cerita yang saya dengar dan baca, para pebisnis yang pernah bangkrut biasanya karna masih "polos" banget di dunia bisnis. Ada yang ketipu partner sendiri, ada yang terlalu berani ngutang tanpa ngerti resiko di depannya, ada yang berani invest banyak tapi ga ngerti kalo marketnya udah ga ada.

Semua karena kepolosan alias ketidaktahuan mereka.

Artinya kalo kita udah bisa baca kisah gagal mereka, kita bisa menghindari hal itu saat ini. Kegagalan mereka bisa kita jadikan pelajaran untuk diri sendiri agar tidak bisa menjadi seperti itu.

Jadi bisa disimpulkan: ga harus bangkrut dulu untuk jadi seorang pebisnis sukses.

Tapi.. apakah dengan tidak adanya hutang kita patut merasa tenang menjalankan bisnis kita?

Ya dan tidak.

Ga ada hutang bukan berarti kita ga punya tanggungan. Kita tentunya punya target yang akan dicapai dalam bisnis kan? Nah itu juga tanggungan. Itu hutang kita, sama bisnis kita sendiri.

Kalo targetnya ga nyampe, barti kita punya "hutang". Hutang kalo ga dilunasin jadinya numpuk terus. Nah ini juga bisa dijadiin bahan bakar untuk ngembangin bisnis kita. Karna kalo ada hutang, maka ada target. Kalo ada target kita bisa ngukur kemampuan kita untuk mencapai target itu. Dari target bulanan, mingguan, sampai harian.

Jadi kesuksesan dalam bisnis ga ditentukan ada tidaknya hutang. Tapi ada tidaknya target untuk bisnis kita sendiri. Kalo ga ada target gimana? Bisnisnya bisa jalan juga, tapi ga ada tujuannya.

Kayak kita naik taksi, tapi ketika ditanyain tujuannya kemana malah jawab "jalan aja dulu pak". Trus ditanya sama supirnya "bapak punya uang berapa?" "100 ribu nih pak". Trus kita diajakin keliling-keliling sampe argometernya 100 ribu.

Iya kalo supirnya baik, diajakin keliling begitu nyampe argonya 100ribu stopnya di depan rumah. Kalo ga? Diajakin keliling jalan tol, trus di drop di tengah jalan tol ga tau gimana pulangnya. Kan repot?

Itulah pentingnya target. Dan target ga mesti harus berupa utang. Tapi juga bisa target profit, omzet atau apapun yang penting ada angkanya.

Intinya harus ada target yang ditentukan, sehingga kita tau kemana arah kita melangkah.

Semoga tercerahkan.
Semoga bermanfaat.

Join ke Channel telegram saya untuk dapatkan motivasi, mindset, tips dan trik bisnis harian GRATIS!