Rangkaian Abjad

personal and lifestyle blog

Post Top Ad

Post Top Ad

01 January 2023

January 01, 2023

Ini Yang Saya Dapatkan Selama Tahun 2022

Udah ga terasa bentar lagi 2022 mau abis. Menurut saya, tahun ini benar-benar life changing ngejalaninnya. Banyak banget hal, kejadian, keputusan yang mengubah hidup saya selama 1 tahun ke belakang ini. Sebagian akan saya ceritakan di sini, untuk jadi self reminder juga buat saya.

Sebagai disclaimer tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui siapapun. Saya menuliskan ini hanya sebagai sarana untuk berbagi apa yang saya alami dan mengeluarkan isi kepala saja. Ga dibaca gapapa, dibaca boleh banget. Syukur-syukur bisa terinspirasi juga untuk bisa jadi pribadi yang lebih baik dari bacaan ini.

Ini Yang Saya Dapatkan Selama Tahun 2022

- Tidak Ada Usaha Yang Mengkhianati Hasil


Setiap usaha yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan niat yang baik, pasti akan selalu punya hasil yang baik juga. Dari penghujung 2021 saya bertekad untuk bisa dapat pekerjaan baru. Untuk bisa dapatin perkejaan baru itu, saya meluangkan waktu setiap hari minimal apply ke 2 lowker. Tentunya lowker yang sesuai sama spesifikasi pendidikan dan keahlian yang saya miliki, ya.

Kalo ga ada lowker yang sesuai, minimal saya apply ke lowker yang sesuai sama minat yang sedang saya jalani. Pokoknya harus ada apply tiap harinya, mau itu weekend juga saya sikat. Sekitar 3 bulanan ngerjain begitu, akhirnya keterima kerja juga. Dari sinilah saya percaya sebuah usaha tidak ada yang mengkhianati hasil.

Asalkan usahanya dari awal udah maksimal, terstrategi dan juga niatnya lurus. Ingat, usaha itu ga asal aksi aja, tapi juga ada perencanaan di dalamnya biar makin efisien eksekusinya. Kata-kata "usaha tidak mengkhianati hasil" itu ga sekadar "usaha" tanpa ada upaya agar usaha itu bisa efektif dijalankan.

Jadi kalo mau hasilnya bagus, usahanya juga harus bagus dan ga setengah-setengah. 

- Punya Penghasilan Tambahan Itu Wajib

Setelah punya kerjaan dan ngerasa kayaknya penghasilan bulanan saya belum cukup, saya memikirkan cara agar bisa dapatin penghasilan tambahan. Syarat saya mencari penghasilan tambahan agak rumit dan hanya punya sedikit pilihan. Jadi saya betul-betul selektif menentukan pekerjaan apa yang cocok untuk itu.

Akhirnya pilihan saya jatuh kepada jualan online (lagi). Persis seperti saat saya punya pekerjaan sebelum pandemi, saya kepikiran untuk punya penghasilan tambahan dan penghasilan tetap meskipun ga bekerja lagi. Nah ini kondisinya berbalik, saya memikirkannya di saat pekerjaan baru saja saya dapatkan. 

Berbekal ilmu, pengalaman menjalankan kegiatan make money online selama lebih dari 2 tahun terakhir, saya mencobanya. Dengan bekal itu saya cukup PD bisa menghasilkan lebih konsisten. Ternyata, alhamdulillah bisa! Sampai tulisan ini dibuat, saya masih menjalankan kegiatan ini. Meskipun hasilnya belum bisa mencapai penghasilan di bulan-bulan sebelumnya yang bisa nyampe 3x lipat gaji, gapapa yang penting ada.

Buat kamu yang baca tulisan ini dan kepengen juga punya penghasilan tambahan, mungkin kamu bisa menonton video-video di channel youtube yang membahas make money online  di sini. 

- Gaya Hidupmu Menentukan Kelanjutan Hidupmu

Ketika kerja dan merasakan (sekali lagi) hidup menjadi anak kost, saya jadi banyak belajar daripada sebelumnya. Ketika waktu kuliah ngekost, benar-benar tidak bisa mengambil pelajaran hidup. Ga tau yang namanya berhemat, disiplin dan gaya hidup sederhana lainnya.

Nah ketika dikasih kesempatan kedua ini, saya ga akan menyia-nyiakannya lagi. Saya benar-benar menerapkan gaya hidup sederhana dan ga perlu neko-neko ketika ngekost. Bahkan saya lebih banyak memasak nasi di kost daripada nongkrong di cafe gitu.

Pokoknya ditekan seminimal mungkin untuk gaya hidup. Makan cuman di kost aja pake sistem bungkus. Sekali beli lauk itu wajib bisa dimakan 2 kali. Makan berat itu 2 kali sehari udah cukup (pagi & malam/ sore & malam). Lauknya ga perlu yang mahal-mahal, yang penting 1 kali beli itu bisa untuk 2 kali makan.

Dengan menekan gaya hidup seminimal mungkin, saya bisa menjamin masa depan saya lebih terjamin. Karena tabungan bisa menghidupi saya jika saya belum ada pekerjaan lagi. Tapi bukan berarti saya mau berhenti bekerja, ya!


- Setiap Pilihan Hidup Ada Konsekuensinya

Hidup ini adalah pilihan, apapun yang kamu jalani hari ini, itu adalah hasil dari keputusanmu memilih jalan itu di masa lalu. Jadi ketika dihadapkan pada 2 pilihan atau lebih, cobalah pilih yang konsekuensinya paling menantang. Kenapa? Karena di sanalah tempat kita akan banyak belajar. Kalo kita memilih sesuatu yang sudah kita tau, ya kita akan menjalani hari-hari yang begitu gitu aja terus.

Cobalah sedikit lebih berani mengambil keputusan. Hidup cuma sekali, kalo cuman belajar hal yang sama sampai mati, hidup kita jadi kurang berwarna. Ga ada pengalaman yang bisa dibagi. Ga ada cerita yang bisa dituliskan.

- Waktu Lebih Berharga Daripada Uang

Saya dulu ga ngerti apa artinya "waktu adalah uang". Setelah nonton film "In Time" yang dibintangi Justin Timberlake, saya baru tau arti peribahasa ini apa, tapi tetap ga nemu korelasinya di kehidupan sehari-hari. Sampai akhirnya setelah beberapa tahun terakhir (jadi ga cuman di 2022 aja), saya menyadari bahwa ternyata waktu yang saya miliki ini kalo dipake untuk hal yang lebih produktif bisa menghasilkan sesuatu yang menguntungkan.

Waktu adalah uang itu nyata adanya, kawan-kawan! Terlebih ketika kamu menggunakan waktumu untuk hal yang tidak dibayar. Wah itu sih rasanya kayak buang-buang waktu banget! Sebisa mungkin, lakukan sesuatu yang bisa menghasilkan untukmu, ya. Ga cuman dalam konteks uang aja, tapi juga produktif, entah itu bisa jadi ilmu buatmu ataupun memperluas koneksimu.

Intinya, manfaatkan waktu berhargamu semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri, karir ataupun rekeningmu. 


* * *
Saya juga menyediakan versi audio dari tulisan ini. Kamu bisa menikmati versi audionya gratis di channel spotify saya.

Semoga tulisan kali ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang membacanya, ya. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Kalo ada kritik saran ataupun respon terhadap tulisan kali ini, silakan tuliskan di kolom komentar ya! Sampai ketemu di tuisan berikutnya!


17 December 2022

December 17, 2022

Suara Hati Berkata, Aku Harus Healing Bareng Traveloka

Akhir tahun begini, setelah setumpuk pekerjaan menghadang, mikirnya setelah semua kerjaan itu selesai kepengen banget langsung healing. Jalan-jalan keluar kota, keluar provinsi jauh dari hingar bingar kerjaan dan orang-orang yang ada hubungannya sama kerjaan. Uh! Ngebayanginnya aja udah happy banget rasanya, ges!!

Suara Hati Berkata,  Aku Harus Healing Bareng Traveloka

Kalian pasti gitu juga kan? Kalo udah mikirin liburan di antara stressnya bekerja, rasanya pasti hepiiiiii banget!!? Padahal baru ngebayangin loh, apalagi kalo udah kejadian? Makin hepi pasti, kan?


Itulah nikmatnya liburan, dibayangin aja udah bikin hepi, dijalaninnya makin hepi.


Itulah yang saya pikirkan ketika perjalanan pulang dari kost ke rumah. Suara hati saya berkata "kamu perlu healing setelah kerjaan kamu selesai!" Kepikirannya langsung ke 1 tempat yang paling ingin saya datangi lagi.


Healing sekarang akan semakin menantang karena butuh modal lebih banyak. Terlebih tiket pesawat sekarang harganya udah naik sejak pandemi melanda 2 tahun yang lalu. Waktu ngecek harga tiket pesawat di Traveloka, jurusan Banjarmasin-Jakarta one way route aja udah naik 300ribu dari harga biasanya.


Padahal masih banyak tempat di Jakarta yang mau saya datangin. Ga cuman yang belum didatangin doang, yang udah pernah didatangin juga mau saya liat lagi. Saya yakin akan banyak perubahan sejak terakhir kali ke sana. 


Di Jakarta ada 1 wahana liburan yang ingin saya nikmati lagi, yaitu walking tour bersama jktgoodguide. Menurut saya ini salah satu pengalaman liburan paling mengasyikkan dan sayang banget kalo ga dilakuin lagi ketika ke sana. Kenapa mengasyikkan? Karena liburan saya jadi beda dari sebelumnya.


Shout out buat Mba Dian yang mengenalkan dan mengajak saya untuk ikutan walking tour ini. Ga rugi banget pokoknya ikut yang kemaren tu.


Most Extra Ordinary Experience

Jadi, walking tour nya itu ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Destinasinya selalu berganti di hari-hari tertentu. Yang nentuin destinasinya si tour guide-nya. Tenang aja, meskipun terkesan egois, destinasinya bukan yang abal-abal ataupun membosankan. Setidaknya ada 5-6 spot yang akan kita datangin nantinya.

Jumlah pesertanya biasanya terbatas, kalo ga salah cuman 20 orang per walking tour. Jadi kalo kamu mau ikutan, mesti daftar duluan untuk booking slotnya. Kalo slotnya udah penuh, kamu ga bisa ikut yang hari itu, bisa daftar ikutan hari yang lain yang masih tersedia.


Balik lagi ke yang tadi, waktu saya ikutan jktgoodguide itu, saya kebagian destinasi di sekitar Kota Tua, Patekoan dan lainnya. Ga hapal soalnya udah lama banget. Spot yang didatengin itu, ada pasar, toko obat tradisional Tiong Hoa, Gereja bernuansa Tiong Hoa, Tampekong yang lokasinya deket sama gereja itu dan berakhir di persimpangan pasar yang ada warung gado-gado legendarisnya itu.


Pengalaman tur jalan kaki ini berkesan banget buat saya. Karna ini tur yang berbeda daripada tur wisata kebanyakan. Kalo yang biasanya saya ikutin tu, cuman tur di dalam bis dan turun ketika di lokasi wisata yang bisa dibilang sudah mainstream.

Di jktgoodguide, justru menawarkan sesuatu yang baru buat saya. Metode tur jalan kaki yang baru pertama kali saya rasakan aja udah berbeda daripada tur kebanyakan. Apalagi ditambah dengan lokasi yang menurut saya cukup unik. Seperti gereja, tampekong, tempat meracik obat tradisional, bahkan pasar yang menjual berbagai macam hewan termasuk kodok, juga kami datangi waktu itu.

Tentu untuk mendapatkan pengalaman tur jalan kaki ini saya perlu perencanaan jauh-jauh hari dulu. Karena ga gampang menyesuaikan jadwal saya dengan jadwal walking tour mereka. Terlebih sekarang posisi saya sudah ada pekerjaan. Ga bisa sembarangan mau jalan-jalan.

Itinerary Healing


Kalo dihitung-hitung, kayaknya biayanya akan lebih murah kalo saya memulai perjalanan healing ini lewat Surabaya menggunakan pesawat. Waktu saya cek di Traveloka, harga tiket pesawat dari Banjarmasin ke Surabaya jauh lebih murah daripada Banjarmasin ke Jakarta. Bedanya bisa 300ribuan, lumayan banget buat alokasi budget lainnya.


Lagian bosen juga ke Jakarta naik pesawat terus, ya kan? Sekali-kali kita pake cara yang beda. Ke Jakarta kita naik kereta api aja. Setelah di liat-liat harganya masih masuk kantong saya, nih. Karna udah pernah coba kelas Ekonomi sama Eksekutif, udah tau mana yang enak. Saya kepengen yang enak, ga mau duduknya yang adu lutut begitu.

harga tiket pesawat di traveloka
harga tiket pesawat di traveloka



Beda banget rasanya duduk di kereta ekonomi sama eksekutif. Yah setidaknya kalo belum bisa masuk kelas bisnis di pesawat, minimal udah bisa masuk kereta eksekutif lah ya ehehe!


Begitu nyampe di Surabaya, saya mau jalan-jalan dikit keliling kota Surabaya. Soalnya waktu kemaren di Surabaya tu sekadar numpang mampir buat naik pesawat ke bandaranya. Lagi-lagi karena faktor ekonomi, karna tiket pesawat yang lebih murah kalo berangkat dari Surabaya.

Di Jakarta ngapain? Selain mau ikut walking tour tadi, saya juga mau explore museum-museum yang ada di sana nantinya. Di kawasan Kota Tua ada museum yang belum sempat saya datangi waktu itu. Nah rencananya kalo ke Jakarta, saya mau ke situ juga. Trus juga saya mau explore Perpusnas lagi, kemaren udah sempet ke sana dan ikutan salah satu acaranya gitu diajakin sama Benaaa. Sekarang mau explore semuanya biar puas dan ga penasaran lagi.

harga tiket kereta api di traveloka
harga tiket kereta api di traveloka


Di luar itu semua, tentunya saya mau ketemu sama temen-temen yang udah lama ga ketemu. Selain temen sekolah, temen kuliah ataupun temen kerja, temen sekomunitas juga ada di Surabaya dan Jakarta. Janjian ketemuan sama mereka asik, sih ya kan? Hehehe..


Jarang-jarang bisa ketemu mereka langsung soalnya, makanya kesempatan liburan seperti yang harus dimanfaatkan untuk bisa lama-lama ketemuan sama mereka. Silaturahmi ini juga selalu masuk ke itinerary saya tiap kali travelling kemanapun. Alhamdulillah kebetulan punya temen hampir di seluruh penjuru Indonesia. Meskipun anaknya lumayan jarang bergaul.

Kenapa Harus Jakarta?

Banyak yang heran dengan keputusan saya ini. "Kenapa harus ke Jakarta, sih?" adalah pertanyaan paling sering saya dapati ketika jalan-jalan dan ketemu temen di sana. Sebagai anak Kalimantan, melihat "kota orang" terutama yang ada di pulau Jawa itu adalah suatu kebanggan tersendiri. Ga ngebosenin dan bener-bener jadi healing therapy terutama untuk saya.



Meskipun banyak yang bilang Jakarta tu macet, sumpek, panas, tapi tetep aja ga menyurutkan niat saya untuk bisa jalan-jalan ke sana. Karena ada banyak alasan untuk balik lagi ke Jakarta, setidaknya buat saya, ya.


Pertama, karena Jakarta menurut saya belum "habis" untuk diexplore. Masih banyak tempat yang belum saya datangi. Ada banyak tempat yang sudah saya datangi, belum selesai saya jelajahi di sana. Wishlist saya masih penuh untuk membuat saya balik lagi ke sana.


Kedua, karena di jktgoodguide itu ada banyak variasi tur yang bisa saya ikuti. Saya penasaran sama jadwal tur lain yang belum saya coba. Tiap jadwal tur pasti beda-beda spot yang didatangin, jadi orang pun ga akan ragu untuk ikut berkali kali sama walking tour ini.


Ketiga, kulinernya yang masih banyak belum saya coba. Sebagai manusia pencinta makan, mencicipi makanan/minuman khas suatu daerah ketika jalan-jalan ke sana adalah sebuah kewajiban. Gultik Blok M tu menurut saya salah 1 kuliner khas, meskipun di tempat lain juga ada, tapi lokasinya yang sering dijadiin tempat nongkrong ini jadi salah satu tempat kulineran yang wajib dicoba, oiya harganya juga cukup murah hehe.


Keempat, why not!? Saya kalo jalan-jalan tu kebanyakan ngikutin insting, kata hati. Bahkan pernah saking randomnya, udah 3 hari di Jakarta ga mau pulang, malah melipir ke Semarang waktu itu hahahha! Kemaren tu kepengen ke Semarang karena belum pernah ke sana aja sebetulnya.


Kenapa ga nyari yang ada pantainya gitu? Karena udah bosan! Di Kalimantan Selatan ini ada beberapa pantai yang cukup sering saya kunjungi. Jadi kalo cuman pantai doang, saya ga perlu jauh-jauh ke Jakarta, di sini pun udah bisa. Saya cari yang ga ada di sini dan ingin merasakan unique experience ketika mengunjungi tempat itu.


Mungkin sehabis dari Jakarta, saya mau mengunjungi satu tempat lagi yang jadi favorit saya. Tapi nanti aja diceritainnya kalo misalnya udah kesampaian mau ke sana. Biar ga dikira halu sama kalian.

Saat Yang Tepat Jalan-Jalan


Pandemi udah berangsur teratasi dengan baik. Asalkan kamu udah vaksin booster saya yakin udah bisa memenuhi syarat perjalanan antar provinsi beda pulau. Saya kalo ngerencanain jalan-jalan selain nyusun itinerary sendiri, dibantu juga sama Traveloka untuk mesanin tiket pesawat, tiket kereta dan hotel yang paling rekomended sesuai sama budget.


Karena menurut saya rencanain liburan bareng Traveloka bikin liburan jadi lebih mudah. Saya terbantu banget ngurus segala macemnya, tinggal pilih mau naik pesawat, naik kereta apa, nginep dimana, beres! Semua ada di dalam genggaman tangan saya. Terlebih saya adalah tipe orang yang suka jalan-jalan random banget. Tau-tau kemana, pengen ke sini, ke sana tanpa direncanain. Tapi Traveloka selalu siap sedia ngebantuin kapanpun dimanapun saya butuh bantuan.



Tagar #LifeYourWay Traveloka tu masuk banget filosofinya ke saya. Hidup berdasarkan kata hati itu adalah jalan ninjaku. Karena mengikuti kata hati itu jauh lebih menyenangkan daripada ngikutin apa kata orang. Ga cuman jalan-jalan aja ya, tapi menurutku di semua aspek kehidupan juga. Hiduplah berdasarkan kata hati kita sendiri, bukan berdasarkan apa kata orang. Akan jauh lebih gampang menuruti ekspektasi diri sendiri daripada menuruti ekspektasi orang.


Kita tau batas diri kita sendiri. Kita tau apa yang kita mampu lakukan dan sejauh apa kita mampu mentolelir kegagalannya. Tapi kalo kita ngikutin kata orang, mereka ga akan mentolelir kegagalan sekecil apapun. Bahkan, mereka ga ngeliat seberapa besar usaha yang sudah kita lakuin. Mereka cuman pengen ngeliat kita gagal doang.


Ngikutin kata orang itu ga akan pernah ada habisnya! Trust me!


Jalani hidupmu, nikmati hidupmu, dengan caramu.

12 December 2022

December 12, 2022

KENAPA ADA FILM YANG BERKUALITAS TAPI PENONTONNYA SEDIKIT

Salah satu pertanyaan yang sering muncul sebagai penikmat film kayak gue adalah "kenapa sih ada film yang bagus tapi yang nonton dikit?" Meskipun bukan urusan gue karna bayar untuk nonton filmnya, tapi pertanyaan ini cukup mengganggu. Soalnya banyak yang kejadian kayak begini.

Ambil contoh yang terbaru adalah film Gatot Kaca yang katanya bagus tapi yang nonton dikit banget. Gue sendiri juga belum nonton sih, nanti kalo udah nonton akan gue review filmnya sekalian.

KENAPA ADA FILM YANG BERKUALITAS TAPI PENONTONNYA SEDIKIT
Sangat disayangkan memang, ketika produksinya udah jor-joran, pemainnya udah mega bintang, jalan ceritanya dipikirin baik-baik, ternyata masih sepi juga. Ada banyak faktor sebetulnya yang mungkin jadi penyebab kenapa sebuah film bisa sepi penontonnya, padahal dibilang berkualitas.

Berikut ini saya coba rangkum hasil dari komen netizen dan juga dari pendapat saya sendiri. Tentu saja tulisan ini bukan merupakan sebuah kesimpulan yang harus diterima, hanya sekadar mencoba menganalisa apa yang terjadi. Siapa tau bisa jadi bahan masukan untuk para produser film Indonesia ke depannya.

Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat sebuah film berkualitas bisa sepi penontonnya

1. Promosinya Kurang Maksimal

Promosi ini ga cuman iklan atau pemainnya aja, ya. Tapi juga ke hal-hal teknis seperti pemilihan potongan trailer promosi yang disajikan juga penting. Terkadang, ada film yang secara ga sengaja (atau mungkin sengaja dikasih tau) naro spoiler di trailernya. Padahal banyak yang beranggapan kalo hal ini justru blunder dilakukan.

Penonton jadinya ga penasaran lagi sama isi filmnya karena dari trailer udah dikasih tau duluan. Meskipun tentu saja trailer bukanlah keseluruhan isi cerita filmnya, ya. Tapi tetap aja, biasanya inti cerita dari film itu ada di trailernya. 

Mungkin film-film di Indonesia bisa ngikutin caranya Marvel Studios ketika bikin trailer film. Mereka suka nyelipin 'fake scene' yang ga ada difilm biar nanti ketika udah kelar nonton filmnya, penonton justru ngomongin hal itu dan jadi promosi gratisan buat mereka.

2. Timing-nya Kurang Pas

Ada film yang menunggu momen-momen tertentu untuk dirilis. Entah itu liburan, bulan puasa, atau hari-hari besar Nasional dan lainnya. Mereka tidak bisa "asal" rilis tanpa memperhitungan momentum ini. Namun meskipun sudah diperhitungkan secara matematis, terkadang masih ada aja yang meleset dari perkiraan.

Entah itu berbarengan dengan suatu hal di luar nonton filmnya, bisa juga berbarengan rilis dengan film-film premium macam Marvel atau box office contender lainnya. Menurut saya, mindset penonton film di Indonesia masih beranggapan kalo film luar itu kualitasnya lebih baik daripada film dalam negeri. Jadinya ketika ada film Indo yang head to head rilisnya dengan film luar yang hypenya udah digodok dari lama, secara jumlah penonton biasanya akan cenderung lebih sepi.

3. Daya Beli Sedang Turun

Ini faktor yang ga bisa diprediksi oleh semua insan film. Meskipun udah diperhitungkan timingnya, momennya, bahkan tanggal weton sekalian primbon-primbonnya, kalo daya beli masyarakat lagi turun ya tetap aja ga bisa dipaksain juga. Okelah 2 taun yang lalu masih bisa pake "alibi" kalo lagi pandemi jadi masyarakat ga bisa nonton.

Tapi meskipun pandemi bisa dikatakan sudah berangsur teratasi, bukan berarti ekonominya puih serta merta juga. Terlebih kalangan menengah, mungkin ada yang kehilangan pekerjaannya selama 2 tahun kebelakang, akhirnya hobi nonton filmnya ga bisa tersalurkan.

Solusinya sih menurut saya adain promo tiket murah atau adain acara nonton gratis tapi sebagai gantinya diminta kasih review di medsos masing-masing. Tentunya promo ini ga bisa banyak-banyak diadain, ya. Bisa rungkat PH kalo kayak gitu terus.

4. Harga Tiket Yang Ga Ngotak

Apakah kalian tau masih ada daerah yang bioskopnya cuman ada satu-satunya? Salah satu daerah ada yang cuman punya 1 bioskop selama 7 tahun lebih. Akhirnya, yang terjadi adalah penentuan harga tiket nonton yang ga ngotak. 

Meskipun mungkin hanya di daerah yang tergolong kecil jumlah peminat filmnya, dan menurutmu ga ngaruh ke jumlah penonton sebuah film. Namun keberadaan bioskop ini cukup membuktikan kalo masyarakat daerah itu punya keinginan untuk nonton film di bioskop.

Apa hubungannya sama antusiasme menonton film? Ada banget hubungannya! Ketika dimonopoli sama 1 bioskop, harga tiketnya bisa seenaknya ditentuin sama mereka. Saya bahkan dapat info kalo harga bioskop tipe biasa di weekend itu sama kayak harga bioskop weekday tipe premiere.

Gue sih ga memungkiri, ya, yang namanya bisnis pasti ujung-ujungnya cari profit. Gue tau kok karna gue juga punya bisnis yang dijalanin. Tapi kalo udah 

Karena harganya tinggi banget ini, daya beli masyarakat ga bisa sepenuhnya bisa ngikutin. Akhirnya hanya mereka yang beneran berduit yang bisa nonton, terlebih di weekend. Ini juga menyebabkan sebuah film bagus akhirnya punya penonton sedikit.

Btw, untuk daerah yang bioskopnya cuman satu tadi, sekitar 4 taunan ke belakang udah punya "saingan" bioskop lainnya. Tapi karna udah keburu tinggi harga tiketnya mereka, tentunya ga bisa diturunin lagi biar bisa bersaing sama kompetitor.

5. Ga Ada Temen Nontonnya

Ada orang yang kalo nonton harus ada temennya. Karna biar ada temen ngobrol sehabis nonton. Itu yang terjadi sama gue. Semenjak pandemi, dan jomblo, udah ga pernah lagi nonton film ke bioskop. Banyak banget film-film bagus yang terlewatkan untuk ditonton di layar lebar.

Mungkin para pengusaha bioskop bisa nyediain kursi yang spesial untuk orang-orang yang nontonnya sendiri, kali ya? Karna ga mungkin kan gue nyaranin pengusaha bioskop nyediain temen nontonnya, entar bisa disalahgunakan jasa beginian.

Kalo yang ini sih kontrolnya ada di penontonnya, ya. Bioskop sama produser mah cuman bisa ngelus dada aja kalo alasannya udah begini, ya. Eh ada kok yang bisa dilakuin mereka: ngedoain yang jomblo kayak gue bisa cepet dapat pasangan lagi biar bisa nonton ke bioskop lagi. Naaah! Itu udah paling bener hahaha!

***
Gue bikin tulisan kayak begini, bukan karena gue benci sama bioskop atau filmnya. Justru gue sayang dan mau sesama pencinta film bisa bersinergi mengembangkan dunia perfilman Indonesia sama-sama. Dunia film Indo ga akan bisa maju kalo cuman 1 pihak aja yang gerak.

Gue pengen banget film-film Indo nantinya akan punya kualitas yang bisa setara sama film luar sana. Meskipun udah ada film Indonesia yang punya kualitas seperti itu, tapi gue pengen lebih banyak lagi film yang berkualitas.

30 November 2022

November 30, 2022

MEMBEDAH TANTANGAN TRANSISI ENERGI DI INDONESIA

Baru-baru ini pemerintah lagi gencar-gencarnya menggalakkan kebijakan konversi energi dari bahan bakar fosil ke bahan bakar non fosil. Karena kebijakan ini ga mungkin langsung diaplikasikan serentak, maka ada namanya "transisi energi". Transisi energi singkatnya adalah upaya untuk mengubah penggunaan bahan bakar tak terbarukan menjadi ke bahan bakar terbarukan.

MEMBEDAH TANTANGAN TRANSISI ENERGI DI INDONESIA


Di gelaran G-20 Bali beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia unjuk gigi dengan memamerkan kendaraan listrik yang digunakan sebagai alat transportasi para delegasi selama berada di sana. Ini salah satu bukti keseriusan pemerintah untuk bisa segera mengkonversi energi di bidang transportasi.

Di sisi masyarakat, pemerintah coba mengatur dengan melemparkan wacana penggantian kompor gas ke kompor listrik. Namun karena menemukan banyak penolakan, terutama masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan akses memiliki gas bersubsidi, akhirnya wacana inipun dibatalkan. 

Kemudian beberapa waktu lalu juga sempat ada wacana lebih "gila" lagi. Ada gosip yang beredar kalo pemerintah akan menghapuskan listrik rumah tangga 450 W, jadi semuanya minimal 900 W. Wacana ini mendapatkan lebih banyak tentangan dari masyarakat karena sangat memberatkan kelas menengah bawah.

Pemerintah beralasan kalo produksi listrik saat ini mengalami over supply, biar ga terjadi lagi, maka penggunaan listriknya dinaikkan di masyarakat. Masalahnya, yang over supply di pabriknya, yang disuruh ngabisin konsumennya. Kenapa ga pabriknya aja yang disuruh nyari konsumen lain biar tu supply bisa diserap? Aneh juga mikirnya mereka ini. Untungnya wacana ini dibantah oleh Presiden Jokowi langsung melalui konfirmasi video di instagram beliau.

Itu tadi cuman beberapa contoh aja tantangan transisi energi di Indonesia. Mari kita bedah pelan-pelan tantangan apa saja yang akan dihadapi Indonesia ketika akan melakukan transisi energi ini.

1. Sektor Infrastruktur

Hal yang paling kentara ketika melakukan transisi energi di Indonesia sudah pasti infrastrukturnya. Menurut saya, infrastruktur Indonesia masih keteteran ngikutin cepatnya perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Contoh paling sederhana adalah ketersediaan infratsuktru jalan. Masih banyak daerah-daerah Indonesia yang bahkan jalannya masih berupa susunan kayu galam. Sangat tidak ramah lingkungan karena cepat sekali membuat ban kendaraan rusak.

MEMBEDAH TANTANGAN TRANSISI ENERGI DI INDONESIA

Ketika meliat pemerintah mengajak semua masyarakat untuk beralih dari kendaraan fosil ke kendaraan listrik, saya langsung melihatnya dari 2 sisi. Di 1 sisi, ini kebijakan yang baik untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan.  

Di sisi lain, kebijakan ini ga akan banyak berpengaruh ke kehidupan jalanan. Apa bedanya mengganti mobil listrik dari mobil BBM saat berada di jalan raya? Ga ada. Jalanan tetap aja akan macet, jalanan tetap aja akan semrawut. Paling bedanya di suara mesinnya doang yang cendrung lebih sepi.

Wacana paling terbaru, dari Menteri Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah berita bilang, kalo misalnya ada yang mau ganti motor BBM ke motor listrik akan dikasih subsidi 6,5 juta. Saya akui keseriusan pemerintah untuk segera mengkonversi energi ini. Tapi sekali lagi, masih ada hal yang lebih urgent daripada sekadar mengganti kendaraan BBM ke kendaraan listrik.

Satu lagi soal infrastruktur, jangan cuma menambah jalan tol aja, karena itu hanya akan menambah jumlah mobil di jalan raya. Pemerintah juga semestinya memperhitungkan faktor lingkungan yang lebih bersih, misalnya menyediakan alat transportasi yang layak dan berkualitas untuk masyarakat.

2. Sektor Ekonomi (Daya Beli Masyarakat)

Selain itu juga, pemerintah juga perlu memikirkan daya beli masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indo masih berada di kelas rentan dan kelas menengah. Menurut DataBooks, sebanyak 115 juta masyarakat Indonesia bergerak menuju menengah. Kita semua tau, kita juga berada di kelas ini kan? Ngaku aja deh!?

Sektor Ekonomi (Daya Beli Masyarakat)

Mayoritas dari kelas ini, Pertalite naik aja udah misuh-misuh setengah mati. Apalagi disuruh konversi ke listrik. Kendaraan listrik. apalagi mobil yang speknya standar, harganya udah sama kayak mobil mewah BBM.

Pemerintah juga harus memikirkan hal ini sebelum menerapkan kebijakan konversi energi. Harga kendaraan yang mahal menunjukkan kalo spare parts nya juga masih jarang ditemukan/digunakan. Perakitannya juga belum tentu ada di Indonesia, ini juga yang menyebabkan harganya jauh lebih mahal daripada kendaraan BBM.

Lebih luas lagi, pemerintah diharapkan bisa menyediakan lapangan kerja lebih banyak lagi ke depannya. Idealnya, pemerintah yang bisa memaksimalkan serapan tenaga kerja di Indonesia agar daya beli masyarakat semakin meningkat.

3. Sektor Transportasi (Utamanya Transportasi Publik)

Isu tranpostasi publik ini menurut saya harusnya diprioritaskan. Karena akan lebih berdampak positif ke lingkungan sekitar kita. Semakin berkualitas dan luas aksesnya, semakin tertarik masyarakat menggunakannya. Kalo semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi publik, dampaknya bisa sangat bagus. 

Sektor Transportasi (Utamanya Transportasi Publik)

Dampak positif yang paling terasa tentu saja kemacetan di jalan akan berkurang drastis nantinya. Selain mengurangi kemacetan, tentu konsumsi bahan bakar akan lebih jauh berkurang. Masalahnya, transportasi publik yang berkualitas belum banyak tersedia di Indonesia.

Ambil contoh di Banjarmasin saja, sekarang udah ada bus Banjarbakula, yang terintegrasi dengan 3 kabupaten di sekitar Banjarmasin. Tapi saya ngeliat busnya masih kosong, padahal untuk tarifnya awal-awal masih gratis. Padahal fasilitasnya udah cukup bagus menurut saya. Ada fasilitas Full ac, kursinya empuk, ada cctv juga. Mungkin rutenya yang harus ditambah, bisa masuk ke area yang agak dalam di perumahan gitu misalnya.

Saya sangat mengapresiasi usaha pemerintah untuk bisa menyediakan transportasi publik yang layak. Selanjutnya tugas bersama untuk bisa meyakinkan masyarakat bahwa naik transportasi publik itu jauh lebih mudah, murah dan nyaman.

4. Sektor Sumber Daya Manusia

Kita sama-sama tau kalo Indonesia  saat sangat kekurangan orang-orang yang mengerti tentang energi  dan teknologi terbarukan. Waktu ikutan online gathering bareng #EcoBloggerSquad 2022, Mas Faris dari Traction Energy  Asia bilang kalo saat ini sudah banyak institusi pendidikan yang membuka program studi energi terbarukan. 

SEKTOR SUMBER DAYA MANUSIA

Kekurangan sumber daya manusia ini yang bikin pertumbuhan inovasi di bidang energi di Indonesia jadi stagnan. Padahal, negara lain udah mulai menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan juga terbarukan dengan biaya yang lebih murah. Di Jerman bahkan sudah meninggalkan PLTN mereka di akhir 2022 ini. 

Setidaknya ada 2 universitas yang spesifik memiliki jurusan Teknik Energi Terbarukan. Selain jurusan Teknik, ada juga jurusan yang lain. Kalian bisa cek sendiri ya kalo mau info detailnya, ya. 

***

Sebetulnya masih banyak lagi tantangan transisi energi di Indonesia, cuman kalo ditulisin di sini semua nanti dibilang orang yang pesimis. Saya menuliskan beberapa tantangan ini, agar kita semua menyadari bahwa masalah konversi energi ini ga hanya tanggung jawab pemerintah. 

Ini semua perlu perhatian kita karena ga mungkin pemerintah jalan sendiri tanpa bantuan masyarakat. Kita sebagai masyarakat juga wajib mengawal kebijakan pemerintah. Jangan cuman iya iya aja tanpa pengawasan. Ntar mereka seenaknya sendiri ngatur kebijakan yang ga pro rakyat.

Intinya, transisi energi ini penting untuk masa depan kehidupan Bumi, khususnya di Indonesia. Saya setuju untuk mulai mengkonversi energi ini mulai dari sekarang. Tapi kebijakan ini juga harus dibarengi dengan penyempurnaan aspek-aspek lain contohnya yang saya sebutin di atas.

Mari kita dukung program positif dari pemerintah ini, dan kita juga kawal kebijakannya agar tetap terarah.

26 October 2022

October 26, 2022

INI YANG LEBIH BERBAHAYA DARI SELIMUT TETANGGA

Kamu udah tau dong sama istilah "selimut tetangga"? Istilah ini setau gue dipopulerkan sama salah 1 band Indonesia bernama Repvblik. Mereka punya hit single dengan judul "Selimut Tetangga". Dari sinilah istilah itu terkenal dan masih gue inget sampe sekarang.

Selama ini, gue kira selimut tetangga udah cukup berbahaya jika terjadi di dunia nyata. Ternyata masih ada selimut yang lebih berbahaya daripada itu. Kamu tau ga apa? Gue kasih petunjuknya deh: selimut ini ada hubungannya sama lingkungan.

selimut polusi



Selimut yang lebih berbahaya dari selimut tetangga adalah selimut polusi. Gue yakin masih ada yang belum familiar sama istilah ini. Wajar aja, karena cukup jarang didengar tapi udah sering kita rasakan dampaknya di kehidupan kita sehari-hari.

Gue juga baru tau istilah ini ketika ikut online gathering bersama Eco Blogger Squad hari Jumat yang lalu. Waktu itu pematerinya dari tim Pantau Gambut ID yang menjelaskan pentingnya menjaga lahan gambut untuk lingkungan hidup.

Kenapa jadi bahas lahan gambut? Apa hubungannya dengan selimut polusi?

Lahan gambut berdasarkan Permentan No. 14 Tahun 2019 merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik dengan komposisi lebih dari 65% yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu ratusan tahun. Intinya lahan gambut adalah lahan basah (wetland) yang materi penyusunnya berupa bahan organik yang miskin hara dengan kondisi tergenang. 

Meskipun dikatakan miskin hara, namun kita ga boleh menyepelekan "bakat terpendam" si gambut ini. Kalo kamu hobinya memendam perasaan sama crush-mu, gambut memiliki "hobi" yang maha penting untuk keberlangsungan hidup di Bumi. Gambut dapat mengikat karbon yang ada di udara dalam jumlah yang sangat banyak!

Lahan gambut bisa memiliki 100-1300% dari berat keringnya. Artinya gambut bisa menyerap air sampai 13 kali bobotnya.  Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki luasan lahan gambut kering terbesar di dunia. Menurut BBSDLP pada tahun 2019, Indonesia memiliki 13,43 juta ha lahan gambut. Dengan luasan lahan ini, diperkirakan lahan gambut di Indonesia dapat menyimpan sampai 57,4 gigaton karbon.

Apa pentingnya menjaga lahan gambut yang bisa menyimpan karbon?

apa itu lahan gambut

1 hal yang paling sering dibagikan oleh pencinta lingkungan, bahwa senyawa karbon merupakan salah 1 senyawa yang menyebabkan efek rumah kaca. Efek inilah yang menyebabkan global warming di Bumi kita. Salah satu dampak global warming yang paling berasa saat ini adalah suhu makin panas dan cuaca jadi ga menentu.

Bahkan, bencana banjir dan tanah longsor juga jadi salah satu akibat dari pemanasan global ini. Maka dari itu, menyimpan carbon itu sangat penting tujuannya agar Bumi kita ini tidak menjadi semakin panas dan meminimalisir dampak dari krisis iklim yang sudah terjadi.

Gambut itu kayak lagu ST12 yang judulnya "1 jam saja". Lagu super galau zaman perkuliahan gue dulu. Salah 1 liriknya bilang begini "1 jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu di hatiku, namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup". Gambut cuman butuh waktu sebentar untuk "dihancurkan" dan butuh waktu hampir selamanya untuk bisa terbentuk kembali.

Efek kehancuran lahan gambut ini sangat membahayakan dan bisa menyebabkan terlepasnya karbon ke udara bebas dan membentuk selimut polusi. "selimut" di sini ga bisa kita liat secara kasat mata. Namun bisa kita rasakan dampaknya. Selimut yang gue maksud adalah berkumpulnya polusi di udara dan menyebabkan cuaca ekstrem dimana-mana. Salah satu akibat dari selimut polusi yang bisa kita lihat/rasakan adalah langit udah ga berwarna biru lagi. 

Gue cukup yakin beberapa dari lu udah jarang ngeliat langit yang "bersih" berwarna biru seperti dulu. Biasanya kalo ga mendung karna mau ujan atau berwarna coklat/kekuningan karena banyaknya polusi yang dihasilkan. Cuaca yang kayak orang habis putus, labil banget, ntar ujan ntar panas,  juga salah 2 dari efek selimut polusi yang terjadi saat ini.

Kalo selimut ini dibiarkan berlama-lama, akan sangat berbahaya bagi kehidupan kita di masa depan. Gue khawatir 10-20 taun lagi kita bakalan sulit ketemu hutan yang alami terbentuknya, karena udah dialihfungsikan menjadi kawasan industri/kawasan tempat tinggal untuk kalangan tertentu. 

Gue khawatir efek berbahaya dari selimut polusi ini bikin kita kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih dan layak konsumsi. Di beberapa negara udah mulai keliatan tuh akses air mulai sulit, meskipun ada, pasti kualitasnya jelek banget. 

Gue jadi takut bencana alam makin menjadi-jadi. Jangan cuman bilang bencana alam ada karena kehendak alam. Itu cuman pembenaran sesaat dan menyesatkan ujung-ujungnya. Menganggap bencana alam terjadi secara alami di zaman dulu, mungkin gue masih bisa terima. Kalo sekarang, gue hampir yakin "penyebab" bencana alam yang terjadi ada campur tangan dari manusia juga.

Meskipun mungkin ga secara langsung terjadi karena ulah manusia, namun krisis iklim yang memantik terjadinya cuaca ekstrim dan bencana alam juga harus diakui penyebab utamanya adalah manusia. Kalo saja manusia memikirkan masa depan lingkungan di sekitarnya, mungkin efek global warming ga akan separah sekarang.

selimut polusi, lahan gambut

Pemerintah Indonesia sendiri sudah memiliki BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) yang bertindak melakukan memfasilitasi percepatan pelaksanaan restorasi gambut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada areal restorasi gambut serta melaksanakan percepatan rehabilitasi mangrove di provinsi target.

Di Indonesia sendiri juga sudah cukup sadar mengenai tentang pentingnya peran lahan gambut untuk dilindungi, dijaga dan direstorasi sejak saat ini. Setidaknya ada 5 Undang-Undang yang mengatur tentang pengelolaan lahan gambut, antara lain:
  • Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
  • Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan
  • Undang-undang No.39 tahun 2014 tentang Perkebunan
  • Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
  • Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Di level Peraturan Pemerintah, ada 8 peraturan yang gue temukan, antaranya:
  • Peraturan Pemerintah No. 68 tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam
  • Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan
  • Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan
  • Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
  • Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
  • Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 2013 tentang Rawa
  • Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut
Selain itu juga ada Inpres/PerMen yang gue temukan tentang pengelolaan lahan gambut di Indonesia, antaranya adalah:
  • Keputusan Presiden No. 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung
  • Keputusan Presiden No. 82 tahun 1995 tentang Pengembangan Lahan Gambut untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimantan Tengah
  • Keputusan Presiden No. 80 tahun 1990 tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah
  • Instruksi Presiden No. 2 tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah
  • Peraturan Menteri Pertanian No. 14 tahun 2009 tentang Pedoman Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Budidaya Kelapa Sawit
  • Instruksi Presiden No. 10 tahun 2011 dan No. 6 tahun 2013 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut
  • Peraturan Menteri Kehutanan No. 41 tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan No. 32 tahun 2010 tentang Tukar Menukar Kawasan
  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 10 tahun 2012 tentang Mekanisme Pencegahan dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan/atau Lahan.
peraturan melindungi lahan gambut

Meskipun lahan gambut sudah dilindungi dengan UU dan Peraturan sebanyak ini, menurut gue ini pun masih kurang. Gue masih yakin di luar sana ada aja yang ngerusak lahan gambut untuk kepentingan pribadi atau perusahaannya tanpa tau akibatnya. Oleh karena itu gue akan coba berikan rekomendasi untuk bisa memberikan perlindungan yang lebih baik kepada lahan gambut di Indonesia.

1. Menganjurkan kepada semua industri yang mengharuskan mereka membuka lahan untuk memperbanyak kapasitas produknya untuk membangun/membuat ulang lahan yang baru yang kondisinya serupa dengan lahan yang sudah dibuka.

2. Meminta kepada pemerintah untuk bisa memperbanyak dan memperketat pengawasan terhadap penegakan peraturan mengenai penggunaan lahan gambut ini.

3. Mengajak masyarakat untuk menjaga lahan gambut di sekitar lingkungannya agar tidak disalahgunakan/dimanfaatkan secara sepihak oleh orang-orang yang tidak memiliki kepentingan di daerah itu.

4. Laporkan kegiatan-kegiatan mencurigakan di daerah lahan gambut potensial, seperti membakar/membabat/memotong pohon yang dilakukan oleh orang tidak dikenal/tanpa memiliki izin melakukan kegiatan di daerah tersebut.

5. Melakukan boikot kepada perusahaan/individu yang melakukan tindakan semena-mena terhadap masyarakat yang melindungi/menjaga sekitar lahan gambut.

6. Memaksa pemerintah Indonesia untuk bisa lebih tegas, disiplin, dan tanpa pandang bulu menegakkan aturan demi menjaga kelestarian lahan gambut di Indonesia.

7. Memperbarui aturan-aturan yang sudah kadaluarsa/tidak relevan lagi dengan keadaan sekarang. Agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk bisa menjalankan kegiatan ilegalnya terhadap lahan gambut.

Tentu gue berharap rekomendasi ini bisa dijalankan oleh semua pihak yang disebutkan. Jangan cuman "iya iya" doang tapi ga ada aksi konkritnya di lapangan. Janganlah mengorbankan kelestarian lingkungan hanya demi kepentingan segelintir orang saja. Coba pikirkan dampaknya di masa depan seperti apa.