Kapten Sully dan Sisi Lain Kecelakaan Pesawat

Film Sully kalah saing sama film Indonesia yang tanggal rilisnya berdekatan. Apalagi film yang itu judulnya udah ngehits banget sejak dulu kala. Jadi mau ga mau, Sully harus mengalah. Walaupun di film dia menang sebagai Kapten pilot pesawat terbang, tapi di Indonesia dia harus rela terpinggirkan.

review film Sully
sumber: id.bookmyshow.com

rangkaianabjad.com - Film Sully mengisahkan kejadian nyata tentang kecelakaan pesawat yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2009. Dimana sebuah pesawat terpaksa mendarat di Sungai Hudson yang letaknya di tengah-tengah kota New York. Penerbangan yang dipimpin oleh Kapten Chesley "Sully" Sullenberger ini tidak mengakibatkan korban jiwa. Total 115 penumpang + awak kabin mereka selamat.

Dengan pemeran utama Tom Hanks dan disutradarai oleh orang yang jadi langganan nominasi Oscar Clint Eastwood, film ini bagus buat ditonton. Emang sih nyeritain tentang kecelakaan pesawat. Alat transportasi yang katanya paling aman di dunia. Tapi di film Sully, bukan kecelakaan pesawatnya yang disorot habis-habisan. Film Sully justru menceritakan kecelakaan pesawat dari sudut pandang yang berbeda.

Menarik sekali meliat Tom Hanks beperan menjadi seorang Sully. Meskipun sudah 60 tahun tapi aktingnya masih apik. Pembawaannya yang tenang, kalem tak perlu banyak bicara itu membuat gue bisa ngebayangin sosok Kapten Sully yang sebenarnya ga jauh dari apa yang dia perankan.

Sering kita liat kalo ada kecelakaan pesawat yang paling diperhatiin adalah korban-korbannya. Sementara awak kabin, co-pilot dan kaptennya sendiri kita ga tau gimana keadaan mereka. Media selalu mengarahkan kita bahwa Kaptenlah orang yang paling berdosa atas kecelakaan yang dialami sebuah pesawat. Di film Sully, kita bakal tau gimana seorang Kapten menghadapi tekanan seperti itu. Sully yang terlihat depresi, suka melamun dan menghayalkan semua akibat dari perbuatannya tergambar jelas di film ini.

review film sully
sumber: id.bookmyshow.com

Ternyata meskipun seluruh awak penumpangnya selamat, bukan berarti Kaptennya bisa "selamat" juga dari investigasi pihak berwajib. Karena mendaratkan pesawat di atas air adalah salah satu pendaratan paling berbahaya. Tapi itulah resiko yang harus diambil sang Kapten Sully dan tidak ada pilihan yang lebih baik.

Gue rasa pemerintah Indonesia bisa belajar bagaimana aparat keamanan Amerika bertindak ketika menghadapi situasi darurat seperti tergambar pada film Sully ini. Didukung dengan teknologi yang mumpuni, jumlah korban bisa diminmalisir. Respon cepat dari semua pihak juga patut dicontoh. Karna pesawat Kapten Sully jatuh di tengah sungai, tentunya hanya transportasi air dan udara yang bisa dengan cepat mencapai posisi pesawat.

Semua kapal ferry yang ada di sekitar pelabuhan Sungai Hudson dikerahkan untuk bisa mengangkut seluruh penumpang. Polisi New York pun bergegas menyelamatkan warga di tengah sungai dengan menggunakan helikopter. Di darat sudah bersiaga ambulan-ambulan dan palang merah Amerika untuk memberikan bantuan medis jika ada yang terluka. 

Ke-profesionalitasan seorang kapten juga diperlihatkan dengan apik disini. Dimana Kapten Sully yang masih gelisah karena tidak tau berapa jumlah penumpang yang selamat. Dia bilang "155, itu adalah jumlah penumpang beserta awak kabinku" "Aku masih bekerja, aku ingin tau apakah seluruh penumpangku selamat" Walaupun dielu-elukan sebagai pahlawan, Kapten Sully tidak merasa seperti itu, dia berkata "I'm just doing my job".

review film sully
sumber: ulasanpilem.com

Kesimpulannya, biar gimana pun seorang pilot itu tetaplah pahlawan. Meskipun dia ga "berhasil" mendaratkan kita di atas sungai dan ga ada korban perasaan jiwa. Meskipun dia "cuman" mendaratkan kita dengan selamat di bandara yang kita tuju, seorang kapten pesawat adalah pahlawan. Menghargainya dengan ucapan terima kasih sudah cukup. Mungkin terkadang kita kesal karna ada delay pada jam keberangkatan. Tapi Kapten Sully punya slogan yang bisa kita resapi bersama "delay is better than disaster"

Artikel Terkait

Kapten Sully dan Sisi Lain Kecelakaan Pesawat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.