Sepanjang karier pengangguran gue sebanyak 3 tahun, udah beberapa kali melewati tahapan interview. Entah itu sama HR ataupun bareng sama user-nya langsung. Meskipun pengalaman interview ga banyak-banyak banget, tapi dari semua pengalaman itu gue evaluasi satu-satu.
Berdasarkan hasil evaluasi itu, gue perbaiki terus cara menjawab, POV dari jawaban yang dilontarkan dan melihat maksud dari pertanyaan yang diajukan. Dengan begitu, pada interview berikutnya, gue jadi lebih siap sama pertanyaannya dan cara menjawabnya juga.
Salah satu bagian favorit gue ketika interview kerja adalah ketika dikasih kesempatan untuk bertanya balik ke pewawancaranya. Karena ini adalah kesempatan "emas" untuk nunjukkin seberapa antusias kita sama perusahaan yang kita lamar. Kita juga melihat sudut pandang perusahaan terhadap karyawan yang sedang mereka cari.
Maka dari itu, penting banget untuk punya pertanyaan jitu agar kita sebagai job seeker tau dan paham apakah skill punya kita bisa match sama kebutuhan perusahaan. Juga agar kita tau apakah budaya kerjanya cocok dengan apa yang kita yakini selama ini.
Lalu apa saja hal-hal yang perlu kamu tanyakan saat interview kerja?
1. Budaya kerja perusahaannya
Ini pertanyaan andalan gue kalo dikasih kesempatan untuk nanya balik ke perusahaannya. Simpel aja, kamu cukup tanyain "Kalo boleh tau budaya kerja di kantor ini seperti apa ya Pak/Bu?". Udah, kalo mereka ngerti, bakalan ngejelasin apa saja yang terjadi di perusahaan tempat kamu ngelamar.
Kamu bakalan tau macam-macam, bisa jadi hari kerjanya, terus kamu akan koordinasi ke siapa, apa aja yang akan dilakukan ketika kamu bekerja. Macam-macam, lah info perusahaan yang bakalan kamu dapatkan. Gara-gara pertanyaan ini, gue pernah dapat info kalo perusahaan yang gue lamar itu dikelola sama keluarga dan katanya jangan terlalu berharap naik pangkat kalo kerja di sini. Whahahaha! Gila ga tuh?
Untungnya gue ga lolos interview di sana karena memang jawaban gue juga payah wahahaha!
Terus tujuannya apa si nanyain beginian? Cuman pengen ngulik info orang dalam doang? Ga dong...!
Tujuannya adalah untuk ngasih sinyal ke perusahaan kalo kamu memang antusias pengen kerja di sana. Ga semua orang mau tau budaya kerja kantor sebelum dia masuk, lho! Jadi, selain kamu riset di google perusahaan yang akan kamu lamar, kamu juga kepengen tau "dalemannya" kayak gimana. Artinya, kamu memang sepengen itu kerja di kantor itu.
Kamu jadi keliatan beda di antara pelamar lainnya hanya karena pertanyaan ini.
2. Skill tambahan lain
Mau tau ga cara dapat saran profesional dari orang yang berpengalaman bertahun - tahun tanpa harus bayar mahal? Kalo kita dipanggil interview, selain membuka kesempatan untuk nambah relasi, kita juga ketemu sama orang-orang yang lebih berpengalaman pastinya. Kita bisa manfaatkan situasi ini untuk bikin para profesional itu ngasih input/saran terhadap keahlian yang kita miliki.
Ini pertanyaan favorit gue nomer 2, kamu tinggal tanya aja "Selain skill yang udah saya miliki saat ini, kira-kira skill apa lagi yang perlu saya pelajari untuk bisa mendukung pekerjaan saya nanti?"
Menurut gue pertanyaan ini cukup powerfull, apalagi kalo kamu masih fresh graduate yang minim pengalaman kerja. Buat yang udah berpengalaman juga berguna, kok. Pasti bakalan dapat insight yang berbeda dari tiap perusahaannya. Karena beda perusahaan, beda kebutuhannya juga.
Terus apa gunanya pertanyaan ini?
Buat si pelamar ini penting banget, untuk tau apakah skill yang dimiliki udah match sama kebutuhan perusahaan. Biasanya dari jawaba HRD kita bakalan tau apakah kita emang match sama perusahaan atau belum. Kemudian apakah kita bisa ngejar match skill itu dengan melihat budaya kerja kita dengan budaya kerja perusahaan.
Buat HRD juga penting, pertanyaan ini bikin mereka ngeliat kemampuan adaptasi, meliat tipe belajarnya (fast or slow learner) si calon karyawan untuk bisa memenuhi kebutuhan perusahaan. Dari sudut pandang HRD, kamu sebagai pelamar dianggap punya keinginan lebih untuk bisa berkontribusi di perusahaan, karena pengen tau sejauh apa skill kamu diperlukan saat bekerja.
3. Proses selanjutnya
Setiap kali interview, usahakan selalu bertanya hal ini, ya! Ini penting untuk bisa mempersiapkan diri jika lolos ke tahap berikutnya. Apalagi kalo ada tahap interview berlapis-lapis, itu kan perlu persiapan mental juga buat kamu pastinya. Kalo gue jujur ga terlalu suka ada psikotes sebenarnya, karena sepanjang karier sebagai job seeker, jarang lolos tes kalo ada psikotesnya hahahah!
Pertanyaanya sederhana aja, "Setelah interview ini, proses seleksi selanjutnya seperti apa ya, Pak/Bu? Dan kira-kira berapa lama jeda antar tahapannya itu?"
Dengan begitu, kamu punya estimasi waktu untuk melakukan persiapan jika lolos ke tahap berikutnya. Selain punya waktu persiapan, kamu juga bisa mengestimasikan waktu untuk melakukan follow up, jaga-jaga kalo aja HRD mungkin lupa ngasih tau kamu terkait hasil interview sebelumnya.
Buat HRD juga menentukan, dari sudut pandangnya dia, kamu memang serius mempersiapkan diri untuk tahapan seleksi ini. Kasarnya, kamu bakalan diliat emang beneran niat kerja apa ga, gitu. Dari persiapan yang kamu lakukan untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
* * *
Perlu untuk diketahui, tidak semua perusahaan membuka kesempatan untuk nanya balik seperti ini. Kalo lu ketemu yang kayak begini, ga peru marah, biasa aja. Karena mungkin aja personilnya ga terbiasa ngelakuin interview, jadi lupa untuk ngebuka opsi ini. Mungkin juga, kebijakan dari manajemen perusahaannya seperti itu. Karena ini bukan sebuah kewajiban, tapi kalo ada perusahaan yang memberikan kesempatan ini, manfaatkan dengan baik, ya!
Kamu juga ga perlu maksa bertanya kalo ga terbuka kesempatan untuk tanya balik. Kecuali untuk pertanyaan nomer 3 menurut gue perlu ditanyain, sih. Karena itu penting banget untuk tau sebanyak apa tahapan seleksi yang dilakukan sama perusahaan tempat kamu ngelamar.
Ketika kamu menemukan jawaban yang tidak sesuai harapan, ga perlu dibaperin.Tidak semua hal yang bisa kita kendalikan, salah satuny adalah reaksi/jawaban orang atas pertanyaan yang kita ajukan. Belajarlah untuk lebih memfokuskan energimu untuk hal-hal yang bisa kamu kendalikan saja.
Semoga tulisan bertopik karir yang ga seberapa ini bisa bantu kamu dapetin pekerjaan impianmu, ya! Kalo ada pertanyaa, tuliskan aja di kolom komentar.




0 Comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.