Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

INI YANG LEBIH BERANI DARI MENS REA PANDJI

Komoidoumenoi merupakan acara lawakan tunggal Pandji ke sembilan yang digelar pada tahun 2022-2023. Final shownya diadakan di Istora Senayan Jakarta di hadapan 7000 penonton. Berkat dirilisnya Mens Rea di Netflix, gue bisa nonton spesial show ini di platform comika.id hanya dengan paket basic. Biasanya untuk spesial show tertentu ada add on biaya lagi untuk nonton digital streamingnya.

Setelah gue menonton 10 acara standup comedy Bang Pandji, baik dalam bentuk CD, Digital Download dan nonton langsung, gue berkesimpulan: Mens Rea ga ada apa-apanya. 

Mungkin lu mengira materi Mens Rea terlalu pinggir jurang karena ada di Netflix dan aksesnya bisa dinikmati banyak orang. Tapi kalo lu nonton acara Pandji lainnya di platform comika.id, deh. Lu bakalan tau kalo ada materi yang lebih berbahaya dan tajam.

Gue ga akan spill semua review spesial show-nya di sini. Tapi akan gue kasih perbandingan 3 spesial show dari 10 yang sudah dilakukan. Ditambah Mens Rea yang udah gue review di tulisan sebelumnya.

1. Ternyata Ini Sebabnya dan Keadaan Kahar 

Menurut gue 2 spesial ini punya kemiripan secara vibes. Pertama diadain pas lagi pandemi menyerang, jadi penontonnya terbatas banget dan diadakan di cafe atau restoran doang. Beda banget dari spesial sebelumnya yang diadain di gedung berkapasitas besar.

Selain dari sisi tempat materi di spesial ini juga tergolong mirip-mirip. Pokoknya ga jauh-jauh dari ngobrolin pandemi yang meresahkan. Selain itu, menurut keyakinan gue, beberapa bitnya juga terkesan rada maksa. Bahkan di beberapa bit ada sempat muncul kalimat""ga lucu, ya? padahal menurut gue itu lucu lho?"

Kualitas spesial show dari orang yang udah ngelakuin hal kayak gini lebih dari 5 kali seperti ini, gue rasa itu ga layak muncul dari seorang Pandji. Terlihat sekali ada bit yang memang belum pernah dicobain alias ga matang. Beberapa kali bahkan gue denger dia ngomong belibet kebalik balik gitu.

Dari materi Ternyata Ini Sebabnya gue jadi tau awal ketemu Pandji dengan istrinya yang sekarang. Kita jadi tau kalo Pandji pernah giting di Belanda sama kru-nya yang lain saat ngejalanin tur standup beberapa tahun silam. Dari sini pula kita tau kalo Pandji rutin ke psikolog/psikiater untuk konsultasi terhadap anger management-nya yang buruk.

Keadaan Kahar (force majeur) lebih chaos lagi dari sisi penyelenggaraan acara. Udah mah tempatnya semi outdoor, di lantai 70 lagi. Ga cuman angin kencang yang jadi kendala, tapi juga cuaca yang menentu. Dari video digital streaming yang gue tonton, acara sempat terhenti beberapa menit karena cuaca (sepertinya ujan). Bukan tipikal acara "Pandji banget" yang biasanya well prepared.

Menurut keyakinan gue, 2 spesial ini lebih mirip openmic berbayar pas pandemi daripada spesial show dari pelawak tunggal. Membuktikan 1 hal yang masih terbukti sampe sekarang: kalo Pandji emang jago jualan.

2. Hiduplah Indonesia Maya

Berawal dari IP (intelectual propery) siniar (podcast) Pandji di platform Noice, akhirnya siniar ini menjadi sebuah festival. Salah satu rangkaian acaranya adalah standup comedy show yang diisi oleh Pandji sendiri. Siniar HIM (HIduplah Indonesia Maya) ini membahas tentang hal-hal yang lagi viral di dunia maya dalam format social commentary.

Pertunjukkan HIM ini sudah proper dan sesuai standar Pandji saat mengadakan pertunjukkan lawakan tunggal. Biasanya ada 3 kriteria: in door dengan akustik suara bagus, kapasitas penonton lebih dari 300 orang dan sound system yang mumpuni.

Dari sisi materi juga udah Pandji banget. Solid, rapi, story telling yang panjang namun ga ngebosenin. Karena temanya HIM, jadi materinya mayoritas ngebahas yang lagi rame di medsos, kala itu yang lagi rame adalah pilpres. Makanya materinya di sini dominan sekali membahas pilpres dan presiden-presiden di Indonesia.

HIM ini sebenanyar spesial "pengganti" untuk Septictank yang tidak ada versi digitalnya sama sekali. Menurut Pandji, Septictank tidak ditayangkan di platform manapun dikarenakan untuk menjaga kerahasiaan materinya di sana. Meskipun begitu, beberapa materi Septictank diselipkan di pertunjukkan HIM ini.

3. Komoidoumenoi

Merupakan spesial show Pandji ke-9 sebelum Mens Rea. Tema besar dari spesial kali ini ngomongin tentang ketersinggungan. Mayoritas sih kejadian-kejadian yang berhubungan ketersinggungan yang deket sama dia. Karena kita tau semua kalo Pandji sering banget tersangkut kasus ketersinggungan.

Acara ini digelar di Istora Senayan, tempat Glenn pernah gelar konser. Pandji sering sekali bawa nama Glenn setiap pertunjukkannya, dia mengakui bahwa Glenn adalah sosok idolanya. Apapun yang dilakuin Glenn dalam berkarya, Pandji sebisa mungkin akan ngikutin.

Kali ini meskipun acaranya terlihat proper ada aja kendalanya. Waktu gue nonton di digital downloadnya, penonton di barisan depan ngeluh karena silau kena lampu sorot. Karena panggungnya bundar, jadi ada lampur sorot yang mengarah ke penonton dan bikin mereka silau.

Kedua, perkara sound yang ga kedengeran untuk penonton di tribun. Katanya masalah suara ini tuh udah dari waktu Marcell jadi opening, tapi karena keahlian crowd control-nya yang sudah teruji, masih bisa teratasi. Waktu Pandji naik, masalahnya masih belum kelar, penonton ngeluh lagi. 

Pandji bahkan harus crowd work dulu sekitar 15 menit lebih, tapi masih belum kelar juga tu masalah sound. Kasian banget penonton di tribun, udah bayarnya paling murah, dikasih suara kualitas jelek pula. Meskipun begitu, kalo ga salah ada ada kompensasi buat penonton acara ini karena kualitasnya jelek.

Materi dari Komoidoumenoi ini menurut gue sangat antagonis dan frontal sekali. Jarang sekali Pandji menggunakan strategi "menyerang" seintens ini. Semua dia sikat, dari awal crowd work aja semua orang "diabsenin" satu-satu buat dia serang. Dari fisiknya, sukunya sampe agamanya semuanya kena. Udah gila.

Kata dia, di rangkaian tur Komoidoumenoi ini salah 1 daerah ada penonton yang pulang di tengah acara. Menggambarkan betapa sensitif dan frontalnya materi yang dia bawakan.

Biasanya dalam setiap tur stand up itu, materi komikanya akan berkembang terus versinya. Sampai pada menemukan final form-nya di kota terakhir (finale). Kalo punya rezeki lebih, coba nonton 2 kali deh. 1 kali waktu tur kota-kota besarnya dan nonton di finalenya. Lu bakalan ngeliat materinya akan berbeda banget dari pertama kali lu tonton.

Nah, kalo Komoidoumenoi ini aja ketika tur daerahnya bisa bikin penonton pulang di tengah-tengah acara. Lu bisa ngebayangin ga separah apa materi di finalenya? Terlepas dari penontonnya emang baperan atau punya urusan lain, kita asumsikan materinya emang separah itu.

Menurut gue sih, materi di Komoidoumenoi ini edgy, bold, beran dan menantang batas ketersinggungan. Pandji mendorong jauh batas ketersinggungan penontonnya hingga ke tepi jurang penghinaan. Buat gue, tipis banget batas antara ketersinggungan, becanda dan menghina di Komoidoumenoi.

Saking tajamnya materi di Komoidoumenoi, gue beberapa kali meringis mendengarnya. Meringis itu udah hal normal ketika dengerin materi Komoidoumenoi. Tertawanya itu bukan hanya lucu, tapi ada ironi, satir di dalamnya. Beberapa kali dia selalu bilang "gue jarang solat" atau "saya ga pernah ngaji" untuk menunjukkan betapa dangkalnya pengetahuan agamanya saat itu.

Bahkan, salah satu materinya yang nyeritain jalan-jalan ke museum itu mencoba menggoyahkan iman umat muslim. Jujur gue sampe ngilu dengernya dan ngebayangin kalo materi ini sampe bocor keluar dari platform ini apa respon yang bakalan dia dapatkan. Orang-orang yang fanatik sih menurut keyakinan gue bakalan ngamuk kalo hal itu dipertanyakan.

Lu tonton sendiri, dah materi fullnya kayak gimana ye!

***

Buat gue pribadi, kalo soal "berani-beranian" materinya, Komoidoumenoi kurang lebih setara beraninya dengan Mens Rea. Karena keduanya sama-sama membahas isu sensitif. Kalo Mens Rea berani dari sisi pembahasan soal tokoh-tokoh politik. dan oknum-oknum instansi. Komoidoumenoi berani dari sisi religiusitasnya dan mendorong batas ketersinggungan seseorang.

Bersyukurnya, Komoidoumenoi dirilis di platform eksklusif aja, ga kayak Mens Rea. Jadi yang terpapar dengan materi ini ga terlalu banyak. Kalo pun ada, mungkin udah ngerti bahwa ini hanyalah pertunjukkan komedi. Kalo di Netflix, orang-orang yang belum pernah terpapar stand up comedy justru keliatan gagap. Kayak baru pertama kali ngeliat standup.

Tapi jadinya bagus sih, orang-orang jadi tau apa yang dibicarakan seorang komika ketika lagi manggung. Ada banyak pembahasan sebenarnya, setiap komika cuma ciri khasnya masing-masing. Mereka bebas memilih mau nonton siapa dan suka sama materi yang mana. Balik lagi ke selera masing-masing, ya. Ketika bicara soal selera, maka tidak bisa maksa orang lain untuk ngikutin seleranya kita.

Kalo menurut lu sendiri, lu suka ga materi standupnya Bang Pandji, coba tulis di kolom komen, ya!

Review Film Mencuri Raden Saleh 2025: Sinopsis, Plot Twist, dan Pesan Kekinian

Waktu membaca judulnya, gue kira ini cerita zaman sebelum kemerdekaan. "Ah paling tipikal film tokoh biopik kayak kemaren-kemaren lagi". Tapi setelah ngeliat openingnya, semua anggapan itu terbantahkan dengan sendirinya.

Film Mencuri Raden Saleh salah satu film heist yang menyajikan cerita yang penuh dengan plot twist menarik yang menggugah rasa penasaran penontonnya.

review film mencuri raden saleh

Sinopsis Film Mencuri Raden Saleh

Menceritakan sekelompok anak muda yang awalnya diberi misi untuk menduplikasi lukisan asli dari Raden Saleh yang berjudul "Penculikan Pangeran Diponegoro". Tetapi, setelah pekerjaan mereka selesai, ternyata ada misi lain yang sudah menunggu.

Pemeran utamanya Iqbaal Ramadhan yang menjadi Piko, seorang pelukis underrated yang kerjanya memalsukan lukisan. Hasil karyanya bahkan terjual di balai lelang hampir 1 milyar harganya. Padahal ia hanya dibayar 50 juta oleh kuratornya. Para peserta lelang tidak tau kalo lukisan yang dibelinya palsu.

Piko dibantu sama sahabat karibnya, Ucup (Angga Yunanda) dalam menjalankan aksinya. Dia jadi tech guy untuk menyediakan keperluan forging lukisan Piko. Selain itu, Sarah (Agniny Haque) perannya jadi pacar yang pengertian buat Piko. Dia tau Piko masa depannya ga jelas, tapi masih tetap setia nemenin.

Piko dan Ucup sudah punya koneksi untuk menjual lukisan palsu ini. Kurator museum bernama Dini (Atiqah Hasiholan) yang menjadi perantara bocah-bocah ini untuk bertemu dengan villain di film ini. 

Dari sini pertualangan mereka dimulai. 

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Review film Mencuri Raden Saleh (2025)

Konfliknya lumayan kompleks dan dimanfaatkan dengan baik dalam cerita ini. Hubungan antara Piko, keluarga dan pekerjaannya merupakan kombinasi yang relevan dengan kehidupan mayoritas penontonnya. Kondisi Piko ini mencerminkan sandwitch generation yang terjepit antara harus memilih orang tua atau diri sendiri.

Film bertema heist begini salah satu genre tontonan favorit gue. Mulai dari Ocean's Trilogy (11,12,13), Ocean's Eight, Now You See Me 1-2, Den of Thieves, sampai ke The Italian Job. Series macam Money Heist dan Lupin (agak beda dikit, sih) gue habiskan episodenya.

Seingat gue, Mencuri Raden Saleh ini genre heist film lokal pertama yang gue tonton.

Dari sisi cerita, menarik banget karena heist yang lokasinya di Indonesia itu jarang ada yang buat, kecuali orang Indonesia sendiri hehehe. Mungkin karena kurang menarik dan estetik, atau birokrasi pemerintahnya yang ribet.

Gue selalu menurunkan ekspektasi setiap kali nonton film/series yang ga gue tau. Gue ga pengen nonton itu jadi beban. Pengennya cuman menghibur diri aja kalo lagi nonton.

Awalnya gue kira ini tentang Raden Saleh itu sendiri. Kirain film-film sejarah biopik pahlawan Indonesia di pikiran gue. Taunya 180 derajat berbeda dari apa yang gue bayangkan.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Karakter dan alur cerita

Mencuri Raden Saleh ternyata sangat kekinian. Mulai dari latar waktu sampai gawai yang digunakan dalam film ini. Bahkan, ada placement salah satu aplikasi investasi kripto di film ini. Semakin mempertegas betapa kekiniannya film ini.

Alurnya ceritanya bisa dibilang khas film-film bertema heist pendahulunya. Dikasih liat alur maju dulu, di ujung alur itu ada flashback plus plus yang membuka tabir plot twist-nya. Gue tangkap ada sekitar 2-3 kali pola begini berulang.

Pace filmnya rata-rata antara sedang ke cepat. Bahkan cenderung terlalu cepat terutama ketika Ucup tiba-tiba mau rekrut Felia (Rachel Amanda) masuk ke timnya. Kayak sekonyong-konyong langsung mau rekrut dia hanya dalam sekali pantauan.

Bahkan menjelang akhir pace-nya bahkan terlalu cepat. Menurut gue, big reveal-nya film Mencuri Raden Saleh terlalu cepat diungkap. Kayaknya sutradaranya menganggap pengungkapan besarnya itu ada di narasi kalo film ini bakalan lanjut ke part 2, deh.

Buat gue pribadi, impresi terhadap film ini adalah "sangat-sangat Ocean's Trilogy". Bisa dibilang 80% polanya mirip banget. Dari awalnya berdua, trus merekrut orang-orang yang dia butuhkan. Kemudian membuat replika barang, ada inside man mereka di dalam perusahaan yang akan dirampok.

Bahkan, menurut gue, pola pengungkapan plot twist di film Mencuri Raden Saleh mirip banget sama Ocean's Trilogy.

Gue rasa sutradaranya memang punya kecenderungan untuk menjadikan Ocean's Trilogy sebagai "kiblat" dari film ini. Meskipun secara konflik cerita sangat berbeda, tapi pondasinya sama. Kalopun sama juga gapapa sih menurut gue. Ujung-ujungnya kan udah pasti beda dari sisi jalan cerita dan konflik di dalam filmnya.

Kalo diibaratkan makanan, film Mencuri Raden Saleh ini mirip kayak lemper dan onigiri. Rasanya kurang lebih sama, tapi karna beda negara jadinya nama dan penyajiannya beda-beda.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Beberapa hal yang menarik perhatian gue di film Mencuri Raden Saleh:

1. Pemain utamanya semua ga ada adegan merokoknya sama sekali. Apalagi rokok elektrik. Padahal film ini kekinian banget dari sisi penggunaan teknologi dan latar cerita. Rispek banget buat siapapun yang punya gagasan ini. Apalagi pemain-pemainnya didominasi anak-anak muda yang punya pengaruh kuat buat generasi sekarang.

2. Meskipun ga ada adegan merokoknya, tapi ada adegan judinya di film ini. Menurut gue ini ga "indonesia banget". Kita semua tau kalo judi dalam bentuk apapun dilarang, namun di film ini justru ada adegan itu.

3. Ada adegan yang menurut gue ga realistis banget. Malah justru nunjukkin kalo pihak berwajib di film ini agak "kurang cerdas" aksinya. lagi lari kejar-kejaran sama penjahat tapi ga berani lompat nyebrang gedung kayak penjahatnya. Padahal secara logika bisa dikejar karena si penjahat melarikan diri lewat...... LIFT!! Nonton sendiri deh biar tau adegan mana yang gue maksud.

4. Anak presiden itu emang aslinya jelek ya di film ini?

Pendapat pribadi dan analisis plot twist

Skor nguap adalah nilai ulasan yang ditentukan berdasarkan beberapa aspek. Mulai dari jalan cerita, kedalaman karakter, plot yang dibawakan serta kualitas akting pemain di film/serial tersebut. Disklaimer: skor nguap hanya berdasarkan pandangan gue terhadap film tersebut. Jika terdapat perbedaan penilaian ataupun hal lain yang substantif, kemungkinan karena kita berbeda selera. 

Skor nguap juga tidak bisa menjadi acuan tunggal untuk membuat lu memutuskan menonton sebuah tayangan atau tidak. Anggap saja skor nguap adalah salah satu cara untuk menemukan review sudut pandang lain terhadap sebuah karya.

Semakin tinggi skor nguap bisa jadi karya tersebut tidak layak untuk ditonton karena membosankan. Semakin rendah skornya, bisa jadi karya tersebut layak untuk ditonton. Namun ini hanya berdasarkan pandangan gue sebagai penikmat karyanya.

MENCURI RADEN SALEH REVIEW BAHASA INDONESIA

Menurut keyakinan gue, film Mencuri Raden Saleh layak mendapatkan skor nguap 2/10. Dari sisi alur ceritanya gue suka, ada plot twist di dalam plot twist yang bikin film ini jadi unik. Kebetulan memang alur yang berplot twist seperti ini memang salah satu yang gue sukai juga.

Kedalaman karakternya juga lumayan. Artinya kita bisa ngerti kenapa Piko dan Ucup bisa berteman dekat. Apa yang melatarbelakangi Piko hingga akhirnya menerima pekerjaan itu juga cukup kuat dasarnya. Penulis skenarionya tidak menyia-nyiakan durasi yang terdapat pada film ini, semua dimanfaatkan dengan maksimal.

***

Kalo menurut lu film Mencuri Raden Saleh ini gimana? Coba kasih pendapat di kolom komentar, ya! Baca juga review film lain di blog ini, ya!

ABADI NAN JAYA NETFLIX REVIEW BAHASA INDONESIA

Apa jadinya ketika salah satu warisan budaya Indonesia justru membawa malapetaka bagi negerinya sendiri?

REVIEW THE ELIXIR ABADI NAN JAYA NETFLIX

Jamu merupakan salah satu warisan tertua budaya Indonesia. Terbuat dari rempah-rempah asli dari Indonesia. Katanya, jamu juga bermanfaaat buat kesehatan tubuh juga. Itulah yang jadi produk andalan dari pabrik Wani Waras selama ini.

Sinopsis film The Elixir "Abadi Nan Jaya"

Pabrik Jamu Wani Waras letaknya di Desa Wanirejo. Desa yang asri, tentram dan masih banyak ladang hijau yang tersebar di penjuru desa. Wanirejo juga rumah dari salah satu pemilik pabrik Wani Waras, Sadimin (Doni Damara) dan istri keduanya, Karina (Eva Celia).

Wani Waras sudah hampir bangkrut dan akan dijual oleh Sadimin. Namun, masih mencoba mengembangkan sampel baru untuk diproduksi. Sampel ramuan yang diberi nama "Abadi Nan Jaya". 

Dari sampel inilah semua malapetaka dimulai.

Kata Sadimin, sampel ini ramuan untuk awet muda. Hasilnya mujarab dan bahkan terbilang instan. Tapi, selayaknya sesuatu yang terjadi secara instan, ada konsekuensi di belakangnya. Sadimin tiba-tiba berubah jadi tak terkendali dan memangsa manusia.

Keluarga Sadimin harus berjuang menyelamatkan diri dari kejaran "manusia" ini. Mereka terpencar, struggle demikian keras agar tetap selamat. Ada yang berhasil, ada juga yang gagal.

review film abadi nan jaya the elixir

Review Film Abadi Nan Jaya Netflix

Buat gue pribadi, keberadaan Mikha Tambayong (Kenes) dan Eva Celia (Karina) di film Abadi Nan Jaya ibarat melihat "matahari kembar". Dua-duanya cocok jadi pemeran utama. 

Kenes merupakan anak kedua dari 2 bersaudara dan merupakan salah satu pewaris pabrik. Ia sosok ibu yang begitu menyayangi anaknya, Raihan. Bahkan menurut gue lebih sayang ke anaknya daripada suaminya, Rudi. Soalnya yang dicariin si Raihan mulu, suaminya ga terlalu diperhatiin. Tipikal emak-emak banget pokoknya.

Dalam perjalanannya di film ini, kamu bisa ngeliat Kenes dan kakanya Bambang (Marthino Lio) berjibaku menyelamatkan diri dari mayat hidup di Wanirejo. Misi mereka berdua cuma satu: jemput Raihan yang ada di rombongan lain bersama Rudi dan Karina.

Konflik di film ini awalnya gue kira jadi rumit. Karena ada banyak problem yang dihadapi sama keluarga ini. Terutama konflik antara Karina dan Kenes yang bersahabat sejak SMA. 

eva celia abadi nan jaya

Karina sendiri diceritakan dari keluarga yang bukan pebisnis, orang tuanya selalu memperhatikan anaknya bahkan sering antar pulang Kenes ke rumah. Karena ayah Kenes, Sadimin, sibuk ngurusin bisnis.

Karina juga berjibaku menyelamatkan diri bersama Raihan dan Rudi. Bahkan, menurut gue Karina berjuang lebih ekstrim daripada Kenes di film ini. Kenes buat gue ga punya survivor skill yang mumpuni. Mungkin karena berasal dari anak orang kaya yang serba dimanjain.

Dalam misi mereka menyelamatkan diri, halangannya cukup banyak. Tapi buat gue "bumbu" dramanya agak kebanyakan. 

Untuk dibilang sebagai film horror menurut gue ga terlalu menakutkan. Bisa dibilang film ini tuh genrenya drama-thriller kayaknya.

Film ini tuh terasa hambar, kosong, kayak ada yang kurang.

Menurut keyakinan gue, pemainnya kayak kurang maksimal acting-nya. Jadinya, penonton ga bisa ikut kebawa sama kepribadian masing-masing karakternya. Itu yang bikin film ini jadi terasa hampa.

Selain itu, backstory masing-masing karakter juga ga digali lebih jauh. Penonton ga banyak tau Karina itu dididik sama almarhum ibunya kayak gimana. Kenes itu orang tuanya kayak apa, bahkan suaminya Kenes si Rudi aja gue ga tau kerjaannya apaan.

Filmnya ga ngajak penonton kenal lebih dekat sama karakter-karakternya. Kita cuman disuruh nonton trus yaudah gitu. Hambar banget, ga ada keinginan untuk bonding. Bener-bener kayak memuaskan hasrat penulis skenario dan sutradara doang nontonnya.

review film netflix abadi nan jaya

Kalo diibaratkan makanan, Abadi Nan Jaya ini kayak bubur ayam polos tanpa topping. Kurang menarik, ga ada variasi rasa selain rasa buburnya doang. Begitu dimakan ga meninggalkan kesan apa-apa. Laparnya sih ilang, tapi ga bikin kenyang.

Abadi Nan Jaya direkomendasiin untuk

Menurut gue, film ini cocok ditonton bareng keluarga, untuk usia di atas 13 tahun. Ga ada adegan porno/vulgarnya, meskipun pakaian Karina agak sedikit terbuka di film ini. Namun ada adegan yang cukup sadis, seperti darah muncrat, ngelindes, nusuk kepala dan nembak kepala orang.

Kalo lu suka nonton film-film yang punya adegan brutal dan sadis, film ini akan cocok buat ditonton. Meskipun warna "darah" di film ini diganti dengan warna merah kehitaman. Kalo pernah nonton film The Raid dan lu gapapa sama adegan sadis/brutalnya, harusnya lu ga akan terganggu sama adegan serupa di film ini.

Hal yang mungkin lu rasain sehabis nonton film ini: munculnya keinginan untuk nyiapin "survival kit" jaga-jaga ada kejadian serupa menimpa. Gue ga pengen jadi korban dan sebisa mungkin nyelamatin diri. Abadi Nan Jaya menginspirasi gue untuk bikin tulisan tentang itu.

Hal yang perlu disiapin pas nonton

Pertama-tama lu ga perlu ngasih ekspektasi terlalu tinggi sama film ini. Takutnya ntar kecewa dan ngejelek-jelekin filmnya. Padahal bisa jadi filmnya jelek bukan karena eksekusinya, mungkin karena selera lu aja yang beda. Persis kayak review yang gue tulis ini.

Kalo lu ga jijik sama darah dan organ tubuh manusia, lu bisa siapin cemilan dan minuman. Jangan siapin nasi padang karena bakalan repot harus makan pake tangan sambil nonton film.

Nilai kengantukan

Daripada sekadar ngasih nilai/bintang untuk film ini, gue akan kasih nilai kengantukan aja. Inspirasi penilaian ini gue dapat dari artikel instagramnya ussfeeds yang ngereview salah satu film tahun lalu. Semakin tinggi nilainya, semakin membosankan filmnya.

Menurut gue, Abadi Nan Jaya layak dikasih 4/10 nilai kengantukan. Filmnya ga membosankan untuk ditonton. Tapi juga ga terlalu menarik untuk bikin pengalaman nontonnya jadi terasa memorable.

Buat yang belum nonton, setelah baca review Abadi Nan Jaya yang gue tulis, bikin lu kepengen nonton atau malah ga jadi nonton? 

Buat yang udah nonton, lu setuju ga sama review gue terhadap film ini?

Tulisin pendapat lu di kolom komentar, ya!

NINE PUZZLES REVIEW BAHASA INDONESIA

Selayaknya serial Korea yang sudah-sudah, Nine Puzzles punya rangkaian episode yang singkat. Ga perlu marathon sampe begadang cukup 1 episode per hari juga bisa cepet tamat, kok. Tapi gue ga yakin sih lu cuma nonton 1 episode per hari.

Nine Puzzles adalah serial misteri thriller Korea terbaru di Netflix. Hal pertama yang bikin gue langsung pengen nonton karena ada Kim Da Mi yang jadi pemeran utama. Pokoknya kalo ada Kim Da Mi-nya sekarang mau gue tamatin nontonnya. Kecuali Itaewon Class yang sampe hari ini masih belum gue tamatin heheheh.

Sinopsis serial Nine Puzzles

Jujur gue ga baca review manapun sebelum nonton serial ini. Jadi bener-bener minim informasi. Gue cuman tau Kim Da Mi yang main, udah. Ini kebiasaan jelek, jangan ditiru. Tapi kalo misalnya lu mau nyobain biar merasakan efek kejutan ketika nontonnya ya silakan.

Nine Puzzles mengisahkan seorang anak perempuan bernama Yoon Ena/Yun Ina (Kim Da Mi) yang merupakan keponakan kepala kepolisian kota. Pamannya dibunuh di rumah dan cuma Ena yang menjadi saksi sekaligus terduga tersangkanya, padahal Ena kala itu baru aja balik dari asrama sekolah.

10 tahun berselang, Ena sudah beranjak dewasa dan bekerja. Dia bekerja sebagai seorang profiler di kepolisian provinsi Seoul. Kemampuan analisis dan hipotesisnya, membuatnya menjadi salah satu letnan polisi potensial di kepolisian itu. Tapi, selama 10 tahun itu juga pembunuh pamannya belum pernah tertangkap.

Detektif yang pernah menyelediki pembunuhan paman Ena, Gim Han-saem (Son Seokgu) selama 10 tahun mencurigai Ena sebagai tersangka utama. Menurutnya, alibi Ena ketika terjadinya pembunuhan waktu itu ga kuat. 

review nine puzzles bahasa indonesia

Pada perjalanan serial ini, Ena dan Han-saem "dipaksa" bekerja sama memecahkan kasus pembunuhan berantai. Kasus yang ternyata masih punya hubungan dengan kematian pamannya 10 tahun yang lalu. 1 hal yang membuat Ena yakin satu kasus berkaitan dengan lainnya adalah puzzle. 

Puzzle yang menjadi penanda bahwa setiap kasus pembunuhan itu saling terkait. Ena menyimpulkan kasus ini adalah pembunuhan berantai. Sementara Han-saem tidak serta merta memercayainya. Namun pelan-pelan kita akan melihat bagaimana 2 orang ini akhirnya jadi tim yang solid.

Review serial Nine Puzzles

Buat gue, Nine Puzzles menyajikan tontonan yang beda dari genre mistery crime kebanyakan. Penonton diajak menebak-nebak di awal namun digiring ke petunjuk yang "salah". Bahkan dibuat percaya bahwa kalo tersangkanya memang 1 orang itu, tapi masih belum ketemu buktinya.

Sepanjang perjalanan Ina dan Han-saem menyelidiki kasus, selalu ada 2 sudut pandang. Ena yang kekeuh dari awal bilang kalo pelakunya memiliki beberapa ciri. Sementara Han-saem punya pandangan lain terkait tersangka utamanya.

Gue yakin pandangan penonton juga ikut terbelah. Antara setuju sama Han-saem atau sama Ena. Wajar banget, karena penontonpun ga dikasih tau pelaku sebenarnya siapa sampai di akhir episode.

nine puzzles netflix review bahasa indonesia

Pace-nya agak lambat di episode-episode awal. Sampai gue mengira big reveal serial ini tuh ada di season 2. Gue udah siap banget menerima kenyataan melihat Kim Da Mi 11 episode lagi season depan. Tapi ternyata menuju ke akhir serial tu keliatannya kayak dicepet-cepetin gitu, loh.

Rasanya ga adil banget ngeliat pelaku yang dengan cermat memikirkan pembunuhan berantai cuman dikasih sedikit kesempatan. Menurut gue, harusnya pelaku punya keleluasan untuk menjelaskan apakah hipotesa Ena dan Han-saem terkait cara membunuh korbannya itu benar atau salah.

Karena sepanjang episode kita cuman dikasih hipotesa Ena dan Han-saem tiap kasus pembunuhannya. Tapi ketika udah ketemu pelaku sebenarnya, cuman sedikit klarifikasi yang keluar. Terutama, menurut gue yang penting, kenapa cara membunuhnya beda-beda?

Jujur gue kurang puas sama big reveal serial ini. Pelakunya layak dikasih apresiasi menjelaskan ide, rencana dan eksekusi korbannya secara lengkap. Kayak Sherlock Holmes menjelaskan "Lazarus Project"-nya itu, loh! Satisfying banget ngeliat penjelasannya karena memuaskan rasa penasaran penontonnya.

Ga kayak serial Sherlock Holmes Benedict Cumberbatch yang pake istilah cukup rumit. Penggunaan istilah dan dialog-dialog di serial ini cukup ringan. Meskipun begitu, bukan berarti serial ini bisa ditonton sama bocil. Karena ada banyak adegan yang cukup gore, tapi dalam batas aman.

Review karakter serial Nine Puzzles Netflix

review bahasa indonesia nine puzzles netflix

Yun Ena bisa dibilang seorang profilier kepolisian yang jenius. Tapi masa lalunya yang kelam justru kontradiktif dengan pekerjaannya. Karakternya tetap jadi "manusia" yang ga sempurna. Dia bisa tau profil tersangka pembunuh pamannya, tapi ga bisa tau siapa orangnya.

Ena dikisahkan punya orang tua yang keduanya dokter. Tapi entah kenapa Ena justru ga mengikuti jejak kedua orang tuanya jadi dokter. Malah masuk polisi dengan tujuan untuk mencari tau pembunuh pamannya. Bisa jadi latar belakang ini juga yang bikin gue heran sama karakter Ena. Karena cuman dia yang naik Lamborghini Urus padahal polisi lain masih naik mobil biasa. Emang polisi berpangkat letnan bisa beli Lambo Urus? Menurut gue sih ga.

Hampir setiap metode pembunuhan korban bisa dipecahkannya. Tapi anehnya Ena ga bisa ketemu sama pelakunya. Ibarat pepatah mengatakan, sejenius-jeniusnya Ena, masih kalah jenius pelakunya. 

Han-saem di serial ini semacam "penyeimbang" dari karakter Ena. Ketika Ena kekeuh banget sama argumennya terhadap suatu kasus, Han-saem ngasih 2nd opinion. Perannya terlihat ga terlalu signifikan tapi ngaruh banget ke hipotesanya Ena. Kemampuan detektifnya ngebantu untuk mengisi detail kosong yang ga keliatan sama Ena.

Psikiater Lee Soung Joo (Park Gyu Young) yang jadi satu-satunya temen Ena punya karakter yang misterius. Keberadaannya menunjukkan teorinya Raditya Dika tentang cewe itu bener. Dia pernah bilang kalo cewe itu cuman bisa punya 2 dari 3 hal ini: cantik, pintar, dan waras. Lu nonton sendiri aja nanti mana yang ga ada.

Secara keseluruhan sih masing-masing karakter di serial ini saling mengisi satu dengan lainnya. Show stealer selain 2 karakter utamanya adalah si psikiaternya. 

Review keseluruhan

Menurut gue serial ini sebenarnya ga perlu ada season 2-nya. Karena semua misteri udah terpecahkan di season 1. Tidak ada hal yang dibikin menggantung atau semacam plot hole-nya. Gue sih mikirnya ga akan ada lagi milking yang bisa dilakuin terhadap serial ini.

review bahasa indonesia nine puzzles netflix

Alur cerita yang maju-mundur cukup mudah dipahami. Karena terlihat jelas pembedanya, baik dari segi visual maupun juga dialog-dialognya. Jadi penonton ga bingung lagi nonton alur yang mana. Plot twist-nya juga lumayan oke untuk serial ini. Penonton dibuat kaget ketika tau apa yang sebenarnya terjadi.

Jumlah episode Nine Puzzles ini kayak "hilang" sebiji gitu. Karena menurut gue harusnya ada 1 porsi khusus untuk si tersangka melakukan klarifikasi. Serial ini memiliki kesan pengen buru-buru ditamatkan gitu. Padahal untuk porsi tersangkanya masih sedikit dan punya banyak cerita yang bisa digali.

Menurut keyakinan gue, serial Nine Puzzles layak dikasih nilai 4,0/5.

The Blacklist Review Bahasa Indonesia

The Blacklist adalah serial televisi yang akhirnya berhasil gue tamatkan setelah sekian lama. Gue udah ngikutin serial ini sejak tahun 2013-an. Serial ini sebenarnya sudah tamat sejak 13 Juni 2023 lalu. Akhirnya bisa gue tamatkan di Netflix setelah 2 tahun terlewat. Alasannya karena sibuk kuliah + ga ada waktu buat nontonnya juga.

review serial the blacklist

Padahal ada banyak serial yang gue tamatkan sebelum bisa nonton The Blacklist ini mwehehehe! Emang ga ada waktunya aja, sih. Soalnya panjang banget sampe 10 season dan ga mungkin bisa ditonton dalam 1 kali periode doang. Harus dicicil satu-satu sampe habis ke episode terakhir.

Dari sekian banyak serial yang gue tonton, menurut gue The Blacklist salah satu serial yang anti-klimaks di ujungnya. Tapi meskipun begitu, justru ada pesan kuat buat penontonnya. Nanti gue kasih tau.

Sinopsis The Blacklist

Sederhananya The Blacklist menceritakan seorang buronan nomor 1 FBI -bernama Raymond Reddington (biasa dipanggil Red)- yang secara "sukarela" menyerahkan dirinya ke FBI. Namun ternyata penyerahan dirinya ini memiliki kepentingan lain. Yaiyalah! Mana ada penjahat nomor 1 FBI menyerahkan diri gitu aja tanpa ada syaratnya?

Elizabeth Keen The Blacklist

Red (diperankan oleh James Spader) menyerahkan diri tapi dia ga mau ditahan, sebagai "imbalannya" dia bakalan ngasih tau "Daftar Hitam" penjahat-penjahat  yang selama ini diburu sama FBI. Selain itu juga, dia cuman mau bekerjasama dengan 1 agen FBI bernama, Elizabeth Keen (Megan Boone).

Awalnya Keen ga tau kenapa dia yang dipilih sama Red untuk kerjasama. Padahal Keen ga pernah nanganin kasusnya Red, bahkan baru pertama kali ketemu dia. Tapi Red justru tau sama anak ini. Kok bisa? Disinilah inti serial ini sebenarnya.

Keen ga sendirian, dia dibantu satgas yang support kerjaannya bersama Red. Begitupun dengan Red, dia juga punya timnya sendiri. Anehnya, Red bisa merahasiakan timnya ini ke FBI tapi FBI ga bisa merahasiakan apapun ke dia. FBI kayak berada dalam kuasanya  gitu.

The Blacklist ga cuma menceritakan tentang penangkapan penjahat buronan FBI. Serial ini juga membongkar misteri hubungan Red dengan Keen lapisan demi lapisan. Bagaimana jejaring kejahatan Red ini bisa terhubung satu dengan yang lainnya dan mengaraha kepada Keen diceritain di serial ini.

Review The Blacklist

2 karakter utama serial The Blacklist ini awalnya sangat bertolak belakang. Red yang berada di dunia kejahatan seumur hidup harus berpartnet dengan Keen. Elizabeth Keen sendiri sebenarnya rookie di FBI, dia baru lulus akademi dan langsung terjun ke lapangan berhadapan dengan penjahat nomor 1 di Bumi.

James Spader The Blacklist

Season awal tu semacam kayak perkenalan setiap karakter yang akan terlibat di serial ini. Tapi pelan-pelan juga disisipin petunjuk sebenarnya Red dan Keen ini siapa. Petunjuk yang dikasih tau itu bener-bener sedikit banget sekali. Jadi penonton tu ga bisa bener-bener tau petunjuk ini tuh buat siapa/apa kalo ga nonton kelanjutannya.

Setelah beberapa season berjalan, pengembangan karakter utamanya mulai terlihat. Keen yang awalnya sangat idealis terhadap dunia kejahatan, mulai melihat dunia "seberang" sebagai hal yang normal. Pengaruh bekerjasama dengan Red begitu besar sampe akhirnya mengaburkan keputusannya setiap kali berhadapan masalah.

Red, mau seberapapun kuatnya melarang Keen untuk "menyebrang" ke dunianya, tetap ga punya kendali terhadap Keen. Wanita ini punya prinsipnya sendiri dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Meskipun gue yakin mindset Keen bergeser dari dunia putih ke hitam juga gara-gara Red.

Bayangin aja selama lebih dari 10 tahun kerjasama dengan penjahat. Mau sekuat apapun mindset lu, kalo terpapar sama pemikiran buronan nomor 1 tiap hari, pasti goyah juga. 

Buat gue sih perkembangan karakter serial ini tergolong lambat dan ga terlalu signifikan keliatan di serialnya. Mungkin secara fisik dan materiil ga keliatan. Tapi justru dari sisi mindset dan prinsip dari karakternya malah keliatan berbeda dari season 1 ke 10. Hampir semua karakternya jadi "menyebrang" ke dunia yang lain.

Ini menunjukkan sisi manusia yang sesungguhnya. Bahwa manusia pada akhirnya cepat/lambat akan berubah sesuai dengan lingkungannya. Sekuat apapun punya mindset, kalo memang terpapar secara kuat dan setiap hari, mau ga mau akan bergeser juga. Mungkin dari sisi materiil/fisik ga terlihat, tapi dari sisi pemikiran akan terbaca.

Beberapa season menjelang akhir, karakter Keen akhirnya "dimatikan". Ada yang bilang ga sepakat soal kontrak, ada yang bilang Megan Boone mau ngejar kesempatan yang lain. Intinya Keen ga "menemani" Red sampe akhir. 

Kayaknya sih harapan gue ketinggian sama serial ini. Soalnya dari awal menjanjikan sesuatu banget ceritanya. Penuh misteri, puzzle yang kompleks dan set karakternya yang punya backstory  cuman seuprit dikasih taunya. Gue berharapnya serial ini punya big reveal yang mengejutkan.

Tapi memandang POV dari sisi yang lain, kayaknya si sutradara pengen ngasih liat sisi manusianya Red. Karena dari season awal sampe menjelang akhir terlihat sangat over power. Sangat untouchable sama pihak berwajib dan licin banget escape plan-nya. Bahkan satgas Keen aja ga pernah tau rencana kaburnya Red. Gila ga?

Satu momen yang paling epic menurut gue adalah ketika dia ditangkap dan harus menjalani sidang di pengadilan. Red bingung banget siapa orang yang bisa nangkap dia? Dia yakin banget jejaringnya udah ngecover semua instansi, ga mungkin ada info yang ga dia tau.

The Blacklist

Ketika dia ditangkep mau ga mau harus disidang. Dari sinilah dia makin keliatan over power, dia ga mau ditemenin sama pengacara. Alias dia sendiri yang mewakilkan dirinya untuk membela diri, gokil! Gue amaze banget pas scene ini, dia bener-bener punya argumen kuat dan meyakinkan di depan hakim.

Gara-gara skill passive Red ini gue malah terinspirasi untuk bisa kayak dia wahahahak! Maksudnya bukan lolos ngakalin aturan, ya. Tapi dalam arti punya jejaring yang luas gitu, jadi ga gampang ditipu sama orang.

Karena menurut gue, kalo udah punya duit yang unlimited kayak si Red ini, langkah berikutnya adalah punya networking yang unlimited juga. Reymond Reddington adalah representasi paling pas untuk menggambarkan seseorang yang punya uang dan kekuasaan sekaligus.

Orang bermental miskin menganggap punya banyak uang adalah tujuan akhir. Padahal percuma kalo punya duit tapi ga punya power. Tetap bakalan dimanfaatin juga sama yang berkuasa. Tapi ketika lu punya duit dan kekuasaan, lu akan jadi untouchable. Itulah yang dicari sama orang-orang kaya yang jadi caleg di pemerintahan.

Pesan moral(?)

Sebenarnya ending The Blacklist di season 10 buat gue semacam anti-klimaks. Semua kekuatan Red dispill, tapi untuk dihancurkan. Sampai di episode terakhir, Raymond akhirnya bener-bener "sendirian".

Ending yang sangat bertentangan dengan seluruh epidsode sebelumnya. Sosok Red yang digambarkan begitu powerfull dan resourcefull, sangat untouchable, pada akhir perjalanannya malah sendirian.

Mungkin aja penulis ceritanya kepengen ngasih tau kalo orang sekuat Red ternyata pada akhirnya tetap sendiri. Mau lu punya uang sebanyak apapun, kekuasaan sebesar apapun, kenyataannya lu tetap sendirian di dunia ini.

Harta yang banyak akhir lu tinggalkan kepada mereka yang masih hidup. Kekuasaan yang lu punya ga ada artinya ketika udah habis masanya, ga ada artinya. Semua yang lu miliki, pada akhirnya akan lu tinggalkan juga.

Pesan moral yang dalam banget dari sebuah serial buronan kelas kakap. Menurut gue ending ga harus kayak begini. Mungkin bisa lebih elegan dan sedikit lebih happy ending. Tapi sosok Raymond Reddington bukanlah pahlawan, dia villain untuk masyarakat. Dia memang sudah seharusnya berakhir sad ending.

Overall

Sebagai tonton serial kejahatan tontonannya cukup menghibur. Adegan kekerasannya bisa dibilang masih soft. Adegan dewasanya juga ga terlalu vulgar, tapi tetap untuk tontonan 17 tahun ke atas aja, ya. 

Menurut gue The Blacklist layak dapat skor 8/10, meskipun di 3 season terakhir agak-agak drop kualitas ceritanya. Lu bisa nonton serial The Blacklist di Netflix, ya!

MENS REA PANDJI PRAGIWAKSONO JAKARTA 2025

Mens Rea standup comedy special-nya Pandji Pragiwaksono adalah acara yang gue tunggu-tunggu sejak tahun 2024, akhirnya terlaksana juga. Hype-nya udah dibangun sejak setahun sebelumnya sampe ke hari H di tanggal 30 Agustus 2025. Soal marketing dan branding sih Pandji Pragiwaksono udah ga diragukan lagi. Gue banyak belajar dari dia 2 hal ini.

review mens rea jakarta

Gue beli tiket kelas diamond pada periode pre-sale atau istilah di inner circle-nya Bang Pandji: Periode Wongsoyudan. Periode ini merupakan saat tepat untuk membeli tiket special show Pandji pada harga paling murah. Tapi harus war 1 tahun lebih dulu sebelum hari H.

FYI, tiket kelas diamond adalah tiket dengan posisi tempat duduk paling depat dekat panggung. Selain itu, pemegang tiket Mens Rea kelas diamond juga punya akses eksklusif ke Comika Lounge. Lounge yang khusus disediakan untuk bisa berinteraksi langsung sama Bang Pandji dan foto-foto bareng sama dia sebelum acara.

Sebenarnya mengamankan tiket diamond ini sebagai bentuk evaluasi dari konser sebelumnya. Waktu nonton konser Avenged Sevenfold gue milih tiket yang ada tempat duduknya. Kalo diliat dari denah tu deket sama panggung, ternyata ga sedekat itu. Padahal harga tiketnya nomer 2 paling mahal.

Gue ga banyak nonton standup special, cuman komika tertentu dan emang lagi ga sibuk aja baru nontonin. Pandji memang salah satu komika yang gue tunggu sejak lama. Dia jarang banget mampir ke Banjarmasin, eh pas dia mampir waktu tur Komoidoimenoi gue yang ga bisa nonton!

Makanya ketika Mens Rea ga mampir Banjarmasin, gue yang nyamperin dia ke Indonesia Arena. Sekalian jalan-jalan juga, daripada sumpek kerja mulu dan emang lagi ada budgetnya juga. Buat gue nonton bang Pandji ga akan mengecewakan karena dia juga punya standar yang tinggi kalo bikin sesuatu.

Mens Rea standup special ini sebenarnya ga cuman pertunjukkan standup aja. Tapi lebih ke comedy experience. Meskipun pertunjukkan utamanya baru dimulai 19.00 WIB, tapi area sekitar venue-nya dibuka dari jam 11.00 WIB. Ngapain dari siang di sana? Ada banyak aktivasi yang bisa dijelajahi dari para sponsor dan partner pertunjukkan ini.

Salah satu fasilitas utamanya karena banyaknya tenant makanan dan minuman. Ga takut kelaparan/kehausan meskipun datangnya dari siang. Fasilitas lainnya yang bisa dinikmati ada musholla yang tersedia hampir di setiap lantai. Ada juga tempat leyeh-leyeh sambil nunggu acara utamanya kayak di "Bioskop Comika".

Opener Mens Rea

Mens Rea Jakarta membawa 2 komika pembuka: Ben Dhanio dan Dany Beler. Ben Dhanio merupakan komika yang memenangkan audisi opener lokal Mens Rea Jakarta. Kalo Dany Beler merupakan opener nasional Mens Rea Jakarta. 2 orang ini yang membuka show spesialnya Bang Pandji masing-masing sekitar 10-15 menitan.

Gue salah satu yang suka sama penulisannya Bang Dany. Rapi banget materinya trus relevan juga sama keadaan mayoritas penontonnya. Salah satu komika spesialis korporat ini udah ga diragukan lagi performanya. Memang ga salah beliau ditunjuk jadi opener nasional Mens Rea finale.

Para opener tur mens rea dan opener nasional Danny Beler

Gue baru liat langsung Ben Dhanio di show kali ini. Materinya terbilang cukup "berani" ngebahas hal yang sensitif. Sayangnya durasinya menurut gue agak tanggung, kurang lama dikit. Mas Ben bentar lagi juga punya spesialnya sendiri, udah pantas menurut gue.

Overall, 2 opener Mens Rea Jakarta memuaskan banget. 2 orang yang memang layak berada di Indonesia Arena. Dua-duanya punya materi yang "belang", jadi penonton dikasih suguhan yang beragam. 3 orang, dengan 3 kepribadian yang berbeda, penonton dapat semuanya.

Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Pandji selalu bilang di setiap promo Mens Rea materinya 100% tentang politik. Buat orang yang ga ngerti politik, bakalan ngerti politik, buat yang udah paham jadi makin melek sama politik. Ga harus paham politik untuk nonton Mens Rea.

Materinya Mens Rea itu bukan cuma tentang politiik. Buat gue Mens Rea itu kayak "nampar" masyarakat Indonesia bahwa kita ini masih "goblok" berpolitik. Makanya menurut keyakinan gue, wakil rakyat yang dipilih, trus pemimpin-pemimpin daerah yang dipilih juga rata-rata pada.... ya gitu.

Kita tuh dibikin sadar kalo orang-orang di DPR dan pejabat pemerintahan yang ada sekarang, datangnya ya dari kita juga. Materi Mens Rea menyadarkan bahwa kita, masyarakat Indonesia, adalah kunci dari pemerintahan yang baik. Ga mungkin ada orang goblok yang jadi wakil rakyat kalo ga dipilih sama rakyat.

Jadi, anggota DPR yang ada di Senayan itu datangnya dari kita juga yang milih mereka. Kalo kita bilang dia bodoh, ya karena kita-kita yang bodoh ini juga yang milih dia awalnya. Anggota DPR kan dipilih sama rakyat, sama kita-kita, bukan sama partainya.

Makanya gausah kaget kalo ada anggota DPR/kepala daerah yang ngomongnya ngaco. Karena dia dipilih sama lu lu pada, bukan tiba-tiba ada di posisi itu. Kalo lu mau pemerinttahnya baik, lu juga harus milih orang yang baik.

Gue hampir ga percaya ini, tapi di Mens Rea kami diajarain cara milih pejabat. Menurut gue, hal kayak gini ga perlu dikasih tau, kalo masyarakatnya pinter. Sayangnya masih banyak yang goblok sampe yang wajib begini harus dikasih tau segala.

Padahal masyarakat itu tau gimana caranya milih jodoh, ada 3 kriteria: bibit, bebet bobot. Tapi kalo milih pejabat kok malah milih yang ganteng lah, yang keliatannya baik lah (meskipun baik beneran tapi kan ga make sense), bahkan habis milih orangnya kita lupa namanya.

Kalo milih jodoh aja ada 3 kriteria, masa milih pejabat kriterianya cuman 1? Itu aja udah aneh, makanya yang terpilih kebanyakan aneh-aneh kelakuannya, kan?

Meskipun dibilang materinya 100% ngebahas politik, tapi kalo menurut gue Mens Rea punya 2 tema besar yang dibahas. Tema pertama sudah jelas politik, tema kedua adalah kesehatan mental. Ketika lu baca kesehatan mental, pasti kebayangnya berat banget pembahasan ini. Gue pastikan Pandji membawakan materi kesehatan mental dengan ringan dan gampang dimengerti.

Materi perihal kesehatan mental ga nyangka bisa bikin penonton jadi sing a long. Setidaknya ada 10.000 penonton yang nyanyi bareng, padahal ini lagi stand up, kok bisa? 

Materi Mens Rea

Sejujurnya gue berharap materi Mens Rea jauh lebih berat daripada ini. Pengennya seberat materi Mesakke Bangsaku yang pemilihan topiknya antimainstream. Mens Rea justru memberikan materi yang menurut gue ringan. Mungkin karena pengennya mengedukasi orang-orang yang baru melek dunia politik.

Bit demi bit yang dilontarkan targetnya bukanlah nama yang disebut sama Bang Pandji. Justru target utamanya adalah orang-orang yang memilih anggota dewan itu. Mayoritas bit dan materinya adalah edukasi ke pemilihnya, meskipun ada juga kritik tentang kebijakan pemerintah.

Mungkin ekspektasi gue yang ketinggian, karena ini seorang Pandji yang udah punya 10 spesial show. Gue tuh ngebayangin Pandji ngebahas kebijakan-kebijakan politik yang ga berdampak ke masyarakat, tapi berdampak ke golongan tertentu aja. Tapi gue lupa, Mens Rea targetnya bukan politisinya, tapi pemilihnya.

Soalnya yang bikin kebijakannya aneh-aneh tu politisinya. Politisi dipilih sama siapa? Ya masyarakat juga, kan? Wajar banget yang digoyang tu mindset pemilihnya, bukan yang dipilih. Karena kuncinya ada di masyarakat pemilihnya.

Percuma bikin politisi cerdas kalo memang aslinya udah ga jelas duluan. Lebih baik bikin masyarakatnya cerdas dulu, biar milihnya juga ga ngasal. Mens Rea mengajarkan masyarakat untuk lebih cerdas dan kritis terhadap politisi, terutama sama yang kita pilih.

Selain cerdas memilih politisi, kita juga harus tau kalo kesehatan mental sama pentingnya kayak kesehatan fisik. Pandji memberi highlight kalo selama ini penanganan masalah kesehatan sering tertukar. Masalah mental diselesaikan secara spiritual (stress dengan ruqiyah). Masalah fisik diselesaikan secara mental.

Karenanya kita perlu melakukan identifikasi awal masalah kesehatan yang dihadapi. Apakah ini fisik, mental atau spiritual? Agar bisa ditangani dengan tepat dan lebih cepet selesai juga. Gue juga baru tau di Mens Rea kalo ternyata ke psikolog itu ditanggung BPJS asal di Puskes sekitar lu ada psikolognya. Kalo ga ada, coba ajukan permintaan pengadaan psikolog.

Bit favorit gue ketika Bang Pandji ngasih easter egg dengan membawakan salah 1 bit legendarisnya. Bit yang masih tetap lucu meskipun udah 10 tahun dibawain. Itu bit cuman buat orang-orang yang udah ngikutin dia dari lama. Buat yang FOMO baru ngikutin dia ga akan relate sama bit itu.

Bit terapis anjing buat gue juga memorable. Karena ini materi yang "sangat Pandji", bit yang aneh, absurd dan sama sekali ga ketebak wahahaha! Bahkan ada bit lain yang polanya sejenis kayak begini, dia lagi ngelist nama-nama pejabat jadul tau-tau malah selebrasi gol, dong! Kaget dan random banget wahahahak!

Orang-orang taunya Pandji bisa bikin materi dengan topik yang berat jadi ringan. Tapi pola bit macam terapis anjing ini, selalu ada di setiap spesial shownya Pandji. Buat orang lain mungkin ini bit yang aneh, tapi memang bang Pandji doyan banget ngerjain penontonnya kayak begini.

Overall

Kalo udah ada digital streaming-nya, gue sarankan lu untuk nonton. Mau lu ga ngerti politik, ngerti politik dikit, atau terlibat di dunia politik atau bahkan ga mau tau soal politik, nonton aja. Kalo ga ngerti materi politiknya, minimal lu bakalan ngerti materi kesehatan mentalnya.

UPDATE 1 JANUARI 2026: Mens Rea udah tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025. Lu bisa nonton di negara manapun lu berada, selama berlangganan. Nonton dan rasakan sendiri keseruannya kayak gimana.

Buat gue sih, materi Mens Rea lebih ringan daripada materi Mesakke Bangsaku yang pernah gue tonton DVD-nya. Cocok buat lu yang pertama kali nonton Pandji dan kepengen tau gimana sih standup comedy itu?

Kalo lu sendiri, pernah nonton standup spesialnya siapa? Ceritain dong di kolom komentar!

My Daughter Is a Zombie Review Bahasa Indonesia

Pengalaman nonton film horror akan jadi berbeda kalo judulnya My Daughter Is a Zombie. Karena My Daughter Is a Zombie genrenya horror/komedi, nonton film horror jadi ga semenakutkan itu. Itulah yang gue rasain setelah menonton film ini.

My Daughter Is a Zombie Review

Gue pribadi ga berekspektasi apa-apa terhadap film ini. Gue ga pernah baca webtoon-nya, gue ga nonton trailernya dan ga baca sinopsisnya. Bisa dibilang gue "buta" banget sama film Korea ini. Cuman tau genrenya doang, dan ngebayangin kira-kira selucu dan semenakutkan apa filmnya, ya?

Sinopsis My Daughter Is a Zombie

My Daughter Is a Zombie adalah film adaptasi dari komik webtoon yang juga sudah pernah dibuatkan versi animenya di Korea pada tahun 2022. Kemudian ceritanya diangkat menjadi film dan dirilis pada tahun 2025.

Lee Jung Hwan versi film diperankan sama Jo Jung Suk. Kabarnya si Jung Suk ini diminta langsung sama sutradaranya  untuk ambil peran Jung Hwan. Ada Choi Yu Ri yang memerankan Soo Ah, anaknya Jung Hwan. Selain 2 pemeran utama tadi, ada juga Lee Jung Eun yang berperan sebagai Kim Bam Soon, neneknya Soo Ah yang nyentrik gaya hidupnya. Cho Yeo Jeong yang tampil sebagai Shin Yeon Hwa, cinta pertamanya Jung Hwan. Yoon Kyung Ho yang berperan sebagi Joo Dong Bae, sahabat setianya Jung Hwan.

My Daughter Is a Zombie Review Bahasa Indonesia

Film ini nyeritain tentang seorang pelatih hewan bernama Jung Hwan yang hidup bersama anak perempuannya Soo ah di sebuah desa bernama Eunbong-ri. Soo ah adalah zombie satu-satunya yang masih tersisa akibat wabah virus yang sempat menyerang kota. Alih-alih membunuh Soo ah, dibantu ibunya yang nyentrik Jung hwan justru menyembunyikannya dari pemerintah.

Bahkan, Jung hwan melatihnya agar menjadi zombie yang "jinak" ga gigit manusia. Dia mendokumentasikan hasil latihannya dalam sebuah diary beserta foto-fotonya. Ketika melatih Soo ah versi zombie, Jung hwan dibantu sahabat baiknya, Dong bae.

Review My Daughter Is a Zombie

Gue sebenarnya ga terlalu suka film horror. Alasannya bukan karena penakut, tapi lebih karena ga suka dikagetin sama suara gede. Tapi film My Daughter Is a Zombie membawa suasana horror menjadi lebih santai dan menyenangkan. Gue rasa lebih banyak komedinya daripada horrornya, deh ini film.

Btw ini pengalaman pertama gue nonton film Korea. Biasanya yang ditonton cuman film Hollywood doang, selain itu karena emang XXI jarang rilis film selain hollywood juga kan? Ini juga pengalaman pertama gue ikutan special screening di bioskop. Anjay udah berasa jadi selebgram/influencer gini, brok!!

My Daughter Is a Zombie Review Bahasa Indonesia

Sumpah awalnya gue mengira akan ketiduran di bioskop kalo nonton film ini. Karena waktu nontonnya yang habis pulang kerja dan biasanya pulang kerja itu capek. Juga karena genrenya yang ada "horror"nya ini, buat gue membosankan heheheh. Ternyata gue salah menilai kualitas film ini.

Buat gue film ini punya banyak "rasa" di dalamnya dan gue suka itu. Filmnya memang bergenre komedi horror, tapi ga cuman lucu dan serem doang rasa yang dirasain ketika nontonnya. Ada sedihnya juga, keselnya dapet, tapi rasa takutnya justru ga terlalu dapet buat gue. 

Komedinya kayak punya banyak layer gitu. Kadang lucunya tu karna absurd, kadang ironis, kadang lucu karna goblok aja. Karena komedinya lebih banyak daripada horrornya, film ini justru ga menakutkan buat gue yang ga suka horror. Sebagai film horror/komedi, perasaan yang bisa dijangkau film ini tuh menurut gue cukup lengkap.

Cocok ditonton sama keluarga karena ga ada adegan dewasa dan adegan kekerasannya lumayan soft. Aman banget ditonton sama anak-anak. Bahkan ada pesan moral yang bisa diambil dari film ini, bisa jadi pelajaran juga buat bocah-bocah.

Karena ini film keluarga, jadi alurnya ga terlalu ribet untuk dipahami. Sederhana banget ceritanya, tapi tetap bikin penasaran sampe akhir. Gue sih terhibur banget nonton film ini karena adegan komedinya yang macem-macem dan undpredictable banget.

Gue kasih nilai 7,5/10 untuk My Daughter Is A Zombie.

RADITYA DIKA CERITA SIALKU BANJARMASIN

Cerita Sialku adalah pertunjukan stand up comedy Raditya Dika yang ke sekian semenjak skena standup komedi di Indonesia mulai hidup. Rangkaian pertunjukkan komedi tunggal ini sebenarnya yang ke-4 kalinya dalam kurun waktu 4 tahun ke belakang. Raditya Dika sudah menjalankan tur komedi tunggalnya yang bertajuk Cerita Cintaku versi 2020, Cerita Cintaku versi 2022, Cerita Sebelku.

RADITYA DIKA CERITA SIALKU BANJARMASIN

Sayangnya, Banjarmasin baru dikunjungi setelah 4 rangkaian tur standup komedi tadi. Mungkin buat yang punya budget bisa nonton di kota terdekat. Buat yang nungguin di kota sendiri, harus nunggu kesempatan itu datang. Banjarmasin memang agak jarang sih dikunjungin sama pelawak tunggal kelas premium layaknya Raditya Dika dan lainnya.

Begitu datang ke sini, Radit langsung menyuguhkan 2 show dalam 1 hari! Show siang dimulai dari jam 1 siang, sementara show malam dimulai jam 7 malam. Jumlah tiket dan harganya pun sama: Rp275.000 per orang. Tidak ada variasi kelas duduk ataupun benefit lainnya.

Karna gue hari Sabtu masih kerja, jadi gue ambil show malam. Kebetulan lokasi pertunjukannya ga jauh dari tempat gue kerja. Bisa langsung ke venue sepulang dari kantor. Meskipun acaranya dimulai dari jam 7, tapi penonton udah boleh masuk ruangan sejak jam 5 sore.

Mungkin karena kurang pengalaman nonton acara standup kelas premium kayak Radit, jadinya terlalu santai melihat situasi. Gue nyampe tempat acara jam 5 lewat dikit antrian masuknya udah panjang banget gila! Lu liat sendiri foto di bawah.

suasana antrian penukaran tiket show Cerita Sialku Raditya Dika Banjarmasin

Panggungnya ada di lantai atas dari tempat gue foto antrian ini. Ada gila-gila juga sih gue liat, ya! Ga nyangka ternyata mereka seantusias ini. Entah karena emang suka Radit versi pelawak tunggalnya atau karna pengen ngeliat artis secara langsung. Ternyata Banjarmasin punya basis masa yang gede juga buat Radit.

Gue kira Cerita Sialku ini cuma Raditya Dika aja yang dibawa. Karna dia ga pernah ngasih info siapa opener show-nya dimanapun. Ternyata dia bawa 2 opener sendiri, tapi ga ada opener lokal. Kali ini di Banjarmasin yang dibawa Rizky dari Samarinda sama Ate dari Jakarta.

Review Acara

Sebelum masuk ke review materinya, gue mau bahas jalannya acara dulu. Menurut gue keliatan banget udah profesional kerjanya. Ekresa yang dimotorin sama Mba Putri emang udah ga diragukan lagi kalo bikin acara begini. Ini yang patut diikutin sama penyelenggara lokal ketika bikin acara standup lainnya.

Cerita Sialku Banjarmasin 2025

Suasana Penonton Cerita Sialku Banjarmasin 2025

Soal ketepatan waktunya sih presisi banget. Seluruh staffnya disiplin banget ngejagain waktunya. Pokoknya kalo belum waktunya, belum boleh ngapa-ngapain selain duduk doang. Biarpun punya koneksi orang dalam, tetap ga bisa didahuluin juga meskipun 5 menit.

Gue rasa Radit ini perfeksionis banget, deh. Mungkin karna level profesionalitas yang tinggi kayak gini juga yang bikin Radit ga pengen acaranya dipegang sama EO sembarangan. Karna demi menjaga reputasi dia juga sebagai seorang yang punya nama besar.

Tempatnya juga enak, AC nya dingin meskipun di dalam ngumpul banyak orang. Mungkin karena faktor cuaca yang mendukung karena waktu itu habis hujan juga. Kurangnya cuman ga ada konsumsinya doang! Wahahahak!

Sebelum acaranya dimulai, penonton udah dikasih tau untuk menyimpan hp-nya. Dilarang ngangkat hp, mendokumentasikan dalam bentuk apapun pokoknya. Kalo ketahuan panitia, hp-nya akan diambil, orangnya akan di keluarin, ga cuman dari hotel tapi dari Banjarmasin, kata pembawa acaranya.

Sayangnya ga ada sesi foto sama Raditnya. Padahal gue udah bawa buku yang pengen ditandatanganin sama penulisnya langsung. Semoga nanti ada kesempatan lain untuk bisa minta tandatangan, ya!

Review Materi Opener

Disclaimer dulu, review ini bukan dari ahlinya. Ini hanya pandangan seorang awam standup yang menonton komika dari layar kaca. Sudah pasti materi yang ditampilkan di luar acara televisi akan berbeda. Jangan kaget kalo misalnya lu liat tulisan review ini beda dari bayangan lu ketika ngeliat komikanya di tv.

Cerita Sialku Banjarmasin 2025
Adjis Doaibu di Cerita Sialku Banjarmasin 2025

Radit membawa 1 orang MC bernama Adjis Doaibu dan 2 komika opener Ate dan Rizky dari Samarinda Juara 1 SUCI XI 2025. Adjis sih udah ga diragukan lagi untuk memanaskan suasana. Perihal crowd work nya udah makanan sehari-hari, gampang banget nyari lucu dari penonton.

Rizky juga lumayan menurut gue. Karna berasal dari pulau yang sama, dia sesekali pakai Bahasa Banjar yang bikin materinya jadi relate ke penonton. Meskipun pakai Bahasa Banjar lebih nyaman nyari lucunya, dia ga nge-cheat dari situ. Materinya tetap fokus sama personanya, jadi tetap terasa lagi cerita aja, bukan sekadar memanfaatkan situasi untuk cari ketawa.

Ate membuka dirinya di awal cukup antagonis menurut gue, kalo aja dia ga bisa ngangkat penonton di tengah, bisa anyep itu penontonnya. Tapi bukan Ate namanya kalo ga jago nyari celah kelucuan. Materinya ngomongin perbedaan agama itu cukup berisiko dan tidak layak ditampilkan di khalayak umum. Untungnya cuman kami yang tau materinya apa hehehe..

Overall, 3 komika ini mumpuni banget ngebuka Cerita Sialku Banjarmasin kali ini. Gue rasa sih Radit milihnya juga ga ngasal, deh. Pasti penuh pertimbangan untuk menjaga reputasi dan kredibilitas acaranya.

Review Materi Cerita Sialku Raditya Dika

Belum ada 1 menit dia masuk, ga pake aba-aba udah ngomongin kelamin, anying! Emang kalo off air Radit sih ga masuk akal banget materinya. Kalo lu ngeliat di youtube, instagram, ataupun medsos lain keliatannya kalem soft spoken banget. Radit ketika di atas panggung, adalah form terbaiknya dia. Beda banget pokoknya.

Cerita Sialku Banjarmasin 2025

Gue rasa sih yang baru nonton Radit pertama kali bakalan kaget banget denger materinya kayak gini. Mana ada yang bawa ibunya lagi ke show-nya. Gue ga kebayang gimana anaknya ngejelasin ke ibunya habis nonton Cerita Sialku ini.

Radit menceritakan 1 hal yang paling dekat dengan dirinya: keluarganya. Semuanya kena, dirangkumin jadi sebuah cerita sial berdurasi 2 jam penuh tawa. Mulai dari badan dia yang udah ga muda lagi. Anaknya yang random banget pikirannya. Istrinya ga ketinggalan kena roasting sama dia.

Set list yang buat gue udah cukup untuk tau betapa Radit itu sayang banget sama keluarganya. Karna kalo lu udah dijadiin materi sama seorang pelawak tunggal, entah lu  beneran dibenci sama komikanya atau disayang sama dia. Gue rasa Radit ga mungkin benci keluarganya sendiri, sih.

3 bit favorit gue di Cerita Sialku adalah Pantun Jenaka, Olimpiade artis, sama kelakuan Aca pas lagi diceritain Little Mermaid. Set pantun jenaka ini menurut gue menghasilkan tawa terlama sepanjang show. Gue dari awal ngeliat Aca, udah langsung nge-fans. Karna anak ini randomnya antimainstream banget untuk balita seusia dia. Pokoknya setelah nonton Cerita Sialku ini, gue jadi makin nge-fans sama Aca!!

Setelah nonton Cerita Sialku, ga salah kalo Radit dibilang "guru besar" sama Pandji di dunia standup. Dia nyeritainnya tu bisa padat, tapi orang bisa tetap keep up sama situasinya. Ketika Radit lagi ngomong apa, di kepala gue tu kebayang apa yang dia omongin. Istilahnya "theater of mind" kita tu lagi aktif saat nonton dia.

Tegangnya dapet, penasarannya dapet. Untungnya ga ada yang sedih-sedih, ya. Seru banget nontonnya, worth it banget meskipun duduk gue agak kejauhan, ye. Next time harus dapat duduk lebih dekat ke panggung biar lebih berasa nonton standup-nya.

MAKASIH BUAT SEMUA PENONTON LOKAL

Pokoknya kalo acara Radit ga pernah gagal untuk memuaskan lu. Kalo ada istilah "ada rupa, ada harga" itu bener. Harga tiket Radit lebih mahal daripada komika nasional lainnya kayak Abdur misalnya. Tapi lu ga akan nyesal begitu merasakan pertunjukkannya.

Gue yakin kalo Radit bikin special show lagi, Banjarmasin bakalan jadi kota yang bakalan didatangin lagi. Karna 2 show-nya sold out semua. Menandakan antusiasme yang tinggi penonton Banjarmasin sama komika nasional. Ini juga penanda positif untuk komika nasional lainnya yang pengen ke Banjarmasin.

Kondisi ini juga dipengaruhi karena skena standup comedy lokal yang konsisten menarik antusiasme penonton. Selama 1 dekade lebih komunitas standup comedy Banjarmasin berdiri, konsistensi mereka membuahkan hasil. Ga cuma menelurkan komika lokal yang berkualitas secara materi, tapi juga menarik minta komika nasional untuk mampir ke sini.

Gue juga apresiasi sama peminat dan penonton standup comedy lokal yang tetap mendukung komika lokal berkarya di skena lokal. Ga mudah mendukung komunitas dan komika yang sedang merintis dari bawah. Kalian melihat sendiri proses pertumbuhan komunitas dan komikanya dari bawah kayak gimana. Kalian-lah pemenang sebenarnya dari kondisi standup comedy di Banjarmasin hari ini.

Seedbacklink