Pelajaran dari pekerjaan sebelumnya

Selama ini, gue coba melihat ke belakang untuk bisa mengambil pelajaran-pelajarannya. Kali ini pelajaran yang berhubungan dengan pekerjaan, terutama tentang karir. Alhamdulillahnya gue punya kesempatan belajar di beberapa perusahaan dan instansi selama gue memasuki dunia kerja.

Ternyata, dari beberapa kantor yang gue masukin punya ceritanya masing-masing. Setiap cerita pasti punya pelajaran yang bisa diambil. Bersyukurnya, gue selalu menerapkannya di pekerjaan berikutnya.

Beberapa pengalaman yang bisa gue ceritakan di sini antara lain:

1. Jadi profesional dan belajar memahami pimpinan

Ini pekerjaan pertama yang gue dapetin setelah 6 bulan lulus dari S1. Benar-benar gugup waktu pertama kali masuk kantor itu. Namun, karena kantornya mayoritas orang-orang teknik juga, jadi lumayan nyambung ngobrolnya meskipun baru masuk. Bahkan, sampe sekarang gue masih temenan sama orang-orang dari kantor itu, meskipun kami kerjanya udah misah-misah.

Pelajaran pertama yang bisa gue ambil dari pekerjaan ini adalah belajar jadi profesional pertama kali. Pengalaman magang waktu kuliah itu sama sekali berbeda dengan dunia kerja sebenarnya. Apalagi kalo magangnya cuman duduk-duduk doang kerjaannya cuman fotocopy dokumen kerjanya.

Dunia kerja itu stress level-nya udah 2-3 tingkat lebih tinggi daripada dunia perkuliahan teknik. Untungnya di kantor banyak yang bantuin dan ngajarin gue untuk lebih cepat beradaptasi di dalamnya. Lingkungan kerja juga salah satu faktor penting untuk adaptasi dan jadi karyawan yang cepat memahami work flow dan work culture di kantor.

Menjadi profesional pertama kali juga bergantung dengan siapa atasan kita. Kebetulan atasan gue ga terlalu banyak ngasih perintah/instruksi. Karena udah punya beberapa karyawan senior, dia minta karyawan senior aja yang ngajarin dan ngasih instruksi.

Pelajaran kedua yang gue dapatkan adalah belajar memahami pimpinan. Setiap pemimpin punya sifat dan karakternya masing-masing. Semakin cepat lu kenal sama pimpinan lu, akan semakin mudah lu bisa beradaptasi. Semakin lu kenal karakter pimpinan lu, semakin paham gimana mengatasi dan mengantisipasi sikapnya.

Dari sini lu juga bisa belajar untuk stress management terhadap tekanan pekerjaan dan atasan. Terlebih lagi kalo misalnya atasan lu agak moody-an orangnya. Gue bisa paham sama cerita orang-orang yang punya atasan yang ngambekan/baperan gitu. Karena gue juga lumayan baperan orangnya, tapi itu dulu.

Punya atasan dengan karakter seperti itu memang lumayan bikin stress. Tapi, dari situ harusnya bisa belajar untuk tau gimana cara mengatasi tekanannya. Terutama untuk diri lu sendiri yang bisa lu kontrol responnya. Lu bisa belajar untuk memilih respon yang tepat ketika atasan lu mulai moody-an. Bahkan ketika dia marahin lu bukan karena kesalahan lu sendiri.

2. Mengenal budaya kerja instansi/ASN

Setelah keluar dari perusahaan konsultan, gue kerja lagi di perusahaan konsultan yang lain. Bedanya, gue berkantornya di instansi provinsi. Jadi meskipun gue berkontrak sama perusahaan konsultan, kerjanya di instansi. Dari sana gue juga dapat beberapa pelajaran yang bisa diambil.

Pelajaran ketiga yang gue dapatin dari pekerjaan ini adalah belajar memahami dunia kerja instansi/ASN. Beda tempat kerja, udah pasti beda budayanya juga. Mindset orang-orangnya juga berbeda. Apalagi kalo di instansi lebih banyak insan generation boomer yang kerja di sana.

Dari hal generation gap ini aja sudah keliatan berbedanya. Kerjanya lebih slow dan agak kurang mau untuk ngajarin orang. Menurut keyakinan gue, orang-orangnya lebih punya mental fixed mindset, daripada growth mindset. Bisa jadi karena pekerjaannya yang monoton dan yakin punya masa depan terjamin. Jadi ga punya keperluan untuk mengembangkan diri atau meniti karier.

Kalo lu tau ada orang-orang dinas yang masuk jalur orang dalam, itu bukan isapan jempol. Nyata adanya, ini udah jadi rahasia umum. Ada banyak yang kerja di sana bukan karena kualitas orangnya, tapi kualitas koneksinya alias orang dalam. Dari situ gue tau, kayaknya kecil kemungkinan untuk bisa masuk instansi (lagi). Karena koneksi gue minim sekali orang dalam.

Karena mengetahui budaya bekerja ini, akhirnya berguna buat gue di kemudian hari.

3. Koordinasi itu penting

Ini pelajaran ketika gue dapat kerjaan sebagai petugas lapangan di instansi kabupaten. Kami dibagi menjadi beberapa tim, gue masuk di tim rata-rata senior semua orangnya. Salah satu yang bikin gue ga cocok sama pekerjaan ini adalah pola kerjanya yang ga nentu. Kami ga ngantor kayak pegawai instansinya, hanya jadi semacam pendamping perangkat desa yang menjadi target pembangunan dari instansi tersebut.

Mayoritas kami bekerja hanya jika ada kegiatan saja. Misalnya ketika barang-barang hasil pembelian menggunakan dana dari APBD datang. Ketika ada pencairan uang dari bank yang perlu diambil. Ketika ada jadwal rapat dari pimpinan kami di instansi. Udah gitu doang. Sisanya kebanyakan di kamar kost aja. Buat gue, bisa dibilang ini kerjaan "setengah nganggur".

Pekerjaan ini cocoknya disebut freelance, karena hanya perlu aktif ketika momen tertentu saja. Gajinyapun bisa dibilang jauh di bawah UMK. Karena memang jatohnya ga full time juga. Ga cocok buat gue yang masih usia produktif dan pengennya kerja kantoran.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari kerjaan ini adalah berkoordinasi/komunikasi itu penting.

Waktu itu kami memang banyak berkoordinasi di grup kerjaan (whatsapp). Gue yang waktu itu menganggap chat di grup terlalu mainstream, jadinya koordinasi lewat japri aja ke sesama anggota tim. Masalahnya, gue koordinasi ke anggota tim doang, kalo ke koordinatornya jarang. 

Ternyata, hal itu dianggap gue jadi ga koordinasi kerjaan sama dia. Jadilah gue dianggap ga kerja, karena ga ada komunikasi. Padahal, gue mah kerja-kerja aja, ke sana kemari nengokin perangkat desa yang gue pegang progressnya. Mungkin karena kurang passionate sama kerjaannya, jadi terbawa juga vibes-nya ke anggota kerjaan yang lain.

Pada akhirnya gue emang ga diperpanjang. Seandainya diminta perpanjang pun gue gamau. Karena kurang suka budaya kerjanya yang ga ngantor tiap hari. Mungkin kalo koordinatornya ganti, atau budaya kerjanya ganti, masih akan gue pertimbangkan.

4. Bare minimum profesional

Pelajaran selanjutnya yang gue dapat adalah di pekerjaan yang sekarang. Menurut gue, kerjaan yang sekarang ini salah satu yang paling berkualitas dari semua yang pernah gue jalani. Dari sisi manajerial, profesionalisme dan juga koordinasi, perusahaan ini tergolong well manage.

Mungkin inilah kondisi dimana setiap posisi krusial diisi oleh orang-orang yang profesional dibidangnya. Semua terkoordinir dengan baik, segala kemungkinan masalah dimitigasi lebih dulu. Jikapun ada masalah, diselesaikan dengan cara yang halus lebih dulu sebelum menggunakan cara yang "kasar". Cara kasar pun hanya dijalankan jika dalam keadaan terpaksa dan mendesak sekali.

Pelajaran yang gue dapatkan di pekerjaan ini adalah profesionalisme itu bare minimum.

Karena terbiasa bekerja dengan standar profesional yang biasa-biasa aja, gue cukup kaget ternyata profesionalisme itu bisa sedisiplin ini diterapkannya. Profesionalisme yang gue maksud misalnya seperti penerapan SOP perusahaan yang cukup ketat. Jalur koordinasi yang jelas dan filter informasi yang ketat.

Gue cukup yakin masih ada perusahaan yang punya standar profesionalisme lebih tinggi dari kerjaan gue sekarang. Tapi tau segini aja gue udah bersyukur banget, jadi ilmu yang akan gue bawa kemanapun. Bahkan, gue akan menerapkannya di luar dunia kerja juga. Karena disiplin dan profesionalisme itu 2 hal yang sangat jarang dimiliki oleh seseorang.

Dari pekerjaan inI gue juga belajar untuk memahami bahwa setiap perusahaan punya kebijakan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah kebijakan 6 hari kerja. Seperti yang pernah gue tulis, kalo gue sebenarnya lebih mendukung kebijakan 5 hari kerja

Hikmahnya adalah gue belajar mensyukuri hari libur yang sedikit ini. Katanya kalo kita bersyukur, ntar nikmatnya ditambahin. Nanti kalo banyak-banyak bersyukur makin bertambah hari liburnya, kan?

Aamiin...

***

Gue pengennya tulisan ini bisa bermanfaat buat lu. Entah lu lagi nyari kerjaan, atau udah punya kerjaan. Can make your job step up to the next level of your carier. Kalo memang misalnya lu udah tau hal ini, coba bagikan tulisan ini ke junior-junior lu yang lain. Misalnya lu punya cerita/pengalaman terkait karir/pekerjaan yang pernah lu jalankan, tuliskan di kolom komentar, ya!

Pelajaran dari tahun 2025

Alhamdulilah kita baru aja ngelewatin tahun 2025. Ga bisa bilang "cepet banget, ya, udah ganti tahun", karena menurut gue tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Berjalannya yang sedang-sedang saja. Ga terasa cepat, ga terasa lambat juga. Selayaknya sehari-hari yang dijalani aja.

Tapi waktu memang akan terasa begitu cepat kalo kita ga mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Bisa jadi, ketika lu ngerasa waktu berjalan begitu cepat karena lu sendiri membuang waktu dengan sia-sia. Contoh hal yang sia-sia: ga pernah baca blog gue seumur hidup lu, hahahha! Becanda, yaa!

Anyway, perjalanan 2025 ditutup dengan biasa-biasa aja. Tidak ada yang terlalu spesial tapi bukan berarti hambar banget. Sedikit banyak, ada beberapa hal yang bisa jadi bahan evaluasi dan belajar buat tahun 2026. Gue harap lu juga bisa nemu hal yang sama ketika baca tulisan ini.

1. Lebih menikmati setiap momen

Kalo dulu gue ga terlalu memerhatikan hal ini. Nongkrong ya nongkrong aja, jalan-jalan ya jalan-jalan aja. Momen-momen itu berlalu begitu aja tanpa bisa gue resapi lebih dalam. Setiap kegiatan hanya dirasakan pada saat itu saja, tapi ga ada kenang-kenangannya. Karena memang jarang mengabadikan momen (baik foto/video), ga terbiasa megang hp kalo lagi nongkrong/ngumpul-ngumpul.

2025 gue mulai menyadari, setiap momen berharga dan ga mungkin kejadian 2 kali meskipun dengan orang yang sama. Barulah mulai sedikit-sedikit mencoba membiasakan diri untuk mengabadikan setiap momen yang gue jalani. Entah itu sama temen pas lagi nongkrong ataupun pas lagi sama orang tua jalan-jalan bareng. Pokoknya sebisa mungkin ga ada momen yang terlewat untuk diabadikan dan dinikmati.

Memang agak susah buat gue yang ga terbiasa melakukan selfie ataupun vlogging. Tapi harus gue paksa, karena kalo ga dilakuin gue udah ga bisa lagi mengabadikan momen itu di lain waktu nantinya. 

Itu kunci yang menggerakkan gue untuk terus mengabadikan dan menikmati setiap momen yang terjadi: waktu tidak bisa diulang kembali.

2. Lebih menghargai diri sendiri

Satu hal yang paling gue rasakan berbeda dari tahun 2025 adalah tentang mengenali diri ini. Semakin ke sini semakin peduli dan semakin memahami badan dan diri sendiri. Apa yang gue rasakan, apa yang membuat gue merasakan sesuatu, lebih diresapi dari tahun sebelumnya.

Gue mencoba menerapkan batasan sedikit lebih tinggi terhadap diri gue ke orang lain. Sedikit demi sedikit mengubah sikap ga enakan sama orang. Mulai berani mengucapkan kata "tidak" demi menjaga kewarasan. Karena orang lain pun juga bisa menolak sesuatu dari gue tanpa ngerasa ga enak.

Dengan lebih mengenal dan menghargai diri sendiri, gue ngerasa jadi lebih secure sebagai manusia. Ga lagi gampang baperan, jarang tersinggung pada hal-hal yang ga penting. Energi gue jadi lebih mudah disalurkan kepada hal-hal yang lebih produktif.

Emosi juga jadi lebih stabil, sebisa mungkin menghindari drama dan perdebatan ga penting. Karena lebih kenal sama diri sendiri, gue sekarang ngeh kalo debat ga penting dan marah-marah ga jelas itu sangat menguras energi. Dengan energi yang semakin terbatas dan kerjaan yang juga banyak, lebih baik digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan daripada debat ga jelas.

3. Selektif menyalurkan energi

Gue menyadari kalo energi yang dimiliki tiap orang tu beda-beda. Mungkin tergantung umurnya juga kali, ya? Semakin gede angka umurnya makin besar energi yang dipake untuk ngerjain sesuatu begitupun sebaliknya.

Apalagi untuk orang yang (menurut keyakinan gue) introvert, energinya bisa dibilang minimalis. Ada orang yang ketemu sama orang banyak energinya jadi makin gede. Ada juga orang yang semakin banyak ketemu sama orang, energinya makin tersedot. Gue termasuk ke orang yang kedua. 

Jadi karena energi udah habis duluan di tempat kerja, jadinya males ngelakuin hal-hal lain yang ga terlalu produktif. Udah mah orangnya juga males nongkrong kalo cuman sendirian, ditambah lagi kerja di kantor udah terkuras energinya. Makin males keluar lagi kalo udah nyampe di rumah. Kecuali memang penting banget, baru deh mau keluar.

2026 harus lebih selektif lagi menyalurkan energi kepada hal yang lebih produktif dan menghasilkan cuan. Karena tidak ada wanita yang mau dengan lelaki miskin.

4. Tidak mendewakan uang, tapi tetap menghargainya

2025 merupakan tahun yang membuat kesadaran gue terhadap uang jadi lebih stabil. Sebelumnya gue menganggap uang itu segalanya. Akhirnya bikin gue jadi lebih pelit sama diri sendiri. Malah bikin gue tersiksa karena ga bisa menikmati hidup.

Lama-lama gue menyadari uang memang bukan segalanya, tapi bukan berarti bikin diri ini jadi tersiksa. Sekarang udah ga terlalu mikirin lagi kalo misalnya mau ngeluarin duit. Mau jajan, mau makan atau nongkrong ya tinggal dilakuin aja. Ga usah mikirin gimana duitnya nanti.

Gue percaya setiap uang, tenaga dan pikiran yang gue keluarkan akan berdampak baik ke diri sendiri. Terlebih soal uang, sekarang gue ga takut jadi miskin ketika dipake jajan. Karena gue mengeluarkan uang itu dengan bahagia dan penuh rasa syukur.

Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Uang memang bukan segalanya, tapi hidup kita jadi lebih bahagia ketika bisa belanja sesuatu yang kita mau tanpa takut miskin.

5. Ilmu adalah investasi terbaik

Salah satu investasi terbaik yang pernah gue cobain adalah ilmu pengetahuan. Pengalaman gue yang belajar jualan online waktu 2019, membuat gue sadar ilmu itu investasi terbaik. Ilmunya gue pelajarin tahun 2019, baru bener-bener berdampak sama penghasilan gue dari tahun 2022.

Sejak saat itu, gue mulai meinvestasikan sebagian pendapatan untuk belajar sesuatu. Tahun 2022 gue ikut sertifikasi profesional untuk ngelamar kerja di posisi tertentu. Sertifikat ini sempat membawa gue ketemu pekerjaan yang gue mau, tapi pada akhirnya gue mundur.

Sebelum masuk ke pekerjaan yang sekarang, gue disarankan untuk ikut sertifikasi yang lain. Gue ikutan lagi sertifikasi itu untuk jadi dasar pengetahuan di pekerjaan yang sekarang. Terbaru, gue ikutan belajar Meta Ads akhir tahun 2025 ini, tentu saja untuk membuka peluang dapatin penghasilan tambahan.

Sepengalaman gue, yang namanya "investasi" ga bisa kita rasain secara instan. Jadi harus banyak mencoba dan sabar. Bisa jadi ilmunya kita pelajari hari ini, ketemu hasilnya 2-3 tahun ke depan.

***

Tahun 2026 harus lebih banyak pengalaman yang bisa dibagikan. Tahun 2026 harus lebih banyak pelajaran yang bisa dibagikan kepada lebih banyak orang. Semoga lu yang baca tulisan ini bisa begitu juga, ya!

Bagikan harapan lu di tahun 2026 di kolom komentar, ya!

Ingatan masa kecil yang tersimpan di core memory gue

Setiap orang di dunia ini pasti punya ingatan masa kecil yang melekat sampe sekarang. Minimal ada 1 momen di masa kecil lu yang jadi core memory. Bisa jadi itu memori yang kelam atau bisa jadi yang menyenangkan. Biasanya hal yang masih kita inget itu bisa jadi karena terlalu esktrim "sakitnya" atau terlalu membahagiakan momennya.

Buat gue pribadi, ada beberapa ingatan masa kecil yang masih nempel sampe sekarang. Ada yang menyedihkan ada yang menyenangkan. Setidaknya ada 4 momen core memory yang gue catat. Momen-momen ini terngiang-ngiang terus di kepala gue sampe sekarang.

Bersiap-siap, karena bisa jadi lu bakalan baca memori-memori yang disturbing yang akan dituliskan. Ini juga salah satu cara gue untuk bisa berdamai dengan keadaan yang selama ini menghantui isi kepala. Ga ganggu sih, cuman daripada stuck di kepala doang, ntar jadi penyakit.

1. Pernah ngerayain ulang tahun di kelas

Waktu gue sekolah TK, ada masanya ulang tahun dirayain di kelas bareng temen-temen dan guru-gurunya. Ada banyak temen-temen sekelas gue yang ngelakuin hal itu, gue jadi pengen ikut juga. Akhirnya waktu tanggal ulang tahun gue deket, dirayakanlah di kelas.

Rasanya bangga banget, kayak jadi raja sehari gitu. Semua temen-temen ikut datang dan seneng-seneng bareng. Pake topi ultah kerucut gitu, trus pake selendang tulisannya "selamat ulang tahun" yang kegedean gitu. Badan gue kan kecil ya, sampe sekarang sih masih, selendangnya kepanjangan.

Gue ga tau berapa uang yang dihabiskan orang tua gue untuk acara ini. Mereka juga ga pernah cerita atau pernah tapi gue lupa. Namanya anak kecil mana ngerti soal duit, taunya mainan dan seneng-seneng doang, kan? 

Kayaknya cuman sekali itu doang ultah gue dirayain di sekolahan. Selebihnya ga pernah lagi. Karna memang mungkin budaya di keluarga gue aja kali, ya? Sampe sekarang pun kami serumah tu jarang banget ngerayain ulang tahun yang proper. Paling makan-makan doang.

Yah, setidaknya udah pernah ngerasain ulang tahunnya dirayain, lah ya.

2. Numpahin air ke penggorengan mamang gorengan

Salah 1 kejadian memalukan yang masih selalu teringat sampai sekarang. Ini nunjukkin kalo gue ceroboh dari kecil dan juga penyuka gorengan sejak zaman SD wahahha!

Jadi di SD gue itu dulu ada mamang yang jualan gorengan depan sekolah. Gorengannya tahu, tempe doang. Dulu varian jajanan gorengan itu masih ga sebanyak sekarang. Adanya tahu-tempe doang, paling mentok telor gulung sama pempek pake bahan dasar aci.

Nah, gue tu emang langganan jajan gorengan di mamang ini. Karena menurut gue rasanya tu enak meskipun berminyak gitu. Tahu yang digoreng itu tahu segitiga warna kuning itu. Dipotong tipis-tipis tapi bentuknya masih tetap segitiga. Tahunya dilumurin adonan tepung berbumbu, jadi ada gurih-gurihnya.

Gue sering jajan di sana sambil bawa botol air minum gitu, isinya air putih doang. Suatu hari gue jajan dan entah kenapa botol yang gue taro di gerobaknya dia itu tumpah langsung ke minyak penggorengan mamangnya. Sumpah gue malu banget waktu itu. Ga enak sama mamangnya karna minyaknya ga bisa dipake buat ngegoreng. Kalo pun bisa harus misahin air sama minyaknya dulu.

Begitu gue dijemput bapa gue, langsung gue bilang ke dia, kami minta maaf dan bapa gue ganti pake uang 10ribu (kalo ga salah). Waktu itu seingat gue uang 10ribu udah lumayan gede. Tapi tetep terbawa malu dan ga enaknya sampe sekarang.

Jadi pelajaran berharga buat gue kalo ceroboh jangan sampe bikin rugi orang lain. Harus makin hati-hati bersikap, berkelakuan dan bertindak dimanapun.

3. Ditolak sama crush


Ini salah satu hal yang unexpected yang terjadi di hidup gue. Let me tell you the story.

Waktu SD kelas 6, gue pernah suka sama temen 1 kelas, cewe tentu saja. Orangnya cantik, manis, putih dan rambutnya lurus terurai panjang. Selain itu, dia juga termasuk anak pinter di kelas, gue mah biasa-biasa aja. Kayaknya gue emang lemah sama cewe cantik dan pinter sejak dulu, ye! wahahaha!

Tapi, gue ga pernah ungkapin perasaan itu sama ini anak. Namanya juga anak SD, masih malu-malu dan ga ngerti cinta-cintaan. Gue cuman pendam perasaan itu, tapi tetap ngasih sinyal-sinyal suka ke dia. Mungkin hal ini disadari sama temen-temen sekelas gue yang lain, terutama temen sebangku kala itu, kebetulan dia cewe juga.

Sekolah gue itu, tiap 1 siswa punya satu meja satu kursi, berjejer kayak digabung gitu. Gue perlu jelasin ini biar lu ngerti konteks cerita selanjutnya.

Si temen sebangku gue ini entah kenapa tiba-tiba ngasih jarak mejanya dari meja gue. Gue bingung, dong? Gue tanya, "napa lu misahin meja lu begitu?", dia jawab "gue dimarahin sama crush lu (nyebut nama dia) meja gue deket-deket sama lu". Kaget dong gue! Apakah si crush ini punya perasaan yang sama kayak gue? 

Tapi, gue ga pernah konfirmasi langsung soal adanya perasaan itu ke dia. Cukup gue simpan dalam hati, biar jadi semangat tiap hari ke sekolah. Kan gue malu ceritanya, guys!? Bahwa ada yang nungguin gue masuk kelas di tempat duduknya sambil diam-diam ngeliat gue. Itu aja udah berbunga-bunga banget rasanya.

Perasaan itu terbawa hingga kami masuk SMP. Kebetulan banget, gue dan si crush ini masuk ke sekolah yang sama juga. Pada akhirnya gue memberanikan diri untuk "nembak" anak ini, tapi lewat perantara. Lagi-lagi karna apa? Betul! Malu!

Ending-nya udah bisa ditebak dan gue juga ga nyangka. Entah apa yang bikin perasaannya berubah pas masuk SMP. Gue kecewa sebenarnya, tapi karena gue malu sama temen-temen, berusaha tetap tegar di hadapan mereka wahahaha!

Ini dalam khayalan gue aja, tapi gue jadi mikir: jangan-jangan waktu di SD itu, temen sebangku gue cuman nyari-nyari alasan aja. Dia yang ga suka sama gue, makanya mau misahin mejanya. Tapi dia pake alasan yang "halus" untuk mengaburkan tujuan aslinya. Yang akhirnya bikin gue ngerasa kepedean kalo ada yang suka sama gue. Padahal kenyataannya si crush ini ga suka.

4. Jadi anak yang minderan di sekolah


Ini salah satu masa kelam yang gue alami saat sekolah. Waktu gue TK sampe SD gue gat terlalu ngerasain ini. Tapi perasaan minder ini udah "dipupuk" sejak saat itu. Pokoknya waktu gue zaman sekolah itu, hampir ga ada hari tanpa dimarahin sama ibu gue sendiri. 

Herannya, gue bisa dimarahin tanpa sebab yang jelas. Waktu itu, gue dalam pikiran itu ngomong "emang gue senakal itu ya sampe harus dimarahin tiap hari?" Udah menyadari hal itu, tapi belum cukup dewasa untuk tau apa nama kondisi ini.

Saking lelahnya gue dimarahin tiap hari, ada kalanya gue ngelawan dengan bilang "Kenapa aku dimarahin terus!? Padahal ga salah apa-apa!?" Habis gue sahutin begitu, biasanya ibu gue langsung diem. Entah karena sadar anaknya udah stress atau karna emang gamau memperpanjang durasi emosinya aja.

Selain sering dimarah-marahin begitu, gue juga sering dibanding-bandingin. Lagi-lagi orangnya ibu gue sendiri. Dia sering banget ngebandingin gue sama sepupu gue yang ranking terus di sekolahnya. Gue juga kagum sebenarnya, tapi ga iri. 

Ibu gue yang bikin rasa kagum itu berubah jadi iri karena dia menggunakan sepupu gue sebagai pembanding yang baik. Sementara gue dianggap sebagai anak yang ga pinter karna jarang dapat ranking. Saking gedegnya gue dibanding-bandingin, gue sampe nyaut "Aku ga suka dibanding-bandingin sama si anu!".

Mungkin karena emang sadar atau gimana, setelah itu ga pernah lagi ibu gue ngelakuin hal itu.

Hasil luapan amarah dan emosi ibu gue itu akhirnya bikin gue jadi pribadi yang minder. Saking seringnya dijadiin pelampiasannya dia, gue sampe percaya kalo diri ini seburuk itu. Mungkin sebagian diri gue emang nakal, tapi emang senakal itu? Gue sampe ragu sama diri sendiri gara-gara itu. Jadi orang yang ga percaya diri dan rendah diri di sekolah tu ga enak banget.

Waktu SMP kelas 1 dan SMA kelas 1 gue jadi korban bully di kelas. SMP kelas 1 itu dibullynya bukan fisik tapi mental dan material. Gue dipalak dimintain duit terus sama anak badung di kelas. SMA kelas 1 gue dibully mental dikatain karena badan gue kecil, padahal yang ikutan ngatain juga badannya kecil.

Emang Tuhan itu Maha Tahu mana yang terbaik buat hambanya. Gue bisa mengembalikan kepercayaan diri gue lagi setelah masuk kelas 3 SMA. Kebetulan waktu itu aturannya, mulai dari kelas 2 muridnya ga dipindah-pindah lagi sampe lulus. Dari sanalah gue ketemu sama sahabat-sahabat gue yang sekarang masih akrab.

Jadi orang minder itu ga enak, ga bisa ngembangin diri lebih baik. Gue emang pernah ikutan ekskul di sekolah, tapi ga banyak membantu juga. Untungnya sejak SMA kelas 3 itu, gue sedikit lebih secure sama diri sendiri. Meskipun sebenarnya masih ada mindernya sampe terbawa ke semester akhir mau lulus kuliah.

Sebenarnya sampai sekarang pun gue masih ada mindernya. Tapi gue berusaha untuk meyakinkan diri ini bahwa diri ini pantas dan layak. Pantas dan layak untuk apa? Ya untuk hidup dalam kebahagiaan dan kepercayaan diri yang tinggi. Kalo gue bisa, gue yakin lu juga bisa.

***

Gue rasa ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari tulisan ini. Kalopun ga ada yaudah barti emang belum nemu hikmahnya aja dari kisah ini. Gapapa juga, kok. Makasih ya udah baca tulisan panjang ini, kalo lu punya komentar tulis aja di kolom komen!

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menganggur: Tips Produktif untuk Meningkatkan Kualifikasi dan Mencari Pekerjaan

Banyak yang bilang, zaman semakin ke sini semakin susah nyari kerja. Apalagi di Indonesia yang sumber daya manusianya terbatas. Padahal mah kalo nyari kerjaan tu banyak, namun kualifikasi orang yang dibutuhkannya terkadang banyak ga cocok. Jangankan pencaker, perusahaan juga sama, mereka susah nyari kandidat yang pas sama kebutuhan perusahaan.

cara mengisi waktu nganggur

Awalnya gue juga sempat ngerasain hal itu. Tahun 2023 awal sampai awal tahun 2024 gue nganggur. Gue juga sempat nganggur 2 tahun waktu pandemi. Tapi itu juga karena emang ga ngelamar kemana-mana, sih hehehe. Total 3 tahun lebih gue nganggurnya, bisa dibilang "pengangguran profesional" wahahaha!

Waktu nganggur setahun itu, ada beberapa hal yang gue lakuin untuk mengisi kekosongan kegiatan. Mungkin aja bisa lu kerjain, ini sekadar saran aja tanpa memaksa lu untuk ngelakuin.

Disclaimer: selama gue nganggur di tahun 2023 itu, setiap hari gue juga kirim lamaran daring ke lowker-lowker yang ada. Jadi bukan berarti nganggurnya ga sebar lamaran sama sekali. Bahkan, gue pake target: wajib kirim 3 lamaran online per hari setiap hari tanpa libur.

Kalo lamarannya ga nyampe 3 per hari gimana? Harus positif dulu mindsetnya, gue rasa ga mungkin ga ada harusnya. Tapi kalo memang beneran ga ada, kemungkinan besar cakupan lu mencari lowker kurang luas. Nanti akan gue bahas lebih detail terkait kirim-kirim lamaran ini di tulisan yang lain.

Tips Mengisi Waktu Saat Menganggur:

Perlu diingat, beberapa hal yang gue sebutkan di sini bisa jadi memerlukan modal. Kalo lu masih belum punya modalnya ga perlu dipaksa untuk ikutan. Cari alternatif lain yang lebih realistis, ya!

1. Ikut sertifikasi

Sebenarnya sertifikasi ini udah gue jalani sejak gue masih ada kerjaan di 2022. Waktu itu gue udah yakin banget untuk ga lanjut sama kerjaan itu. Mumpung kerjaannya memang ga memakan waktu yang banyak untuk ngantor, gue manfaatin untuk hal lain. Gue ambil sertifikasi daring untuk "bekal" nyari kerjaan baru.

Kegiatan sertifikasi yang gue ikutin waktu itu adalah Sertfikasi Ahli K3 Umum Kemenaker. Biayanya sekitar 4 juta-an untuk pelatihan selama 2 minggu dan ujian sertifikasinya 2 hari. Biarpun daring, pelatihannya dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, setiap hari kecuali hari Minggu.

Kelas yang cocok untuk yang nganggur dan separo nganggur kayak gue kemaren.

Tips: ikutin sertifikasi menyesuaikan sama posisi yang mau lu incer untuk dilamar. Pilih posisi yang prospeknya menjanjikan dan bisa untuk jaminan masa depan jangka panjang. Tentu ada harga yang harus lu bayar untuk bisa dapatin posisi seperti ini, tapi percaya sama gue: its all worth it kalo lu tekun dan sungguh-sungguh.

2. Bantu usaha orang tua

Salah satu kegiatan yang gue kerjain ketika nganggur: bantuin usaha orang tua. Kebetulan mereka buka usaha untuk mengisi waktu pensiun bapak gue jadi ASN. Karena ga ada kerjaan utama, akhirnya gue bantuin mereka. Awalnya sih menyenangkan, tapi lama-lama bikin stress karena mereka ga punya aturan ketat alias semaunya sendiri.

Sebagai orang yang terbiasa sama aturan dan perencanaan, menghadapi kebiasaan mereka yang semaunya begitu gue ga sanggup. Akhirnya bikin stress sendiri. Karena mereka jugalah gue jadi pengen cepet-cepet punya kerjaan tetap. Alhamdulillah dapet juga.

Tapi tetap bisa dijadikan sebagai pengalaman mengisi waktu nganggur yang menarik.

Bahkan gue bisa memetik pelajaran penting dari kegiatan ini: kalo kita ga disiplin sama waktu, kita yang akan "dimakan" sama waktu itu sendiri.

3. Jualan online

Ini kegiatan favorit gue selama nganggur. Karna bisa dapat duit tanpa harus repot ngantor. Cukup pantengin laptop dari pagi-sore, tanpa harus keluar rumah bisa dapat penghasilan. What a dream, bro!

Sayangnya orang tua gue masih nganggap gue ga ada kerjaan kalo ga ngantor. Lagian, kalo gue masih tetep di rumah aja, gue bakalan makin stress harus ngikutin agenda mereka yang ga nentu itu. Mending gue kerja kantoran sekalian, kan?

Lumayan lah jadinya ga stress banget di kerjaan yang sekarang. Bahkan bisa dibilang lebih stress kerja di rumah daripada ngantor. Karena menurut gue kerjaan di kantor ini tekanannya ga lebih berat daripada tekanan di rumah. Kayaknya gue harus pisah rumah deh dari mereka, biar tenang kalo emang beneran kerja dari rumah aja.

4. Ikut komunitas

Salah 2 kegiatan favorit gue ketika nganggur. Kebetulan di 2022 itu gue keluar dari salah satu organisasi relawan setelah 5 tahun bergabung di sana. Selanjutnya gue memutuskan untuk bergabung ke Komunitas Wikimedia Banjar ketika mereka menawarkan gue untuk masuk.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menganggur: Tips Produktif untuk Meningkatkan Kualifikasi dan Mencari Pekerjaan

Sebuah keputusan yang tepat karena bikin gue jadi makin produktif. Karena kegiatan-kegiatan di Wikimedia Banjar ternyata didukung penuh sama Wikimedia Indonesia. Bahkan gue bisa ikut proyek-proyek hibah mereka juga. Sebuah komunitas yang inklusif dan suportif yang gue butuhkan akhirnya ketemu.

Btw, gue join komunitas ini gratis ga bayar apapun. Memang ada juga keanggotaan yang berbayar, tapi itu ga wajib. Melihat apa yang gue dapatkan selama ini di komunitas, gue rasa ga akan rugi kalo ikutan menjadi anggota yang berbayar. You should try it too.

Kalo lu ga nemu komunitas yang sesuai sama hobi di tempat tinggal sendiri gimana? Cari komunitas yang daring dulu, gapapa dah gabung yang daring. Siapa tau ntar lu jadi perintis komunitas itu secara luring, kan? 

Bagaimana Memasukkan Kegiatan Menganggur ke CV?

Apakah kegiatan-kegiatan ini bisa dimasukin ke dalam CV buat karir atau ngelamar kerjaan? Menurut gue, ada yang bisa ada yang ga. Sertifikasi bisa dimasukin ke CV kalo relevan sama posisi yang lu lamar. Asal sertifikasinya udah selesai, ya!

Kalo pengalaman bantuin usaha orang tua gue selipin di cerita ketika interview. Bisa diceritain ketika lu diminta memperkenalkan diri atau ketika ditanyain apa yang dilakuin selama nganggur? Masukin dah tuh apa aja yang lu lakuin, termasuk pengalaman bantu usaha orang tua.

Sisanya lu tambahin sesuai pengalaman lu selama ini. Intinya kalo lu lagi nganggur, berapa lama pun durasinya, jangan sampe kosong banget ga ngapa-ngapain. Maksudnya kegiatannya jangan cuman ngelamar kerjaan doang gitu loh! Isi sama hal-hal produktif dan positif.

Semoga bisa dimengerti, kalo misalnya lu ada pertanyaan atau pengalaman menarik lainnya, tulis aja di kolom komen, ya!

Review Film Mencuri Raden Saleh 2025: Sinopsis, Plot Twist, dan Pesan Kekinian

Waktu membaca judulnya, gue kira ini cerita zaman sebelum kemerdekaan. "Ah paling tipikal film tokoh biopik kayak kemaren-kemaren lagi". Tapi setelah ngeliat openingnya, semua anggapan itu terbantahkan dengan sendirinya.

Film Mencuri Raden Saleh salah satu film heist yang menyajikan cerita yang penuh dengan plot twist menarik yang menggugah rasa penasaran penontonnya.

review film mencuri raden saleh

Sinopsis Film Mencuri Raden Saleh

Menceritakan sekelompok anak muda yang awalnya diberi misi untuk menduplikasi lukisan asli dari Raden Saleh yang berjudul "Penculikan Pangeran Diponegoro". Tetapi, setelah pekerjaan mereka selesai, ternyata ada misi lain yang sudah menunggu.

Pemeran utamanya Iqbaal Ramadhan yang menjadi Piko, seorang pelukis underrated yang kerjanya memalsukan lukisan. Hasil karyanya bahkan terjual di balai lelang hampir 1 milyar harganya. Padahal ia hanya dibayar 50 juta oleh kuratornya. Para peserta lelang tidak tau kalo lukisan yang dibelinya palsu.

Piko dibantu sama sahabat karibnya, Ucup (Angga Yunanda) dalam menjalankan aksinya. Dia jadi tech guy untuk menyediakan keperluan forging lukisan Piko. Selain itu, Sarah (Agniny Haque) perannya jadi pacar yang pengertian buat Piko. Dia tau Piko masa depannya ga jelas, tapi masih tetap setia nemenin.

Piko dan Ucup sudah punya koneksi untuk menjual lukisan palsu ini. Kurator museum bernama Dini (Atiqah Hasiholan) yang menjadi perantara bocah-bocah ini untuk bertemu dengan villain di film ini. 

Dari sini pertualangan mereka dimulai. 

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Review film Mencuri Raden Saleh (2025)

Konfliknya lumayan kompleks dan dimanfaatkan dengan baik dalam cerita ini. Hubungan antara Piko, keluarga dan pekerjaannya merupakan kombinasi yang relevan dengan kehidupan mayoritas penontonnya. Kondisi Piko ini mencerminkan sandwitch generation yang terjepit antara harus memilih orang tua atau diri sendiri.

Film bertema heist begini salah satu genre tontonan favorit gue. Mulai dari Ocean's Trilogy (11,12,13), Ocean's Eight, Now You See Me 1-2, Den of Thieves, sampai ke The Italian Job. Series macam Money Heist dan Lupin (agak beda dikit, sih) gue habiskan episodenya.

Seingat gue, Mencuri Raden Saleh ini genre heist film lokal pertama yang gue tonton.

Dari sisi cerita, menarik banget karena heist yang lokasinya di Indonesia itu jarang ada yang buat, kecuali orang Indonesia sendiri hehehe. Mungkin karena kurang menarik dan estetik, atau birokrasi pemerintahnya yang ribet.

Gue selalu menurunkan ekspektasi setiap kali nonton film/series yang ga gue tau. Gue ga pengen nonton itu jadi beban. Pengennya cuman menghibur diri aja kalo lagi nonton.

Awalnya gue kira ini tentang Raden Saleh itu sendiri. Kirain film-film sejarah biopik pahlawan Indonesia di pikiran gue. Taunya 180 derajat berbeda dari apa yang gue bayangkan.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Karakter dan alur cerita

Mencuri Raden Saleh ternyata sangat kekinian. Mulai dari latar waktu sampai gawai yang digunakan dalam film ini. Bahkan, ada placement salah satu aplikasi investasi kripto di film ini. Semakin mempertegas betapa kekiniannya film ini.

Alurnya ceritanya bisa dibilang khas film-film bertema heist pendahulunya. Dikasih liat alur maju dulu, di ujung alur itu ada flashback plus plus yang membuka tabir plot twist-nya. Gue tangkap ada sekitar 2-3 kali pola begini berulang.

Pace filmnya rata-rata antara sedang ke cepat. Bahkan cenderung terlalu cepat terutama ketika Ucup tiba-tiba mau rekrut Felia (Rachel Amanda) masuk ke timnya. Kayak sekonyong-konyong langsung mau rekrut dia hanya dalam sekali pantauan.

Bahkan menjelang akhir pace-nya bahkan terlalu cepat. Menurut gue, big reveal-nya film Mencuri Raden Saleh terlalu cepat diungkap. Kayaknya sutradaranya menganggap pengungkapan besarnya itu ada di narasi kalo film ini bakalan lanjut ke part 2, deh.

Buat gue pribadi, impresi terhadap film ini adalah "sangat-sangat Ocean's Trilogy". Bisa dibilang 80% polanya mirip banget. Dari awalnya berdua, trus merekrut orang-orang yang dia butuhkan. Kemudian membuat replika barang, ada inside man mereka di dalam perusahaan yang akan dirampok.

Bahkan, menurut gue, pola pengungkapan plot twist di film Mencuri Raden Saleh mirip banget sama Ocean's Trilogy.

Gue rasa sutradaranya memang punya kecenderungan untuk menjadikan Ocean's Trilogy sebagai "kiblat" dari film ini. Meskipun secara konflik cerita sangat berbeda, tapi pondasinya sama. Kalopun sama juga gapapa sih menurut gue. Ujung-ujungnya kan udah pasti beda dari sisi jalan cerita dan konflik di dalam filmnya.

Kalo diibaratkan makanan, film Mencuri Raden Saleh ini mirip kayak lemper dan onigiri. Rasanya kurang lebih sama, tapi karna beda negara jadinya nama dan penyajiannya beda-beda.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Beberapa hal yang menarik perhatian gue di film Mencuri Raden Saleh:

1. Pemain utamanya semua ga ada adegan merokoknya sama sekali. Apalagi rokok elektrik. Padahal film ini kekinian banget dari sisi penggunaan teknologi dan latar cerita. Rispek banget buat siapapun yang punya gagasan ini. Apalagi pemain-pemainnya didominasi anak-anak muda yang punya pengaruh kuat buat generasi sekarang.

2. Meskipun ga ada adegan merokoknya, tapi ada adegan judinya di film ini. Menurut gue ini ga "indonesia banget". Kita semua tau kalo judi dalam bentuk apapun dilarang, namun di film ini justru ada adegan itu.

3. Ada adegan yang menurut gue ga realistis banget. Malah justru nunjukkin kalo pihak berwajib di film ini agak "kurang cerdas" aksinya. lagi lari kejar-kejaran sama penjahat tapi ga berani lompat nyebrang gedung kayak penjahatnya. Padahal secara logika bisa dikejar karena si penjahat melarikan diri lewat...... LIFT!! Nonton sendiri deh biar tau adegan mana yang gue maksud.

4. Anak presiden itu emang aslinya jelek ya di film ini?

Pendapat pribadi dan analisis plot twist

Skor nguap adalah nilai ulasan yang ditentukan berdasarkan beberapa aspek. Mulai dari jalan cerita, kedalaman karakter, plot yang dibawakan serta kualitas akting pemain di film/serial tersebut. Disklaimer: skor nguap hanya berdasarkan pandangan gue terhadap film tersebut. Jika terdapat perbedaan penilaian ataupun hal lain yang substantif, kemungkinan karena kita berbeda selera. 

Skor nguap juga tidak bisa menjadi acuan tunggal untuk membuat lu memutuskan menonton sebuah tayangan atau tidak. Anggap saja skor nguap adalah salah satu cara untuk menemukan review sudut pandang lain terhadap sebuah karya.

Semakin tinggi skor nguap bisa jadi karya tersebut tidak layak untuk ditonton karena membosankan. Semakin rendah skornya, bisa jadi karya tersebut layak untuk ditonton. Namun ini hanya berdasarkan pandangan gue sebagai penikmat karyanya.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Menurut keyakinan gue, film Mencuri Raden Saleh layak mendapatkan skor nguap 2/10. Dari sisi alur ceritanya gue suka, ada plot twist di dalam plot twist yang bikin film ini jadi unik. Kebetulan memang alur yang berplot twist seperti ini memang salah satu yang gue sukai juga.

Kedalaman karakternya juga lumayan. Artinya kita bisa ngerti kenapa Piko dan Ucup bisa berteman dekat. Apa yang melatarbelakangi Piko hingga akhirnya menerima pekerjaan itu juga cukup kuat dasarnya. Penulis skenarionya tidak menyia-nyiakan durasi yang terdapat pada film ini, semua dimanfaatkan dengan maksimal.

***

Kalo menurut lu film Mencuri Raden Saleh ini gimana? Coba kasih pendapat di kolom komentar, ya! Baca juga review film lain di blog ini, ya!

Seedbacklink