Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Untuk Kalian Yang Benci Dengan Masa Lalu Sendiri

Berapa umur kalian sekarang?

Berapa kesedihan yang sudah kalian lewati? Berapa banyak kebahagiaan menghampiri? Apakah terlalu banyak kesedihan lalu kemudian kalian membencinya? Sampai tak mau lagi mengingatnya dan berusaha menganggapnya tak pernah terjadi.

Untuk Kalian Yang Benci Dengan Masa Lalu Sendiri

Karna hidup kalian adalah kumpulan hari-hari. Dimana di antaranya terselip hari bahagia disela hari gelap. Dan hari kelabu yang terselip di antara hari bahagia. Kita ga tau hari apa yang mengetuk pintu rumah kita esok hari.

Bisa jadi hari buruk yang bahkan kalian ga bisa ngebayangin hal itu bakal kejadian. Sampai akhirnya kejadian itu selalu terngiang-ngiang di kepala. Saking buruknya.

Tapi sekuat apapun kalian ngelupain, ingatan akan hari buruk itu justru semakin melekat. Semakin kalian mengingatnya, semakin benci akan hal itu. Sedikit saja ada hal yang membuat kalian ingat, tubuh kalian menggigil, mual. Pokoknya segala cara dilakuin biar lupa. Tapi ga bisa, kan?

Mau sampai kapan kaya gitu terus? Kapan kalian mengizinkan tubuh kalian untuk bisa nerima semua itu? Kenapa harus menolak semuanya? Kenapa ga coba untuk menerima?

Terima kalo kalian pernah punya masa lalu yang suram. Jelek. Hitam. Pahit. Bahkan kopi pahit yang kalian minum, masih lebih manis dibandingkan masa lalu yang pernah kalian alami. Kenapa harus dibenci? 

Apalagi yang kalian harapkan dari masa lalu? Semuanya udah terjadi dan ga ada yang bisa diubah. Sebenci-bencinya dengan masa lalu, dia akan tetep aja begitu. Ada dan ga kemana-mana.

Yang bisa kalian ubah itu masa depan. Fokus sama itu aja. Masa depan kalian jauh lebih berharga daripada harus ngurus masa lalu. Memang, hidup kalian yang sekarang itu adalah hasil yang kelakuan kita di masa lalu. Ga bisa dipungkiri. Emang itu faktanya. Tapi yaudahla.

IPK rendah dan sulit nyari kerja atau mungkin badan kecil kaya gue ga bisa daftar di perusahaan yang masukin persyaratan tinggi badan. Benci pasti. Ada temen yang bisa masuk di perusahaan yang selama ini kita impikan, dia cuman sekali coba langsung lulus. Benci banget pasti.

Tapi yaudahla, mau gimana juga itu udah ga bisa diubah lagi. Sebenci apapun, tetep aja kaya gitu. Udah dari sononya. Kaya Matahari deh, mau kita seneng, sedih tetep aja dia terbit. Ga peduli mendung, cerah, kabut tetep aja dia terbit.

Semua kenangan buruk, hari-hari menyakitkan itu akan selalu ikut kemanapun kalian pergi. Mereka akan selalu ada dan kalian ga bisa ngelawan itu. Kalo ngelawan gue yakin ga akan menang. Gimana pun caranya. 

Jadi, lebih baik berdamai dengan semuanya. Kenangan buruk, hari-hari menyedihkan, dan semua yang hitam, pahit yang pernah kalian alami. Berdamai dengan diri sendiri. Karna sejatinya hidup itu bukan perkara menang atau kalah. Hidup itu perjalanan panjang memaknai keberadaan diri kalian sendiri. 

Laki Tapi Banci

Cinta itu harusnya menyayangi, mengayomi, menghargai, mengasihi. Itu konsep yang gue percaya sejak dulu pertama kali tau jatuh cinta kaya gimana. Dan sebagai laki, sudah kewajiban kita ngehargai, ngelindungi perempuan yang kita sayang. Itu ga perlu dikasih tau, bocah SD juga tau. Tapi ada aja ya gue nemuin laki yang masih kasar sama cewe.

Emang pacaran itu buat apa sih sebenernya? Buat nyari kecocokan? Nyari pasangan? Atau nyari pelampiasan?

Setau gue yang ga terlalu ahli soal ginian, pacaran itu tujuannya buat nyari jodoh atau seengganya nyari kecocokan satu sama lain. Dan lagian pacaran itu kan kesempatan buat kita untuk mencurahkan kasih sayang buat orang yang kita pilih. Eksklusif banget. Harusnya ga dibuang gitu aja.

Selama ini pemahaman gue kaya gitu.

Tapi ternyata gue salah. Masih ada laki yang pikirannya masih sempit banget soal cinta. Muka barbar sama kaya kelakuan dia ke pacarnya. Bangga ngoleksi mantan banyak. Malah mantannya ada yang sampe tergila-gila lagi. Makin gede palanya bocah maniak.

Buat gue, cowo yang make kekerasan sama pasangannya itu bukan laki. Wujudnya doang laki, tapi banci. Ga ada jantan-jantannya laki berani mukul cewenya sendiri. Kalo pengen nunjukkin lu itu seorang yang dominan, ga sampe begitu juga. Cewe bukan bahan untuk ditindas.
 
Walaupun cewe makhluk lemah bukan berarti dia pantas untuk dikasari. Kalo lu emang ngerasa dominan dan egois cendrung kasar, salurkan ke hal yang lebih bermanfaat. Misalnya latian tinju atau kick boxing. Siapa tau bisa sekalian jadi atlit karna hobi mukulin orang.

"Bakat" barbar lu tersalurkan, dan lu juga ga melanggar hukum karna udah nyaikitin orang. Kali aja lu bego dan ga tau. Gue kasih tau. Mukulin orang sampe bedarah-darah di ring tinju itu sah, lho. Tapi kalo lu mukulin cewe lu sampe bedarah-darah bukan cuma melanggar hukum, tapi lu juga udah nyiksa dia baik mental maupun fisik.

Laki yang sayang sama ibunya, pasti sayang juga sama cewe lain. Yakin gue. Kecuali kalo emang lu ga punya ibu atau lu anak durhaka yang ga hormat sama ibu. Laki kalo udah sayang sama ibu, cewe manapun selalu akan dia hormati. Kecuali emang cewenya betingkah dan nyebelin. Tapi ga harus dikasarin juga.

Laki ga akan main tangan sama perempuan. Laki main tangan sama laki.

Laki main tangan sama perempuan itu, Laki Tapi Banci.

MOVE ON

asus zenpad 7.0

Dalam menjalin sebuah hubungan (apalagi hubungan yang baru) biasanya kita selalu dihantui dengan kenangan masa lalu bersama mantan. Apalagi jika di hubungan sebelumnya terjalin kebersamaan yang mesra dan kemudian harus berakhir. Memang ga mudah untuk menghilangkan kenangan bersama si dia, apalagi kalo kita udah nganggap dia "the one", istilahnya seperti itu. Jika kita mengganggap dia sebagai "the one" kok bisa putus? Harusnya kita punya effort lebih, dong, untuk mempertahankan hubungan kita sama dia. Tapi apa mau dikata, kehendak Tuhan berkata lain. Jadi mau tak mau kita harus terima.

Masalah muncul ketika kita harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran "The One" ini. Kita harus membiasakan diri lagi untuk menghadapi semuanya sendiri. Rasanya seperti ada yang aneh ketika kita ngapa-ngapain tanpa harus "melapor" lagi sama orang lain. Setiap hari yang kita jalani berbeda dari biasanya. Istilah kerennya sekarang "move on". Sebenernya banyak solusi biar kita bisa cepet move on. Tapi sayangnya paradigma manusia zaman sekarang move on identik dengan punya pacar baru lagi. Padahal sebenernya move on ga sesederhana itu.

Move on keliatannya emang simple tapi kalo kita ngeliat ke dalam diri kita sendiri, belum tentu kita sudah move on. Karena move on bukan perkara cepet-cepetan nyari pengganti. Move on lebih dari itu, move on adalah perkara benar-benar meninggalkan semua hal lama tentang dirinya, mau itu fisiknya, kebiasaannya, atau bahkan sampai ke hal-hal yang ga penting lainnya, dan menggantinya dengan hal yang baru lalu memulai dari awal lagi. Sederhananya begini, kalo kamu masih ngebandingin kejadian masa lalu dengan masa sekarang, padahal kamu udah sama yang baru ada kemungkinan kamu belum sepenuhnya move on. Kalo awal-awal hubungan oke lah masih bisa ditoleransi tapi kalo setahun atau sampai 3 tahun masih ngerasa belum bahagia karna bukan sosoknya yang ada di samping kamu, harusnya sih perlu dipertanyakan. Ada 2 kemungkinan, pertama kamu emang ga bisa move on dari hubungan sebelumnya dan kedua si dia yang baru ini ga pernah bisa bikin kamu bener-bener bahagia.
Move on berarti mencari sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Kalo kamu masih mengungkit hal yang sudah lewat saat bersama yang baru, artinya yang baru ini tidak lebih baik dari yang sebelumnya. Move on itu perkara kecocokan hati, jika belum sepenuhnya cocok ya jangan memulai yang baru. Kita kan punya waktu untuk memilih mana yang paling baik untuk kita. Karna siapa tau kita akan berjalan bersamanya selamanya.

Move on itu perkara kepastian. Kepastian untuk selalu berhubungan dengan yang terbaik. Karena setiap orang pasti memilih yang terbaik untuk hidupnya. Itulah mengapa ada yang tetap setia sendiri meskipun ada kesempatan untuk memiliki cinta yang baru. Semua perlu waktu, semua punya kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik.

Karena move on sejatinya adalah kemauan dari dalam diri.


Tapi, ada 1 nama yang bisa membuat saya move on dari kegalauan saya memilih gadget selama ini. ASUS ZenPad C 7.0 buat saya jatuh hati dan siap untuk move on. Gadget ini seperti kriteria perempuan idaman saya. Tampilannya sederhana aja tapi ga kampungan alias elegan. Sederhana bukan berarti ga punya kemampuan, buat saya seorang wanita akan terlihat cantik kalo dia punya otak cerdas. Smart is the new sexy. Itu pula yang dimiliki oleh ASUS ZenPad C 7.0 ini. Dengan dilengkapi prosesor Intel Atom x3-C3230 Quad-Core 64-bit membuat dia punya kemampuan lebih cepat memproses sesuatu. Semakin membuatnya keliatan sexy di mata saya. Move on dari gadget lama akan semakin mudah karena ASUS ZenPad C 7.0.


Ibarat cewe gaul, ASUS ZenPad C 7.0  udah kekinian banget. Dia punya sistem android terbaru 5.0 Lollipop juga. Diapun semakin keliatan kekinian karna kemampuannya menghemat energi.

Saya itu suka cewe yang punya ingatan yang kuat karena saya suka lupa hehehe. Dan oleh karena itu dia harus punya kapasitas memori otak yang besar. Nah kebetulan si ASUS ZenPad C 7.0 punya memori internal yang besar untuk ukuran tablet sejenisnya. Kapasitas 16 GB untuk internal bisa ditambah lagi dengaan menanamkan micro SD card sampai dengan 64 GB!
asus virtual master yang bikin bening gambar
ASUS Visual Master bikin bening

Dengan kriteria seperi itu, ASUS ZenPad C 7.0 bisa menjadi high quality jomblo yang pasti bakal direbutin banyak orang. Kalo udah punya predikat high quality jomblo apalagi kalo cewe udah pasti orangnya cantik dan bening. Bening karna ASUS ZenPad C 7.0 punya teknologi yang namanya ASUS Visual Master. Siapa sih yang ga mau sama yang bening-bening? Tau ga kenapa kalo pameran motor yang promosiin SPG yang bening dan sexy? Karna kalo ga bening orang ga bakal nengok hhahaha. Itulah kenapa ASUS ZenPad C 7.0 lebih bening daripada yang lain. Bening is everthing hahaha. Soal harga ga usah ditanya, ASUS selalu tau selera kalian. Harga terjangkau tapi mau spek dewa, kan? ASUS ZenPad C 7.0 pilihan paling tepat untuk kalian semua.


Untuk Perempuanku

Untuk perempuanku,

Aku memang berbeda dari mereka yang pernah menyayangimu.

Aku memang bukan dari kalangan berdompet tebal seperti mereka.

Bukan pula orang yang romantis. Yang bisa membawamu ke tempat-tempat mahal dan mewah itu.

Perempuanku, aku orang yang tidak akan pernah sempurna.

Bahkan ketika aku kaya dan bisa membelikan apapun yang kamu minta.

Andai saja aku bisa membeli kesempurnaan itu.

Untuk perempuanku, dimanapun kamu saat ini.

Teruslah berdoa kepadaNya. Memintalah kepadaNya.

Mohon kepadaNya agar kita dipertemukan dalam kebaikan.

Pertemukan dalam keindahan.

Pertemukan dalam kepantasan.

Pertemukan dalam kesederhanaan.

Untuk perempuanku,

Jadilah dirimu saat ini ketika sudah waktunya kita bertemu

Aku ingin mencintaimu dengan semua keindahanmu

Mencintai semua masa lalumu

Mencintai sukamu, mencintai dukamu.

Perempuanku, aku akan memantaskan diri untuk bisa bertemu denganmu

Terima semua kekuranganku seolah aku tak ada cacatnya untukmu

Perempuanku,

Siapapun dirimu nanti, ku harap setia adalah kebiasaanmu

Sabar adalah hobbymu

Pengertian adalah kawanmu

Perempuanku,

Ku harap kamu bisa menjaga diri dan kelakuanmu selagi kita belum bertemu

Bersabarlah, karena kita akan segera dipertemukan

Lalu semua akan indah pada waktunya.

Rumah

Buat saya punya pasangan itu ibarat rumah seperti yang pernah saya tulis dengan judul “Pindah”. Kita mengisinya bersama dengan kenangan-kenangan yang pernah dilalui. Kita yang mengaturnya sedemikian rupa agar enak dilihat. Layaknya sebuah rumah, di situlah kita berdiam dan kembali pulang.

Jika berpacaran ibarat rumah, maka pasangan adalah partner kita. Dialah orang yang menunggu kita di dalam rumah itu, menunggu kita pulang tiap saat. Dan setia adalah peta yang mengarahkan kemana kita harus pulang.

Dalam perjalanannya setia memang tidak mudah. Karena semua orang berpotensi selingkuh. Yang pacaran jarak dekat saja diselingkuhi tidak tertutup kemungkinan yang LDR. Saya pernah mencoba LDR selama 1 tahun dan menurut saya tidak jauh berbeda dengan keadaan saat saya single. Hanya saja saya harus laporan setiap kegiatan saya pada mantan saya. Dan LDR tidak pernah berjalan mulus saat berhadapan dengan saya, sulit sekali. Daripada saya hanya menjalani hubungan semu karna tak pernah bertatap muka langsung dengannya, lebih baik saya akhiri hubungan itu.

LDR itu sulit, jangan ditambah sulit dengan berselingkuh, ngaku lagi. Ga perlu diperparah sampe ngasih sugesti kesetiaan : “Aku punya pacar lagi di sini, tapi tenang aja, kamu tetap orang yang akan mendampingiku di pelaminan” Hahaha.. sounds like bullshit to me. Itu ibaratnya dia tau rumah yang harus dituju yang mana, tapi dia nginep dulu di rumah tetangga (dan tetangganya itu ngerawat dia dengan baik ditemenin jalan-jalan, ditemenin makan, ditemenin tid.. *ilang sinyal*) karena rumah yang dituju belum jadi sementara kamu ada di dalam rumah yang belum jadi itu dan membangunnya dari awal untuk ditempati bersama dia. Gila ! Seputus asa itu kah sehingga harus mempertahankan hubungan seperti itu?

Kalo pacaran aja udah LDR dan dia ngaku ga setia apakah kamu masih mempertahankan dia karena dijanjikan menikah dengannya? Seyakin apa kamu dia ga akan ngulangin kelakuannya saat pacaran ketika kamu menikah sama dia nanti? Well i guest you very brave to take that risk.

Tapi ini bukan saya yang menjalani, kalian yang melaluinya. Dan saya hanya melihat dari sisi yang bisa saya lihat. Saya tentu tak berhak tau apa yang seharusnya tidak saya ketahui. Dan kemungkinan seperti itu pasti ada, bisa jadi itu faktor yang menentukan untuk menjalani hubungan kalian ke depan.
Saya tau sulitnya menjalani LDR dan tidak bertemu orang yang saya sayangi dalam waktu lama. Namun belum tentu kalian seperti itu. Intinya ada di diri kalian masing-masing, kata ibu saya kalo udah nikah itu ada salah satu pihak yang harus mengalah. Tetapi tidak setiap saat mengalah, itu penjajahan namanya.


Karena sebaik-baiknya rumah adalah hati yang terjaga. Rumah yang penghuninya sama-sama merasa nyaman berada di dalamnya. Dan saling menuntun agar tak tersesat menemukan jalan pulang.

Single VS Jomblo

Setelah mingu-minggu super sibuk karena harus menyelesaikan Tugas Akhir berlalu, akhirnya bisa fokus nulis lagi sambi mengisi waktu. Tugas Akhir memang benar-benar menyita sebagian besar waktu saya. Sehingga beberapa kegiatan yang biasa saya lakukan harus saya tinggalkan sementara, termasuk menulis di blog ini.

Menyibukkan diri menyelesaikan TA membuat saya sejenak melupakan masalah-masalah yang lain. Termasuk masalah ga penting yang akan saya tuliskan berikut ini. Ya, kata' single' dan 'jomblo' itu masalah buat saya. Kenapa masalah? Ya jelas masalah, jomblo itu berbeda dengan single. Saya sudah coba gambarkan single itu seperti apa di postingan sebelumnya. Dan tulisan ini akan mempertegas bahwa status single itu lebih terhormat daripada jomblo. Silahkan disimak.

single itu berbeda dengan jomblo. single lebih terhormat daripada jomblo

Timeline Twitter
Hal pertama yang membedakan kaum single dan jomblo itu adalah TL twitternya. Apalagi di malam minggu. TL kaum single itu malam minggu ga jauh beda kaya malam-malam yang lain. Kalem, santai, tetep ngetweet kaya biasanya. 

Beda sama kaum jomblo, TL nya senin sampai kamis kalem, jumat udah mulai galau soal malam minggu, pas udah malam minggu ribut ngedoain supaya hujan. Katanya biar yang pacaran ga bisa malam mingguan. Hari minggunya ga ngetweet. Tidur seharian karna ga ada yang ngajak jalan.

Kalo Ngeliat Cewe Cantik
Ini juga bisa dijadikan ciri yang mana single yang mana jomblo. Khusus untuk cowo normal, mereka pasti punya 'radar' buat mendeteksi kalo ada cewe cantik disekitarnya. Cowo-cowo pasti tau yang saya maksud dengan radar cantik itu kaya gimana. Nah buat single itu kalo radar cantiknya lagi nyala biasanya mereka bakal liat-liatin sekeliling dulu baru ngeliat ke daerah yang ada cewe cantiknya. Tampangnya terlihat biasa aja karna udah biasa ngeliat cewe cantik. Tetap tenang dan ga terlihat kegatelan kalo ada cewe cantik.

Kalo jomblo ngeliat cewe cantik langsung blingsatan sendiri. Kaya cacing ga bisa diem gitu. Bawaannya pengen kenalan mulu. Ga peduli si cewe lagi sama pacarnya, pokoknya kenalan mintain nomer hp nya. Kalo perlu minta cipika cipiki di situ juga. Ngeri ya. Hati-hati buat cewe cantik. Hahaha.

Keinginan Buat Pacaran
Sebagai kaum yang belum punya pacar pasti single dan jomblo  berhasrat untuk punya pacar lagi. Namun bukan berarti setelah putus langsung grasak-grusuk cari pacar. Single bukan seperti itu prinsipnya. Buat single putus itu ajang introspeksi diri untuk hubungannya yang lalu. Jadi tidak serta merta langsung mencari penggantinya. Single memantaskan diri dahulu untuk pasangan yang baru. Agar bisa menjalani hubungan yang lebih baik dari sebelumnya. Buat single peningkatan kualitas hubungan percintaan dengan seseorang itu penting. Tiap nyari pasangan baru prinsip single adalah ga mau ganggu yang udah punya pasangan. Yang sesama single aja banyak, ngapain ngerebut punya orang?

Jomblo ngenes kayanya ga mikir soal pemantasan diri deh. Yang penting dia harus punya pacar ga mau kalah dari mantannya. Walaupun akhirnya putus karena pacar barunya cuma dijadikan pelarian dan bukan benar-benar sayang. Bahkan bela-belain jadi selingkuhan karena pengen ada yang disayang juga. Nah jomblo yang kaya gini nih ga baik. Udah tau jadi selingan masih ngarep jadi yang pertama. Mending yang sama-sama jomblo aja -walaupun nanti ujung-ujungnya putus juga- lebih bermartabat daripada harus jadi selingkuhan.

Ketika Liat Orang Pacaran
Buat single ngeliat orang pacaran bawaannya pengen ngedoian mereka biar awet terus. Single percaya setiap doa untuk pasangan yang bahagia bisa nular juga ke dirinya. Siapa menabur kebaikan dia akan mendapatkan kebaikan pula. Tak masalah apakah pasangan itu pantas atau tidak untuk menjadi sepasang kekasih.

Jomblo bawaannya selalu negative thinking ngeliat orang pacaran. Ada aja celah buat nyela orang kalo lagi pacaran. Cowonya dibilang ga pantes lah sama cewe secantik itu. Cewenya lah dibilang modus ngedeketin cowo jelek tapi kaya. Sampai yang paling parah ngedoain supaya cepet putus. Doa macam apa itu coba? Pantas susah dapet pacar kalo doanya ga bagus begitu.

Ga boleh sirik kalo orang punya pacar cantik kaya gitu, mblo. Siapa tau cewenya beneran tulus saya sama dia. Dan siapa tau pula cowonya itu lebih baik daripada kamu? Coba lihat dari sisi yang berbeda biar kamu ga jadi orang auranya buruk terus, mblo. Oke?
Untuk apa menjadi jomblo ketika single lebih terhormat derajatnya daripada jomblo?
Semoga tulisan ini menyadarkan kaum-kaum jomblo ngenes di sana bahwa sesungguhnya single itu lebih baik daripada jomblo. Mau jadi single atau jomblo pilihan ada pada diri kalian masing-masing.

1 : 1.000.000

Terkadang banyak hal di dunia ini yang tak masuk akal. Bahkan bisa saja tidak mungkin terjadi. Orang menganggap suatu hal yang tidak mungkin terjadi lalu menjadi kenyataan itu sebagai sebuah keajaiban. Banyak reaksi bermunculan. Ada ketidakpercayaan muncul. Ada cemburu karena mengapa bukan mereka yang menerima keajaiban itu. Ada yang tercerahkan karena ada harapan untuknya mendapatkan keajaiban yang sama.

Salah satunya adalah cinta. Sesuatu yang tak terduga datangnya. Cinta bisa saja datang ketika kita tidak mengharapkannya. Bisa saja datang ketika kita menganggap hal itu tidak kita perlukan hari ini. Cinta bisa datang pada siapa saja. Dan mempertemukannya dengan seseorang atau sesuatu yang mungkin sebelumnya kita tidak pernah tau bahwa kita bisa mendapatkannya. Mungkin saja kita berpikir bahwa kita tidak pernah menyangka untuk mendapatkan wanita cantik atau pria tampan selevel artis hollywood. Namun karena cinta hal itu bisa menjadi mungkin.

Anggap saja kalian bermimpi untuk mendapatkan pasangan yang cantik / tampan dengan tampilan yang sempurna. Sementara kalian menyadari bahwa dengan keadaan seperti sekarang kalian tidak mungkin mendapatkannya. Kalian merasa diri kalian terlalu 'kecil' untuk mendapatkan sesuatu yang 'besar'. Padahal dengan cinta, semuanya bisa jadi sama. Kalian yang tadinya kecil akan menjadi besar karena dipersatukan olehnya. Cinta hanya perlu syarat : percaya diri dan jadi diri sendiri. Sudah cukup.

Kalian tidak harus mempedulikan orang lain berkata apa. Walaupun tampang dan diri kalian sepertinya memang tidak pantas untuk mendapatkan pasangan yang sesempurna itu tapi jika cinta sudah mengikat kalian seburuk apapun diri kalian percaya dirilah dan jadi diri sendiri. Cinta tak akan salah. Jikapun ada yang menyebut bahwa ada yang salah dari kalian berdua karena menentang hukum alam anggap saja itu pujian. Artinya alam pun bisa kalian lawan karena cinta, betul bukan?

Kalian tidak harus punya mobil mewah atau kendaraan yang mahal harga. Saya rasa tidak semua orang percaya kemewahan bisa mendatangkan kebahagiaan. Termasuk saya sendiri. Kalian mesti percaya diri bahwa kalian punya kemampuan untuk dicintai seseorang. Dan yakinkan diri bahwa dihadapan orang yang mencintai kalian untuk harus menjadi diri sendiri. Tidak ada yang suka dibohongi.

Dan ketika ada orang yang bertanya pada pasanganmu mengapa memilihmu dia menjawab : "dia tidak mencoba untuk buatku terkesan dan aku bisa jadi diriku apa adanya ketika berada di sampingnya" thats the point ! Seseorang bisa menjadi dirinya sendiri ketika bersamamu. Sesederhana itu sebenarnya.

Keajaiban biasanya diiringi ketidakpercayaan. Wajar saja seperti yang saya katakan di atas tadi ada hukum alam yang dilawan. Mereka bilang padamu bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi. Karena pasanganmu bisa dapatkan yang lebih baik darimu. Kemungkinannya kecil ! 1 banding 1.000.000 kata mereka. Perkataan bernada pesimis seperti itu tidak harus sepenuhnya kamu dengarkan. Tidak perlu contoh yang banyak, cukup 1 untuk membuktikan bahwa melawan hukum alam itu tidak masalah.

Hiduplah untuk kebaikan niscaya ada kebaikan yang lebih besar akan menghampiri kalian. Contohnya kebaikan Tuhan untuk mempertemukan kalian dengan pasangan yang kalian impikan. Dan ketika menemukannya, setialah dan berjanji untuk menerima segala kekurangan diantara kesempurnaannya itu.

Tulisan ini terinspirasi dari film She's Out of My League. 

A Little Piece Of Heaven

2 tahun lalu kita pernah bersama. 2 tahun yang tak kan terganti lagi. Hari yang tak pernah akan kembali lagi. Waktu yang tak akan terulang lagi. Menyenangkan dan membahagiakan sekali waktu itu. Menyenangkan bisa membagi kisah dengan orang yang paling dikasihi, cerita yang bahkan orang tuaku saja mungkin tidak mengetahuinya. Tapi aku membaginya denganmu.


Melupakanmu memang hal yang tidak mudah. Hal-hal kecil yang selalu kamu lakukan membuatku merindukan saat-saat kita bersama. Kamu ingat 1 kata yang membuatku selalu merindukanmu? atau keluguanmu ketika kamu tidak bisa membedakan yang mana dengkul yang mana lutut? funny little things that i never forgot all this time. Mengingat hal-hal semacam itu membuat semacam reaksi kecil diperutku, mungkin itu yang sering disebut oleh Mocca dengan judul lagunya butterfly in my tummy. Semacam sensasi berputar yang membuat geli.

Kamu datang di saat yang tepat. Ketika aku sudah merasa muak dengan LDR, dan aku terus berdoa kepada Tuhan untuk diberikan pasangan di sini saja, tidak perlu yang jauh-jauh. Maka ketika aku menemukanmu (atau mungkin semesta yang mempertemukan kita?entahlah) aku tak ingin melepaskanmu lagi. Aku merasakan benar-benar berpacaran saat bersama denganmu. Dunia seolah-olah bisa ku genggam saat bersamamu. Semua jadi terasa benderang saat aku melihatmu di sampingku. Seperti kata Kelly Clarkson dalam lagunya Behind This Hazel Eyes

I used to stand so tall
I used to be so strong

Your arms around me tight

Everything, it felt so right

Unbreakable, like nothin' could go wrong


Kamu inspirasiku waktu itu, bahkan ketika dulu masih sering ikut openmic bersama teman-teman Standup Comedy kebanyakan materiku berawal saat aku berdiskusi denganmu. Aku bahkan bisa membuat cerita karangan hanya untuk membuatmu tertawa. Aku saja tidak tau mengapa aku bisa membuat cerita-cerita semacam itu. Muncul begitu saja kadang-kadang. See? Thats why you really inspire me. Menyenangkan bisa membuatmu tertawa. Seperti di surga ketika meliahtmu tertawa seperti itu. Makanya aku sering menyebutmu my little piece of heaven dalam tiap tulisanku.

Masih ingatkah kamu jalanan yang kita susuri tiap kali kita jalan ber 2? Kita rela panas-panasan di tiap hari sabtu dan minggu mengendarai sepeda motor dari banjarmasin ke banjarbaru hanya untuk berbagi kisah? Bahkan kita pernah ke pantai di siang bolong dan pulangnya kamu bertingkah seperti orang gila yang kehabisan obat, kamu ingat itu? Atau ketika kita kehujanan di tengah jalan dan berteduh tapi melihat di ujung jalan sana ternyata ga hujan lalu nekat menerobos hujan itu untuk meneruskan perjalanan?

Aku masih ingat ketika itu kita di sebuah jembatan dan kamu mengisahkan masa lalumu kepadaku. Thats change my perspective about love aku bukan ingin meninggalkanmu. Malah aku bertekad untuk memperbaiki itu bersama-sama denganmu. Aku ingin membuatmu lebih baik dan tidak terjebak dalam masa lalumu. Kamu tau? Sebelum kamu menceritkan hal itu aku sudah punya firasat sebelumnya. Dan hatiku mengatakan aku harus siap dengan apapun yang akan aku ketahui tentangmu. Karena itu aku tidak kaget ketika aku mendengarkan ceritamu waktu itu.

Itu sebabnya aku tak ingin melepaskan mu, karena aku percaya aku bisa buatmu jadi lebih baik. Dan aku percaya kamu bisa berubah jadi lebih baik. Kepercayaan itu semakin menebal karna untuk pertama kalinya aku melihatmu mengenakan jilbab. Benar-benar sebuah kejutan. Kamu sendiri yang bilang kalo menurutmu kelakuanmu membuatmu masih belum pantas mengenakannya. Alhamdulillah aku bersyukur tiada henti dalam hati bahwa kamu mau mengenakan jilbab, walaupun tidak tiap hari. Di hari itu, aku makin menyayangimu.

Tapi, semuanya lenyap begitu saja saat kamu menginginkan perpisahan. Perpisahan yang sebenarnya tak ku inginkan. Namun apa daya, aku memang merasa dirimu tak bahagia saat bersamaku 6 bulan terakhir sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk berpisah. Sedih memang, namun aku juga tak bisa memaksakan untuk bersamamu terus. Aku memang tidak sempurna, namun dengan adanya dirimu di sisiku, setidaknya aku bisa jadi sempurna untukmu. Orang yang paling ku cintai.

Dan sekarang kamu sudah memliki yang lain. Aku sering bilang padamu kan, kamu itu gampang untuk punya pasangan, banyak yang ngantri untuk bisa jadi pasanganmu. Terbukti. Hanya berselang 2 bulan setelah putus akhirnya kamu memliki yang lain. Tak apa, mungkin kamu memang lebih bahagia jika bersamanya. Selamat menjalani hidup barumu.

Sekarang giliranku untuk memantaskan diriku untuk dapatkan yang lain. Aku percaya tiap wanita diciptakan oleh Tuhan. Aku ingin mencari yang berbeda darimu. Terimakasih untuk segala hal yang pernah kita bagi bersama. Terimakasih untuk meluangkan tenaga waktu dan semuanya yang pernah kamu miliki untuk aku bagi bersamaku selama ini. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan yang sama-sama lebih baik dari ini.

Ada 1 lagu khusus untukmu, bukan aku yang buat sih. Tapi anggap saja aku yang menyanyikannya untukmu.



Cerita akan kenangan masa lalu tentang mantan terindah ini diikut sertakan dalam giveaway yang diadakan si @adityaregas dalam blognya di sini kampret lu bikin gue galau lagi gara-gara nginget mantan

aditya regas giveaway


bismillah semoga menang udah total banget ini galaunya sodara sodara
Dan ternyata tulisan ini berhasil menang ! alhamdulillah banget.

Istri Idaman

Sebelumnya saya pernah membahas tentang menikah muda di tulisan sebelumnya. Nah sebelum memutuskan untuk menikah, sebaiknya kita sebagai lelaki harus tau dulu kriteria mertua istri kita seperti apa. Ini agak sulit karena tidak mudah menebak pribadi seseorang. Meskipun kita sudah mengenalnya sekian lama. Tapi menurut saya, ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan untuk mencari kriteria istri idaman. Ini versi saya, bisa saja selera kita berbeda hehehe.

kirteria istri idaman agar masa depan lebih baik


Pertama kita lihat partainya pribadinya dulu, seperti apa pembawaannya apakah dewasa atau masih ada sifat kekanakannya? Dewasa itu salah satu tandanya adalah bijaksana dalam melihat suatu masalah tidak hanya melihat dari satu sisi saja. Ini penting, karena lelaki terlahir dengan ego yang besar, sehingga terkadang mereka hanya mementingkan ego sendiri daripada orang lain. Adanya pasangan yang punya pandangan berbeda dari kita membuat kita lebih mudah memahami situasi dari sebuah masalah.
kedewasaan seorang wanita
via bundaibu.com
Tidak kekanakan juga penting. Jika tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, bisa-bisa jadi bahan cemoohan orang-orang. Contoh sederhananya, saat mengasuh anak. Umur 5 tahun adalah umur dimana seorang anak sedang nakal-nakalnya menurut saya. Diumur itu dia sangat memerlukan perhatian orang tuanya, namun ketika si anak meminta perhatian orang tuanya dengan bertindak nakal, si orang tua malah asik mengutak atik hp saja, sehingga terpaksa orang lain membiarkan. Ini contoh kasus yang nyata yang ada di sekitar saya. Orang lain pasti sungkan menegur ketika anak kita berbuat nakal dan kita berada di dekatnya sementara kita diam saja tidak bertindak apa-apa.

Yang ke dua : patuh terhadap pasangan. Suami mana yang tidak senang melihat istri cantiknya patuh terhadap apa yang diperintahkan? Kita bisa melihat hal itu dari  sejak pacaran. Kelihatan,kok. Mana pacar yang susah diatur, mana pacar yang gampang diatur. Diaturnya bukan dalam hal yang negatif,ya. Mereka juga pasti ga mau. Hal-hal sederhana saja, misalnya dalam hal berpakaian. Ketika kamu tidak suka melihatnya berpakaian yang tidak sesuai keinginan, katakanlah kalian tidak suka melihat dia memakai baju yang terlalu seksi, lalu kalian tegur secara halus, jika dia mengerti maka selanjutnya dia tidak memakai pakaian seksi lagi, walaupun hanya di depan kamu.  Itu sudah awal yang bagus, apalagi jika dia tidak memakai pakaian seksi saat berada jauh dari kamu, wah itu sih udah nikah-able banget !

Kita nanti akan menjadi kepala keluarga, jika istri saja tidak bisa patuh pada kita, bagaimana nanti saat kita mempunyai anak? Seorang ayah harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Jika di rumah saja ayahnya tidak bisa mengontrol kelakuan anggota keluarga lainnya, bisa-bisa si ayah jadi bulan-bulanan. Kepala keluarga harus memegang kendali, bukan berarti harus menjadi seorang yang otoriter.

Ketiga, tidak boros dan pintar mengatur keuangan. Ini unsur krusial dalam kehidupan berumah tangga kalo menurut saya hahaha. Soalnya lelaki tidak begitu mengerti dalam hal mengatur keuangan, jadi kita perlu pasangan yang mengerti betul bagaimana cara mengelola keuangan bersama. Kita jadi lelaki juga bukan berarti lepas tangan terhadap keuangan keluarga, kita bisa jadi kontrol untuk mengetahui pengeluaran apa saja yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. 

istri yang rajin menabung salah satu ciri istri idaman
via wolipop.detik.com

Jika dari pacaran calon istri kita sudah terbiasa hidup boros bahaya, bisa-bisa keuangan keluarga kita nanti defisit terus tiap bulan. Meski kalian berdua sama-sama bekerja, jika tidak mampu mengontrol pengeluaran sama saja bohong. Dalam berkeluarga harus memberlakukan skala prioritas agar pengeluaran-pengeluaran tidak penting dapat diminimalisir.

Keempat, pintar masak. Ga ada suami yang ga senang dimasakin masakan dari istrinya sendiri. Walaupun ga enak, seengganya istri udah punya niat baik buat masakin suami itu perlu dihargai. Selain menghemat uang keluarga karna ga perlu makan di luar tiap hari, masakan istri juga bisa bikin kangen rumah kalo menurut saya. Maka dari itu buat cewe-cewe yang bakal jadi istri belajar masak-lah dari sekarang, karena seenak-enaknya makanan di luar, lebih enak lagi kalo istri sendiri yang masak. Lebih baik punya istri yang pintar masak daripada punya istri yang pintar ngomel tapi ga bisa masak kan?hehehe

istri yang pintar masak lebih baik daripada istri yang pintar ngomel
via merdeka.com

Menurut saya beberapa unsur itu sudah cukup untuk menjadi calon istri idaman untuk saya hehehe.

Saya tau tidak ada manusia yang sesempurna seperti kriteria saya itu.


Yang dicari bukan yang paling sempurna, tapi dia yang bisa menyempurnakan hidup bersama-sama.

Nikah Muda : Salah Langkah atau Berani?

Di umur yang sudah menginjak angka 22 ini, menurut saya umur di mana saya sedang bimbang menentukan masa depan seperti apa yang akan saya jalani. Bukan berarti saya tidak tau arah masa depan saya kemana, tetapi saya bingung antara mewujudkan mimpi atau mempunyai istri, setelah punya penghasilan sendiri tentunya.
Soalnya, saat saya masih berkutat dengan tugas-tugas kuliah saya, teman-teman seangkatan sewaktu saya sekolah dan kuliah ada beberapa diantara mereka yang sudah menikah. Kalau saya tidak salah hitung, sudah ada 4 orang yang berkeluarga. Sedikit memang, tetapi cukup menggoyahkan saya.

Menikah itu menurut saya adalah hal yang sangat sakral dan punya tanggung jawab yang berat untuk diemban, apalagi jika kalian yang membaca tulisan ini adalah seorang laki-laki. Karena tanggungan kita bertambah saat menikah, bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan sendiri, namun juga kebutuhan istri. Apalagi jika belum punya penghasilan tetap, bisa berantakan. Orang tua mana yang mau menikahkan anaknya dengan seseorang yang menghidupi dirinya sendiri saja belum bisa? Pasti tidak ada.

Saya tidak mau gegabah mengambil keputusan untuk menikah. Saya takut menikah muda adalah langkah yang salah bagi saya. Bisa saja menikah untuk menghalalkan nafsu yang terpendam selama ini. Jika saya menikah atas dasar hal itu, maka itu adalah langkah yang salah. Konsep menikah bukan seperti itu kalau menurut saya. Menikah karena saya dan pasangan terlanjur melakukan hubungan terlarang dan akhirnya hamil sebelum menikah juga langkah yang salah, meskipun langkah itu harus diambil jika tidak ingin dicap sebagai lelaki yang tidak bertanggung jawab.

Namun jika menikah karena saya dan pasangan siap lahir dan bathin untuk menjalaninya bersama dan menyadari resiko yang kami ambil, itu adalah langkah berani. Karena menikah bukan hanya kebahagiaan saja yang dihadapi, akan ada masa-masa di mana hal kecil saja bisa membuat kita dan pasangan bertengkar. Jangankan saat menikah, di masa pacaran saja sudah kita temui masalah yang berawal dari hal sepele. Kita harus sadari dan siap akan hal itu.

Menikah bukan hanya berbagi pelukan dan canda tawa bersama, akan tetapi lebih dari itu. Kita berbagi semuanya. Membagi waktu, peran, pikiran, masalah, bahkan jiwa kita, semuanya untuk pasangan kita. Karena kita tinggal bersama dengan pasangan kita, sehidup semati, bukan lagi pacaran yang hanya bertemu seminggu 3 atau 4 kali. Bukan lagi sekadar bertemu, makan malam bersama, menonton film di bioskop lalu ketika pulang hanya bisa saling pandang karena masih belum bisa tinggal bersama. Memang, sih ada yang baru pacaran sudah tinggal bersama, namun budaya kita bukan seperti itu.


Kalian sendiri bagaimana? Apakah punya keinginan untuk menikah di usia muda (22-25 tahun) ? atau ada diantara pembaca blog ini yang sudah menikah diusia muda? Bisa share di sini hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin menikah muda?

#BanggaJadiSingle

Saya heran, kenapa di dunia ini status single itu identik dengan sebuah kehinaan atau ketidakpantasan. Kaum single selalu di bully oleh yang sudah punya pasangan. Kenapa harus seperti itu?

Seharusnya mereka (kaum couple) berfikir bahwa mereka itu minoritas di dunia ini. Seperti yang pernah bang @pandji bilang di show StandUpnya yang bertajuk "Mesakke Bangsaku" : "Di Indonesia, yang mayoritas belagu sama yang minoritas. Yang minoritas merasa kecil dihapadan yang mayoritas"

Faktanya, lebih banyak kaum single daripada kaum couple. Lihat aja sekeliling kamu, misalnya kalian lagi kumpul ber 10, tapi cuman 1 diantara 10 itu yang punya pasangan. Artinya dia minoritas dihadapan kaum single. Kita (kaum single) harusnya jumawa dihadapan mereka yang couple.

Orang-orang cendrung memandang negatif terhadap kaum single. Padahal, kan ya sama aja. Sama-sama manusia, sama-sama bisa makan. Emang ada orang kalo single jadi ga boleh bergaul sama orang gitu? Semacam penyakit menular ke orang lain. Ga gitu juga. Single itu bukan suatu hal yang negatif kalo menurut saya.

Orang menjadi single tentu punya alasan, dan orang punya pasangan juga tentu punya alasan. Orang menjadi single bisa saja karena terpaksa, mungkin karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang ingin fokus mengejar mimpinya. Atau dia tidak ingin terikat dengan lawan jenis. Hanya ingin memperbanyak teman saja. Single bisa saja karena pilihan, memilih untuk sendiri daripada bersama tapi saling menyakiti.

Single lambang dari sebuah keikhlasan diri. Menjadi single membuat kita punya banyak waktu untuk belajar melihat siapa diri kita sebenarnya. Apakah kita pantas untuk mendapatkan pasangan yang seperti kita inginkan selama ini? Zaman terus berkembang, begitu pula selera wanita terhadap pria ataupun sebaliknya. Menjadi single membuat kita bisa mengobservasi banyak variasi selera untuk mencari pasangan. 

Saat punya pasangan, kita belum tentu bisa seperti itu. Karena kita hanya memfokuskan diri agar bisa memantaskan diri untuk pasangan kita saja. Tap bukan berarti saat single kita jadi memantaskan diri untuk semua calon pasangan, kewalahan yang ada.

Menjadi single adalah kesempatan untuk bisa jadi lebih baik untuk pasangan yang lebih baik. Masa lalu dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk kita. Buktikan kita bisa berubah.
#BanggaJadiSingle karena kita tidak perlu repot-repot untuk membahagiakan pasangan kita (ya iyalah. emang ga ada pasangannya -_- ). Jika saat berpasangan semua yang kita lakukan adalah untuk membahagiakan dia, maka ketika single, semua yang kita lakukan adalah untuk kebahagiaan kita sendiri. Kita yang ciptakan kebahagiaan kita sendiri, tanpa harus bergantung pada orang lain.

Kadang saat menjadi couple kita harus bisa meredam ego kita sendiri agar pasangan bahagia. Misal, ketika seorang cowo yang hobi nonton pertandingan bola dihadapkan dengan 2 pilihan : 1. Menonton pertandingan bola  di rumah karena ini pertandingan yang menentukan siapakah yang juara pada musim ini dan kamu ga mau kalo cuman nonton beritanya aja esok harinya. 2. Harus nemenin pasangan ke salon (dan kalo kamu nolak dia bakal ngambek) yang kalo pergi ke sana harus kena macet, di jalan pasangan kamu lagi PMS dan ga bisa salah sedikit, terus pas udah nyampe salon, salonnya malah tutup dan pulangnya kamu yang dicuekin sama dia karena bete ga bisa nyalon, cueknya berlanjut sampai 3 hari kemudian.

See? Yang ada kita harus memilih pilihan nomer 2 dan menelan ego kita sendiri untuk membahagiakan pasangan kita, yang mungkin bisa saja berakhir lebih parah atau lebih happy ending dari ilustrasi yang digambarkan tadi.

Kita harus bangga menjadi kaum single. Karena kita mayoritas. Jangan takut di bully oleh kaum couple. Mereka itu minoritas. Ingat ! MINORITAS.

Menjadi single atau couple itu pilihan. Dan masing-masin pilihan punya konsekuensi sendiri. Tiap orang punya alasannya sendiri ketika memilih single atau couple.

Tidak perlu memandang hina kepada yang single dan tidak perlu iri kepada yang couple.

Sudah banyak keuntungan jadi single yang saya paparkan di atas. So, silahkan deklarasikan diri anda jika anda #BanggaJadiSingle !

Pindah (2)

Pindah memang tak selalu menyenangkan. Entah itu pindah rumah, pindah kantor, apalagi pindah hati. Bukan dari hati yang satu ke hati yang lain, saya bukan tipe orang yang seperi itu. Melainkan pindah dari hati yang terisi ke hati yang kembali kosong.

Kalian bisa bayangkan hati yang tak terisi itu seperti rumah kita yang kosong, yang menempatinya hanya kita sendiri. Barang-barangnya masih tidak banyak, hanya untuk keperluan kita saja. Kita terbiasa untuk sendiri.

Lalu kemudian ada seorang wanita yang suka dengan rumah kita ini, dan bersepakat untuk tinggal bersama di dalamnya. Saat itulah hati kita terisi, dengan wanita yang kita inginkan untuk mengisinya. Dia mulai membuat rumah kita menjadi lebih berwarna, banyak barang-barang baru di sana, keadaan rumah mulai nampak berbeda, ada bunga-bunga di halamannya. Kita yang awalnya terbiasa untuk mengurus segala sesuatunya sendiri, mendadak berubah karena ada yang membantu mengurusnya. Kita memulai kebiasaan baru bersamanya, menyesuaikan diri. 

Semakin lama dia tinggal di rumah kita, semakin banyak barang-barang (kenangan-kenangan) yang ada di sana. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Semua ada di rumah kita. Bunga-bungan di halaman yang pada awalnya segar, sekarang sudah mulai jarang disirami olehnya, karena dia terlalu sibuk dengan urusannya yang lain. Dia memang sering pulang ke rumah kita, tetapi kita merasa dia sudah tidak menikmati kenyamanan yang ada dalam rumah itu.

Sampai pada akhirnya, dia memutuskan untuk pindah. Ketika ditanya mengapa ingin pindah, dia menjawab "aku merasa semuanya sudah tidak pada tempatnya lagi. Berantakan" Kita coba membujuknya untuk tidak pergi. Kita mencoba membereskan barang-barang yang berantakan itu, tapi kita tak sanggup, karena itu barang-barang yang seharusnya dibereskan oleh 2 orang, bukan 1. Dan akhirnya kita pun pasrah, karena setengah dari pemilik barang itu sudah tidak tinggal disitu lagi.

Kemudian, ketika melihat ke dalam rumah kita itu, kita melihat begitu banyak barang yang ada di sana. Barang yang ada karena kita memang menginginkannya. Barang-barang yang mengingatkan kita kepadanya. Karena memang bukan cuma kita yang memiliki barang-barang itu, wanita yang kita pilih pun juga memiliki setengahnya.

Lalu kita melihat bunga-bunga di halaman rumah kita menjadi layu. Percuma kita siram sekarang tak akan tumbuh lagi, karena yang menanamnya sudah pergi. 

Barang-barang itu pun tak bisa kita buang. Karena tak mungkin kita membuang semua kenangan yang telah kita abadikan bersama dia.

Kita hanya bisa memandang barang-barang yang tertinggal dengan senyum pahit. Yang mengingatkan kita akan pemiliknya. Namun kita tau semua itu tidak mungkin terjadi 2 kali. Kita tau pemilik barang itu sudah tak ada lagi di sini, di rumah kita.

Dan kita pun sendiri kembali. Kita yang ditinggalkan oleh yang pindah ini harus kembali menata rumah kita. Yang meninggalkan kita telah membawa setengah dari rumah kita. Namun kita harus mencari seseorang yang lain lagi, yang memiliki setengah dari rumah kita yang lain agar kita bisa menata rumah yang baru.

Itulah pindah. Tak pernah menyenangkan.

Aku harap, kamu sudah memikirkan masak-masak sebelum kamu pindah dari rumah ini. Karena aku tak bisa menata rumah ini sendiri seperti sedia kala. 

Aku rasa kamu tau itu.

Pindah

Bolehkah aku berhenti?
Dulu kau pernah mempertanyakan itu padaku, pertama kali, dan saat itu kita baru menginjak 3 bulan pertama. Aku mencoba meyakinkanmu, bahwa semuanya bisa kita lalui, bahwa semua memang benar-benar berubah. Dan berhasil, kau mau kembali berjuang bersamaku.

Walaupun setahun pertama itu berat bagiku, karena aku baru pertama kali menghadapi tipe wanita sepertimu. Tertutup dan sulit mengungkapkan perasaanmu. Tapi aku selalu berusaha untuk membiasakan diriku terhadapmu. Tak pernah sedikitpun aku menyerah untuk mengerti keadaanmu yang sebenarnya. Bahkan untuk mencobanya pun aku tak pernah. Karena aku masih percaya, bahwa dirimu juga ikut berjuang bersamaku.

Setahun pertama ada banyak hal yang kita lewati. Kau tau semuanya tentangku, aku berusaha untuk selalu terbuka tentang keadaanku kepadamu. Namun, aku sepertinya sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya kau simpan di hatimu selama ini. Aku berusaha mengorek-ngoreknya, namun aku merasa hanya mendapat secuil saja. Entah aku yang merasa terlalu sedikit, atau memang hanya itu yang mampu kamu bagi untukku. Setahun pertama yang begitu indah. Kegembiraan dan keceriaan yang kita lewati bersama, takkan pernah aku lupakan. Itu hari-hari terbaik yang pernah aku jalani.

Setahun kedua, aku sudah mulai terbiasa dengan kebiasaanmu yang menutup diri ketika ada sesuatu. Aku tak pernah mempertanyakan penyebabnya kenapa. Karena kau pasti, pasti ! takkan pernah menyebutkannya kepadaku. Aku hanya bisa menunggu, berharap waktu yang akan membeberkan semua jawabannya. Silent Treatment yang kau lakukan sudah membuatku terbiasa untuk sendiri. Dari yang awalnya 3 hari, 5 hari, seminggu, 2 minggu, hingga yang paling lama adalah 1 bulan ! Aku masih tetap bertahan, karena memang aku percaya, suatu saat kau pasti akan memberitahukan alasannya. Meskipun waktu itu adalah waktu kita sudah tidak bersama lagi. Tidak masalah.

Apakah kamu sebenarnya masih mencintaiku?
Hal itu yang pertama kali aku tanyakan padamu, karena memang tidak mungkin ada yang bisa bertahan didiamkan 1 bulan penuh tanpa ada kabar, tanpa ada berita. Dan tidak mungkin hanya karena masalah sepele saja. Ada masalah yang jauh lebih besar daripada itu yang tidak kamu ceritakan padaku.

Jujur saja, aku sudah menyiapkan diri, jauh-jauh hari sebelum kau memutuskan untuk berpisah sepeti ini. Aku pasrah, karena hatiku berkata bahwa sebenarnya sudah tak ada lagi diriku dalam hatimu, sejak lama. Namun, selama tidak ada kata 'putus' darimu, aku akan masih tetap memperjuangkannya hingga akhir.

Aku sudah mencoba bertahan, tapi aku merasa semuanya tidak pada tempatnya
Begitu katamu. Aku ingin bertanya "apakah kau pernah melibatkan diri untuk mencari masalah dalam hubungan kita?" Kita memulai semuanya ber 2, jika ada masalah dari hubungan kita, pasti penyebabnya hanya ada 2, aku atau kamu. Dan seharusnya kita mencarinya bersama-sama, buakn mencari sendiri.

Aku selalu bersabar untukmu, aku tau kau bukanlah orang yang terlalu penyabar sepertiku. Tapi haruskah selalu aku yang membiasakan diri untukmu? Kapan kau bisa menyesuaikan diri untukku? 

Untukmu aku tak pernah lelah bersabar. Untukmu aku tak henti melawan semua godaan yang datang. Untukmu aku setia. Walaupun aku tau, dirimu tak benar-benar setia untukku. Kau masih berhubungan dengan mantan yang kau sayangi itu.

Kau tau, pura-pura tidak tau itu lebih sakit daripada tidak tau sama sekali. Dan lebih sakit lagi ketika aku hanya bisa memendam rasa amarahku untuk pura-pura tidak tau itu. Aku cemburu kau malah merajuk, aku marah kau tambah marah. Dan sejak itu, aku tak pernah lagi menunjukkan ekspresiku kepadamu. Selain senyum dan tawa. Agar buatmu percaya bahwa aku benar-benar tidak apa-apa.

Aku memang tak pernah bisa masuk di keluargamu. Karena dari awal ibumu tak pernah menerimaku. Namun akan kubuktikan bahwa dia telah salah menilaiku. Memang tampangku tidak seperti yang lain, yang putih, yang sudah bekerja sedari mahasiswa, yang enak diajak berfoto bersama, yang bisa dipamerkan ke teman-teman ibumu yang lain, yang ramah, yang tinggi.
Aku hanya seorang laki-laki bertubuh kecil, kurus, hitam, tampang seadanya, tidak kaya, motorpun hanya punya orang tua, tidak bekerja, cuma mengharap uang saku dari orang tua.
Pokonya tak ada yang bisa dibanggakan dariku. Ibumu memang tau akan seleranya. hehehe

Namun aku bersyukur menjalani hubungan bersamamu, karena aku tau, bahwa aku diberikan sabar yang begitu besarnya dari Tuhan kepadaku. Tuhan menguji titik kesabaranku melalui tingkah lakumu yang bisa secepat angin berubahnya. Dan aku berhasil melewatinya. Namun kau? mungkin hanya kau yang tau jawabannya.

Terimakasih untuk 2 tahun terbaik yang kau berikan. Meskipun kau mungkin tidak sepenuhnya merasa benar-benar 2 tahun mencintaiku. Setidaknya aku yang merasa 2 tahun mencintaimu, tak apa. Aku tak pernah menyesal menghabiskan 2 tahun terakhir ini bersamamu. Bersama dengan kenangan yang pernah kita buat. Itu pasti tidak akan terlupakan.

Semoga hidupmu lebih bahagia saat tidak bersamaku. Aku tidak sempurna untukmu yang terlalu sempurna. 
Hidupku hanya secuil dari hidupmu yang berlimpah harta.
Semoga ada yang bisa membuat hidupmu sempurna. Karena sepertinya, kau tak bisa dapatkan hidup sempurna dariku selama ini.
Semoga pendampingmu nanti adalah orang yang benar-benar diterima oleh ibumu dan adikmu.

Pesanku adalah : 
Masa lalumu tidak usah dijadikan penghalang untukmu. Kulihat kau sepertinya masih tidak bisa melepaskan bayang masa lalu yang kelam itu. Jangan selalu kambing hitamkan masa lalumu yang menyebabkanmu tidak pernah bisa berubah. Jadikan itu sebagai pelajaran, bukan sebagai penghalang. Masa depanmu, kau lah yang menentukan akan seperti apa.

Jadilah wanita yang kuat, yang tetap semangat bekerja. Yang selalu berdoa di tiap memulai kegiatan. Tutup kepalamu dengan jilbab, meskipun tidak tiap hari tak masalah. Seminggu sekali itu sudah bagus. Aku senang melihatmu berjilbab. Setidaknya membuat rambutmu yang indah itu tidak terbang kemana-mana.

Makan nasi 2 kali sehari saja cukup. 1 kali sehari itu terlalu sedikit. Tubuhmu gampang sakit. Apalagi jika istirahatmu kurang. Kalau perlu, minum lagi vitaminmu. Supaya ada tambahan tenaga.

Bekerja di kantormu sekarang itu sudah sangat bagus. Meskipun kamu berapa kali mengatakan ingin berhenti bekerja di sana. Bayangkan berapa banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan pekerjaan sepertimu. Bayangkan betapa sulitnya mencari pekerjaan lagi setelah melepaskan pekerjaanmu yang ini. Namun itu semua kembali kepadamu, itu hanya pesanku saja, bahwa tidak ada pekerjaan yang mudah. Dan selalu ada suka dukanya.

Sudah cukup pesanku untukmu sepertinya.

Sekarang, kau boleh berhenti seperti yang kau minta. Aku tak akan menghalangimu lagi untuk pergi. Tidak mungkin aku memperjuangkan apa yang aku percaya hanya seorang diri. Aku tak akan memaksamu lagi untuk terus berjalan. Karena memang sudah lama jauh kau berhenti berjalan beriringan denganku.

Saatnya aku pindah, dari aku yang sudah menyayangimu sepenuhnya, pindah ke diriku yang memulai dari awal lagi, mencari orang yang semestinya ku sayangi dan menyayangiku sepenuhnya. Sekali lagi terimakasih.

Semoga kita bisa bertemu dalam keadaan yang lebih baik dari ini.
Seedbacklink