Gue mulai meriset terkait kartu pokemon ini sejak akhir bulan Maret 2026. Jadi terhitung masih sangat baru di dunia ini. Apalagi gue risetnya mandiri, sedikit doang gali-gali info dari temen-temen sekitar. Karena emang ga banyak juga yang ngoleksi kartu pokemon.
Selama 3 bulan ini, ada banyak hal yang gue pelajari. Baik itu dari sisi teknis sampai ke hal-hal non-teknis tapi krusial di dunia tcg pokemon.
1. TCG Pokemon Amerika > TCG Pokemon Indonesia
Bandingkan dengan Indonesia yang baru mulai di tahun 2019. Udah jalan 20 tahun di Amerika, baru mereka rilis di Indonesia. Artinya secara infrastruktur dan lainnya, Indonesia ketinggalan 20 tahun untuk TCG Pokemon. Keliatan sih sebenarnya dari kasat mata melihat sistem distribusi kartu dan stoknya di Amerika sama Indonesia.
Kalo di Amerika toko retail kayak Target, Wallmart, Gamestop dan lain-lain menjamur banget dimana-mana. Pokemon cukup kerjasama dengan mereka aja, udah cukup untuk mendistribusikan produknya. Tapi percuma kerjasama dengan toko retail ternama ga diiringi dengan kapasitas produksinya. Gue rasa sih di Amerika stoknya melimpah banget dan merata di hampir semua toko retailnya. Artinya secara produksi juga gede, untuk ngimbangin jatah distribusi yang banyak itu.
Sedangkan di Indonesia, distribusinya masih terbatas banget. Meskipun udah kerjasama dengan toko retail semacam Gramedia, Toys Kingdom, Kidz Station dan Indomaret, ternyata masih kurang mumpuni. Karena Indonesia juga tersebar pulau-pulaunya, jadi jalur distribusinya berbeda juga. Maka, biaya untuk distribusinya juga besar seharusnya, ya. Apalagi TCG Pokemon Indonesia ini didistribusiin dari Jepang dulu.
Karena distribusi yang terbatas ini, pada akhirnya stoknya habis di hari H rilis produk. Sisanya? Entah disimpan oleh toko retailnya untuk dikeluarin pelan-pelan. Seolah-olah ada "restock" tapi kita semua tau itu ga mungkin, kan? Mwehehhe..
1.1 Kelebihan dan kekurangannya
1.1.1 Kekurangan
Setelah melihat uraian tersebut, gue jadi mikir, apa ya kekurangan dan kelebihannya?
Kita bahas kekurangannya dulu, ya. Kalo menurut gue, meskipun di Amerika sudah cukup mapan secara fondasi komunitas, tetapi juga ada kurangnya. Mereka masih bertarung sama scalper dan belum ketemu caranya untuk bisa menang. Makin gede komunitasnya, makin banyak juga yang tergiur untuk kebagian kue cuannya.
Sama kayak di Indonesia, padahal secara komunitas masih bisa dibilang "merintis". Namun sudah ada scalper yang ikutan gabung untuk ngerasain cuannya. Masalahnya, produksi di Indonesia menurut gue masih sangat terbatas. Sehingga, keberadaan scalper sangat mengganggu ekosistem komunitas kolektor dan pemainnya.
Para kolektor yang mau nambahin koleksinya dengan harga yang terjangkau, jadi ga bisa. Para pemain yang ingin nyari kartu yang cocok untuk deck mereka, justru terhambat karena scalper ngambil jatah mereka dan dijual jauh di atas harga retail aslinya.
Selain oknum scalper yang berkedok "kolektor bosen", ada juga oknum orang dalam yang korup. Patut dicurigai ada pemufakatan jahat dari oknum orang dalam perusahaan dengan pengusaha berduit untuk bisa dapat jatah pengiriman stok tcg pokemon Indonesia ini. Gue rasa sih kalo ga ada oknum korup ini, distribusi kartu tcg pokemon di Indonesia akan jauh lebih damai.
Bahkan baru-baru ini heboh banget ada yang udah bisa jual set 30th Anniversary EN TCG Pokemon yang binder set-nya di Indonesia. Padahal, di Amrik aja baru rilis info pre order untuk ETB doang. Kok bisa? Katanya sih yang dijual ini namanya pre release package.
Tapi, setau gue yang awam ini, yang namanya pre release package itu tujuannya untuk promosi konten. Bukan untuk dijual lagi sama yang dikasih. Karna biasanya paket ini tuh dikasih gratis sama si produsen produknya untuk dibantu promosi. Kalo paket gratis ini dijual, ya namanya ini produk ilegal, dong.
1.1.2 Kelebihan
Meskipun dengan begitu banyak kekurangan, gue rasa ga adil kalo kita ga ngomongin kelebihannya juga. Terutama kelebihan ekosistem tcg pokemon di luar negeri kayak di Amerika.
Karena komunitasnya sudah mapan, mereka punya sistem yang jauh lebih lengkap daripada di Indonesia. Bahkan, ada aplikasi khusus yang memantau stok tcg pokemon di toko retail resmi di Amerika. Kalo ada restock, aplikasi ini langsung ngirim notifikasi ke pelanggan mereka. Jadi, kolektor bisa dapatin harga MSRP di toko retailnya dan ga ketinggalan info restock lagi.
Kalo di Indonesia, meskipun komunitasnya belum semapan luar negeri, masih ada kelebihannya. Buat gue, pack di Indonesia masih lebih terjamin untuk bisa dapat hit kalo beli per box/per case. Gue masih lebih percaya beli loose pack (ketengan) Indonesia daripada loose pack dari Jepang.
Harga kartu single untuk set Indonesia juga lebih murah daripada kartu luar negeri. Kalo mau beli/koleksi single lebih rekomen untuk mulai dari kartu Indonesia dulu. Tapi kalo mau jual kartu single, mending jual kartu luar aja. Karena harganya lebih mahal. Set luar negeri yang kartunya lebih mahal tapi secara budget lebih ringan untuk belinya, bisa mulai dari set kartu tcg pokemon JPN atau Chinise Simplified version dulu.
2. Semakin tau harus "ngejar" kartu yang mana
Awal-awal mengenal tcg pokemon, masih random banget mau incar set/kartu yang mana. Pokoknya semua yang bisa dijangkau/dibeli, ambil dulu aja. Semakin ke sini, semakin bisa mengendalikan diri. Semakin ngerti juga kita ga bisa nurutin nafsu untuk punya semua set-nya.
Apalagi kalo ngejar semua set luar negeri dan lokal juga. Selain ga keburu, karna waktu rilisnya beda-beda, budgetnya juga ga sanggup kalo mau punya semuanya. Gue jadi semakin bijak untuk ngatur budget pengeluaran gara-gara koleksi tcg pokemon ini.
Semakin menggali info, semakin tau apa yang harus dikejar. Setidaknya dalam 3 bulan gue mengenal tcg pokemon ini, gue ada punya 2 chase card yang pengen banget gue miliki: Mega Lucario EX terutama di set Mega Evolution yang SAR dan Pikachu Captian di gem pack volume 5 Chinese Simplified version.
Kalo Pikachu Kapten ini, buat gue sangat ikonik. Memang beda dari Pikachu Gen 1 yang pernah gue tonton, ya. Tapi, ilustrasi kartu ini tuh gue suka banget. Secara gayanya, tengilnya dan penggunaan topi kaptennya itu pas banget sama karakter pikachu yang gue tau.
Dengan adanya target yang diincar, maka gue ga akan terlalu FOMO lagi untuk ngejar semua set. Cukup cari set yang punya chase card ini aja. Tapi, khusus untuk kartu Mega Lucario EX SAR itu memang rada susah nyarinya sekarang. Karena kartu ini tuh rilis di set terdahulu: Mega Evolution (EN), Evolusi Mega (IND), dan Mega Brave (JPN). Kalo Captain Pikachu masih bisa ngejar karena set-nya relatif lebih murah dan baru juga. Tapi tetap aja lama-lama ini akan jadi set lama dan langka juga ujung-ujungnya kalo ga segera dapat kartunya.
Kalo kedua kartu ini ga dapat dari beli booster box, mungkin gue akan cari single aja. Tapi nunggu harganya turun dulu mwehehehe..
Kalo menurut lu gimana? Apakah orang yang koleksi kartu pokemon baru-baru aja kayak gue ini bisa dibilang FOMO? Coba tulis di kolom komentar, ya!









