Setelah Terjun 3 Bulan ke Dunia TCG Pokemon

Gue mulai meriset terkait kartu pokemon ini sejak akhir bulan Maret 2026. Jadi terhitung masih sangat baru di dunia ini. Apalagi gue risetnya mandiri, sedikit doang gali-gali info dari temen-temen sekitar. Karena emang ga banyak juga yang ngoleksi kartu pokemon.

Selama 3 bulan ini, ada banyak hal yang gue pelajari. Baik itu dari sisi teknis sampai ke hal-hal non-teknis tapi krusial di dunia tcg pokemon.

1. TCG Pokemon Amerika > TCG Pokemon Indonesia


Gue ngerasa ada jarak yang lebar banget antara ekosistem TCG Pokemon di Indonesia dan luar negeri, khususnya di Amerika. Menurut gue, TCG Pokemon di Amerika lebih mapan, karna pondasinya kuat banget. Pokemon TCG pertama kali rilis di Amerika sekitar tahun 1999. Jadi ekosistemnya udah terbentuk sejak lama.

Bandingkan dengan Indonesia yang baru mulai di tahun 2019. Udah jalan 20 tahun di Amerika, baru mereka rilis di Indonesia. Artinya secara infrastruktur dan lainnya, Indonesia ketinggalan 20 tahun untuk TCG Pokemon. Keliatan sih sebenarnya dari kasat mata melihat sistem distribusi kartu dan stoknya di Amerika sama Indonesia.

Kalo di Amerika toko retail kayak Target, Wallmart, Gamestop dan lain-lain menjamur banget dimana-mana. Pokemon cukup kerjasama dengan mereka aja, udah cukup untuk mendistribusikan produknya. Tapi percuma kerjasama dengan toko retail ternama ga diiringi dengan kapasitas produksinya. Gue rasa sih di Amerika stoknya melimpah banget dan merata di hampir semua toko retailnya. Artinya secara produksi juga gede, untuk ngimbangin jatah distribusi yang banyak itu.

Sedangkan di Indonesia, distribusinya masih terbatas banget. Meskipun udah kerjasama dengan toko retail semacam Gramedia, Toys Kingdom, Kidz Station dan Indomaret, ternyata masih kurang mumpuni. Karena Indonesia juga tersebar pulau-pulaunya, jadi jalur distribusinya berbeda juga. Maka, biaya untuk distribusinya juga besar seharusnya, ya. Apalagi TCG Pokemon Indonesia ini didistribusiin dari Jepang dulu.

Karena distribusi yang terbatas ini, pada akhirnya stoknya habis di hari H rilis produk. Sisanya? Entah disimpan oleh toko retailnya untuk dikeluarin pelan-pelan. Seolah-olah ada "restock" tapi kita semua tau itu ga mungkin, kan? Mwehehhe..

1.1 Kelebihan dan kekurangannya

1.1.1 Kekurangan

Setelah melihat uraian tersebut, gue jadi mikir, apa ya kekurangan dan kelebihannya?

Kita bahas kekurangannya dulu, ya. Kalo menurut gue, meskipun di Amerika sudah cukup mapan secara fondasi komunitas, tetapi juga ada kurangnya. Mereka masih bertarung sama scalper dan belum ketemu caranya untuk bisa menang. Makin gede komunitasnya, makin banyak juga yang tergiur untuk kebagian kue cuannya.

Sama kayak di Indonesia, padahal secara komunitas masih bisa dibilang "merintis". Namun sudah ada scalper yang ikutan gabung untuk ngerasain cuannya. Masalahnya, produksi di Indonesia menurut gue masih sangat terbatas. Sehingga, keberadaan scalper sangat mengganggu ekosistem komunitas kolektor dan pemainnya.

Para kolektor yang mau nambahin koleksinya dengan harga yang terjangkau, jadi ga bisa. Para pemain yang ingin nyari kartu yang cocok untuk deck mereka, justru terhambat karena scalper ngambil jatah mereka dan dijual jauh di atas harga retail aslinya. 

Selain oknum scalper yang berkedok "kolektor bosen", ada juga oknum orang dalam yang korup. Patut dicurigai ada pemufakatan jahat dari oknum orang dalam perusahaan dengan pengusaha berduit untuk bisa dapat jatah pengiriman stok tcg pokemon Indonesia ini. Gue rasa sih kalo ga ada oknum korup ini, distribusi kartu tcg pokemon di Indonesia akan jauh lebih damai.

Bahkan baru-baru ini heboh banget ada yang udah bisa jual set 30th Anniversary EN TCG Pokemon yang binder set-nya di Indonesia. Padahal, di Amrik aja baru rilis info pre order untuk ETB doang. Kok bisa? Katanya sih yang dijual ini namanya pre release package

Tapi, setau gue yang awam ini, yang namanya pre release package itu tujuannya untuk promosi konten. Bukan untuk dijual lagi sama yang dikasih. Karna biasanya paket ini tuh dikasih gratis sama si produsen produknya untuk dibantu promosi. Kalo paket gratis ini dijual, ya namanya ini produk ilegal, dong.

1.1.2 Kelebihan

Meskipun dengan begitu banyak kekurangan, gue rasa ga adil kalo kita ga ngomongin kelebihannya juga. Terutama kelebihan ekosistem tcg pokemon di luar negeri kayak di Amerika.

Karena komunitasnya sudah mapan, mereka punya sistem yang jauh lebih lengkap daripada di Indonesia. Bahkan, ada aplikasi khusus yang memantau stok tcg pokemon di toko retail resmi di Amerika. Kalo ada restock, aplikasi ini langsung ngirim notifikasi ke pelanggan mereka. Jadi, kolektor bisa dapatin harga MSRP di toko retailnya dan ga ketinggalan info restock lagi.

Kalo di Indonesia, meskipun komunitasnya belum semapan luar negeri, masih ada kelebihannya. Buat gue, pack di Indonesia masih lebih terjamin untuk bisa dapat hit kalo beli per box/per case. Gue masih lebih percaya beli loose pack (ketengan) Indonesia daripada loose pack dari Jepang.

Harga kartu single untuk set Indonesia juga lebih murah daripada kartu luar negeri. Kalo mau beli/koleksi single lebih rekomen untuk mulai dari kartu Indonesia dulu. Tapi kalo mau jual kartu single, mending jual kartu luar aja. Karena harganya lebih mahal. Set luar negeri yang kartunya lebih mahal tapi secara budget lebih ringan untuk belinya, bisa mulai dari set kartu tcg pokemon JPN atau Chinise Simplified version dulu.

2. Semakin tau harus "ngejar" kartu yang mana

Awal-awal mengenal tcg pokemon, masih random banget mau incar set/kartu yang mana. Pokoknya semua yang bisa dijangkau/dibeli, ambil dulu aja. Semakin ke sini, semakin bisa mengendalikan diri. Semakin ngerti juga kita ga bisa nurutin nafsu untuk punya semua set-nya.

Apalagi kalo ngejar semua set luar negeri dan lokal juga. Selain ga keburu, karna waktu rilisnya beda-beda, budgetnya juga ga sanggup kalo mau punya semuanya. Gue jadi semakin bijak untuk ngatur budget pengeluaran gara-gara koleksi tcg pokemon ini.

Semakin menggali info, semakin tau apa yang harus dikejar. Setidaknya dalam 3 bulan gue mengenal tcg pokemon ini, gue ada punya 2 chase card yang pengen banget gue miliki: Mega Lucario EX terutama di set Mega Evolution yang SAR dan Pikachu Captian di gem pack volume 5 Chinese Simplified version.



Buat gue pribadi, 2 kartu ini tuh punya kesan tersendiri. Mega Lucario SAR itu suka banget kombinasi warnanya dan adegan di dalamnya. Ga cuman ada Venusaur yang jadi "lawan" si Mega Lucario ini. Tapi, di bawahnya juga ada Kangaskhan yang ikutan berantem di bagian kiri bawah kartu itu. Jadi, secara cameo kartu ini tuh "kaya" banget.

Kalo Pikachu Kapten ini, buat gue sangat ikonik. Memang beda dari Pikachu Gen 1 yang pernah gue tonton, ya. Tapi, ilustrasi kartu ini tuh gue suka banget. Secara gayanya, tengilnya dan penggunaan topi kaptennya itu pas banget sama karakter pikachu yang gue tau.

Dengan adanya target yang diincar, maka gue ga akan terlalu FOMO lagi untuk ngejar semua set. Cukup cari set yang punya chase card ini aja. Tapi, khusus untuk kartu Mega Lucario EX SAR itu memang rada susah nyarinya sekarang. Karena kartu ini tuh rilis di set terdahulu: Mega Evolution (EN), Evolusi Mega (IND), dan Mega Brave (JPN). Kalo Captain Pikachu masih bisa ngejar karena set-nya relatif lebih murah dan baru juga. Tapi tetap aja lama-lama ini akan jadi set lama dan langka juga ujung-ujungnya kalo ga segera dapat kartunya.

Kalo kedua kartu ini ga dapat dari beli booster box, mungkin gue akan cari single aja. Tapi nunggu harganya turun dulu mwehehehe..

Kalo menurut lu gimana? Apakah orang yang koleksi kartu pokemon baru-baru aja kayak gue ini bisa dibilang FOMO? Coba tulis di kolom komentar, ya!

Wikipedia 25 Tahun: Maaruh Wiki Selawi Tahun

Ternyata "umur" Wikipedia (Bahasa Inggris) udah menyentuh 1/4 abad! 25 tahun buat sebuah platform internet nirlaba, tentu sebuah pencapaian besar. Terlebih lagi di tengah gempuran media sosial zaman sekarang. Ga gampang untuk bertahan di situasi seperti ini.

Apalagi zaman sekarang selain bersaing dengan media sosial, ada tambahan "musuh" bernama "AI" alias "Akal Imitasi" yang masif sekali perkembangannya. Namun, wikipedia masih tetap bertahan hingga saat ini. Salah satunya karena AI juga "butuh" database yang dimiliki sama Wikipedia juga!

Kalo wikipedia diperangin, sama aja mereka mau bunuh diri sama apa yang sedang mereka kembangin, dong?

Gue bangga banget bisa menjadi bagian dari 25 tahun Wikipedia Bahasa Inggris (enwiki) ini. Ikut terlibat, merayakan dan mengajak lebih banyak orang untuk bisa bergabung ke acaranya jauh lebih menyenangkan. Perayaan memang lebih seru kalo dirayakan rame-rame.

Karena ada peluang mendapatkan pendanaan untuk melakukan perayaan ini, gue mencoba untuk menginisiasinya. Pada saat round 1, proposal yang gue ajukan gagal. Entah karena gue salah jawab saat panitia pendanaannya ngajuin pertanyaan di email, atau emang ide di proposalnya kurang kuat aja.

Awalnya gue mengira pendanaan ini cuman 1 kali doang. Setelah dikasih tau ga lolos, gue pasrah aja ga dapat kesempatan lagi. Tapi entah kenapa grup khusus proyek ini ga pengen gue bubarin. Biasanya gue akan bereaksi emosional dengan membubarkan grupnya dan kemudian diakhiri penyesalan, wahahaha!

Setelah beberapa bulan berselang, ternyata round 2 untuk pendanaan kegiatan ini kembali dibuka.

Setelah dapat info itu, gue bertekad agar pengajuan kali ini harus lolos. Sebelumnya gue udah ngajak 2 orang untuk gabung ke tim acara ini. Kemudian di round 2 gue ajak lagi satu orang untuk gabung. Dia emng punya pengalaman dan ide yang banyak untuk ngadain kegiatan-kegiatan yang berhubungan sama wikipedia.

Awalnya, rencana kegiatan perayaan 25 Tahun Wikipedia Bahasa Inggris ini hanya diadakan 1 hari saja. Tapi, di round 2 ini kami mengubah strategi dengan menambah rangkaian acaranya dari 1 hari menjadi 3 hari. Dengan harapan jumlah peserta yang ikut terlibat juga semakin banyak.

Setelah menyesuaikan anggaran dengan rencana kegiatan, gue coba mengajukan lagi proposal pendanaan ini. Kali ini lebih optimis karena rencana kegiatannya lebih matang dan penggunaan dananya juga lebih efisien. Alhamdulillah ternyata lolos proposalnya!

Kami merencanakan kegiatan ini untuk diadakan pada bulan Juli 2026.

Alhamdulillah rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan selama 3 hari. 3 hari ini diadakan 3 kegiatan yang berbeda. Hari pertama dilaksanakan acara seperti syukuran dan mini games bersama peserta. Hari kedua dilaksanakan acara photowalk menyusuri sudut-sudut bersejarah di kota Banjarmasin dan mendokumentasikan momen di sekitarnya. Hari ketiga melakukan edit-a-thon di salah 1 cafe bersama peserta untuk menyunting bersama di beberapa proyek wikipedia. 

Selama 3 hari rangkaian kegiatan ini, bisa mendapatkan lebih dari 35 orang. Dengan lebih dari 400 suntingan di beberapa proyek wikipedia bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Cukup puas dengan hasilnya, meskipun hanya dengan personil yang tidak sampai 10 orang (termasuk volunteer), bisa mengadakan 3 acara sekaligus. Setelah pencapaian ini, malah kepengen ngajuin lagi untuk kegiatan yang lain jadinya. Dengan konsep yang berbeda dan untuk proyek wikipedia yang lain. Tapi nanti aja dispillnya kalo udah fix berjalan.

Dari kegiatan ini, gue banyak belajar. Terutama dalam hal mengatur manusia. Karena mengatur manusia ini beda kayak ngatur benda mati. Kalo manusia diatur bisa aja dia ga mau ngikut aturannya. Mereka juga punya kebebasan tersendiri untuk menentukan apa yang terbaik.

Memang betul seperi itu, tapi kita juga berada dalam visi dan misi yang sama. Kalo udah jauh melenceng dari apa yang direncanakan, ya ribet juga. Ada aturan-aturan yang perlu ditaati, biar kita semua aman. Kalo ga mau ikut aturan, ya sebaiknya jangan ikut ambil bagian.

Selain soal bagaimana mengatur manusia, gue juga belajar melatih kesabaran dan lebih mengerti sama kondisi orang lain. 

Karena kebiasaan kerja dengan respon yang cepat dan eksekusi yang bisa dibilang instan di kantor, jadinya terbawa juga ke kegiatan yang lain. Termasuk dalam hal mengatur persiapan acara Wikipedia 25 Tahun ini.

Awalnya, gue berekspektasi untuk bisa direspon cepat ketika perlu info di grup pagi hari. Cenderung ga sabar untuk nunggu respon mereka, jadinya bikin mau marah. Tapi kemudian, gue baru inget kalo timnya ini ga kayak orang-orang di kantor tempat gue kerja. Response time mereka berbeda dan mungkin jam aktifnya juga berbeda.

Seiring berjalannya waktu, gue mulai bisa memahami alur kerja mereka seperti apa. Untungnya gue masih bisa nahan diri untuk ga bertindak emosional. Kalo ga, bisa-bisa bubar ini tim dan acaranya bakalan gagal. Kalo pun berjalan, pasti ada rasa ga enakannya satu sama lain.

Alhamdulillahnya, mereka tetap responsif sesuai dengan kapasitas mereka. Acara pun berjalan dengan lancar, meskipun gue ga bisa mendampingi keseluruhan rangkaiannya.

Gue bersyukur banget bisa bekerjasama dengan mereka. Cuman perlu dikasih arahan dikit aja, bisa jalan sendiri. Gue juga ga terlalu ikut campur urusan teknisnya, biar tim lapangan yang nentuin. Karna mereka yang lebih tau medan kegiatannya kayak gimana.

Gue orangnya dulu idealis dan perfeksionis banget. Apa-apa harus sesuai sama keinginan sendiri. Tapi kadang, kita ga bisa maksain idealisme dan perfeksionisme kita ke semua hal. Ada yang harus dikompromikan, dan kalo ternyata membahayakan acara, sebaiknya harus dicari alternatif lain.

Sekarang, gue cenderung lebih slow and chill. Karena udah ribet sama kerjaan di kantor, gue ga pengen apa-apa harus perfeksionis. Yang penting tim lapangan gampang ngejalaninnya dan masih dalam koridor acara yang sesuai sama garis besarnya. Selama itu aman, jalan aja.

Semakin sering kerja sama orang, gue makin ga kepengen ngerecokin cara mereka ngerjainnya. Selama hasilnya masih sesuai dengan ekspektasi seluruh tim, mau pake cara manapun (ga harus cara gue), jalankan aja. Karna gue sendiri udah ribet sama urusan teknis di kantor, jadi gue ga pengen ngurusin hal teknis lain di luar kantor.

Yang Harus Dilakukan Saat Menjadi Karyawan Baru

Pasti lu bingung ketika hari pertama masuk kerja, kan? Apa yang harus dilakuin? Nanya ke siapa kalo kebingungan? Daann masih banyak lagi yang ga tau harus dilakuin. Menurut gue wajar banget kalo bingung apa yang harus dilakuin pas hari pertama kerja. Apalagi kalo lu belum pernah kerja di posisi itu sebelumnya.

Bahkan, kalo lu udah pernah kerja di posisi yang lama di kantor sebelumnya, pasti bakalan bingung juga hari pertama di kantor baru. Karena budayanya beda, orang-orangnya beda, job desk-nya juga beda. Gue sarankan, dari awal lu harus tau job desk lu apaan, jadi ga buta-buta banget sama apa yang harus lu kerjain di hari pertama.

Lalu apa saja yang perlu dilakukan saat hari pertama kerja sebagai karyawan baru?

1. Memahami job desk utama

Ketika menjadi karyawan dari hari pertama, lu wajib banget untuk ngerti dan tau apa yang harus lu kerjakan. Setidaknya, lu bisa tau job desk itu ketika wawancara sama user/HRD, entah itu dari wawancara yang mengalir, atau lu langsung tanyain job desk-nya apa. Artinya lu harus tau apa yang akan dikerjakan bahkan sebelum lu masuk kerja di kantor yang baru.

Jadi, ketika lu ga punya tempat untuk bertanya apa yang harus lu kerjakan, setidaknya lu menyiapkan diri untuk mengerjakan bahan-bahan job desk lu nanti. Gue rasa sih ga mungkin atasan/pengawas lu ngelepas lu 100% di hari pertama masuk kerja. Minimal dikasih briefing singkat dulu garis besar yang akan lu kerjakan sebagai rutinitas. 

Kalo lu ga dikasih petunjuk apa-apa, ada baiknya lu inisiatif bertanya langsung. Bisa ke rekan kerja lu, atau langsung ke atasan aja biar jelas distribusi kerjaannya seperti apa.

2. Memahami medan perang

Terlihat berlebihan, tapi sebenarnya kantor juga "medan perang" yang perlu kamu menangkan. Atau setidaknya perlu kamu kuasai, yang penting tau kondisi medannya, ga harus menang tapi ngerti cara bertahan (hidup). Kalo lu pikir ga perlu belajar politik, sekarang saatnya melek politik.

Karena kantor adalah medan perang politik yang harus lu kuasai. Lu harus tau siapa yang pegang kendali, siapa yang caper, siapa yang muka dua. Jangan kaget kalo kamu ketemu macam-macam tipe orang di kantor. Kantor tu tujuannya cuman "cari duit", kalo urusannya sama duit tu ada aja cara yang dilakuin.

Ketika lu udah tau siapa aja orang-orang yang berpotensi mengganggu karir/pekerjaan lu, segera pasang "tembok" buat mereka. Entah itu minimalisir interaksi, siapkan "peluru" lebih banyak dari dia, atau ga terlibat komunikasi apapun sama dia. Fokus sama orang-orang yang bisa mendukung karir lu jadi lebih baik dan kerjaan lu jadi lebih ringan aja.

3. Memahami budaya kerja

Budaya kerja ga cuman soal politik kantornya, doang. Tapi pola komunikasi dan koordinasi antar rekan kerja penting untuk dipahami. Ini bakalan jadi ujung tombak kualitas kerjaan lu nantinya. Semakin paham lu sama budaya kerja di kantor baru, semakin bekurang stress yang akan lu rasakan.

Paling krusial sih memahami cara komunikasi atasan lu kayak gimana. Ada yang bisa ngasih tugasnya secara tersirat, ada yang spesifik, ada yang perlu digali banget. Dengan lebih cepat memahami cara komunikasi atasan, lu bakalan lebih mudah untuk memenuhi ekspektasi mereka.

Memahami budaya kerja juga penting biar kamu ga dicap ga bisa kerja. Apalagi kalo tugas lu banyak revisi terus sama atasan lu. Jadi kalo bisa komunikasikan/gali keperluan atasan lu selengkap mungkin. Apalagi kalo atasan lu itu orangnya detail banget.

***

Sebagai karyawan baru, gue rasa 3 bulan waktu yang cukup untuk belajar 3 hal itu. Kalo lu ga bisa beradaptasi sama lingkungan yang baru dengan cepat, gue khawatir karir lu bakalan pendek di kantor baru. Jangan sampai hanya karna 1-2 hal, bikin mental lu jadi loyo. Kuatkan mental lu biar punya karir yang panjang.

Dunia kerja emang beda dari dunia sekolah dan dunia kuliah. Jangan dianggap sebagai dunia yang bisa lu jalani dengan main-main. Saat lu masuk dunia kerja, karir dan masa depan lu dipertaruhkan di hari pertama. Kalo lu ga bisa memosisikan diri dengan baik, jalan lu ke depan bakalan lebih berat dari sebelumnya

Toko Bahan Kue Bisa Rawan Rayap Jika Banyak Kardus Stok Disimpan di Area Lembap

Toko bahan kue biasanya memiliki banyak stok seperti tepung, gula, cokelat, kemasan kue, dus, paper cup, plastik packing, hingga perlengkapan baking lainnya. Sebagian besar stok tersebut disimpan dalam kardus, box, atau rak penyimpanan agar mudah dicari saat dibutuhkan.

Namun, jika area gudang toko lembap dan tumpukan kardus jarang dipindahkan, risiko rayap bisa meningkat. Rayap menyukai material berbahan selulosa seperti kardus, kertas, dan kayu. Jika tidak dicek secara rutin, kerusakan bisa muncul dari bagian bawah tumpukan tanpa langsung terlihat.


Kenapa Toko Bahan Kue Bisa Rawan Rayap?

Toko bahan kue sering memiliki area penyimpanan yang cukup padat. Kardus stok biasanya disusun rapat, menempel ke dinding, atau diletakkan langsung di lantai agar ruang gudang lebih hemat.

Masalahnya, jika lantai lembap atau dinding mengalami rembes, bagian bawah kardus bisa menjadi titik yang disukai rayap. Dari area tersebut, rayap bisa menyebar ke rak kayu, meja kasir, kabinet, atau area display toko.

Kardus dan Kemasan Kertas Bisa Menambah Risiko

Banyak perlengkapan toko bahan kue menggunakan kemasan berbahan kertas, seperti box kue, paper cup, label, nota, dan dus packing. Barang-barang ini bisa menjadi sumber makanan tambahan bagi rayap jika disimpan terlalu lama di area lembap.

Kerusakan biasanya dimulai dari bagian bawah tumpukan. Kardus bisa menjadi rapuh, berlubang, atau mudah hancur saat diangkat. Jika dibiarkan, kerusakan bisa mengganggu stok dan kerapian gudang.

Rak Penyimpanan Perlu Dicek Secara Rutin

Rak kayu atau rak berbahan kayu olahan di toko bahan kue juga perlu diperhatikan. Bagian bawah rak, belakang rak, dan sudut yang menempel ke dinding sering menjadi area yang jarang terlihat saat pembersihan harian.

Tanda awal yang perlu diperhatikan adalah munculnya serbuk halus, jalur tanah kecil di sudut dinding, kardus rusak, atau rak kayu terdengar kopong saat diketuk.

Jangan Hanya Fokus pada Kebersihan Produk

Toko bahan kue memang perlu menjaga kebersihan produk dan area display. Namun, bagian gudang, bawah rak, belakang meja, dan sudut penyimpanan juga tidak boleh diabaikan.

Jika hanya membuang kardus yang rusak tanpa memeriksa sumber masalahnya, rayap bisa tetap aktif dan menyerang area lain di dalam toko.

Cara Mengurangi Risiko Rayap di Toko Bahan Kue

Langkah pertama adalah jangan menumpuk kardus langsung di lantai. Gunakan rak penyimpanan yang memiliki jarak dari lantai agar area bawah lebih mudah dibersihkan.

Kedua, beri jarak antara stok barang dan dinding. Jarak kecil ini membantu sirkulasi udara dan memudahkan pengecekan jika muncul tanda awal rayap.

Ketiga, pastikan area toko dan gudang tetap kering. Jika ada dinding rembes, plafon bocor, atau lantai sering lembap, segera perbaiki sumber masalahnya.

Jika mulai muncul tanda seperti kardus rusak, serbuk halus, jalur tanah, atau rak kayu mulai kopong, layanan jasa pembasmi rayap surabaya bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke area toko lainnya.

Kesimpulan

Toko bahan kue bisa menjadi area rawan rayap jika banyak kardus stok dan kemasan kertas disimpan di gudang yang lembap. Kerusakan bisa berdampak pada kerapian stok, kemasan produk, dan operasional toko.

Dengan menjaga gudang tetap kering, menyusun stok di rak, dan rutin memeriksa tanda awal rayap, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.

Koleksi Kartu Pokemon

Selain menulis sekarang ngoleksi kartu pokemon jadi hobi baru gue. Koleksinya juga bukan beli per kartu, tapi koleksi dari set box yang gue beli. Karena memang aslinya cuman kepengen ngerasain sensasi brewek pack kartunya doang. Urusan dapat kartu bagus/ga, itu jadi bonus aja.

Dulu cuman menulis yang therapheutic buat gue, sekarang brewek kartu pokemon dan kartu bola jadi alternatif lainnya. Tapi di sisi lain, hobi ini juga cenderung cukup mahal buat gue. Karena perlu modal yang cukup tebal untuk bisa menikmati hobi ini dengan nyaman.

Meskipun begitu, gue ga mau nunggu punya modal tebal dulu. Gue nyicil aja untuk punya beberapa koleksi incaran. Ada yang dikoleksi secara booster box, set kolektor atau sekadar loose pack (ketengan) aja. Untuk koleksi tertentu, kemungkinan akan gue koleksi secara box. Konsekuensinya harus punya budget besar untuk bisa punya set kayak begitu. Untuk set yang ga terlalu menarik buat gue, biasanya akan gue koleksi secara ketengan aja.

Tujuan utamanya sebenarnya untuk mendapatkan pengalaman brewek (buka pack) aja. Sensasi mendapatkan kartu-kartu langka hasil dari pilihan sendiri itu beda banget. Karena gue pribadi juga ga ada kartu incaran di koleksi kartu pokemon ini. Kalo emang ada kartu incaran, mungkin gue akan beli langsung aja. Lebih murah dan lebih cepet dapetnya juga.

Sebenarnya harga kartu pokemon set Indonesia itu cukup terjangkau buat gue. Variasi set produknya juga lumayan banyak. Ada yang set booster box (isi 10 pack untuk high class booster box dan isi 30 pack untuk booster box biasa). Ada set kolektor yang berisi 10 pack kartu dan 1 pack kartu promo eksklusif.

Tapi karena ekosistem kolektornya ditunggangi sama scalper alias tukang timbun, harganya jadi ga karu-karuan sekarang. Waktu gue masuk lewat set Ledakan Peniada, harga MSRP untuk 1 booster box itu harusnya cuman 600ribu. Gara-gara ditimbun sama scalper, harganya "terbang" jadi sejuta! Ga kira-kira kalo nyari untung!

Karna harganya udah dimark-up gila-gilaan, akhirnya kartu-kartu ini jadi ga affordable lagi buat dijangkau sama komunitasnya. Kalo scalper-scalper ini ga segera diantisipasi, bisa-bisa makin lama ekosistem dan komunitas pencinta TCG Pokemon bakalan habis. Sisanya hanya scalper yang nyari untung doang. Akhirnya TCG Pokemon bakalan ditinggalkan sama penggemarnya, deh.

Inilah salah satu sisi gelap dunia kolektor yang udah disusupin sama pencari untung. Padahal, fondasi dasar kolektor itu ya hobi. Kalo sudah hobi, ga ada istilah "nyari untung" di dalamnya. Karena ini hanya berdasarkan kesenangan personalnya masing-masing. Tapi ketika hobi ini diliat sebagai sebuah tempat untuk berinvestasi, sudut pandangnya jadi berubah. Udah ga lagi dianggap sebagai sebuah hobi koleksi, tapi sebagai alat untuk mengeruk keuntungan saja.

Belum lagi tcg pokemon dipromoin sama influencer FOMO yang mendadak jadi ahli kartu pokemon padahal dulunya ga pernah ngomongin tcg sama sekali. Cuman pake modal followers banyak, langsung jadi hobbies dan gilanya langsung menanamkan dibenak newbie kalo ini investasi yang menguntungkan.

Udah mah jadi influencer, sekarang malah ikut-ikutan nyari cuan dengan jualan kartunya juga. Tapi pinter, yang dijual bukan tcg pokemon indonesia, mereka jualnya kartu pokemon luar semua. Tapi tetap aja harganya juga dinaikin biar cuan gede. Jualannya di youtube lagi, nyalain fitur swaer daring juga, ada adsense juga. Cuannya 3 kali lipat brok! 

Well, i guess thats previlage for being influencer.

Gue sih ga masalah kalo ada yang nyari untung dari jualan sesuatu. Gue juga punya dagangan, kalo dagang ga untung ya dapet capenya doang buat apa? Tapi kalo nyari untungnya gila-gilaan sampe kasih harga ga masuk akal, jatohnya jadi janggal dan keliatan banget greedy-nya.

Kalo emang mau bikin ekosistem dan komunitas ini tetap sehat dan hidup, rawat dengan baik. Gue percaya, apa yang ditanam itu juga yang dituai. If you give good, you'll get good too. Tapi kalo dari awal niat lu udah ga bagus, lu akan nerima akibatnya di akhir. 

Gue pribadi sih ga mau beli stok dari scalper. Kecuali kalo terpaksa banget dan ga ada pilihan lainnya. Selama masih bisa dapat harga yang wajar, scalper FOMO ga akan pernah dapat kesempatan untuk ngambil duit gue.

Masalah scalper itu hal pertama yang perlu dihadapi oleh kolektor tcg pokemon. Selain scalper juga ada produsen kartu abal-abal dan tukang repack tcg pokemon. Kartu abal-abal tau lah maksudnya, kan? Produsen kartu palsu yang dijual harga normal kayak kartu aslinya. Atau bahkan lebih murah, tapi ini justru mencurigakan banget.

Repack box/kartu juga potensi masalah lainnya. Ada isu kalo tcg pokemon luar, terutama seri Jepang, dalamnya sudah dalam kondisi repack atau dikemas ulang. Isi dalam packnya diambil hit cardnya, kemudian di-sealed ulang untuk dijual ke kolektor tanpa bisa mendapatkan hit card-nya. Ini sih jatohnya udah kriminal kalo emang bener kejadian, ya.

Bahkan teknologi repack-nya udah makin canggih. Ada yang bisa print box tcg pokemon mirip banget sama aslinya. Kalo dari konten-konten yang seliwiran di medsos, cirinya bahkan ga bisa diliat sekilasan doang. Harus bener-bener ngebandingin sama box yang asli. Karena bedanya tu tipis banget cenderung ga keliatan kalo ga ada pembandingnya.

Gue cuman takut komunitas dan ekosistemnya jadi makin rusak kalo ga segera diperangin sama-sama. Kalo berharap dari Pokemon Company-nya doang yang bisa mengatasi hal ini sih susah juga. Mereka ga bisa gerak sendirian untuk perang sama oknum-oknum. Harus jalan bareng, bersama komunitasnya juga diajak/dirangkul.

Sebenarnya masih ada banyak pembahasan terkait hobi koleksi tcg pokemon ini. Tapi untuk kali ini, cukup sampai di sini dulu aja. 

Kalo menurut lu sendiri, apakah hobi yang lu lakuin udah bisa dikatakan "murah" ketika bisa mendapatkannya dengan harga yang ga dimahalin gila-gilaan? Atau justru lebih ga sehat lagi dari tcg pokemon? Coba tulis di komentar, ya!

Seedbacklink