TIPS MENGATUR GAJI BIAR GA NUMPANG LEWAT SAAT VIRUS KORONA MELANDA

Buat kita yang jadi karyawan, gaji adalah penyambung hidup. Ga kerja ga dapat gaji. Ga dapat gaji kemungkinan ga bisa makan.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣

Ga bisa makan jadinya ga bisa kerja. Nah lo kenapa jadi kayak lingkaran setan gini ya?😂⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Karena gaji adalah penyambung hidup, maka hampir semua karyawan bergantung sama gaji. Bener ga?⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Padahal kalo dipikir-pikir, zaman sekarang ga bisa cuman bergantung sama 1 sumber penghasilan doang.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Kalo dulu mungkin bisa, tapi sekarang udah ga bisa lagi kayak begitu. Yang ada kita malah keteteran memenuhi kebutuhan hidup. Udah harganya naik terus, gaji segitu-gitu aja kan?⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Trus gimana solusinya mas? Masa mau minta naik gaji? ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Loohh.. naik gaji bukan satu-satunya solusi kok! 😁⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Emang setelah gaji dinaikin anda jadi bisa memenuhi kebutuhan hidup? Saya hampir yakin jawabannya sudah pasti ga bisa 😂⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Kenapa?⁣⁣⁣
Karena yang jadi masalah bukan jumlahnya, tapi kitanya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Maksudnya gimana?⁣⁣⁣
Mari kita bahas sama-sama...⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Gaji, berapapun jumlah sudah pasti ga akan cukup. Kalo kita sendiri yang tidak bisa mengontrol nafsu dan keinginan kita.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Gaji jumlahnya akan segitu-gitu aja. Ketika kebutuhan hidup biayanya semakin meningkat maka faedahnya akan semakin berkurang.⁣⁣⁣ Terlebih lagi ketika ada Virus Korona seperti sekarang ini.
⁣⁣⁣
Solusi paling efektif (tapi biasanya ogah dilakuin sama anda) adalah mengurangi pengeluaran semaksimal mungkin. Kenapa pada banyak yang ga mau mengurangi pengeluaran? Karena akan secara tidak langsung menurunkan gengsi kita.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Gengsi itu mahalnya bukan main. Saking mahalnya, orang rela berhutang demi menunjukkan kelas sosialnya sama orang lain! Gila! Padahal orang juga ga peduli sama penampilannya. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Gaji akan selalu numpang lewat kalo gengsi anda tidak diturunkan dari sekarang.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Gaji akan selalu numpang lewat ketika anda ga punya sumber penghasilan yang lain. Makanya saya bilang diawal kita ga bisa mengandalkan gaji aja.⁣⁣
⁣⁣
Sebetulnya, ga perlu nunggu pandemi/corona muncul dulu untuk bisa menurunkan gengsi dan menekan pengeluaran semaksimal mungkin. Harusnya itu sudah dipikirkan dari awal semenjak kita terima gaji.⁣⁣
⁣⁣
Biar gaji ga numpang lewat, lakukan:⁣⁣
⁣⁣

1. Nabung⁣⁣

Setelah melakukan pembayaran bulanan (listrik/telpon/air/dll) sisihkan langsung untuk tabungan. Jumlah bisa hitungan persen atau nominal. Saya sendiri, walaupun ga punya gaji bulanan masih tetap nabung, nabungnya di reksadana sekarang, biar punya investasi yang jangka panjang.⁣⁣
⁣⁣

2. Investasi Untuk Peluang Penghasilan Baru⁣⁣

Anda punya keahlian apa yang bisa diuangkan? Memasak? Open order menu-menu masakan yang bisa dimasak dulu. Bisa nulis? Buka jasa pembuatan artikel promosi. Desain? Buka jasa desain feeds instagram atau edit foto jadi vektor.⁣⁣
⁣⁣
Kalo ga punya ilmunya? Belajar! Ikut ecourse (kuliah online) udah banyak. Semua bidang ada. Tinggal ikuti yang mana jadi minat anda. Investasi ilmu baru itu penting banget lho! 😉⁣⁣
⁣⁣

3. Scale up/Perbesar Pemasukannya⁣⁣

Kalo udah menguasai ilmu baru dan bisa menghasilkan dari sana, saatnya anda "mewariskan" ilmunya kepada yang lain. Kalo ga mau ambil bayaran, ya silakan. Mungkin anda mau dapat amal jariyahnya. Kalo mau ambil bayaran juga gapapa, bebas aja.⁣⁣
⁣⁣
Intinya ga perlu sungkan untuk berbagi sama yang lain. Karena masih banyak yang perlu ilmunya.⁣⁣
⁣⁣
Sudahkah anda memanfaatkan sebagian gaji anda untuk membuka peluang usaha baru? Kalo belum saatnya sekarang manfaatin deh mumpung masih ada waktu.⁣

Sekadar info nih, untuk anda yang pengen tau virus korona lebih detail, saya sarankan untuk mencari informasinya di situs yang relevan dan kredibel. Tentunya bukan di rangkaianabjad.com ya hehehe.. salah satu situs kredibel yang membahas tentang Virus Korona yang saya tau adalah Halodoc.

Di salah satu halamannya Halodoc membahas cukup detail tentang Virus Korona. Anda bisa membaca infonya di sana. Selain itu juga anda bisa membaca artikel-artikel tentang info kesehatan lainnya di sana. Anda juga bisa berkonsultasi kesehatan secara online dengan dokter yang sedang aktif di website itu.

Cara Benar Shalat Tarawih Dan Witir Sendiri Di Rumah

Salah satu ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan saja adalah salat tarawih. Selama pandemi corona ini memang dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih di rumah masing masing. Lalu bagaimana tata cara shalat tarawih dan witir di rumah?



 Salat tarawih di rumah pada dasarnya bisa dilakukan sendiri atau berjamaah. Tetapi jika kamu ingin melaksanakannya sendiri di rumah, maka bisa mengikuti beberapa langkah dibawah ini supaya shalat tarawih yang dilakukan sesuai dan benar. Kamu bisa melaksanakan shalat tarawih setelah shalat isya hingga sepertiga malam. Kamu bisa memilih waktu yang paling tepat untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih ini supaya lebih khusyu.

Berikut dibawah ini cara benar shalat tarawih dan witir sendiri di rumah diantaranya yaitu :

1. Persiapan Shalat Tarawih

Shalat tarawih sama saja dengan ibadah shalat pada umumnya yaitu baiknya dilakukan dalam keadaan suci dan bersih. Kamu bisa membersihkan badan dengan cara mandi lalu menutupnya dengan cara berwudhu. Kemudian pilihlah pakaian baru yang masih bersih dan wangi. Jika dalam islam wanita tidak dianjurkan memakai wewangian saat hendak pergi ke luar rumah, maka sebaliknya dianjurkan memakai wewangian tersebut saat berada didalam rumah. Saat berada di rumah, wanita dianjurkan memakai wewangian, begitu juga saat akan shalat.

2. Niat Shalat Tarawih

Segala sesuatu memang harus diawali dengan niat, begitu juga saat akan beribadah. Untuk niat shalat tarawih sendiri di rumah, berikut dibawah ini bacaannya :

“Ushollii Sunnatat-taroowiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’alaa”. 

Yang berarti : “Saya niat shalat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”. 

3. Cara Salat Tarawih Sendiri Di Rumah

Salat tarawih bisa dilaksanakan dengan jumlah 11 atau 23 rakaat. Untuk 11 rakaat, terdiri dari 8 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir. Salat tarawih dilaksanakan dalam 2 rakaat dan 1 kali salam, itu berarti ada 4 kali shalat tarawih dan 1 kali shalat witir. Untuk lebih jelasnya berikut dibawah ini cara benar shalat tarawih sendiri di rumah untuk perempuan :

· Takbiratul ihram

· Membaca doa iftitah

· Membaca surat Al Fatihah

· Membaca surat di Al Quran

· Ruku

· I’tidal

· Sujud

· Iftirasy (duduk diantara dua sujud)

· Sujud kedua dan berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua

· Membaca surat Al Fatihah

· Membaca surat di Al Quran

· Ruku

· I’tidal

· Sujud

· Iftirasy

· Sujud Kedua

· Tasyahud akhir

· Salam

Diantara satu shalat ke shalat lainnya disunahkan untuk membaca doa, dan salah satunya baca doa kamilin.

4. Niat Shalat Witir 3 Rakaat

Kamu bisa melaksanakan shalat witir dalam dua cara yaitu 1 rakaat atau 3 rakaat. Untuk yang 3 rakaat dengan 1 kali salam, bacaan niatnya adalah :

“Ushali sunnatal witri tsalasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala”. 

Yang artinya : “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”. 

5. Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Saat akan melaksanakan shalat witir 3 rakaat dengan 1 salam, maka berikut dibawah ini tata caranya :

· Niat salat witir 3 rakaat

· Takbiratul ihram

· Membaca surat Al Fatihah

· Membaca surat di Al Quran

· Ruku

· I’tidal

· Sujud pertama

· Iftirasy (duduk diantara dua sujud)

· Sujud kedua

· Berdiri untuk shalat rakaat kedua

· Membaca surat Al Fatihah

· Membaca surat di Al Quran

· Ruku

· I’tidal

· Sujud pertama

· Iftirasy (duduk diantara dua sujud)

· Sujud kedua

· Berdiri kembali pada rakaat ketiga

· Membaca surat Al Fatihah

· Membaca surat di Al Quran

· Ruku

· I’tidal

· Sujud pertama

· Iftirasy (duduk diantara dua sujud)

· Sujud kedua

· Duduk tasyahud akhir

· Salam

6. Doa Setelah Witir

Setelah mengerjakan shalat witir disunnahkan untuk membaca doa dengan mengulangnya sebanyak 3 kali. Inilah doanya :

“Subhaanal malikil qudduus” 

Yang artinya : “Maha Suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih”. 

Doa tersebut kemudian disambung dengan kalimat :

“Robbul malaa’ikati warruuh” 

Yang artinya : “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril”. 

Beberapa Investasi Gratis Yang Bisa Kamu Lakukan Saat Corona Melanda

Jadi begini, seperti yang sudah kita tau semua bahwa kita sedang berada di masa pandemi. Ketika semua kebiasaan yang jadi rutinitas kita harus terhalang virus kecil yang berbahaya. Ketika pekerjaan harian kita harus terhenti dan penghasilan menurun karena keadaan. Semuanya jadi serba tidak menentu.

Apa yang bisa kita lakukan?




Kerjaan ga ada, sementara kehidupan terus berjalan. Ada orang yang harus diberi makan, ada listrik yang harus dibayar, ada kontrakan yang harus ditanggung, ada hutang dan cicilan yang harus dilunasi.


Apakah mengeluh jadi solusi terbaik? Oh tentu tidak, Markonah!


Mengeluh hanya akan menambah beban hidup kamu.


Mending fokus sama solusi apa yang bisa dilakukan daripada meratapi masalah. Lagian kalo kamu mengeluh, emang orang lain ga ngalamin masalah yang sama? YA SAMA DONG! Jadi ga perlu merasa jadi orang paling menderita karena pandemi ini, karena semuanya juga ngerasain hal yang sama.


Solusinya gimana? Oh ada banyak! Yang kali ini akan saya tuliskan adalah salah satu di antaranya saja.


Tapi tulisan ini ga akan berarti apa-apa begitu sehabis dibaca tanpa ada tindakan selanjutnya: praktik.


Apakah investasinya beneran gratis? Kalo diliat dari sisi finansial/uang yang dikeluarkan jelas gratis. Tapi di sisi lain ada modal yang harus dikeluarkan, misalnya waktu. Kamu harus membayar dengan waktu yang selama ini kamu pergunakan untuk hal unfaedah. Ganti waktumu dengan berinvestasi kepada hal yang lebih bermanfaat.


Makanya disimak baik-baik biar bisa langsung praktik, oke?



1. Baca Ebook/buku

Investasi gratis yang paling gampang kamu lakukan adalah dengan membaca ebook/buku gratis. Kalo ga punya buku, bisa baca online lewat ebook. Trus buku/ebook apa yang dibaca? Bebas terserah kamu, yang penting bisa menambah pengetahuanmu dan membuat dirimu jadi punya skill baru.

Kalo kamu tertariknya tentang kesehatan, bisa baca-baca buku/ebook tema kesehatan. Atau kamu tertariknya sama dunia kuliner, bisa baca buku/ebook resep masakan atau sejarah kuliner dunia. Kalo kamu tertarik ke dunia bisnis online bisa baca-baca buku/ebook tentang bisnis online.

Kalo untuk bisnis online, kebetulan saya ada beberapa koleksi yang bisa saya bagikan gratis kalo kamu mau baca. Komen aja nanti saya kasih tau caranya ya.

2. Belajar Sama Mentor

Mencari mentor untuk belajar juga bisa kamu lakukan saat corona melanda. 

Loh bukannya belajar sama mentor itu bayar?


Ada juga kok yang gratisan. Cari mentor mah gampang banget! bisa di instagram ada, youtube juga ada. Investasi gratis ke mentor ini akan terasa signifikan banget manfaatnya kalo kamu ketemu mentor yang tepat dan praktik langsung.


Semuanya tergantung dari kamu sendiri. Manfaatkan keberadaan mentor ini untuk membuat dirimu jadi semakin berkembang. Tapi perlu diingat untuk belajar dengan mentor yang tidak terlalu banyak. Saya rasa 2-3 mentor saja cukup.

3. Belajar Skill Baru

Investasi gratis ini masih ada hubungannya kayak nomer 2. Ketika mencari mentor usahakan untuk belajar skill yang belum pernah kamu kuasai. Gapapa juga sih kalo kamu mau memperdalam skill yang sebelumnya sudah kamu kerjakan selama ini.

Belajarnya bisa sama mentor atau autodidak ga masalah. Yang penting kamu punya skill baru setelah corona selesai. Kalo mau lebih greget kamu bisa kasih target. Misalnya selama 3 bulan harus punya minimal 3 skill baru.

Kalo saya biasanya belajar di youtube atau di udemy.com. Platform belajar online berbahasa inggris. Walaupun udemy berbayar untuk mengikuti ecourse-nya, tapi ada banyak banget coach yang ngasih ecourse-nya secara gratis secara terbatas.

Kalo kamu ga bisa ketemu kursus di udemy yang gratis, kemungkinan kamu kurang ngulik internet nih hahaha...

4. Stop Menunda-Nunda Pekerjaan

Menurut saya ini adalah investasi gratis yang paling "mahal" dari sisi pengembangan diri. Karena menunda pekerjaan ini adalah hal paling murah untuk dikerjakan tetapi resikonya terlampau mahal kalo terus-terusan dikerjain.

Mulailah untuk menyelesaikan apa yang harusnya kamu kerjakan.

Tipsnya: kerjakan dari yang paling mudah diselesaikan dulu. Ketika sudah berhasil menyelesaikan pekerjaan pertama, biasanya akan ada rasa puas sendiri. Ketagihan pengen ngerasain sensasi itu lagi, kamu akan ngerjain tugas lainnya.

Ubah kebiasaan dari hal yang terkecil dulu ya. Biar terbiasa menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai.

5. Investasi Uang

Setelah 4 hal tersebut konsisten dikerjakan dan mulai kelihatan perbedaannya, baru kamu pelan-pelan investasikan uang yang sudah kamu hasilkan. 

Lho bukannya uang itu buat dibelanjakan mas?

Gini-gini, investasi itu bukannya hanya waktu sama ilmu, kawan-kawan. Ada banyak investasi lain yang bisa dilakukan, nah salah satunya adalah investasi uang.

Maksudnya gimana mas?

Kita investasikan uang kita ke ilmu berbayar misalnya. Ikut seminar, ikut workshop aatau gabung ke komunitas eksklusif dan bisa dapatkan ilmu berharga boleh tuh. Ga cuman itu aja, kamu juga bisa investasikan uang kita ke pasar uang. Entah itu reksadana pasar uang, reksadana obligasi ataupun reksadana saham.

Bebas mau yang mana, asalkan kamu yakin sama apa yang kamu investasikan itu.

***
Mungkin masih banyak lagi jenis investasi gratis lainnya yang bisa kamu lakuin. Tentu saja walaupun namanya gratis tetap ada sesuatu yang harus dibayarkan. Entah itu tenaga, waktu ataupun hal lainnya. Tapi yang penting kan ga perlu keluar uang kan? Ya ga? Hahahah

Bagaimana Cara Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

Hampir semua orang di dunia terdampak pandemi baru di tahun 2020 ini. Tidak ada yang siap menghadapi kejadian ini, bahkan negara yang dibilang maju semacam Amerika dan Tiongkok. Bahkan Tiongkok sendiri adalah negara tempat penyebaran virus Corona pertama kali dimulai.

Bagaimana Cara Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

Kalo negara maju saja gagap menghadapi hal ini, apalagi Indonesia. Sudah pasti terkejut nyata menghadapinya. Ga pemerintahnya, ga masyarakatnya semuanya terkena dampaknya.

Kalo dulu, meskipun seluruh dunia terdampak pandemi, tetapi efeknya ga terlalu berat. Mungkin karena mata rantai ekonominya masih ga terjalin antar negara. Ga kayak sekarang, dampak ekonominya terasa sekali. Semua sektor menurun pendapatannya, bahkan ada yang ga dapat pendapatan sama sekali.

Perusahaan swasta, BUMN, instansi dan institusi dipaksa beradaptasi dengan cepat terhadap kejadian ini. Kebijakan pemerintah jadi penentunya, ketika ada pemberlakuan physical distancing semuanya semakin terasa perubahannya.

Orang-orang jadi jarang keluar rumah, warung, toko, kios pendapatannya menurun drastis. Restoran, cafe dan tempat nongkrong lainnya jadi mendadak sepi. Ini yang bikin ekonomi jadi lesu dan mengurangi perputaran uang.

Pekerjaan semuanya dikerjakan di rumah, rapat dilakukan secara online, perjalanan dinas ditiadakan. Ga cuman mereka yang penghasilannya minim yang kehilangan pekerjaan, tapi juga perusahaan yang kebingungan harus menggaji karyawannya tapi pemasukan tidak ada.

Udah gitu, pemerintah menekan pemilik perusahaan untuk tetap menggaji dan memberikan THR ke karyawan mereka. Kalo ibarat makanan, perusahaan udah jadi sandwich karena ditekan dari semua sisi. Kasian.

Lantas dari pihak individunya sendiri gimana? Terutama mereka yang ga punya penghasilan bulanan dan hanya mengandalkan pendapatan harian. Gimana bisa bertahan dengan penghasilan yang minim di saat seperti ini?

Saya akan sebutkan beberapa solusi yang mungkin tidak akan disukai oleh kamu yang membacanya. Tapi bertahan hidup dengan hal yang tidak disukai saat seperti ini menurut saya adalah hal yang paling masuk akal yang bisa kita jalani.

Udah siap? Simak baik-baik.


1. Tambah atau Buka Jalur Penghasilan Baru

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menambah jalur penghasilan yang baru. Kalo yang awalnya sebelum krisis cuman punya 2 atau bahkan cuma 1, coba buka 2-3 jalur baru. Bisa melalui offline ataupun online bebas saja yang penting bisa cepat dapat cash dan alur pemasukan lancar kembali.

Saran saya, jual hal-hal kebutuhan mendesak terutama yang ada hubungannya dengan kesehatan. Coba jual masker, hand sanitizer, obat-obatan atau vitamin adalah hal barang paling dicari. Ingat, jual dengan harga wajar dan bukan dijadikan ajang untuk aji mumpung memanfaatkan mereka yang kesulitan mencari barangnya.

2. Belajar Keahlian Baru

Kalo keahlian lamamu disaat situasi corona dan physicall distancing kayak gini ga bisa dipake secara maksimal, tandanya kamu harus cepet-cepet belajar keahlian baru. Walaupun menurut perhitungan saya agak terlambat untuk belajar hal baru di saat seperti ini. Karena seharusnya keahlian ini sudah dilatih sekian lama dan ketika diperlukan di saat situasi seperti ini bisa langsung digunakan.

Tapi okelah karena situasinya sudah darurat, kamu harus memaksa diri untuk bisa belajar keahlian baru. Kalo bisa sih keahlian yang bisa langsung menghasilkan uang dengan cepat dan bisa dilakukan walaupun masih dalam tahap belajar.

Anggaplah kamu bisa meluangkan waktu untuk belajar 2 jam per hari selama 1 minggu secara intens. Minggu berikutnya kamu sudah bisa mulai promosiin keahlianmu ke media sosial yang kamu punya.

Promo lewat status wa, facebook, instagram dan youtube misalnya. Maksimalin di situ aja dulu, sambil bangun personal brandingmu. Perjuangan di awal memang berat untuk sebuah keahlian baru tapi akan lebih berat lagi kalo kamu ga punya keahlian apa-apa.

3. Minimalisir Pengeluaran

Pemberlakuan physicall distancing seharusnya sudah bisa mengurangi pengeluaranmu hampir 50%. Karena kebanyakan orang mengeluarkan uang ketika berada di luar rumah. Apa aja mau dibeli. Sekarang saatnya kamu berhemat dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Tapikan sekarang bisa belanja online mas? Tahan dulu nafsu belanjanya. Bukan saatnya menghabiskan uang untuk membeli hal yang tidak perlu. Sekarang waktunya berhemat sehemat hematnya. Apalagi kalo kamu ga punya pemasukan.

Stop cari makan di luar, cukup makan di rumah aja. Kurangi belanja barang-barang yang tidak terlalu penting untuk saat ini. Gausah nongkrong juga, ngapain? Mau diciduk sama aparat?

Tapi saya ga biasa makan di rumah mas, kalo ga dibolehin makan di luar terus gimana saya makan?

Makan seadanya dulu aja. Semua orang juga lagi menghadapi situasi yang sama kayak kamu, kok. Jadi ga perlu merasa jadi manusia paling menderita yang ga bisa makan di luar. Lebih baik kamu makan seadanya dulu daripada makan di luar terus pulang-pulang nularin virus ke orang rumah. 

Jangan mikir egois hanya untuk diri sendiri. Pikirkan keselamatan orang-orang disekitarmu juga. Kamu bisa aja ga tertular virusnya, tapi kamu membawanya ke dalam rumahmu. Itu yang sering ga sadari orang-orang tentang bahaya virus ini.

Kalo ga ada uang lagi gimana mas? 

Saya sarankan untuk tidak berhutang di saat kritis seperti ini. Mending jual barang yang bisa dijual aja. Ingat, jual ya bukan gadai. Nanti bingung lagi bayar bulanannya. Jual dan manfaatkan uangnya untuk menutupi kebutuhan hidup dulu, bukan buat beli barang-barang yang tidak penting.

4. Tabung Profit Dari Bisnis atau Gaji

Kalo punya bisnis yang masih jalan, sisihkan profitnya untuk ditabung. Gunakan profit seperlunya untuk keperluan bertahan selama pemberlakuan physicall distancing. Profit bukan omzet ya, ingat baik-baik. Omzet itu hasil kotor dari bisnis kamu, yang belum dikurangi pengeluaran tetap dan tidak tetap.

Ketika omzet udah dikurangi pengeluaran, baru bisa dibilang profit. Jadi profitnya tidak perlu dihabiskan untuk keperluan yang tidak mendesak. Bisnismu juga perlu diselamatkan di saat krisis seperti ini.
***

Semoga kamu tercerahkan dengan adanya artikel ini, ya. Dan saya harap ga lagi mengeluh karena keadaan. Soalnya bukan kamu aja yang terdampak sama kejadian pandemi corona ini, seluruh dunia juga. Jadi stop mengeluh dan langsung ambil tindakan secepatnya biar kamu ga terlena sama masalah dan lupa mencari solusinya.

Bagaimana Membuat 1 Konten Untuk Semua Platform Media Sosial Kamu

Selama menjalani bisnis online, saya semakin tertarik untuk membagikan apa yang saya pelajari selama ini ke semua media sosial saya. Hal ini bermula dari salah satu owner bisnis yang saya ikuti membagikan konten setiap hari di channel telegramnya.

Bagaimana Membuat 1 Konten Untuk Semua Platform Media Sosial Kamu

Dari sana saya terpikir, kalo dia saja bisa apalagi saya. Tapi, apa yang harus saya bagikan sementara ilmu bisnis saya masih cetek? Lalu ketemulah video-videonya Gary Vee yang mencerahkan saya. Dia bilang bagi aja apa yang sudah kamu pelajari ke media sosialmu.

Tips lain yang dikasih tau Gary Vee adalah setiap orang harus eksis di semua media sosial. Itulah kenapa Gary selalu ada dimana-mana. Youtube ada, instagram, twitter, tiktok, spotify, website, email semuanya dia aktif. 

Saya mikir dong gimana caranya bisa se-eksis itu ya? Sementara saya cuman sendirian ngurus semua media sosial. Lagi-lagi Gary Vee ngasih tau caranya, dengan menggunakan 1 konten untuk semua platform.

Dan itu membantu banget!

Dari sisi kreativitas saya ga harus ribet mikirin 1 ide per platform media sosial. Capek kalo mesti kayak gitu. Saya rasa sih sekreatif apapun orangnya ga akan bisa mikirin 1 konten atau ide per media sosial per hari. Bisa gila ntar hahaha.

Dari sisi pembuatan konten lumayan berat sih. Jujur aja, karena masih ngerajin semuanya sendirian, apalagi untuk bikin konten untuk semua platform. Saya perlu tim tapi pemasukan masih belum stabil untuk ngegaji tim, jadilah superman dulu sekarang ini.

Dengan bermodalkan komputer dan handphone saya mencoba tetap eksis di platform media sosial mayoritas. Website, Youtube, instagram, twitter dan facebook. Bagaimana saya membuat konten untuk semua media sosial tersebut hanya dengan 1 konten?

Kalo Gary Vee karena dia punya banyak tim yang ngurusin kontennya di medsos, dari 1 konten bisa dipecah pecah sampai jadi beberapa bagian gitu. Saya masih belum sanggup kayak begitu. Jadi yang saya lakukan adalah mendaur ulang konten yang sudah saya buat ke platform lain dengan menyesuaikan kebiasaan dari pengguna di platform itu.

Langkah-langkah saya membuat konten untuk semua media sosial:

1. Karena saya lebih suka tulis menulis, maka saya akan menuliskan kata per kata pada blog saya. Entah itu di rangkaianabjad.com atau di apabanget.my.id. Pokoknya naskahnya saya tuliskan dulu sampai selesai semuanya, sampai diposting ke halaman blog saya.

2. Setelah menuliskan dan memposting naskahnya di blog, saya bisa membuat 2 opsi konten. Biasanya kalo ga dibikin untuk jadi konten instagram, saya akan bikin versi videonya. Kalo bikin konten instagram, saya rangkum intinya menjadi padat singkat dengan bentuk foto carousel.

3. Anggaplah saya bikin ke instagram duluan, setelah itu akan saya buat versi videonya untuk diupload ke youtube. Saya biasanya minimal bikin videonya 10 menitan, ga terlalu panjang tapi juga ga terlalu pendek. Biar nanti kalo udah bisa dimonetize tinggal pasang-pasang iklan di videonya bisa lebih banyak.

4. Setelah versi videonya jadi, kemudian akan saya ubah ke versi audionya untuk bisa diupload ke anchor fm dan bisa didistribusikan ke spotify.

Gimana? Udah kebayang kan cara membuat 1 ide konten bisa dipake untuk semua platform?

Melihat langkah-langkah tadi, dari 1 ide konten saja saya bisa membuat konten untuk 4 platform sekaligus. Belum lagi kalo kamu punya channel sharing lainnya. Saya juga sering buka kulwa (kuliah whatsapp) dari materi yang ada di blog. Pernah juga saya share tulisan di blog untuk jadi bahan kulgram (kuliah telegram) di channel telegram saya.

Kalo ditambah kulwa dan kulgram barti bisa jadi 6 konten di platform yang berbeda. 

Belum lagi konten instagram carousel itu dimasukin ke whatsapp story, bisa bertambah lagi tuh jadi 7 konten. 

Belum lagi kalo facebooknya aktif, bisa tuh tulisannya diedit trus dijadiin status panjang di facebook, total 8 konten. 
Statusnya dishare lagi ke story fb nya, jadi 9 konten.
Foto ig carouselnya di share lagi ke story fb jadi 10 konten.
Video yang dipake upload ke youtube, bisa juga dipake untuk konten di fans page, 11 konten.

Tuh bisa jadi 11 dari 1 ide doang!

Oiya kenapa saya ga bikin kontennya ke twitter dan tiktok?

Pertama, karena twitter adalah tempat saya menumpahkan kekesalan saya kalo lagi bersosmed, jadi agak kurang cocok dijadikan tempat untuk mem-branding diri di sana hahahaha..

Tiktok saya ga sanggup bikinnya karena udah keburu terkuras tenaga untuk bikin video di youtube. Bukan karena alay atau jelek, ya. Tiktok itu potensial banget untuk membranding diri. Kalo ga, ga mungkin pa Sandiaga Uno bela-belain bikin akun tiktok ya kan? Hehehehe..

Nah sekarang, tinggal kamunya nih kayak gimana. Apakah mau eksekusi sebanyak ini, atau mau fokus di 1 platform aja? Itu semua terserah kamu, karena di sini saya mencoba memberikan perspektif baru. Bukan berarti harus dituruti semuanya.

Namanya juga strategi, boleh dipake semua dipake setengah atau bahkan ga dipake sama sekali juga ga masalah. Strategi ini dipake karena saya orangnya ga mau ribet ngurusnya. Jadi sekali bikin bisa untuk semua platform gitu.

Semoga sharing artikel ini bermanfaat buat kamu yang baca ya.
Seedbacklink