Post Top Ad

Post Top Ad

September 24, 2017

September 24, 2017

Mereka Yang Tertinggal Dari Bencana Alam

Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan dirinya punya begitu banyak potensi keindahan dan juga masalah. Keindahan sudah barang tentu akan selalu bisa kita nikmati selagi bisa merawat dan melestarikannya. Tapi kita juga bisa mengesampingkan potensi masalah yang ada. Salah satunya bencana alam.

bencana alam

Bencana alam di Indonesia beragam macam dan tingkatannya. Dari yang kecil seperti kemarau di beberapa daerah sampai skala besar seperti gempa bumi dan tsunami beberapa waktu yang lalu. 


Potensi bencana alam ini diperparah dengan fakta daerah yang sering terjadi bencana justru di tempat yang sulit untuk diakses. Seperti tanah longsor dan gunung meletus biasanya terjadi di daerah remote alias yang sulit dijangkau. Tidak semua daerah bisa dicapai dengan kendaraan bermotor untuk bisa segera ditanggulangi.


Yang terbaru adalah status Gunung Agung di Bali yang berubah menjadi "awas" di tanggal 23 September 2017 ini. Karna statusnya ditingkatkan, mau tidak mau warga yang berada di sekitar Gunung Agung dengan radius 9 km harus segera mengungsi.


Perkaranya ga kelar di situ aja. Barusan gue baca di LINE TODAY masih ada yang ga mau ngungsi dari kawasan itu. Di beritanya itu ternyata si Bapak ga mau ngungsi karna khawatir hewan peliharaannya kelaparan kalo ditinggal. Kebetulan beliau punya anjing sama sapi.


Semenjak status Gunung Agung ditingkatkan ada relawan yang keliling sekitar kawasan gunung. Tujuannya buat nyariin dan ngasih makan hewan-hewan peliharaan yang ditinggal sama pemiliknya mengungsi. Tapi itu pun cuma untuk makanan anjing. Sementara si Bapak punya Sapi juga. Relawan itu ga bawa makanan khusus sapi. Trus gimana dong kalo udah kaya gini?


Sebelum ngebahas lebih jauh, gue udah coba cari peraturan pemerintah yang meregulasi soal penanganan hewan akibat bencana alam. Ketemunya cuman 1: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.


Di Peraturan Pemerintah itupun cuman ngebahas segelintir aja mengenai penanganan hewan akibat bencana alam. Padahal hewan kan juga makhluk hidup? Kenapa perlakuannya mesti berbeda? Kalo yang sakit mungkin masih bisa ditolelirlah untuk ga dibawa ke pengungsian. Tapi kalo yang sehat piye? Masa dibiarin aja? Kasian banget


Tapi menurut gue sih ini bukan pembiaran. Ada beberapa faktor yang bisa jadi inilah penyebab kenapa si Bapak dan ratusan orang lain ga mengungsi karna hewan peliharaannya masih di rumah:

1. Keterbatasan Sarana dan Prasarana

Udah jadi kendala di negeri ini bertahun-tahun. Seperti yang gue bilang, kadang lokasi bencana alam itu tempatnya di daerah yang cukup terpencil. Jadi agak sulit untuk dijangkau sama kendaraan biasa, apalagi peralatan berat. Apalagi untuk ngangkut hewan-hewan yang badannya kadang ga kecil kaya sapi tadi.

Itulah kenapa Presiden Jokowi memprioritaskan di tahun pertama pemerintahannya fokus membangun infratstruktur. Tujuannya agar daerah-daerah terpencil bisa diakses dengan mudah sehingga mereka setara dalam pelayanan publik, kemajuan daerah dan sebagainya. Intinya biar ga ada kesenjangan antar daerah.

2. Biaya 

Faktor biaya ini juga bisa diakibat karna No. 1 tadi. Tempat yang terpencil, sarana dan prasarana yang terbatas dan lain sebagainya jadi salah 2 dari beberapa faktor yang menyebabkan itu semua.

Gue cukup yakin proses pengangkutan hewan-hewan yang diungsikan ini perlu biaya. Udah pasti mahal banget. Bisa jadi si Bapak yang diberitain tadi punya keterbatasan biaya untuk ngangkut hewan-hewannya ke pengungsian dan bikin dia bertahan di rumah.

* * *
sesama makhluk hidup

Gue di sini emang ga punya kapasitas apa-apa selain ngasih saran dan ide. Tapi kalian bisa nganggap gue sebagai perwakilan dari hewan-hewan yang ditinggalkan itu. Karna mereka ga bisa bahasa manusia, tapi mereka juga berharap untuk diselamatkan.

Ini adalah tantangan buat kita sebagai manusia-manusia penyayang alam, sebagai pencinta makhluk hidup. Terutama yang kerja di instansi yang berhubungan dan berwenang ngurusin bencana alam. Gue tau mungkin ngurus pengungsian manusianya aja udah ribet, apalagi ditambah ngurusin hewan-hewan.


Okelah ada relawan yang keliling ngasih makan selagi pemiliknya ga ada di sana. Tapi sesaat sebelum bencananya terjadi gimana? Apa kalian tega ngebiarin hewan-hewan itu mati ga berdaya? Kepekaan kita sama lingkungan diperluin untuk hal kaya gini. Bencana alam ga cuma soal manusianya aja.


Semoga kita cepat tersadar jika ada makhluk yang sering terlupa ketika manusia sedang dalam bahaya. Bahwa ada makhluk yang perlu pertolongan ketika ada bencana alam. Bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendirian.

September 22, 2017

September 22, 2017

Semua Bisa Karna Internet

Karna kemajuan teknologi apapun bisa dilakuin. Mulai dari yang positif sampe yang negatif. Dari yang wajar sampe yang aneh sekalipun ada. Karna internet semua orang jadi bisa terkenal dan punya akses untuk mengembangkan dirinya sendiri.

semua bisa karna internet

Kita bisa nemuin semua hal itu ya di internet. Kapan lagi kalian liat ada orang bikin tutorial screamo kaya Riza Alvavan? Atau kapan lagi kalian bisa baca curhatan seorang anak muda yang kesehariannya ada aja yang lucu kaya Raditya Dika? Kalo ga ada internet kita ga akan mungkin bisa tau hal yang kaya gitu.


Internet jadi sebuah "dunia baru" bagi semua orang. Buat mereka yang udah bosen sama dunia nyata yang terlalu monoton, internet jadi ajang "pelampiasan" ekpsresi diri yang paling pas. Ibaratnya semua yang ada di dalam kepala orang-orang bisa dengan "bebas" bisa ditumpahkan dan menariknya, bisa diliat oleh semua orang juga.


Contohnya gue sendiri. Walaupun sebenarnya kerjaan ga terlalu monoton, tapi gue tetep perlu internet. Dunia maya jadi alternatif buat gue untuk mengembangkan diri. Gue bisa jadi editor video yang masih amatiran, atau sekadar jadi seseorang yang lagi ngasih opini sama suatu kerjadian di blog.

Internet mengubah cara pandang kita sama dunia. Yang dulunya kita anggap buat tau dunia luar itu sulit, sekarang gampang banget. Hanya di dalam benda seukuran genggaman tangan aja, kita udah bisa ngeliat dunia. Bahkan luar angkasa. Iya betul! Kalo kalian jeli kali bisa liat akun youtube live yang nayangin kamera dari stasiun luar angkasa Space Centre.

Tapi hati-hati, internet juga bisa menjerumuskan kalian. Karna internet juga sarangnya konten-konten negatif. Sampai sekarang belum ada yang bisa membendung dengan efisien persebaran konten di internet. Pemerintah sekalipun masih kewalahan.

Persebaran konten negatif di internet sebenernya ga terlalu dominan kok, terutama di Indonesia. Tapi walaupun kecil, gerakan mereka cukup ganggu. Kaya mantan yang hobbynya misscall doang. Kecil tapi ganggu banget.

Jadi sekarang pinter-pinternya kalian aja memilah konten-konten yang ada di internet. Lu mau jadi jelek ya silakan. Lu mau jadi pinter dan makin berkembang juga silakan. It's your choice.

Kita ini manusia, internet itu cuma salah satu bagian dari teknologi dan perkembangan zaman. Dan karna internet itu ciptaan manusia juga, jangan sampe kita malah dikuasai sama dia. Harusnya kita yang menguasai mereka. Jadikan internet itu sebagai alat untuk bikin kita jadi lebih beradab di kehidupan masing-masing.

Anjir berat banget bahasanya!

internet itu

Gue sendiri sih masih belum bisa sepenuhnya menguasai internet ini. Contohnya aja buat nulis blog. Jujur aja gue ga bisa nulis di blog itu lewat hp. Mata gue siwer dan sering typo kalo pake hp. Meskipun pake laptop atau keyboard pun sering typo juga, tapi rasanya beda banget. 

Mungkin karna terbiasa denger bunyi ketukan dari keyboard yang gue pencet kali. Soalnya kalo di hp kan ga ada bunyi yang kaya gitu. Bunyi dari keyboard itu salah satu ciri khas yang bisa gue temuin kalo lagi nulis di hp. 

Bahkan kadang gue pengen nulis cuma karna pengen dengerin suara ketikan keyboard doang. Aneh ya? Haha gitu lah.. gausah diikutin ya.

Mungkin karena terpengaruh masuk komunitas blogger banjarmasin juga sih. Gue jadi punya banyak ide buat nulis. Sharing sama mereka jadi salah satu alternatif gue buat nyari ide tulisan di blog. Gue selalu perlu second opnion biar ga egosentris banget. Gue juga perlu pendapat dari sisi pembaca blog juga.

Karna Pena Blogger Banua jugalah gue juga bisa nulis di tempat lain. Ga cuma di 2 blog gue aja. Salah satu produk yang dibuat adalah website karya anak banua yang masih eksis sampe sekarang. Web ini adalah produk kebanggaan kami, karna dibangun bener-bener dari nol dan "keroyokan" ngisi kontennya

Jadi gue ga pernah khawatir kehabisan ide buat nulis. Selalu ada temen-temen gue yang siap ngebantu kalo lagi kena writer's block.

Tulisan ini diikutsertakan dalam:
arisan blog

September 19, 2017

September 19, 2017

Kangen Bawa Bekal

Kalian dulu pernah ga kalo ke sekolah bawa bekal? Kalo sama barti kita seangkatan. Soalnya waktu dulu gue sekolah SD  paling sering bawa bekal dari rumah. Mama paling rajin bawain gue makanan buat dimakan di sekolah.

bawa bekal
via resepane.blogspot.com

Bekal yang dibawa juga ga mewah-mewah banget. Sekadar nasi sama mie goreng instan juga udah bagus. Paling ditambah telor dadar atau ceplok biar ada proteinnya dikit. Tapi gue seneng banget dulu kalo dibawain begituan. Kaya bangga aja gitu bisa bawa makanan dari rumah tanpa harus jajan di kantin.

Lagian kalo jajan di kantin barti uang saku gue kan berkurang. Kalo uang saku gue berkurang ga bisa nabung banyak dong? Kebetulan dari SD gue udah diajarin berhemat sama Mama, kalo ada uang sisa jajan, mending ditabung daripada dihabisin buat jajan ga karuan.

Kehigienisan makanan kantin juga diragukan sih waktu itu. Secara Mama kan sering banget nungguin gue di kantin waktu awal-awal masuk SD. Mama yang super higienis itu pasti jijik kalo ngeliat ada yang ga bersih di sana. Dia pasti ga mau gue ikut-ikutan ngonsumsi hal kaya gitu.

Makanya daripada gue makan yang ga jelas, mending dibawain bekal aja dari rumah. Repot sedikit gapapa asal sesuai standar higienis Mama. Gue mah jadi anak ya nurut-nurut aja. Lagian masakan Mama enak jadi susah nolaknya. Kaya nolak rezeki dari Tuhan gitu.

Dulu itu keadaannya ga kaya sekarang. Sekarang semua bisa dikreasiin jadi hal yang unik dan menarik. Contohnya aja bekal makan buat anak. Waktu gue SD dulu ga ada tuh yang namanya bekal dimacam-macamin, dihias-hiasin biar cantik bagus gitu. Malah bisa dibilang kalo tampilannya biasa banget.

Dibikin kreasi gitu katanya biar anak ga bosen makan yang itu-itu aja. Padahal yang bikin bosan itu rasanya, bukan bentuknya. Tapi emang sih jadi orang tua zaman sekarang kudu mesti kreatif kayanya. Soalnya kalo ga kreatif ntar bisa-bisa kalah sama gadget. Iya, anak sekarang lebih sering main sama gadget daripada orang tua sendiri.

Kalo sekarang kan sampe dibikin kreasi bekal anak gitu. Anak zaman sekarang sesulit itu ya biar mau makan? Dulu gue juga susah makan sih apalagi makan sayur, tapi Mama ga nyampe harus bikin makanan dibentuk jadi ini itu segala. Biasa aja gitu.

Zaman sekarang justru kangen bawa bekal. Rasanya udah lama banget ga pernah lagi bawa bekal dari rumah. Selain karna udah kebiasaan semenjak kuliah jarang bikin bekal sendiri malah keseringan beli di luar, juga karna faktor Mama udah jarang banget masak di rumah.

Sedih, sih. Ngeliat temen kantor yang bawa bekal makanannya sendiri. Pengen juga kaya gitu tapi apa daya keadaan kurang memungkinkan. Bisa jadi nanti kalo udah punya pacar/istri dibikinin bekal sama dia kan gue juga bisa ikutan bawa bekal kaya rangorang wahahah. Aamiin.

Dulu gue ga suka banget makan sayuran. Karna waktu kecil menurut gue sayur itu rasanya pahit. Kalo ada sayur di makanan gue, pasti langsung dibuang. Padahal sayur itu bagus banget karna jadi sumber vitamin buat tubuh. Tapi akhirnya gue doyan makan sayur kok. Emang perlu waktu sih tapi kalo sabar semuanya juga bisa dimakan dengan baik.

Di Indonesia juga ada Hari Bawa Bekal Nasional, lho! Ada yang ingat tanggal berapa? Yak betool! Tanggal 12 April. Ingat ya catat tanggalnya! Jadi kalian bisa bawa bekal bareng temen-temen kalian juga. Biar bisa tuker-tukeran isi bekal. Kan lumayan icip-icip.

September 7, 2017

September 07, 2017

Konten Positif

Gue haus akan ilmu, karna itu setiap ada kesempatan untuk dapetin ilmu baru selalu dicoba ikut. Karna pada dasarnya gue selalu tertarik sama hal-hal baru. Tapi gue harus suka dan minat sama hal itu. Baru gue bisa tertarik buat mendalami sesuatu.

Beberapa waktu yang lalu gue sempet ikutan interview untuk rekrutmen pelatihan Duta Damai Dunia Maya dari BNPT. Kenapa gue mau ikutan? Alasannya sederhana aja: penasaran. Kebetulan karna gue minatnya di sosial media dan dunia maya, adanya acara ini bisa jadi batu loncatan gue untuk punya ilmu yang lebih banyak soal dunia maya.

konten positif, duta damai dunia maya


Mas Yoga (kalo ga salah) yang nge-interview gue ngasih tau tujuan dibentuknya acara Duta Damai Dunia Maya ini. Mungkin buat kalian yang udah pernah ikutan ga asing lagi ya. Tapi buat gue acara ini awam banget. Dijelasinlah panjang lebar sama Mas Yoga.

Sebenernya penjelasan ini udah dikasih tau waktu sosialisasi di jam-jam awal interview. Karna jam interviewnya bentrok sama jam kerja gue, jadilah datang ke venue pas udah mau abis jam interviewnya . Untung masih sempet datang.

Jadi singkatnya Duta Damai Dunia Maya itu dibentuk sama BNPT untuk mengimbangi konten negatif yang tersebar di dunia maya. Bukan meng-counter ya. Percuma di counter pasti diserang balik sama "serdadunya". Wong udah terbukti kok kalo ada sindikat pembuat konten negatif.


Nah DDDM ini tugasnya adalah ngimbangin konten negatif tadi sama konten-konten positif. DDDM akan "membanjiri" dunia maya sama konten-konten positif, biar konten negatifnya ketindih dan ga terangkat ke permukaan lagi. Bagus banget kan misinya?

Perlu dicatat kalo gue ngomong konten negatif barti udah mencakup semua hal. Entah itu postingan/gambar hoax, ujaran kebencian, radikalisme, SARA dan hal-hal negatif lainnya.

Misi DDDM ini sesuai banget sama tujuan gue selama ini. Gue pengen banget memerangi persebaran konten-konten negatif. Gue ga cuman benci sama hal kaya gini, tapi takut juga kalo-kalo keluarga terdekat yang ikut jadi korban. Kalo kalian baca tulisan gue sebelumnya pasti tau mama pernah jadi korban postingan hoax kaya gitu.

Menurut pehamanan gue konten positif itu ga cuma postingan yang berbobot dan bermanfaat. Konten positif juga termasuk tulisan yang ga sekadar "nyampah" di dunia maya. Bisa jadi beberapa atau mungkin banyak tulisan di blog favorit ini isinya sampah. Tapi menurut gue sih dijadiin pelajaran aja dan juga biar tau proses blogging selama ini udah sejauh apa.

duta damai dunia maya, konten positif
logo via dutadamai.id

Membentengi diri sendiri sama konten negatif itu perlu. Tapi gimana caranya meyakinkan keluarga terdekat kita untuk punya sugesti yang sama? Pasti sulit kan? Nah daripada capek-capek ngejelasin sampe mulut berbusa, mending langsung beraksi aja.

Gue pernah baca kutipan entah dimana lupa. Kalo ga mau nambahin masalah, setidaknya gausah jadi bagian dari masalah. Tapi menurut gue lebih baik bertindak untuk nyelesein masalah daripada sekadar menghindar. Kaya yang pernah gue tulis soal bosen nonton dan pengen masuk dunia broadcasting

Sebenernya tugas yang kaya gini ga cuman kerjaan DDDM aja. Semua orang yang terlibat di dunia maya harusnya tau dan ngerti untuk selalu nyebarin konten-konten yang berfaedah. Kalo cuman ngandelin DDDM gue rasa ga akan sanggup juga.

Semakin banyak konten positif yang disebar diharapkan bisa meredam laju persebaran konten negatif itu. 

Sebenernya cara ini udah gue lakuin semenjak tau sosial media dan nulis di blog ini. Setidaknya berhati-hati sama konten-konten yang ada di internet. Kadang gue juga kasih info melalui tulisan di blog tentang bahaya info hoax dan tips menghindari konten hoax. Karna ga semuanya bisa dipercaya. 

Dari kuliah udah diajarin sama dosen gue untuk ga langsung percaya sama apa yang lo liat, baca atau denger. Lu harus ngebiasain diri untuk mencari tau kebenarannya sendiri. Atau minimal lu punya 2 sumber dari apa yang lu liat/baca/denger tadi. Ternyata punya rasa curiga itu ga selamanya merugikan, ya.Gue jadi lebih waspada sama apa yang diliat, baca, dan denger di sekitar.

Biasakan untuk selalu nyebarin info yang bisa dipertanggung jawabkan. Lu ga mau kan kalo ada yang ngelaporin postingan lu atas tuduan penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik. Amankan diri sebelum tercyduk!

Oleh karna itu doain gue dan temen-temen lainnya bisa lolos di seleksi untuk Duta Damai Dunia Maya 2017 kali ini. Karna kalo lolos dan bisa ikut pelatihan artinya kami akan punya banyak kesempatan untuk bisa bikin konten positif lebih baik lagi. Dan biar kalian di luar sana yang juga takut sama konten negatif ga terganggu lagi sama postingan yang aneh-aneh.

September 2, 2017

September 02, 2017

Google Adsense Bukan Dewa

Udah jarang gue nulis tentang blog, ya. Bukan males, tapi karna emang masih belum punya ilmu yang cukup soal ini. Daripad dibilang sotoy sama master-master yang lain, gue lebih memilih mendalami dulu.

Walaupun udah hampir 4 tahun ngeblog tapi gue ngerasa dunia blogging ini masih terlalu luas. Masih banyak banget hal yang belum bisa gue kuasai. Misalnya SEO content, content writer, copy writer, ataupun dalam hal monetasi blog pribadi.

google adsense
logo google adsense via seeklogo.net

Meskipun udah sering dijelasin sama mastah-mastah blogger entah langsung atau sekadar sharing online tetep belum ngerti. Gue ga puas sama penjelasan mereka karna masih penasaran. Kaya ada yang ngeganjal di hati gitu. Kalo udah kaya gitu, barti emang belum sepenuhnya gue puas sama jawabannya.

Bicara soal penasaran, gue masih bingung kenapa sampe sekarang masih belum bisa daftar Adsense buat blog favorit ini. Padahal postingan udah banyak, gambar udah dikasih alt text dll dkk, tetep aja ga tembus. Apa yang salah ya? Gue udah tanya ke sana kemari sama mereka yang blognya udah bisa lolos adsense, udah gue lakuin juga apa kata mereka, tetep aja zonk!

Gue pun akhirnya pasrah dan ga berharap terlalu banyak. Lagian kalo blog personal kaya ginikan visitornya juga ga terlalu banyak kaya blog-blog ber-niche spesifik. Udah pasti kalah saing.

Beberapa waktu yang lalu, si Nuka dan gue berinisiatif buat bikin LINE SQUARE blogger. Sebenernya iseng aja bikin karna pas dicari di situ belum ada LINE SQUARE buat blogger. Akhirnya dibikin sama Nuka. Namanya "Blogger Nusantara" kalian bisa cek di sana, membernya masih dikit tapi lumayan buat permulaan.

Setelah sekian lama square itu dibuat mulai banyak member yang masuk. Tapi anehnya yang masuk room chat Blogger Pemula adalah orang-orang yang udah profesional di dunia blogging. Padahal tujuan awal kami bikin LINE SQUARE di situ adalah untuk belajar ngeblog dulu.

Ternyata yang masuk kebanyakan orang-orang yang kemakan "iklan" kalo ngeblog bisa langsung dapat duit, melalui google adsense.

Ini persepsi yang salah! Karna kalo kalian ngeblog, ga serta merta ujug-ujug langsung bisa dapet duit. Tanyain aja sama semua blogger yang udah dapet duit dari hasil ngeblog. Ga ada yang instan. Kalo pun ada udah pasti instan juga ilang duitnya, karna ilegal.

Parahnya lagi, member di situ justru semakin songong dengan ngiming-ngimingin penghasilan mereka yang udah ratusan dollar dari Google Adsense. Padahal bukan itu intinya. Semua uang dan segala hal berbau materialistis itu bermula dari sebuah proses panjang. Apalagi ngeblog, ga ada blog yang baru 1 postingan udah langsung ngehasilin duit, ga ada.

Maksud gue, blogger profesional itu ga usahlah ngasih yang muluk-muluk sama blogger pemula. Pake ngasih tau penghasilan dari Adsense segala macam, ga ada faedahnya. Fokus ke situnya nanti dulu. Ada saatnya tapi bukan sekarang. Mending diajarin gimana caranya bisa bkin blog yang bisa disetujui sama Google Adsense buat jadi partner mereka. Biar lebih berfaedah dikit.

Kalopun mau ngasih yang muluk-muluk juga, ngajarinnya jangan tanggung-tanggung. Langsung turunin ilmunya ke newbie biar mereka dibimbing langsung sama ahlinya. Kalo cuman ngasih tau berapa penghasilan doang mah Valentino Rossi juga bisa kaya gitu.

Sebenarnya banyak cara untuk dapat uang dari blog. Google Adsense itu cuma 1 dari sekian banyak cara nyari uang dari blog. Kalo menurut pemahaman gue, mending fokus di konten aja dulu. Soalnya gue sendiri ga terlalu ngerti konten SEO (Search Engine Optimation).

Terus gimana kalo ga ngerti bikin artikel SEO? Solusinya bikin artikel yang original dan berkualitas! Yang banyak dibaca dan dishare ke sosmed. Google suka artikel kaya begitu, meskipun SEO-nya ga ada, tapi kalo dia ngeliat artikelmu berpotensi passti diangkat ke urutan paling atas. Terlebih lagi ketika ada orang nyari kata kunci yang berhubungan sama artikelmu.

Semakin sering artikelmu nongol di halaman depan pencarian Google, semakin banyak orang yang bakal berkunjung ke web/blogmu. Meskipun artikelmu cuman punya 1 kata kunci yang dicari, tapi karna kualitas artikelmu lebih baik daripada yang lain, Google lebih memprioritaskan artikelmu.

Jadi seiring dengan makin banyaknya orang yang berkunjung ke blogmu, otomatis traffic blogmu juga bakal meningkat. Nah dari situ aja udah bisa dimonetasi sebenernya. Meskipun masih ada proses lain yang harus dijalani.

Kalo udah bisa konsisten bikin artikel berkualitas kaya gitu, baru deh sedikit-sedikit belajar monetasi blog kalian. Tapi ingat! Sebelum memonetasi pastiin blog kalian bukan blog yang melanggar aturan dan ketentuan yang udah ditentuin sama Google. Perlu diingat Google ketat banget nyeleksi blog yang bakal jadi partner iklan mereka. Sekarang daftar Google Adsense ga segampang dulu. Jadi kesempatan buat diterimanya lebih kecil.

Tapi menurut gue konsistensi aja belum cukup. Mesti disiplin juga. Kalo emang pengen blognya kalian pengen dikunjungin balik sama orang, barti kalian harus rutin update dong? Ya ga? Ga mesti update tiap hari juga, seminggu sekali udah cukup. Kuncinya itu rutin update. Gimana caranya? Ya disiplin nulis, ga ada cara lain. 

Ingat kata kuncinya: disiplin itu membebaskan

Trus gimana dong kalo ga diterima Google Adsense?

duit dari blog

Gaes.. namanya nyari duit dari blog itu ga cuman pake Google Adsense. Lagian gue suka heran deh sama manusia yang mendewakan Google Adsense sebagai jalan satu-satunya nyari uang di blog. Padahal selain Google Adsense itu masih banyak yang lain.

Blogger-blogger senior yang gue kenal ga selamanya ngerekomendasiin Google Adsense kok buat nyari duit dari blog. Karna mereka sendiri juga punya jalan lain buat nyari blog, ga sekadar mengharapkan Adsense. Apalagi konversi klik adsense buat negara Indonesia itu kecil. Ga kaya konversi di luar negeri.

Sepemahaman gue yang awam ini, kalo niche blog personal jarang bisa dapat duit dari Google Adsense. Kemungkinan diterima pasti ada kok, tapi tingkat konversinya yang rendah. Secara kalo blog personal kan jarang ada yang tertarget pengunjungnya. Dan jarang jualan juga sih. Google Adsense itu cocoknya buat blog yang nichenya lebih speisifik. Travel blog atau tekno blog misalnya.

Masih banyak kok cara lain, misalnya ikutan program afiliasi. Banyak brand-brand luar negeri yang ngebuka kerja sama afiliasi dengan blogger. Gue sih belum pernah ikutan, karna sadar diri aja, blogger personal kaya blog favoritmu ini belum tentu semua orang bakal mampir.

Tapi dari beberapa cerita orang-orang yang pernah ikutan afiliasi ini, uangnya ga sedikit lho! Artinya cukup menjanjikan juga asalkan kalian tau gimana cara memasarkannya. Tanya aja sama temen kalian yang blognya dipasangin link afiliasi ke brand luar, gimana pendapatannya.

Ada lagi cara ngehasilin duit dari blog selain Google Adsense, yang namanya Job Review. Sistemnya kaya tulisan berbayar. Kalian akan disuruh client nulis sesuai tema yang mereka minta/nulis artikel bebas tapi masukin keyword yang diminta sama client. Bagian paling asyiknya: kalian dibayar!

Jadi sama aja kaya nulis di blog pada umumnya, tapi tinggal tambahin keyword (kata kunci) sama link eksternal ke website yang ditarget. Udah deh, beres! Tulisan dapet, duit dapet. Gampang banget kan?

Mau yang lebih gampang lagi? Ada! Namanya job content placement. Artikelnya udah disediain sama client. Kalian tinggal edit seperlunya nyesuaikan sama gaya bahasa di blog masing-masing. Terus publish deh di blog kalian sebelum tenggat waktu yang ditentukan. 

Masih mau bilang kalo duit dari blog cuman Google Adsense? 3 contoh di atas itu semuanya kalian bisa dapatin kalo kalian konsisten bikin konten yang bagus dan berkualitas. Dengan sendirinya duit bakal "datang" ke kalian. Percaya deh, setidaknya gue udah ngerasain 2 diantara 3 cara itu.

Semoga kalian bisa cepet nyobain juga, ya. Dan ga perlu ngerasa beban kalo harus nulis tiap hari. Yang penting konsisten aja.

Ciao!