Makin Ngerti Setelah Ketemu Diri Sendiri

Selain merenung di toilet/wc, ketika di perjalanan dari rumah ke kantor itu kayaknya emang jadi salah satu alternatif untuk mikirin hidup yang kita jalanin. Setidaknya itu yang gue rasain belakangan ini. Jalanan jadi tempat untuk merenungkan hidup, karna bisa ngeliat beragam kelakuan manusia di sana.

Akhir-akhir ini gue kepikiran banget "kenapa ketika gue kepengen banget sesuatu, biasanya hampir pasti ga kesampaian? Malah justru hal-hal yang ga terpikirkan yang kejadian"

Contohnya udah ada sejak gue kecil. Kayaknya gue udah pernah cerita di sini juga deh, gue tuh pengen banget masuk sekolah sepak bola. Tapi dilarang sama ortu karna dianggap ga menjanjikan masa depannya.

Contoh lainnya, gue kepengen banget masuk dunia broadcasting, sampe bela-belain ikut test di salah satu stasiun tv nasional 3 kali ga pernah lolos! Temen gue, sekalinya ikutan tes itu, dia lolos anjir! Ga adil memang dunia ini.


Dari beberapa kejadian itu, akhir-akhir ini gue makin mikir, apa jangan-jangan niat gue yang salah ya? Tapi waktu mikir pengen masuk sekolah bola, mikirnya cuman "karna suka sama dunianya" aja, ga ada yang lain aneh-aneh gitu.

Karna kejadian-kejadian tadi, bikin gue mikir, apa memang bukan itu yang gue butuh, ya? Itu cuman keinginan gue doang. Sering banget ketemu quote "Tuhan akan ngasih kamu apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan". Awalnya, gue mikir itu cuman teori doang. 

Semakin gue ketemu sama diri sendiri, kutipan tadi semakin terbukti kebenarannya. Setidaknya ini terjadi di diri sendiri, ya. Ga tau deh kalo lu gimana.. Pada intinya, ternyata selama ini gue ga tau apa yang gue butuhin.

Butuh waktu 30 tahun lebih untuk menyadari hal ini. Gue ga tau ini terlambat atau ga, tapi buat gue ini pembaruan yang cukup signifikan. Target gue tiap tahun ada yang "baru" dari diri ini, baik itu dari sikap, sifat, kelakuan ataupun hal lainnya. Nah tahun ini gue udah mulai nemu diri sendiri.

Ketemu diri sendiri ini bikin gue mengubah pola pikir yang selama ini dijalanin. Bayangin 30 tahun lebih gue mikirnya cuman apa yang diinginkan doang, bukan yang gue butuhkan. Sekarang setiap hari gue melatih mental state diri untuk selalu "membedah" apa yang gue inginkan, menjadi hal-hal yang gue butuhkan untuk mencapai keinginan itu.

Contoh simpel, gue pengen kursi, gue mikirnya ga cuman punya kursinya aja. Tapi juga mikir apa yang dibutuhkan untuk bisa punya itu kursi. Dari situ ketemu alurnya: nabung dulu, cari-cari penjual kursi yang bisa dipercaya, sampe baca/nonton review orang-orang yang beli kursinya. Bagus/ga-nya itu kursi, gampang/ga masang kursi itu sendiri, gitu-gitu lah pokoknya.

Teori membedah keinginan ini masih belum terbukti, ya. Gue masih melakukan uji coba. Gue punya 1 misi yang gue jadikan bahan eksperimen untuk teori ini. Kalo misalnya udah kebukti berhasil, akan gue ceritain ke lu di tulisan yang lain.

Meskipun teori ini belum terbukti benar, kalo lu mau nyobain silakan. Siapa tau lu pengen nyoba cara baru untuk bisa mencapai sesuatu dalam hidup.

Selain membedah keinginan tadi, niat kita juga mesti positif. Menurut gue kita ga bisa memikirkan sesuatu yang negatif sebagai tujuannya. Jadi kita mesti meluruskan niat dulu, untuk apa sih sebenarnya keinginan itu?

Kalo lu sendiri gimana? Apakah lu selalu bisa mendapatkan apa yang lu inginkan, atau malah sesuatu yang lu butuhkan yang lu dapat selama ini? Ceritain dong pengalaman lu itu di komentar!

CARI JADI BLOGGER: LANGKAH PERTAMA UNTUK BLOGGER PEMULA

Sebenarnya ketika saya memberi nama instagram jadi "BLOGGER AKTIF BANJARMASIN" ada sedikit rasa bersalah. Bukan apa-apa, sepertinya agak kontraproduktif dengan blog yang saya miliki ini. Ngakunya aktif tapi blognya aja jarang update, malu juga jadinya. Tapi ada alasan penting dibalik penamaan ini: biar jadi lebih sering nulis lagi kayak dulu.

Soalnya kebiasaan nulis tiap hari saya udah mulai terkikis karna aktivitas yang lain. Apalagi sekarang, waktu makin tersita banyak untuk ngurus kerjaan. Ini aja nulisnya disempet-sempetin karna lagi santai.



Anyway, beberapa kali saya sempat nerima pertanyaan via dm instagram tentang dunia perblog-an ini. Makasih ya buat kamu-kamu yang masih tertarik untuk memulai hobi nulis di blog. Karna menurutku zaman sekarang udah jarang banget orang yang berminat untuk memulai menulis.

Kita akan mulai bahas hal fundamentalnya untuk bisa jadi blogger berdasarkan pengalaman saya selama ini:

UBAH MINDSET-MU DARI SEKARANG!

Jadi blogger atau profesi/hobi apapun tidak akan bisa menghasilkan secara instan. Kamu harus struggle dulu di awal. Cari nama dulu, cari pembaca setiamu dulu, cari ciri khas tulisanmu dulu, banyaklah! Itu semua harus dilewatin pelan-pelan dan konsisten berproses.

Berproses itu barti kamu harus rajin nulis tiap hari, baca buku atau artikel yang bisa mendukung skill nulis kamu, kalo perlu ikutan kelas menulis juga. Berproses artinya kamu harus mau nerima kritik/saran/masukan atas karyamu. Kritikan yang bagus kamu ambil dan jadikan bahan perbaikan, kritikan yang ga bagus, anggap aja sebagai penanda tulisanmu udah mulai ketemu ciri khasnya.

Mulai sekarang ubah pola pikir yang serba instan itu dari sekarang. Karna untuk bisa menghasilkan, seorang blogger dan siapapun yang baru mulai sesuatu, harus melewati proses struggle ini.

Kemudian timbul pertanyaan: sampai berapa lama proses struggle ini berjalan?

Menurutku, minimal banget 6 bulan dengan kondisi kamu udah nulis tiap hari dan terus berproses selama itu. Kalo jarang-jarang nulisnya, ya mungkin setaun lah udah bisa ketemu jalannya.

KONSISTEN POSTING MINIMAL SEMINGGU 2 KALI

Kalo mau cepet menghasilkan, bisa dimulai dari mempublish postingan 2 kali seminggu. Harinya terserah kamu aja yang penting terjadwal dan disiplin sama apa yang kamu buat. Semakin banyak posting dalam seminggu semakin baik, kalo bisa tiap hari lebih bagus lagi.

Di awal ga perlu mikirin kualitas dulu. Nulis dulu aja yang penting untuk membangun kebiasaan disiplinnya. Kenapa saya bilang ga perlu mikirin kualitas? Karna percuma juga, udah pasti jelek!  Kamu ga perlu khawatir soal kualitas tulisanmu di awal. Namanya juga baru belajar, jelek dulu gapapa yang penting berproses terus ke depannya.

Kenapa harus 2 kali seminggu? Karna menurutku ini udah paling "ringan" jalan yang bisa kamu lalui. Kalo saya suruh tiap hari posting, entar kamu keteteran ngurus tulisannya. Apalagi kamu masih belum tau kan mau nulis apa? Kalo 2 kali seminggu kan, kamu bisa lebih santai nulisnya, trus juga idenya akan lebih lancar ngalirnya.

Apakah boleh nulis lebih dari 2 kali seminggu untuk pemula? Boleh banget! Asal kamu bisa jadi ritme disiplinnya selama 6 bulan ke depan.

Intinya, yang dicari diawal itu konsistensinya, bukan jumlah postingannya.

PILIH TOPIK YANG PALING KAMU TAU DULU

Untuk memulai membuat tulisan, carilah topik yang paling dekat denganmu dulu. Biasanya itu akan membuatmu lebih mudah untuk memulai. Topik sesederhana menceritakan hobimu baru-baru ini misalnya. Bisa juga menceritakan liburanmu paling mengesankan seumur hidup.

Ga perlu yang berat-berat, tapi kalo kamu memang emang pengen menulis secara ilmiah juga ga masalah. Pokoknya cari topik yang paling nyaman kamu tulis dulu. Pokoknya ga usah jauh-jauh dulu untuk awal-awal.

Hindari menulis yang "berat-berat" di awal. Zaman internet kayak sekarang, orang yang belum dikenal yang tiba-tiba nulis sesuatu yang berat dianggap sotoy sama netizen. Meskipun kamu memang tau apa yang kamu tuliskan, tahan dulu aja. Kalo mereka udah kenal siapa kamu, baru deh pelan-pelan ajak untuk menyimak tulisan yang berat-berat.

GA PERLU MEMBANDINGKAN DIRIMU DENGAN ORANG LAIN

Ketika kamu memulai jadi seorang blogger, kamu harus membuang jauh-jauh pikiran membandingkan dirimu dengan blogger lain. Karna udah pasti beda jalannya. Wong mulainya aja udah beda, ngapain mesti ngebanding-bandingin?

Melihat keberhasilan orang lain boleh aja, dijadikan sebagai motivasi buat kamu. Bukan sebagai penghalang jalanmu untuk tetap konsisten. Keberhasilan mereka, justru lebih bagus dijadikan sebagai tolak ukur kerberhasilanmu kelak.

Sekarang itu yang paling penting kamu mulai dulu aja. Menurutku, jadi blogger itu ga perlu terlalu banyak yang dipikirin. Hal yang paling krusial dari blogger itu menurutku adalah keotentikan tulisannya. Karna tiap blogger punya gayanya masing-masing.

Untuk nemu otentiknya itu, kamu harus explore lebih banyak, belajar lebih banyak daripada sebelumnya. Nikmati prosesnya, karena itu yang akan jadi ceritamu nanti di masa depan.

Kalo ada pertanyaan, komen aja ya!

Tips Memperoleh Harga Spandek Murah Namun Bukan Murahan

Berapakah pasaran harga spandek? Tentunya berbeda-beda tergantung dari merk serta ukuran, di Indonesia material bangunan yang satu ini banyak dipilih sebagai atap rumah, karena dikenal tahan lama serta estetik, karena pada dasarnya punya banyak pilihan warna yang beragam, sehingga bebas untuk pilah-pilih yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu dari segi aplikasi atau pemasangannya sendiri relatif mudah, bisa dikerjakan oleh tukang biasa.


Atap spandek ini bisa jadi pilihan terbaik untuk rumah Anda, apalagi produknya juga mudah dijumpai di pasaran. Namun sering kali banyak orang yang pikir-pikir lagi untuk membelinya karena harga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan atap konvensional biasa, sehingga kurang cocok untuk yang budgetnya terbatas. Padahal dengan kualitas dan usia pakainya yang lebih lama. Berikut ini diantaranya tips mendapatkan atap spandek dengan harga yang lebih murah, namun kualitasnya tidak murahan, yaitu:

1. Perbanyak referensi, jangan hanya terpaku pada satu merk saja, karena nyatanya ada banyak produsen di luar sana yang juga mengeluarkan atap spandek ini, tentunya dengan memperbanyak referensi Anda, secara otomatis mudah banding-bandingkan dan melihat manakah yang paling murah harganya.

2. Bisa beli grosiran, jika jumlah yang dibutuhkan relatif banyak, maka pastikan beli yang grosiran saja, karena akan dapat harga yang lebih hemat dibandingkan dengan pembelian dalam jumlah satuan. Namun tetap dengan perhitungan yang tepat sehingga tidak berlebihan juga.

3. Pastikan tetap membeli yang sudah SNI, meskipun di luar sana ada banyak pilihan harga murah, namun belum SNI, justru lebih aman cari yang sudah SNI meskipun agak mahal, karena ini berhubungan dengan kualitas yang telah terjamin.

4. Pilih toko yang tepat, karena berbeda toko yang menjualnya maka akan berpengaruh terhadap harga juga. Cari toko dari tangan pertama yang tentunya menawarkan harga lebih hemat dibandingkan yang lainnya, seperti dari Prima Bajaindo Sukses.

Pasaran harga spandek per meter mulai dari 50an ribu rupiah, semakin bagus kualitasnya maka akan semakin mahal harganya. Segera beli di Prima Bajaindo Sukses.

BUKU BANYAKAN NYURUHNYA DARIPADA BACANYA

Sebagai pembaca buku, ketemu buku yang sangat ngebantu hobi menulis di blog itu salah satu kepuasan batin tersendiri. Saya mengalaminya sendiri ketika menemukan buku ini. Sebagai penulis blog yang sering kesulitan untuk menemukan ide menulis, membaca buku ini membuat saya memiliki segudang ide tulisan yang baru.


Saya lupa dimana pertama kali menemukan judul buku ini. Saya cari di shopee ternyata ada dan langsung checkout saat itu juga. Kalo menurut saya sih harganya ga terlalu mahal, ya. Seingat saya ga nyampe 50.000 waktu itu. Pake voucher gratis ongkir juga, lebih hemat lagi jatohnya. Kamu kan tau kalo ongkir ke Banjarmasin itu mahalnya kayak gimana? Jadi voucher gratis ongkir itu sangat efektif untuk belanja online di marketplace.

Awalnya saya kira buku ini tuh kayak semacam panduan step by step untuk bisa lebih lancar menulis. Ternyata saya salah prediksi. Buku ini jauh dari ekspektasi saya yang menyangka seperti buku-buku tutorial kebanyakan. Judul bukunya adalah "Buku Latihan Untuk Calon Penulis"dari Puthut EA. Buku ini terbitan oleh Buku Mojok.

Buku Latihan Untuk Calon Penulis ini bisa dibilang bukan buku yang terlalu banyak teorinya. Saya cukup kaget karna buku ini sangat minim tulisan. Mungkin karena saya terbiasa baca novel ataupun buku tutor lainnya, jadi ga terbiasa melihat buku yang justru sangat banyak halaman kosongnya.

Iya betul, kamu ga salah baca. Buku Latihan Untuk Calon Penulis ini menurut saya salah satu buku yang halaman kosongnya lebih banyak daripada tulisannya. Terlihat pemalas? Bisa jadi, tapi menurut saya, isi dari buku ini tuh juga butuh pemikiran kreatif. Ga gampang mikirin hal-hal yang bisa menyentuh ranah seorang penulis, kalo dia bukan seorang penulis.

Saking sedikitnya bacaan yang ada di buku ini, saya bisa sebut buku ini lebih banyakan nyuruh daripada baca. Karna memang itulah inti dari Buku Latihan Untuk Calon Penulis, memperbanyak latihan.

Buat saya yang sebetulnya tidak terlalu suka praktik, buku ini sangat memantik hasrat untuk segera action. Karna begitu membaca isinya, ide-ide tulisan langsung bermunculan ingin dituliskan semuanya. Saya rasa, kamu pun juga begitu ketika membaca buku ini.

Beberapa tulisan di blog ini, inspirasinya salah satunya dari buku itu. Bahkan dari 1 topik saja, bisa muncul berbagai macam ide tulisan, lho! Jadi buku ini investasi yang sangat sepadan untuk kamu seorang blogger yang sedang kebingungan untuk mencari ide tulisan.

Kalo kamu mau punya buku ini juga, silakan cek langsung ke marketplace shopee beli di link berikut ini.

BELAJAR PEMASARAN DIGITAL TINGKAT DASAR

Emang apaan sih Pemasaran Digital? Kenapa kita, terutama yang punya usaha, harus mempelajari topik ini? Pemasaran Digital itu bahasa sederhananya adalah memasarkan sesuatu secara digital/non fisik melalui daring. Kamu mempromosikan usaha yang dimiliki ke internet. Entah itu lewat media sosial ataupun platform lainnya yang ada di internet.

Pemasaran digital menjadi penting karena bisa memperluas jangkauan usaha kita ke lebih banyak orang. Cocok banget untuk kamu yang ingin memperbesar peluang menghasilkan profit dan income usaha yang sedang dijalankan. Dengan pemasaran digital, kamu bahkan bisa mempromosikan usahamu dengan modal yang sedikit. Terlebih jika kamu memasarkannya melalui media sosial.

Sebetulnya ada banyak cara memasarkan produk secara digital. 1 hal yang perlu diperhatikan itu adalah "dimana calon pembelimu berada?". Karena tidak bisa asal tebak-tebakan saja ketika meriset target market ini. Kamu perlu data agar pemasaran digitalmu jadi lebih efektif.

Kira-kira begitulah sebagian kecil ilmu yang diajarkan oleh para trainer di pelatihan yang saya ikuti. Pelatihan Pemasaran Digital Tingkat Dasar yang diselenggarakan secara gratis oleh BPSDMP Kominfo Banjarmasin di Hotel Banjarmasin International beberapa waktu lalu.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari namun peserta tidak menginap di hotelnya. Di hari yang sama, ada juga pelatihan dengan tema Kewirausahaan Digital Dasar, namun berbeda ruangan dengan pelatihan yang saya ikuti waktu itu. Total jumlah peserta dari 2 pelatihan ini sekitar 300-an orang. Untuk pelatihan pemasaran digital tingkat dasar sendiri pesertanya sekitar 100-an orang.

PEMASARAN DIGITAL TINGKAT DASAR HARI PERTAMA

Pada hari pertama, diawali dengan sambutan-sambutan yang sebetulnya ga perlu-perlu banget untuk didengar. Sampe bikin jadwalnya jadi molor hanya karna nungguin yang mau sambutan doang. Ga efektif kan jadinya? Mending dikurangin aja sambutan-sambutan begitu, soalnya peserta juga ga terlalu dengerin kok.

Setelah sambutan, baru deh pembagian kelas dan kelompok masing-masing peserta. Saya kebagian di grup C, yang posisinya agak di tengah ruangan tapi tetap jauh kalo ngeliat ke depan. Meskipun udah pilih kursi urutan paling depan, tetap aja masih jauh karna di depan saya ada barisan grup A dan B. Jadi ga terlalu efektif juga penataan kelasnya. Saya lebih menyarankan untuk kelas berikutnya agar membagi jadi 2 ruangan saja agar lebih efektif.


Hari pertama, peserta diajarkan teori tentang pemasaran digital dan kenapa harus mulai melek digital zaman sekarang. Salah satu keuntungannya adalah usaha/bisnis yang dijalankan bisa menjangkau orang-orang di luar dari lingkungan kita. Misalnya, saat ini konsumen usahamu hanya ada di sekitar radius 1km saja. Dengan menggunakan teknik pemasaran digital, usahamu bisa menjangkau seluruh Indonesia bahkan bisa ekspor ke luar negeri juga.

Di hari ini juga diajarin untuk bikin sosmed khusus untuk usaha/bisnis bagi peserta yang belum punya akunnya. Selain bikin akun, peserta juga wajib bikin dan upload 1 postingan ke medsosnya. Kebetulan medsos yang digunakan kali ini adalah instagram. Salah satu pematerinya, Mba Elis, mempraktikkan cara membuat caption instagram yang menarik menggunakan ChatGPT.

Oiya, pemateri di kelas ini ada 4 orang. Selain Mba Elis, ada Mas Arif  dan 2 orang lagi yang saya lupa namanya hehe maaf. Kayaknya kelas saya ini kebagian pemateri yang berdomisili di Kalimantan Tengah. Karena semuanya cerita tentang tempat tinggalnya di Palangkaraya.

Pada hari pertama ini porsi teori dan praktiknya bisa dibilang masih 50-50. Peserta masih diajak kenalan sama yang namanya pemasaran digital itu seperti apa. Untuk membuktikan tingkat pengetahuan peserta, sebelum materi dimulai kami diharuskan untuk mengisi post test yang sudah tersedia di platform digitalent kominfo. Ada yang nilainya di bawah 50 ada yang sudah di atas 50. Itu ga berpengaruh sebenarnya, hanya untuk tolak ukur awal pelatihan saja.

PEMASARAN DIGITAL TINGKAT DASAR HARI KEDUA

Di hari kedua pelatihan, peserta dituntut untuk lebih banyak praktiknya. Menurut saya di hari kedua ini tantangannya cukup berat untuk peserta. Karena materinya menuntut untuk paham administrasi negara. Peserta dibimbing praktik untuk bisa menerbitkan NIB (Nomor Induk Berusaha) di website OSS kementerian. Btw, untuk bisa menerbitkan NIB ini gratis ya! Jadi untuk kamu yang punya bisnis luring ataupun daring, bisa segera bikin di website resmi OSS.


Tantangan di hari kedua ini lebih ke teknisnya, sih. Karena banyak peserta yang mengeluhkan lemotnya jaringan internet di kelas. Meskipun udah pake wifi yang disediakan panitia, namun karena penggunanya banyak jadi balik lemot juga. Pake internet dari paket data sendiri juga ga nolong, jadi praktiknya agak terganggu.

Saya sendiri sudah selesai melakukan tugas ini sejak lama, karena sudah diproses jauh sebelum kelas ini saya ikuti. Kebetulan saya menggunakan NIB toko orang tua saya yang sudah diproses tahun kemaren. Sebetulnya ga ada kesulitan untuk memproses NIB ini, karena menurut saya langkah-langkahnya cukup mudah. Namun memang diperlukan jaringan yang stabil untuk melakukan proses ini.

***
Btw, di pelatihan ini sebetulnya di awal tidak ada dijanjikan untuk dapat sertifikat. Di dashboard pendaftarannya, sudah diinformasikan kalo pelatihan ini ga ada sertifikatnya. Nah, masalah muncul ketika salah satu trainer menginformasikan bahwa pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat digital. Grup whatsapp peserta pun jadi rame karena sangat berharap untuk dapat sertifikat ini.

Saya pun jadi ikut berharap, karena dari awal tidak berekspektasi akan mendapatkan sertifikat ini. Trainernya menginfokan kalo sertifikat bisa terbit sebulan setelah pelatihan ini selesai. Awalnya saya juga agak curiga, kok bisa selama itu? Oh mungkin aja karena pesertanya banyak (300 an orang) jadi perlu proses. Tetap mencoba positif thinking pada waktu itu.

Tapi, sampai tulisan ini terbit sertifikatnya masih belum tersedia juga. Bulan lalu sudah ada yang sempat melakukan follow-up mengenai hal ini, katanya terkendala karena tanda tangan digital yang bermasalah jadi perlu proses lebih lama. Bulan ini, beberapa peserta yang melakukan follow-up lagi di grup whatsapp tidak mendapatkan respon dari para trainer ataupun panitia acara.

Kesimpulannya, ini pelatihan yang bagus banget untuk pemula yang ingin mempelajari pemasaran digital pertama kali. Meskipun menurut saya saat di kelas belajarnya kurang efektif, karena terlalu banyak peserta dalam 1 ruangan yang sama. Ada baiknya nanti dipisah jadi 2 atau 3 kelas dengan jumlah peserta yang lebih sedikit sehingga konsentrasinya tidak terpecah.

Btw, peserta belajar pemasaran digital ini kebanyakan ibu-ibu, ya. Laki-lakinya ada tapi di hari itu kami jadi kaum minoritas. Saya salut sekali dengan semangat belajar ibu-ibu ini. Karena saya tau gimana sulitnya memahami sesuatu yang baru dengan teknologi yang baru ini. Ga mudah, tapi kalo ada kemauan pasti bisa. Ibu-ibu keren ini salah banyak di antara mereka yang mau dan berusaha untuk memahaminya. Keren banget!