Cerita Lebaran Tahun Ini

Pada setiap momen lebaran selalu ada cerita yang mengiringinya. Meskipun dilalui dengan orang dan tempat yang sama, namun momennya hampir pasti tidak selalu sama. Karena hidup setiap orang selalu bergerak, dinamis dan terus bertumbuh. Akan jadi aneh ketika ada cerita yang sama ketika mengalami momen yang berbeda.

Tak terkecuali dengan lebaran gue tahun ini. Masih dilalui dengan orang-orang yang sama, meskipun beberapa agenda ada yang berbeda. Membuat setiap momen lebaran selalu membawa ceritanya masing-masing.

Lebaran kali ini memang cenderung berbeda dengan tahun lalu. Pertama terkait agendanya. Salah satu yang paling berbeda adalah ga ada keliling ke rumah-rumah tetangga sekitar untuk salam-salaman. Karena ibu yang sering ngumpulin tetangga sekitar ini udah meninggal beberapa bulan yang lalu. Biasanya kalo masih ada beliau tu, para tetangga ngumpulnya di rumah beliau semua sehabis solat ied.

Selain agenda ngumpul tetangga yang ga ada, ada beberapa spot yang taun lalu ga dikunjungi jadinya masuk agenda kunjungan. Salah satunya adalah rumah ponakan bapak gue. Kebetulan suaminya beberapa bulan lalu meninggal dunia, jadi kami mau sekalian nengokin kabarnya dan anak-anaknya juga.

Salah satu yang paling gue notice di hari lebaran pertama ini adalah, kami cukup lama berkunjung ke rumah iparnya bapak gue. Ini di luar prediksi kami juga, pengennya cuman salam-salaman dan ngobrol-ngobrol dikit aja. Pada akhirnya kami disuguhin makan dan bapak gue bahkan ikutan foto keluarga juga di sana. Padahal sebelumnya dia ga pernah ikut foto begituan.

Akibatnya, agenda perjalanan berikutnya ikutan molor juga. Sampe pada akhirnya kami nyampe kesorean di tujuan akhir: rumah ponakan bapak. Baliknya habis maghrib setelah kami disuguhi makan malam nasi mandhi sama mereka. Baru pertama kali itu ngerasain rasanya nasi mandhi. Ternyata berasnya panjang dan kurus-kurus, ya. Rasanya juga cenderung agak hambar dari pada beras biasa.

Pulangnya kami semua tepar ketiduran. Gue bahkan lupa matiin lampu kamar pas mau tidur karena ketiduran. Jujur ketiduran itu enak banget, apalagi kalo badan udah cape banget seharian di luar rumah ketemu banyak orang.

Salah dua yang gue notice dari kegiatan berlebaran hari pertama ini adalah: sendawa yang ga enak banget. Ini gue perhatikan udah kejadian sejak beberapa kali lebaran ini. Kalo pas lagi lebaran hari pertama, penyakit ini selalu muncul. Penyakit ini cuman muncul di lebaran hari pertama doang, setelahnya ga ada lagi. Jujur janggal.

Dari yang gue telusuri berdasarkan sumber AI-nya google, penyebabnya ada beberapa faktor. 

Pertama, karena makan terburu-buru sehingga banyak udara yang tertelan ke dalam lambung. Udara berlebih ini bikin badan kita berusaha ngeluarin sebanyak mungkin. Ini mungkin benar, karena sebelum berangkat solat ied, gue makannya buru-buru takut telat dan ga dapet tempat solat.

Kedua, karena terlalu banyak mengonsumsi garam-garaman. Kalo untuk yang satu ini kecil kemungkinannya. Karena gue ga terlalu suka makan makanan yang asin. Pokoknya makanan yang keasinan atau kemanisan, bukan tipe gue banget.

Ketiga, terlalu banyak mengonsumsi telur. Kalo yang ini gue yakin emang bener. Karena dalam beberapa hari ini gue emang lagi rajin makan telur dalam berbagai macam olahan. Mulai dari telur mata sapi, telor masak merah dan telor rebus lainnya. Kalo diliat dari track record ini, emang rada berlebihan, sih.

Akibatnya, seharian perut gue ga enak banget. Rasanya penuh banget tapi bukan karena kenyang. Gue juga jadi BAB 2 kali dalam sehari buat maksimalin usaha ngeluarin penyakit ini. Ga bisa menikmati momennya dengan tenang dan damai. Padahal ini momen sekali setahun yang jarang terjadi, masa harus kena penyakit ini mulu?

Gue bertekad lebaran tahun depan harus lebih baik lagi untuk bisa menikmati momennya dengan lebih khusyu. Minimal ga kena penyakit yang sama aja, udah seneng banget rasanya. Apalagi kalo bisa ada momen priceless nan indah yang terjadi saat itu. Who knows, ga ada yang tau.

Alhamdulillah masih dikasih rezeki, umur yang panjang, dan badan yang sehat jadinya masih bisa silaturahmi ke keluarga-keluarga, meskipun setahun sekali. Alhamdulillah juga keluarga-keluarga yang disamperin masih pada sehat dan panjang umur juga.

Harapan gue, kita semua dikasih rezeki yang lebih banyak, umur yang lebih panjang dan badan yang lebih sehat buat berlebaran tahun depan. Bisa menikmati momen lebih dalam dan bisa mengabadikan lebih banyak momen daripada tahun ini. Aamiin.

0 Comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.

Seedbacklink