Ini Yang Gue Pelajari di Proyek Maaruh Wiki Selawi Tahun

Ketika ngerayain ulang tahun, apa yang paling lu harapkan selain hadiah? Tentu kehadiran orang-orang yang lu undang ke acaranya, kan?

Bahkan kalo gue pribadi, ada yang mau datang aja udah bersyukur banget. Karena mereka mau menyempatkan waktunya untuk ke acara kita. Orang-orang yang seperti ini, yang bisa menghargai waktu, yang perlu dilestarikan dan dibudidayakan.

Kalo pun dia datang ga bawa hadiah, itu ga masalah. Karena waktu yang dia gunakan untuk datang ke acara kita, itu jauh lebih berharga daripada hadiah yang paling mahal. Karena waktu tidak bisa dikembalikan lagi jika sudah digunakan.

Ketika mengajukan program kegiatan untuk merayakan 25 Tahun Wikipedia Bahasa Inggris, gue mikir gimana caranya biar bisa banyak acara yang digelar. Supaya orang lebih tertarik dan mengenal yang namanya wikipedia itu apa. Setidaknya pertanyaan-pertanyaan "apa itu wikipedia?" bisa terjawab dengan adanya kegiatan ini.

Kegiatan "Maaruh Wiki Salawi Tahun" ini merupakan sebuah pencapaian karena sebelumnya peringatan ulang tahun proyek wiki dari luar negeri belum pernah dilakukan. Kegiatan ini akan memperkaya kegiatan komunitas Wiki Banjar sebelumnya yang sudah memiliki jadwal rutin masing-masing.

Karena ini pertama kalinya gue memimpin proyek yang behubungan sama Wikipedia, tentu pengalaman berharga yang sangat berarti. Ada banyak pelajaran yang bisa gue petik dari menjalankan kegiatan ini. Gue coba tuliskan beberapa di antaranya:

1. Area Kegiatan yang Kurang Luas

Sebenarnya masih terasa kurang puas karena ga bisa menjelajah lebih jauh untuk mengadakan kegiatan ini. Pengennya tu ada 1 kegiatan yang diadain di luar Kalsel, tapi ga memungkinkan karena harus menyesuaikan jadwal anggota yang lain juga. Akhirnya dicari alternatif lain di daerah luar Banjarmasin saja.

Niatnya mau sekalian ke Palangka Raya, karena di sana juga ada komunitas rintisan. Biar temen-temen di sana juga bisa ikut merayakan kegiatan ini sama-sama. Sekaligus juga berkenalan dengan teman-teman komunitas literasi biar jejaring komunitas juga makin luas.

Salahnya gue, terlalu mengandalkan orang lain untuk bisa menjalankan kegiatan ini. Akhirnya, gue nungguin panitia lainnya yang bisa ikutan berangkat ke sana. Dari yang seharusnya bisa ada kegiatan luar Kalsel, malah ga bisa karena jadwalnya pada ga cocok semua.

Gue tu sebenarnya ga pengen ada yang ditinggal-tinggal kalo ada acara-acara begini. Karena buat gue jalan-jalan itu menyenangkan dan gue pengen berbagi hal itu juga ke orang-orang terdekat. Biar mereka juga ngerasain bahagianya. Rasanya seneng aja bisa berbagi kebahagiaan yang sama dengan orang lain gitu.

2. Promosi Acara yang Kurang Maksimal

Dari kegiatan ini gue juga belajar, ternyata komunikasi itu penting. Sebisa mungkin untuk selalu berkoordinasi dengan tim agar kegiatan tetap berjalan sesuai dengan rencana. Namun, berjalan sesuai dengan rencana aja belum cukup. Jika hasilnya tidak maksimal, harus ada yang dievaluasi.

Dari 4 kegiatan, ada 1 kegiatan yang berjalan tidak maksimal. Karena promosi kegiatannya terlalu mepet sehingga membuat calon pesertanya sedikit. Sebenarnya gue sudah menginfokan hal ini dari jauh hari. Kalo kita butuh promosi yang kenceng agar pesertanya bisa maksimal. Karena lokasinya yang sedikit berbeda. Ternyata, yang bikin desain posternya lagi ada kesibukan lain, sehingga poster selesai H-3 sebelum pelaksanaan kegiatan.

Menurut gue, idealnya promosi kegiatan itu H-14 hari acara sudah diumumkan. Maksimal banget H-7 tanggal acaranya. Kalo sudah mepet H-3 itu sangat besar kemungkinan acaranya sepi pesertanya. Ditambah lagi dengan lokasi acara yang kurang mainstream daripada biasanya. 

Desain promosi yang cepat dan penentuan lokasi yang cocok dengan target peserta akan menentukan seberapa banyak peserta yang bisa hadir di acaranya.

3. Belajar mengatur orang

Lewat proyek ini, gue juga jadi belajar gimana caranya mengatur tim. Mengatur manusia dengan berbagai macam karakternya itu tentu tidak mudah. Harus banyak kompromi dan juga empati untuk bisa mengerti satu sama lainnya. Gue berusaha untuk mencarikan jalan tengah untuk bisa dikerjakan bersama.

Belum lagi jadwal masing-masing orang yang tidak selalu sama. Gue ga bisa memaksakan dengan jadwal yang gue mau, tapi ga mungkin jalan kalo yang lain juga ga sepakat. Karena ini proyek bersama, jadinya harus bisa menurunkan ego demi menjaga tim tetap solid. 

4. Menurunkan Ego

Buat gue yang anak tunggal dan terbiasa ga ada saingan, menurunkan ego tu lumayan berat. Namun, di proyek ini, tidak mungkin gue memaksakan ego sendiri. Karena ada orang lain yang ikut terlibat di dalamnya. Sebenarnya memungkinkan saja kalo gue mau, tapi gue memilih untuk belajar mengendalikannya.

Ga cuman mengendalikan ego untuk bisa menahan diri ga bertindak di luar batas. Namun juga mengendalikan ego untuk bisa mengakomodir kehendak tim yang lain sementara keinginan sendiri tidak terpenuhi. Menurut gue, keduanya sama-sama berat untuk dilakukan.

***

Melalui tulisan ini gue juga mau ucapkan banyak sekali terima kasih kepada semua pihak yang terlibat mensukseskan acara ini. Baik yang terlibat langsung sebagai panitia acara, sukarelawan, peserta ataupun juga yang mendukung dari belakang layar. Kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar salah satunya adalah dukungan dari kamu semuanya.

Gue percaya sesuatu terjadi karena ada hikmahnya. Jadi ketika menerima tugas ini, gue udah tau bakalan banyak sekali dapat pengalaman berharga. Gue catat sebagian di blog ini biar jadi pengingat diri sendiri.

Jika dipercaya untuk memegang proyek yang lainnya, gue akan mencoba jadi lebih baik lagi. Baik secara kepemimpinan ataupun juga secara kualitas kegiatannya. 

0 Comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.

Seedbacklink