Cara Mengatasi Masalah Vandalisme di Kalangan Remaja

Cara mengatasi masalah vandalisme di Kalangan remaja yang sudah berlangsung sejak lama ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Agar ke depannya, tindakan tidak bertanggung jawab dan merusak keindahan lingkungan sekitar tidak terulang lagi.


Baru-baru ini viral kejadian vandalisme anti islam di sebuah Mushola oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kejadian ini terjadi Mushola Darussalam, RT 05/08 Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang.

Meskipun pelakunya dikabarkan sudah ditangkap, tetapi ini menjadi perhatian khusus bagi kita khususnya kepada mereka yang memiliki gejala vandalisme di lingkungan sekitar kita.

Ini menjadi tanda buat kita bahwa ternyata ada benih-benih kebencian SARA yang sudah masuk ke dalam aliran vandalisme ini. Vandalisme saja sudah perbuatan tidak terpuji, ditambah lagi ada "varian" baru Vandalisme SARA justru semakin tidak terpuji perbuatannya.

Ini perlu jadi perhatian kita bersama untuk selalu saling menjaga kerukunan antar umat dan bisa hidup berdampingan secara damai. Kita bersatu karena perbedaan dan oleh karena itu hal tersebut harus selalu dijaga sampai kapanpun.

Berikut ini hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah vandalisme di kalangan remaja, semoga bisa diterapkan di lingkungan kita masing-masing:

1. Penegakan Peraturan Perundang-Undangan

Penegakan dan penguatan undang- undang perlu dilakukan oleh pihak yang berwajib. Tindakan tegas seperti setidaknya akan memicu efek jera bagi pelaku dan mereka yang melakukan tindak vandal namun masih belum tercium aksinya. 

Salah satu tindakan yang bisa diterapkan adalah pemakaian seragam tersangka terhadap pelaku tindak vandalisme. Diharapkan dengan tindakan kecil seperti ini bisa menurunkan keinginan pelaku vandalisme untuk melakukan aksinya kembali.

2. Peran Orang Tua

Orang tua menjadi filter utama bagi anaknya sebelum memasuki dunia luar rumah. Mereka harus berperan memberikan arahan kepada anak agar menghargai benda dan orang lain yang tidak berhak dirusak oleh siapapun.

Orang tua juga harus bisa melihat bakat anak dan tau cara untuk menyalurkan bakatnya dengan benar. Jika bakatnya ke arah karya seni, maka orang tua bisa menyiapkan media agar anak bisa menuangkan bakatnya ke tempat yang tepat. Atau juga bisa memasukkan anak ke tempat les kesenian.

3. Peran Masyarakat dan Sekolah

Masyarakat di sini berperan sebagai kontrol sosial di lingkungan sekitar. Selain itu juga bisa menjaga anak-anak dari perbuatan yang merugikan terhadap barang ataupun orang lain. Masyarakat perlu proaktif untuk mencegah terjadinya kegiatan vandal ini. 

Di sisi lain, pihak sekolah juga diharapkan bisa memberikan pengendalian kepada anak didik mereka untuk tidak melakukan tindakan merugikan tersebut. Siswa yang terindikasi memiliki gejala vandalisme harus segera dibimbing dan diberikan edukasi tentang perilaku tersebut. Agar tidak melanjutkan kegiatannya dan mempengaruhi siswa lain.

4. Peran Media Massa

Media massa sebagai sumber informasi juga harus bisa mengedukasi masyarakat. Terutama dalam hal perilaku sosial di masyarakat yang ditayangkan. Media massa bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan perilaku sosial yang positif untuk ditiru banyak orang. Bisa juga dijadikan alat untuk mengedukasi bahwa perilaku sosial negatif seperti vandalisme itu adalah merugikan orang lain

Semoga 3 Cara Mengatasi Masalah Vandalisme di Kalangan Remaja ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Dan diharapkan tidak ada lagi tindakan yang merugikan orang lain maupun benda lain di masa mendatang.