Ini Yang Bisa Dilakukan Pada 2020 Untuk Meningkatkan Kapasitas Diri

Di awal 2020 ini, izinkan saya membawa blog ini jadi lebih bermanfaat daripada tahun sebelumnya. Pada 2019, konten yang saya tuliskan lebih banyak yang berbayar daripada konten bermanfaat lainnya. Mari kita sama-sama membangun blog ini dan blog teman-teman lainnya untuk jadi semakin bermanfaat di tahun 2020.



Saya akan berusaha untuk selalu memberikan konten yang gampang dipraktikkan, jadi ga sekadar teori yang dibaca kemudian hilang begitu saja. Saya kepengen temen-temen bisa dapat ilmu baru dengan mempraktikkan apa yang saya tuliskan di sini.

Salah satunya adalah tulisan yang akan teman-teman baca kali ini. Saya kepengen temen-temen ga cuman sekadar tau, tapi juga ikut meningkatkan kapasitas diri di tahun 2020 ini. Untuk itu saya coba berikan 4 hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri di tahun 2020.


1. Belajar Bahasa Asing

Tips ini saya dapatkan dari salah satu idola saya: Raditya Dika. Dia bilang untuk bisa cepat berkembang harus mempelajari bahasa asing (di videonya dia menyebut bahasa Inggris). Kalo temen-temen sudah jago bahasa Inggris, bisa pelajari bahasa lainnya di tahun 2020. 

Kenapa bahasa asing? Agar kita bisa menyerap ilmu pengetahuan baru yang ada di luar sana. Karena saya sendiri agak susah dapat izin untuk belajar di luar negeri, maka solusinya adalah belajar melalui internet. Hampir setiap hari saya menonton/membaca konten berbahasa asing terutama Inggris. 

Terkadang, ada hal-hal yang tidak dibicarakan oleh orang Indonesia, tapi dibicarakan oleh orang di luar negeri dan masih berhubungan (relate) dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kalo saya lebih memilih untuk menonton semua video/membaca semua hal yang ada hubungannya dengan hal yang sukai.

Selain dapat informasi terbaru saya juga sekalian belajar berbahasa asing. Bahkan kalo dibandingkan, justru lebih update dari mereka yang berbahasa asing itu daripada yang berbahasa Indonesia.

2. Bersyukur Lebih Banyak Daripada Sebelumnya 

Kalo di tahun 2019 masih banyak mengeluh soal keadaan, di tahun 2020 coba untuk mengurangi keluhannya. Kalo kata saya sih, ngeluhnya sama Tuhan aja jadi ga keliatan banget hahaha..

Banyakin bersyukur mulai dari awal tahun ini, membiasakan diri untuk lebih banyak bersyukur dan merasa cukup terhadap apa yang kita miliki. Bukan mengeluhkan apa yang tidak kita miliki. Ubah sudut pandangmu biar lebih positif melihat kehidupan. 

Dengan bersyukur, kita akan lebih legowo melihat kehidupan yang dijalani. Hidup udah susah jalannya, kalo dibawa dengan banyak keluhan ya akhirnya akan semakin sulit.

3. Pelajari Ilmu Yang Tidak Kamu Suka

Ini pelajaran banget buat saya pribadi. Sebeum tahun 2017, saya ga suka sama sekali dengan semua hal yang ada hubungannya dengan jualan. Walaupun, sewaktu SD saya pernah diajarin mama saya untuk jualan stick balado bungkus kecil harganya 500 rupiah. Tapi ya namanya bocah, mana ngerti duit ya kan? Bukannya untung malah rugi jualannya hahaha..

Balik lagi ke tahun 2017 tadi, seperti yang udah saya ceritakan di tulisan tentang praktik bisnis online, intinya saya justru tertarik untuk mempelajari ilmu jualan karena pengen ada tambahan penghasilan. Ternyata, jadi sebuah ilmu baru yang membuka mindset saya tentang marketing dan juga sales.

Bukan hanya mendapat ilmu baru, saya juga mendapat relasi baru dan juga kawan-kawan baru. Jaringan pertemanan saya jadi lebih luas daripada sebelumnya.

Hikmah yang bisa diambil adalah sesuatu yang kamu benci bukan berarti hal itu jelek buat kamu. Jadi, ketika kamu menyadari ada sesuatu yang tidak kamu suka, coba pelajari ilmunya deh, trus praktikkin apa yang sudah dipelajari. 

Keliatannya susah, ya? Karena harus menyukai hal yang dibenci. Mindsetnya harus dibuka dulu, terutama diri sendiri yang berkeinginan untuk berubah. Ketika pengen berubah, maka dengan sendirinya diri kita akan membuka hati untuk sesuatu yang baru.

Ga ada yang sulit, kalo niat belajar. Yang sulit itu karena ga pernah mencoba dan niatnya kurang kuat aja. Dikuatin niatnya, dibulatin tekadnya.

4. Perbanyak Investasi Kurangin Pemborosan

Orang bijak sadar akan investasi masa depan. Kalo saya pribadi, karena masih belum ngerti investasi saham/reksadana, investasinya ke tabungan dan ilmu saja. Karena menurut saya, uang itu nilainya akan mengalami penurunan tiap tahunnya. Maka dari itu, saya mulai berpikir untuk berinvestasi ke ilmu saja.

Teman-teman bisa investasi kemana saja yang penting terpercaya dan memang teman-teman bisa pantau perkembangannya kayak gimana. Kalo mau investasi ilmu kayak saya, bisa belajar gratis di youtube, facebook dan instagram. Ada banyak yang share ilmu di sana kok, jadi ga perlu merasa kekurangan sumber daya untuk belajar.

Kurangi pengeluaran yang tidak penting. Kalo misalnya dulu nongkrongnya seminggu bisa 3-4 kali, kurangi jadi 1-2 kali aja per minggu. Sisanya tabung dan investasikan ke hal yang lebih bermanfaat dan lebih produktif.

Oiya, ketika saya bilang investasi ini bukan berarti harus dengan uang ya. Investasi di sini bisa juga dengan waktu yang kita punya. Kalo misalnya teman-teman pengangguran kayak saya, bisa menginvetasikan waktu luangnya dengan belajar atau menuliskan sesuatu yang bermanfaat di media sosial.

Ga perlu memaksa investasi uang kalo keadaannya tidak memungkinkan, ya.


***

Umur kita makin tua, sudah selayaknya kita menambah pengalaman kita. Biar apa? Biar dapat ilmu dari sana, bukankah ada pepatah yang bilang "pengalaman adalah guru terbaik"?

Banyak-banyak cari pengalaman biar bisa dibagikan dan diceritakan kepada mereka yang masih minim pengalaman. Biar mereka belajar dari kesalahan apa yang kita lakukan selama ini biar mereka ga ngelakuin kesalahan yang sama di masa depan.

Artikel Terkait

Ini Yang Bisa Dilakukan Pada 2020 Untuk Meningkatkan Kapasitas Diri
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.