Showing posts with label wikipedia. Show all posts
Showing posts with label wikipedia. Show all posts

Wikipedia 25 Tahun: Maaruh Wiki Selawi Tahun

Ternyata "umur" Wikipedia (Bahasa Inggris) udah menyentuh 1/4 abad! 25 tahun buat sebuah platform internet nirlaba, tentu sebuah pencapaian besar. Terlebih lagi di tengah gempuran media sosial zaman sekarang. Ga gampang untuk bertahan di situasi seperti ini.

Apalagi zaman sekarang selain bersaing dengan media sosial, ada tambahan "musuh" bernama "AI" alias "Akal Imitasi" yang masif sekali perkembangannya. Namun, wikipedia masih tetap bertahan hingga saat ini. Salah satunya karena AI juga "butuh" database yang dimiliki sama Wikipedia juga!

Kalo wikipedia diperangin, sama aja mereka mau bunuh diri sama apa yang sedang mereka kembangin, dong?

Gue bangga banget bisa menjadi bagian dari 25 tahun Wikipedia Bahasa Inggris (enwiki) ini. Ikut terlibat, merayakan dan mengajak lebih banyak orang untuk bisa bergabung ke acaranya jauh lebih menyenangkan. Perayaan memang lebih seru kalo dirayakan rame-rame.

Karena ada peluang mendapatkan pendanaan untuk melakukan perayaan ini, gue mencoba untuk menginisiasinya. Pada saat round 1, proposal yang gue ajukan gagal. Entah karena gue salah jawab saat panitia pendanaannya ngajuin pertanyaan di email, atau emang ide di proposalnya kurang kuat aja.

Awalnya gue mengira pendanaan ini cuman 1 kali doang. Setelah dikasih tau ga lolos, gue pasrah aja ga dapat kesempatan lagi. Tapi entah kenapa grup khusus proyek ini ga pengen gue bubarin. Biasanya gue akan bereaksi emosional dengan membubarkan grupnya dan kemudian diakhiri penyesalan, wahahaha!

Setelah beberapa bulan berselang, ternyata round 2 untuk pendanaan kegiatan ini kembali dibuka.

Setelah dapat info itu, gue bertekad agar pengajuan kali ini harus lolos. Sebelumnya gue udah ngajak 2 orang untuk gabung ke tim acara ini. Kemudian di round 2 gue ajak lagi satu orang untuk gabung. Dia emng punya pengalaman dan ide yang banyak untuk ngadain kegiatan-kegiatan yang berhubungan sama wikipedia.

Awalnya, rencana kegiatan perayaan 25 Tahun Wikipedia Bahasa Inggris ini hanya diadakan 1 hari saja. Tapi, di round 2 ini kami mengubah strategi dengan menambah rangkaian acaranya dari 1 hari menjadi 3 hari. Dengan harapan jumlah peserta yang ikut terlibat juga semakin banyak.

Setelah menyesuaikan anggaran dengan rencana kegiatan, gue coba mengajukan lagi proposal pendanaan ini. Kali ini lebih optimis karena rencana kegiatannya lebih matang dan penggunaan dananya juga lebih efisien. Alhamdulillah ternyata lolos proposalnya!

Kami merencanakan kegiatan ini untuk diadakan pada bulan Juli 2026.

Alhamdulillah rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan selama 3 hari. 3 hari ini diadakan 3 kegiatan yang berbeda. Hari pertama dilaksanakan acara seperti syukuran dan mini games bersama peserta. Hari kedua dilaksanakan acara photowalk menyusuri sudut-sudut bersejarah di kota Banjarmasin dan mendokumentasikan momen di sekitarnya. Hari ketiga melakukan edit-a-thon di salah 1 cafe bersama peserta untuk menyunting bersama di beberapa proyek wikipedia. 

Selama 3 hari rangkaian kegiatan ini, bisa mendapatkan lebih dari 35 orang. Dengan lebih dari 400 suntingan di beberapa proyek wikipedia bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Cukup puas dengan hasilnya, meskipun hanya dengan personil yang tidak sampai 10 orang (termasuk volunteer), bisa mengadakan 3 acara sekaligus. Setelah pencapaian ini, malah kepengen ngajuin lagi untuk kegiatan yang lain jadinya. Dengan konsep yang berbeda dan untuk proyek wikipedia yang lain. Tapi nanti aja dispillnya kalo udah fix berjalan.

Dari kegiatan ini, gue banyak belajar. Terutama dalam hal mengatur manusia. Karena mengatur manusia ini beda kayak ngatur benda mati. Kalo manusia diatur bisa aja dia ga mau ngikut aturannya. Mereka juga punya kebebasan tersendiri untuk menentukan apa yang terbaik.

Memang betul seperi itu, tapi kita juga berada dalam visi dan misi yang sama. Kalo udah jauh melenceng dari apa yang direncanakan, ya ribet juga. Ada aturan-aturan yang perlu ditaati, biar kita semua aman. Kalo ga mau ikut aturan, ya sebaiknya jangan ikut ambil bagian.

Selain soal bagaimana mengatur manusia, gue juga belajar melatih kesabaran dan lebih mengerti sama kondisi orang lain. 

Karena kebiasaan kerja dengan respon yang cepat dan eksekusi yang bisa dibilang instan di kantor, jadinya terbawa juga ke kegiatan yang lain. Termasuk dalam hal mengatur persiapan acara Wikipedia 25 Tahun ini.

Awalnya, gue berekspektasi untuk bisa direspon cepat ketika perlu info di grup pagi hari. Cenderung ga sabar untuk nunggu respon mereka, jadinya bikin mau marah. Tapi kemudian, gue baru inget kalo timnya ini ga kayak orang-orang di kantor tempat gue kerja. Response time mereka berbeda dan mungkin jam aktifnya juga berbeda.

Seiring berjalannya waktu, gue mulai bisa memahami alur kerja mereka seperti apa. Untungnya gue masih bisa nahan diri untuk ga bertindak emosional. Kalo ga, bisa-bisa bubar ini tim dan acaranya bakalan gagal. Kalo pun berjalan, pasti ada rasa ga enakannya satu sama lain.

Alhamdulillahnya, mereka tetap responsif sesuai dengan kapasitas mereka. Acara pun berjalan dengan lancar, meskipun gue ga bisa mendampingi keseluruhan rangkaiannya.

Gue bersyukur banget bisa bekerjasama dengan mereka. Cuman perlu dikasih arahan dikit aja, bisa jalan sendiri. Gue juga ga terlalu ikut campur urusan teknisnya, biar tim lapangan yang nentuin. Karna mereka yang lebih tau medan kegiatannya kayak gimana.

Gue orangnya dulu idealis dan perfeksionis banget. Apa-apa harus sesuai sama keinginan sendiri. Tapi kadang, kita ga bisa maksain idealisme dan perfeksionisme kita ke semua hal. Ada yang harus dikompromikan, dan kalo ternyata membahayakan acara, sebaiknya harus dicari alternatif lain.

Sekarang, gue cenderung lebih slow and chill. Karena udah ribet sama kerjaan di kantor, gue ga pengen apa-apa harus perfeksionis. Yang penting tim lapangan gampang ngejalaninnya dan masih dalam koridor acara yang sesuai sama garis besarnya. Selama itu aman, jalan aja.

Semakin sering kerja sama orang, gue makin ga kepengen ngerecokin cara mereka ngerjainnya. Selama hasilnya masih sesuai dengan ekspektasi seluruh tim, mau pake cara manapun (ga harus cara gue), jalankan aja. Karna gue sendiri udah ribet sama urusan teknis di kantor, jadi gue ga pengen ngurusin hal teknis lain di luar kantor.

Wiki Nusantara 2026

Wiki Nusantara merupakan salah satu agenda nasional tahunan Wikipedia Indonesia. Mengumpulkan kontributor-kontributor wikipedia di seluruh Indonesia dalam 1 tempat. Bahasa sederhananya: jambore kontributor wikipedia Indonesia.

Kegiatan ini terbuka untuk umum tapi tetap melalui tahapan seleksi. Salah satu penilaian yang diperhatikan adalah kontribusi di wikipedia. Semakin signifikan kontribusi lu, semakin memperbesar peluang lu untuk ikutan acaranya.

Wiki Nusantara 2026 ini seharusnya jadi acara Wiki Nusantara yang kedua kalinya gue ikutin. Tapi, pada kesempatan pertama itu gue memutuskan untuk ga ikutan karena terkendala posisi saat itu baru dapat kerjaan baru. Ga enak kalo baru masuk langsung izin ga masuk, kan?

Setiap kali ada kesempatan untuk ikutan acara yang diadain sama Wikipedia atau sejenisnya, gue selalu ikutan daftar. Mau itu lolos atau ga, gue ga terlalu berharap. Yang terpenting adalah gue tetap berkontribusi ke proyek wikipedianya. Kan gue berkontribusi di wiki tujuan utamanya untuk membebaskan pengetahuan. Bukan untuk ikutan acara-acaranya.

Balik lagi ke Wiki Nusantara 2026, gue akhirnya bisa ngikutin acara tahunan ini ketika acaranya di Makassar. Kalo berdasarkan lokasinya, barti gue udah 2 kali ke Makassar dan dua-duanya lewat acara wiki. Waktu ke Makassar pertama kali udah gue ceritain, baca aja.

Selain Wiki Nusantara 2026, gue juga ikut Wiki Cendekia 2026. Artinya dalam setahun ini, gue udah 2 kali ikutan acara Wikipedia. Sejauh ini, tahun ini adalah tahun terbanyak gue ngikutin acara-acara luringnya. Biasanya acara daring doang kebanyakan.

Ga sabar pengen tau ada gebrakan apalagi dari Wikipedia Indonesia tahun ini. Ga sabar juga untuk ikut terlibat di acaranya lebih banyak lagi.

Wiki Nusantara kali ini mengusung tema Bhinneka, Berkarya, dan Berkelanjutan. Tema yang menurut gue "wiki banget" mengingat kontributornya tersebar di seluruh Indonesia. Namun, kebanyakan hanya bertemu secara daring, jarang bisa ketemu secara luring. Melalui forum seperti Wiki Nusantara ini bisa jadi alternatif untuk bertemu-sapa dengan kontributor lain di Indonesia.

Wiki Nusantara 2026

Meskipun namanya "kontributor", namun semua suntingan yang dilakukan oleh mereka tetaplah menjadi "karya". Namun, karya di Wikipedia tentu saja harus bebas hak cipta. Tidak dapat diklaim sebagai milik sendiri. Meskipun begitu, kontributor tetap masih aktif menyunting di wikipedia untuk membebaskan pengetahuan. Inilah yang filosofi sederhana dari berkelanjutan itu.

Ini pengalaman pertama yang menyenangkan sekali. Karena bisa ketemu lebih banyak lagi kontributor wikipedia seluruh Indonesia. Bisa saling tukar pengalaman dan tukar tips/trik mengelola komunitas juga. Buat gue 1000 temen tu terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Semakin banyak jaringan/koneksi yang bisa dibangun, semakin baik.

Hari pertama acara Wiki Nusantara bisa dibilang terlalu padat, ya. Karena acara dimulai dari pagi hari, dengan 1 kali coffee break sama 1 kali makan siang. Kemudian acara sorenya dilanjutkan dengan kegiatan walking tour di siang hari. Kegiatan tur keliling ini dimulai dari Mesjid 99 Kubah karya Ridwan Kamil, kemudian dilanjutkan ke Fort Rotterdam dan berakhir di Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat.

Pada lokasi terakhir ini, kami melanjutkan kegiatan malam keakraban. Meskipun dilaksanakan secara out door, namun karena suhunya pengap dan panas, kami tetap aja keringetan. Anehnya, gue ga kena gigit nyamuk di situ. Padahal badan gue rentan banget digigit nyamuk kalo malam-malam di tempat yang remang dan banyak pepohonannya gitu.

Rangkaian acaranya berakhir sekitar jam 9 malam. Dengan diiringi badan yang udah cape banget, hanya sisa-sisa tenaga doang yang ada. Meskipun begitu, gue tetap aja ga bisa langsung tidur. Akibatnya malah jadi begadang dan tidurnya kayak kemaren lagi larut malam.

Hari kedua, gue menyempatkan diri untuk jalan kaki lagi ke sekitaran hotel. Awalnya gue milih untuk ke Losari lagi. Tapi kan udah pernah, jadinya gue balik arah dan ganti tujuan ke tempat lain. Gue memutuskan untuk ngeliat lokasi Museum Makassar dan gedung Balai Kota Makassar.

Karena masih pagi hari, museumnya masih tutup dan cuman bisa fotoin dari luarnya aja. Gedung balai kota juga gue liat dan foto dari luar aja. Pagi itu gue dapet jalan kaki sejauh 2 kilo lebih berdasarkan perhitungan aplikasi strava. Harusnya lebih dari 2 kilo tapi karena nyalain aplikasinya udah jalan 10 menit lebih, jadinya ga terlalu akurat hasilnya.

Hari kedua merupakan penutupan rangkaian acara Wiki Nusantara 2026. Agenda kali ini full dalam ruangan dengan menyajikan beragam acara diskusi bersama teman-teman komunitas dan induk komunitas wikipedia se-Indonesia. Rangkaian acaranya ditutup dengan penganugerahan kepada sukarelawan terbaik dan 3 penghargaan lainnya.

Setelah itu acara bebas buat peserta. Biasanya bakalan dimanfaatin untuk jalan-jalan di kotanya sekalian beli oleh-oleh juga. Kayak waktu di Surabaya, gue manfaatin hari penutupan untuk beli oleh-oleh sekalian jalan-jalan.

Alhamdulillahnya, gue bisa nemu toko oleh-oleh yang deket sama hotel. Jujur, gue ga tau apakah toko oleh-oleh ini mark up harga barangnya sejauh apa, karena ga tau juga standar harganya berapa. Gue udah coba nanyain ke temen gue yang tinggal di Makassar toko oleh-oleh yang rekomen. Tapi waktunya ga mencukupi untuk belanja ke sana.

Setidaknya gue udah berusaha untuk ngebawain sesuatu buat temen-temen di kantor, lah.

Evaluasi yang bisa gue lakukan untuk kegiatan luar kota ke depannya:

1. Merencanakan agenda jalan kaki yang lebih matang. Mulai mendata lokasi-lokasi bersejarah dan wisata yang deket sama lokasi menginap. Mulai dari jarak terdekat, sampai jarak terjauh yang bisa ditempuh berjalan kaki. Bisa sih ke lokasi yang agak jauh, asal menarik dan memang worth it untuk disamperin.

2. Harus merasakan cita rasa kuliner lokalnya. Saat di Makassar ini gue lebih banyak merasakan masakan hotelnya doang. Meskipun masakan hotelnya juga ada yang khas Makassar, ya. Tapi buat gue akan lebih otentik kali bisa mencoba langsung di warung makan yang legendaris di kotanya, kan? 

3. Mengalokasikan waktu khusus untuk mencari oleh-oleh yang proper. Akan lebih bagus kalo mencari oleh-oleh di lokasi yang direkomendasiin sama warlok. Karena mereka bisa jadi shortcut informasi terkait hal-hal yang perlu dicari lebih cepat. Soal harga murah/mahal menurut gue masih relatif, ya.

Mau nanti berangkatnya karena ada kegiatan Wikipedia lagi atau pun berangkat sendiri harusnya ga berpengaruh. Poinnya adalah biar kegiatan luar kotanya jadi lebih efektif dan semua kegiatan bisa dilakukan dan terdokumentasi dengan baik.

Surabaya Day 3: Menikmati Car Free Day

Hari kedua di Surabaya udah mulai menyesuaikan diri dengan pergaulan orang-orang wiki ini. Sebisa mungkin mingle sama mereka dan terlibat percakapan ketika ngumpul. Minimal dengerin apa yang diobrolin dulu, ntar kalo tau topiknya baru ikutan masuk juga di obrolannya.

Pagi harinya gue mencoba rute jalan-jalan yang berbeda. Pengen liat suasana CFD yang ada di Surabaya. Kesampaian juga bisa CFD-an selain di Jakarta tahun lalu. Lokasi CFD-an di Surabaya yang gue datangin itu ada di Jalan Tunjungan. Hampir sepanjang jalan itu aktivitas CFD digelar. 

CFD di Surabaya lokasinya ada banyak cafe yang tersebar sepanjang jalan Tunjungan itu. Ada juga yang jualan streetfood di situ, sayangnya gue ga terlalu berminat untuk nyobain jajanan di sana. Padahal kapan lagi nyobain makanan khas Surabaya, kan?

Gue lebih suka menikmati momen CFD-an nya aja. Berasa jadi warlok kalo ikutan CFD di situ, padahal ga ngapa-ngapain selain people watching doang hahahaha!

Sepanjang jalan CFD itu banyak banget cafe-cafe kalcer bertebaran dan kepengen banget gue cobain satu-satu. Tapi karena ga memungkinkan, jadinya gue simpan untuk trip selanjutnya aja. Biar ada alasan untuk berangkat ke Surabaya lagi kapan-kapan hehehe.

Gue jalan kaki dari ujung jalan ke ujung jalan lainnya. Niatnya selain merasakan CFD, mau juga ngeliat beberapa objek sejarah di Surabaya. Kebetulan kemaren dikasih tau sesama kontributor wikipedia di Surabaya kalo di deket tempat acara itu ada beberapa spot yang bisa didatangin. Alhamdulillah ketemu beberapa spotnya.

1. Museum H. O. S. Tjokroaminoto

Letaknya memang agak jauh dari lokasi kami menginap. Ada kali sekitar 3 kilometer-an, kurang lebih 30 menit jalan kaki. Lokasi Museum ini masuk ke dalam gang gitu. Cuman ada sebagian kecil halaman yang bisa dipake buat parkir. Jadi, kalo lu berangkat naik motor, kayaknya bakalan parkir di luar gang, deh. Dekat dari museum ini ada toko buku juga, tapi masih belum buka.

Karena nyampe sono masih pagi banget, lokasinya masih belum buka. Gue cuman bisa liat tampak depannya aja. Sebenarnya yang disebut "museum" ini lebih cocok disebut rumah. Karena memang bangunannya adalah rumah tempat lahirnya beliau. 

Sebenarnya di deket museum ini ada juga lokasi Rumah Roeslan Abdul Ghani. Tapi karena ga keburu, jadinya gue tunda untuk ngeliat ke sana. Lagi-lagi gue simpan biar ada alasan balik lagi ke Surabaya, mweehhehe.

2. Gedung Nasional Indonesia

Jalan kaki sekitar 15 menit, nyampe ke lokasinya Gedung Nasional Indonesia Surabaya. Lokasi ini terdapat 3 bangunan besar: Pendopo utama, makam Dr. Soetomo dan Museum Dr. Soetomo. Pada bagian depan area ini juga ada patung Dr. Soetomo-nya.

Museum Dr. Soetomo

Waktu gue masuk ke sana, area ini belum dibuka untuk umum, tapi pagarnya terbuka sedikit dan ada 2 orang perempuan yang duduk di dalam pendoponya. Gue yakin mereka juga pengunjung atau lagi janjian sama temennya yang lain di sekitar situ. Gue mencoba berkeliling, di sapa dengan hangat oleh bapak penjaganya yang lagi nyapu halaman.

Karena ga dilarang untuk masuk, gue mencoba untuk berkeliling area ini. Karena masih pagi, jadi cenderung masih sejuk dan dingin. Padahal di sekitarnya ga terlalu banyak pepohonan. Kecuali di area dalam makamnya ada beberapa pohon yang menaungi halamannya. 

Areanya ga terlalu luas apalagi kalo cuman keliling di sekitaran halamannya doang. Kalo lagi jam operasional, mungkin gue bisa masuk ke dalam ruangan Museum Dr. Soetomo-nya. Penasaran juga sama isinya ada apaan aja di dalamnya. Akan gue simpan sebagai wishlist biar bisa balik lagi ke Surabaya.

3. Hotel Majapahit

Sebenarnya ini tuh pertama kali dilewatin kalo sesuai sama rute car free day dari hotel. Jujur gue juga ga tau kalo ga dikasih tau sama kontributor wiki yang lain kalo ini bangunan bersejarah banget. Hotel Majapahit dulunya bernama Hotel Yamato, saksi sejarah perobekan bendera Belanda yang menjadi cikal bakal bendera Indonesia.

Hotel Yamato Surabaya

Hotelnya berada persis di pinggir jalan Tunjungan, strategis banget. Apalagi sekarang ada banyak cafe untuk nongkrong di sekitaran hotelnya. Nyebrang dikit dari hotel udah ada mall Plaza Tunjungan. Harga kamarnya juga lumayan untuk kaum UMR kayak gue wahahahak!

Hotel ini emang udah dari sononya bagus dan cantik banget tampilannya. Waktu pagi dengan matahari yang ada di atas, keliatan putih bersih elegan sekali. Apalagi kalo malam, cantik dan anggun banget wujudnya. Sayangnya gue ga sempet ambil foto hotel ini waktu malam hari. Gue jadiin wishlist lagi aja deh buat kunjungan berikutnya hehehe.

* * *

Sebenarnya masih ada beberapa spot bersejarah yang belum gue samperin di Surabaya. Salah satunya adalah Wisata Susur Sungai yang lokasinya deket sama hotel tempat gue menginap itu. Jujur penasaran banget sama spot susur sungai itu. Apalagi gue udah pernah nyobain susur sungai di Banjarmasin, kan. Mau liat perbandingan wahana susur sungainya kayak gimana.

Perjalanan ke Surabaya rasanya terlalu singkat kalo melihat banyaknya spot yang masih belum gue kunjungin. Perlu kunjungan lanjutan untuk menghabiskan spot yang masih belum didatangi, setidaknya yang ada di sekitar hotel tempat gue nginep kemaren. Nanggung banget kalo sampe ga didatangin, gue jadi penasaran nantinya.

Surabaya hari ke-2

Hari kedua di  Surabaya gue mencoba untuk jalan pagi di sekitaran hotel aja. Menyusuri jejak gue tadi malam sambil menjelajahi lebih jauh lintasan jalan kaki sebisanya. Akhirnya dapat kurang lebih 2 kilo berdasarkan aplikasi Strava dengan beberapa dokumentasi. Salah yang paling gue perhatikan adalah banyaknya masyarakat yang berolahraga pada hari itu.

Padahal ketika itu masih hari Sabtu. Mungkin untuk sebagian besar warga Surabaya, hari Sabtu sudah masuk hari libur, ya? Jadi bisa berolahraga dengan nyaman. Karena gue liat ada yang jalan kaki, ada yang jogging ada juga yang sepedaan. Mereka yang sepedaaan ini kayak rombongan gitu, bisa lebih dari 10 pesepeda sekali lewat.

Jujur agak iri sama mereka karena gue hari sabtu masih terhitung hari kerja. Tapi patut disyukuri masih punya kerjaan di zaman sulit mencari kerja seperti sekarang.

Gue keliling kurang lebih setengah jam dan memutuskan untuk balik ke hotel untuk siap-siap sarapan. Setelah beres sarapan agenda utama kegiatan ini dimulai: pelatihan untuk pengurus wikipedia. Pelatihannya dari pagi sampe sore dengan berbagai topik pembahasan yang berhubungan sama wikipedia, terutama hal-hal teknis.

Kebetulan banget karena gue masih baru jadi pengurus proyek, jadi masih kurang banget soal bekal teknis proyek. Pelatihan hari pertama ini bisa dibilang levelnya masih easy. Teknisnya ada, tapi ga terlalu berat karena masih banyakan teorinya. Beberapa kali gue praktikin langsung materinya saat belajar.

Di acara ini juga gue bisa ngeliat wajah dari para pengurus proyek Wikipedia yang selama ini cuman tau nama penggunanya doang. Reaksi gue ketika tau "dia adalah orang dibalik nama pengguna yang ini" cuman "oohh, ini orangnyaaa??" Wahahaha kayak kaget aja gitu.

Kebiasaan kita, kalo cuman tau namanya doang, tapi belum pernah ketemu orangnya, kita jadi punya ekspektasi terhadap bayangan orangnya seperti apa. Karna saking seringnya ngalamin hal kayak gini, ekspektasi gue sekarang udah ga setinggi dulu lagi.

Tapi, tetep aja ketemu sama orang-orang ini tuh selalu amaze. Karena skill dan pengetahuan mereka tu keren-keren semua. Bikin gue jadi punya POV baru tentang hal-hal yang selama ini tuh buat gue ga terpikirkan. Mungkin gue terlalu introvert untuk mereka yang punya pergaulan dan pengetahuan yang luas.

Jujur gue menikmati banget bertemu dengan orang-orang baru. Gue penasaran sama isi kepala mereka tuh kayak gimana. Mau gue gali semuanya sampe habis wahahahak! Biar gue bisa dapat ilmu dan pengalaman mereka secara instan meskipun baru pertama kali ketemu.

Pokoknya kalo ketemu orang baru, gue pake mode culun bin bloon aja. Dengan memasang mode begitu, orang-orang ga akan ragu berbagi pengalaman dan ilmunya karena ga ngerasa lagi sok pinter. Jadinya gue bisa serap ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka. 

Apalagi ini wikipedia yang kontributornya dari berbagai kalangan. Tentu akan menjadi "kaya" sekali orang-orang di dalamnya. Gue yang berpengetahuan minim ini, berkumpul sama orang-orang yang punya latar belakang beda-beda, tentu sebuah kesempatan yang langka.

Hari ke-2 ini buat gue bisa dibilang masa adaptasi. Mengenal karakter temen-temen pengurus wikipedia itu kayak gimana. Apakah orangnya banyak becanda, serius banget, atau justru ngebanyol mulu kerjanya? Kalo ada yang caper mah dimana-mana ada aja yang kayak begitu, kan? Gausah ditanggepin aja, ntar juga diem sendiri.

Pada kesempatan ini juga gue manfaatin untuk gali-gali informasi tentang komunitas bahasa daerah lainnya. Entah itu kegiatan daring maupun luring yang mereka kerjain. Siapa tau bisa mengadaptasi kegiatannya ke komunitas wikimedia Banjar juga, kan? Mwehehehe.

Kalo pun ga ada, gapapa juga, setidaknya bisa kenalan sama temen-temen dari komunitas lain. Nambah temen akan memperluas jaringan kita juga, kan? Bakalan jadi salah satu investasi jaringan yang bermanfaat ke depannya kalo dijaga dengan baik.

WikiLatih Wikipedia dan Portofolio Menjadi Pelatih

WikiLatih Wikipedia merupakan salah satu acara luring yang diselenggarakan untuk mengajarkan wikipedia lebih intensif kepada pengguna baru. Pada acara wikilatih ini biasanya peserta akan diajarkan dasar-dasar teknik menyunting di platform wikipedia. Pengajarnya bisa dari kontributor lokal senior ataupun langsung dari Jakarta.

Kebetulan untuk acara yang ini, seluruh pelatih dan pendampingnya adalah kontributor lokal Wikipedia Banjar. Sehingga penyampaiannya lebih organik dan lebih mudah dipahami para pesertanya. Gue juga termasuk dalam panitia kepelatihan ini juga, jadi pelatih pendamping WikiLatih.

Menjadi pelatih WikiLatih merupakan salah satu target pribadi gue yang sampai hari ini masih belum tercapai. Setidaknya pada acara WikiLatih kemaren membuat gue lebih dekat selangkah untuk bisa jadi pelatih utamanya. Gue pengennya dalam waktu dekat ini bisa jadi pelatih utama di acara wikipedia lainnya.

Soalnya udah kangen banget tampil di hadapan banyak orang. Rasanya lama banget ga ngomong di dengerin banyak orang secara langsung. Biasanya ngonten di youtube, instagram sama tiktok doang.

Filosofi pelatih

Ini bukan pelatih olahraga, ya! Tapi lebih ke konsep pematerinya seperti apa.

Kalo gue pribadi lebih suka konsep pelatihan tatap muka. Karena akan lebih mudah ditangkap penyampaiannya. Gue juga bisa liat langsung orang-orangnya seperti apa. Ngobrolnya juga lebih nyaman dan pertanyaan akan lebih mudah terjawab.

Ketika melakukan pelatihan tatap muka, kita bisa ngeliat langsung reaksi pesertanya. Respon-respon mereka itu energi buat gue. Kalo mereka ga ngerespon, barti itu tantangan buat gue untuk bisa menarik perhatian mereka. 

Kendala kalo misalnya sebuah acara workshop dilakukan secara daring itu banyak banget. Dari yang mulai jaringan jelek, suara ga kedengaran. Belum lagi pesertanya diem-diem semua, ga bisa dengerin ekspresinya. Kayak berasa ngobrol sendiri jadinya.

Follow up acara luring juga menurut gue lebih mudah. Bikin grup whatsapp atau telegram, bisa jadi tempat diskusi sama pesertanya. Bahkan, kalo kendalanya ada yang pernah dirasain sama peserta lain, mereka akan saling bantu di grup. Engagement-nya jadi lebih bagus, kan?

Kalo misalnya ada acara lain, kita bisa langsung promosiin di dalam grup itu juga. Untuk yang udah pernah ikutan acara kita sebelumnya dan dia ngerasa acara sebelumnya bagus, gue sih yakin dia akan ikut lagi pelatihan berikutnya. Bahkan bisa jadi dia bakalan bawa temen-temennya yang lain untuk ikutan ngerasain pengalaman yang sama.

Gue sendiri mungkin bisa handle 7-10 peserta. Mungkin maksimal 13 orang masih bisa. Kalo pesertanya lebih dari itu, gue udah pasti perlu pelatih pendamping. Karena ga mungkin gue sendiri ngehadapin semuanya. Mungkin perlu nambah 1-2 orang lagi, tergantung jumlah pesertanya juga.

Portofolio Menjadi Pelatih/Pengajar

Gue udah pernah jadi pelatih/pemateri di beberapa acara sebelumnya.

Acara pelatihan yang paling gue inget salah 3-nya adalah acara pelatihan penulisan blog di salah satu universitas tahun 2019. Gue ngajar gimana menulis blog untuk pemula dari dasar banget. Tapi karena gue dulu belajar nulisnya otodidak, jadi yang gue bagikan tu bukan hal-hal teknis. Lebih ke hal yang realistis aja dan mudah untuk cepat dipraktikkan.


Pada acara ini konsepnya lebih kayak seminar. Gue mencoba mengenalkan blog kepada para penerima beasiswa dari universitas tersebut. Blog menurut gue lebih sederhana untuk bikin kontennya. Meskipun konten video semakin menjamur, tapi semua konten awalnya pasti dari menulis dulu.

Ada juga yang bisa langsung bikin konten video, pendek/panjang, tanpa menulis skripnya lebih dulu. Mungkin karena dia terbiasa ngomong, jadi di dalam kepalanya udah "nulis" skripnya sendiri. Kalo gue jujur masih belum selancar itu. Perlu nulis dulu baru bisa bicara di depan kamera.

Salah satu pertanyaan peserta yang gue inget adalah potensi pembajakan tulisan di internet. Sebenarnya ini jadi kekhawatiran gue juga. Tapi gue percaya, kalo kita nulis/bikin karya dari hati, orang-orang pun tau kalo ada yang ngebajak, ga akan bisa 100% sama.

Apalagi kalo yang nulisnya punya konsep kayak gue. Orang yang menuangkan dalam tulisan apa yang ada di dalam kepalanya. Sesuatu yang ada di dalam kepala seseorang, sekalipun dia kembar, pasti ga akan pernah sama dengan yang lain. Jadi, tulislah sesuatu yang otentik, yang kita banget, sehingga dimanapun orang menemukan karya kita, meskipun dibajak, mereka tau karya itu punya siapa.

Kegiatan selanjutnya yang gue inget adalah pelatihan pembuatan blog bekerjasama dengan LPM sebuah universitas tahun 2020. Kebetulan ketua LPM-nya waktu itu temen 1 komunitas, jadi dia ngajakin kolab.

Konsep acara ini pelatihan, jadi gue ngajar sekalian tutorial juga. Untungnya pesertanya ga banyak, ga nyampe 10. Jadi masih bisa dikerjakan oleh segelintir orang aja. Gue juga dibantu sama 1 temen lain untuk melancarkan acara ini.

Sebenarnya gue pengen ada follow up untuk kegiatan ini. Misalnya ada tugas untuk seluruh peserta menulis 1 artikel per minggu. Temanya bebas atau tematik sesuai kondisi saat pelaksanaan tantangan menulisnya. Dia yang paling konsisten menulis, sampai di akhir periode tantangan akan mendapatkan hadiah.

Apalagi mereka ini, kan, anggota LPM semua. Harusnya menulis bukan lagi sebuah "tantangan" yang harus mereka taklukan. Namun, akan jadi tantangan ketika LPM-nya jarang aktif sehingga anggotanya jadi jarang menulis.

Kalo ada LPM kampus yang mau kerjasama untuk ngadain workshop/seminar menulis boleh kontak ke email, ya! Mwehehehe!

Acara ketiga yang menurut gue cukup komprehensif adalah acara yang bekerjasama dengan salah 1 sekolah yang mengadakan seminar kepenulisan. Kerjasamanya dilakuin antara organisasi yang gue ikutin sama sekolah SMA. Salah 1 rangkaian acaranya ada pengenalan tentang tulis menulis blog, bahkan ada praktiknya juga waktu itu.

Makanya gue bilang komprehensif karena mereka ga sekadar dapatin teorinya aja, tapi juga ada praktik menulis langsungnya. Kalo ga salah ada penilaiannya juga, tapi gue lupa. Intinya seluruh peserta itu dimasukin ke dalam grup nanti diumumin tulisan terbaiknya siapa seminggu setelah acara.

Sayangnya gue ga punya lagi dokumentasi acaranya.

Konsep Acara Pelatihan Yang Ideal

Gue pribadi lebih suka konsep acara tatap muka yang paket lengkap. Artinya peserta tidak hanya diberikan teori saja, namun juga praktik langsung. Kemudian ada kegiatan selanjutnya untuk memperdalam/mempertajam teori dan praktik yang sudah dilakukan pada hari H pelatihannya.

Artinya pesertanya tetap "dirawat" dibimbing terus hingga mereka terbiasa mengerjakannya sendiri. Melatih muscle memory emang ga bisa sebentar, minimal 3 bulan. Itupun menurut gue masih sebentar, harusnya 6 bulan. Tapi tentu waktu sepanjang itu akan memakan biaya yang besar. Jika pelatihannya diadakan gratis, tentu merawat peserta selama 6 bulan lumayan berat juga.

Tentu tidak semua peserta bisa "bertahan" pada atmosfir seperti itu. Karena gue mengakui sendiri, kalo menjalankan rutinitas/kebiasaan baru itu sulitnya bukan main. Hanya orang-orang yang punya tingkat disiplin tinggi dan punya mindset kuat yang bisa bertahan.

Gue aja, baru bisa mempertahankan kebiasaan menulis setiap hari setelah lebih dari 9 tahun menulis di blog. Terlalu lama mungkin, ya? Harusnya 5 tahun udah bisa jalan otomatis. Bahkan, gue baru bisa konsisten posting setiap minggu 1 tulisan sepanjang tahun itu baru kejadian tahun 2025 kemaren. 

Bayangin. Gue udah nulis kurang lebih 13 tahun, untuk membiasakan menulis setiap hari baru bisa disiplin setelah 9 tahun nulis. Baru bisa konsisten posting 1 tulisan setiap minggu di tahun 2025. Artinya berdasarkan pengalaman gue, bimbingan 6 bulan pun sebenarnya masih belum cukup.

Mungkin kalo gue dibantu sama temen-temen yang lain, yang punya tingkat disiplin lebih tinggi daripada gue, bisa jadi terlaksana, sih. Terlebih pesertanya juga punya mindset yang sama: ingin belajar dan bertumbuh.

Wikibadadapatan: mewujudkan komunitas yang inklusif

Komunitas Wikimedia Banjar (selanjutnya disebut "KWB") adalah salah satu komunitas resmi yang bernaung di bawah Wikimedia Indonesia (selanjutnya di sebut "WMID"). Sebenarnya KWB sudah ada sejak tahun 2016 (kalo ga salah). Tapi gue baru bener-bener join secara resmi ke KWB sekitar tahun 2022.

Sebenarnya KWB udah aktif beberapa tahun, tapi gue baru aktif sejak 2022. Mungkin karena waktu itu habis keluar dari salah satu organisasi pemuda kali, ya? Jadinya gue memutuskan untuk memilih bergabung ke KWB untuk menemukan petualangan baru.

Sebuah keputusan yang tepat, karena ada banyak sekali pengalaman yang gue dapatkan di KWB.

Pertama, tentu saja dapat temen dan koneksi baru. Gue juga udah pernah ceritain di blog ini. Gue memanfaatkan momen pergantian tahun dengan merefleksikan kehidupan setahun ke belakang. Salah satunya adalah dengan bergabung ke KWB.

Kedua, gue dapat kesempatan ikutan pelatihan misinformasi dan disinformasi di Makassar. Acara dari WMID yang bekerjasama dengan UNESCO. Kegiatan yang produktif sekali dan tentu saja fully funded, alias gratis.

Wikimedia Foundations (selanjutnya disebut "WMF") (induknya proyek Wikipedia) itu punya acara-acara luring yang beragam. Hampir semuanya fully funded, jadi semangat banget untuk nambahin kontribusi di proyek-proyeknya. Termasuk gue pribadi yang punya target sendiri untuk bisa ikutan acara-acaranya.

Nah, sampailah kita di pembahasan utamanya!

Wikimedia Indonesia selalu terbuka untuk siapapun yang mau berkontribusi. Intinya, Wikimedia Indonesia dan komunitas daerah yang berada di bawahnya itu inklusif dan transparan. Termasuk untuk ikutan ke acara-acara luring yang diselenggarakan oleh WMID. 

Untuk membuat KWB semakin inklusif di acara-acara luring WMID maupun WMF, gue mencoba menginisiasi Wikibadadapatan. Pilot project yang gue gagas untuk membantu anggota-anggota KWB untuk membantu memperbesar kemungkinan mendapatkan beasiswa perjalanan dalam dan luar negeri.

Ini sebenarnya acara internal dan bukan agenda rutin yang terjadwal di WMID. Malah belum sempat izin untuk ngadain acara ini. Tapi gue cukup yakin bakalan disetujuin, karena sama sekali ga ngerugiin WMID/WMF. Alhamdulillah-nya disetujuin beneran dan respon dari salah satu perwakilan WMID juga positif banget.

Konsep acara Wikibadadapatan ini sebenarnya sederhana banget. Gue mengajak beberapa orang yang pernah mendapatkan beasiswa perjalanan WMID/WMF untuk berbagi pengalaman mereka. Utamanya sih berbagi pengalaman gimana caranya mengisi form seleksi beasiswanya. Baik dari sisi teknis dan non-teknisnya.

Untungnya di KWB ada cukup banyak peserta yang udah pernah ikutan. Jadinya ada banyak pengalaman yang bisa dibagikan ke anggota-anggota lainnya.

Perekrutran narasumber kemaren berdasarkan mereka yang gue inget pernah ikut acara luring dari WMID/WMF aja. Ada beberapa narsum yang juga ikut tapi belum sempat jadi peserta. Karena waktunya yang terbatas, gue coba bawa 4 orang dulu. Jika memang ada kesempatan lagi, mereka yang belum sempat jadi narsum akan masuk slot prioritas narsum berikutnya.

Edisi perdana membawa 4 peserta yang membagikan pengalamannya mendapatkan beasiswa perjalanan. Salah satu pesertanya bahkan memiliki kasus cukup unik, berhasil mendapatkan beasiswanya namun batal berangkat. Persis kayak gue tahun lalu yang juga pernah dapat beasiswanya namun terpaksa harus batal karena baru aja masuk kerja bulan pertama.

Gue juga berusaha untuk tetap inklusif dalam merekrut narasumber. Selain soal gender, gue ga melihat dia itu berangkat atau ga ke acaranya. Cukup dipastikan lolos aja itu udah masuk kriteria menjadi narsum di Wikibadadapatan.

Acara yang tadinya dijadwalkan hanya berdurasi 60 menit, jadi molor 90 menit karena keasikan membedah pertanyaan di borang pengajuan beasiswanya.

Gue juga salut banget sama narasumber yang rela membagi pengalamannya di acara ini secara sukarela. Karena ini acara internal, jadi ga ada budget yang dialokasikan untuk semuanya. Jadi benar-benar 0 modal, kecuali pake waktu, tenaga dam kuota/wifi internet masing-masing.

Rencana edisi selanjutnya

Sebelum jalannya Wikibadadapatan edisi perdana kemaren, udah terpikirkan edisi berikutnya seperti apa. Tapi akan gue simpan dulu aja menunggu respon dari kawan-kawan KWB. Kalo memang masih mau dilanjutkan kegiatannya, gue akan coba terapkan.

Edisi berikutnya mungkin akan jauh lebih ketat dari sisi pendaftaran peserta.

Pilot project kemaren kan semua anak-anak yang masuk di grup KWB wajib jadi peserta. Gue pengennya nanti untuk edisi berikutnya cuman anak-anak terpilih aja yang bisa join. Macam kartun digimon wahahaha!

Gue masih belum mendiskusikan ini ke anak-anak sih, masih wacana aja.

Pengennya tuh ada persyaratan khusus gitu. Misalnya ada minimal suntingan dalam 3 bulan terakhir. Atau pernah terlibat di proyek atau menjadi pj acara sekian kali.

Kesannya terlihat eksklusif, tapi kalo melihat dari sisi motivasi berkontribusi, harusnya jadi pemantik semangat. Karena kontributor di KWB itu jumlahnya tergolong sedikit yang aktif di proyek WMID. Siapa tau dengan adanya persyaratan tambahan untuk ikut Wikibadadapatan mereka makin terpacu semangatnya berkontribusi lebih banyak.

Kegiatannya pun akan sedikit berbeda. Gue sih maunya narsumnya 2-3 orang aja. Tapi mereka langsung mementori para peserta mengisi form pengajuan beasiswa perjalanannya saat itu juga. Narasumbernya bener-bener ngebimbing peserta untuk mengisi formnya satu-satu. 

Kalo bisa sih ada anggarannya juga. Terutama untuk narasumbernya, karena udah keluar waktu, tenaga dan pikiran. Meskipun buat pesertanya ga menjamin 100% lolos, tapi setidaknya dari KWB berusaha untuk bisa membuat komunitas ini makin inklusif untuk semua.

Tapi sekali lagi ini masih sebatas rencana. Kalo rencana artinya bisa dijalankan, bisa juga ga. Tergantung kesiapan peserta dan narasumber serta respon dari anggota KWB sendiri kayak gimana.

Intinya sih kalo dari gue pengennya ini tetap berlanjut. Ada/ga ada gue harusnya ini bisa tetap jalan. Karena ngejalaninnya sederhana banget ga perlu persiapan yang merepotkan sama sekali. Kecuali untuk lu yang mungkin tipe orang yang semuanya harus well prepared, ya.

Tujuan gue cuman 2: biar berkomunitas tu ada manfaatnya dan KWB tetap inklusif untuk siapapun yang bergabung.

PELATIHAN PENCEGAHAN MISINFORMASI DAN DISINFORMASI

Seperti yang gue ceritain di tulisan Cerita di Makassar sebelumnya, kalo gue barusan ngikutin trainers of trainer pelatihan pencegahan misinformasi dan disinformasi hasil kerjasama Wikimedia Indonesia dan UNESCO Jakarta Office. Pelatihan ini bersifat fully funded jadi cuma bawa badan aja ke lokasi.

PELATIHAN PENCEGAHAN MISINFORMASI DAN DISINFORMASI

Pada awalnya gue agak pesimis untuk bisa ikutan acara ini. Karna setau gue, acara wikipedia ini biasanya seleksi ketat untuk pesertanya. Gue sendiri baru sekitar setaun lebih bergabung di komunitas wikipedia bahasa daerah sini. Kontribusi gue juga masih belum terlalu banyak.

Sepanjang keikutsertaan gue di event wikipedia, baru sekali gue lolos. Itu pun pas gue lolos ga bisa ikutan karna baru masuk kerja di kantor yang baru. Daripada kehilangan kerjaan, mending merelakan event wikipedia dulu. Kerjaan masih nomor 1 ya guys! Kecuali lu kerjanya freelance ya pasti bisa lah berangkat.

Meskipun begitu, gue tetep selalu daftar kalo ada event wikipedia offline ramean gitu. Sekalian mencoba peruntungan dan melihat sejauh apa wikipedia menilai kontribusi gue selama ini. Sebelumnya pelatihan ini tuh dikhususkan buat admin komunitas doang. Jadi gue rada pesimis kalo buat anggota juga diadain.

Ketika pendaftarannya dibuka, gue iseng untuk ikutan daftar juga. Ga ada perasaan apapun, cuman nothing to lose aja sebenarnya. Selama ini gue juga masih aktif di kegiatan luring dan daringnya Wikipedia. Apalagi berkontribusi di platform wikipedia, setiap hari gue selalu berusaha untuk nambah kontribusi.

Ketika diumumin lolos untuk ikut pelatihan, gue seneng banget pastinya. Bangga juga karna bisa dapat beasiswa ini. Karna ga semua orang bisa dapatin hak kayak begini. Terlebih untuk gue yang kontribusinya masih terbilang kecil. 

Gue terpilih bersama 4 orang temen komunitas wikipedia banjar yang lain. Mereka memang "langganan" terpilih ketika ada event kayak gini. Memang gue akui kontribusi mereka lebih banyak dan lebih aktif daripada gue di wikipedia. Wajar kalo mereka terpilih dapatin beasiswa pelatihan ini.

Sebetulnya pelatihan ini sudah pernah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Namun pelatihan itu dikhususkan untuk para admin komunitas wikipedia aja. Gue kira untuk anggota komunitas tu ga ada, jadi ya pasrah aja karna tau event di wikipedia itu biasanya banyak.

Anyway, pelatihan ini diadain di salah satu hotel di Makassar, tapi ga di Makassarnya banget. Karna lokasi pelatihannya ini agak jauh dari pusat kota. Kalo mau ke kota itu sekitar 30 menitan naik mobil online. Mungkin tujuan panitianya biar peserta fokus sama pelatihan dan ga keluyuran kemana-mana.

Kalo gue sih jujur karna ini bakalan dapat ilmu baru, pasti ga akan melewatkan pelatihan ini. Meskipun keinginan untuk jalan-jalan juga ada, tapi harus tau tujuan ke Makassar ini mau ngapain. Kalo tujuan utamanya nyari ilmu, ya fokus aja belajar dulu, jalan-jalan entar aja.

Pelatihan ini diisi sama orang-orang yang emang beneran kompeten di bidangnya masing-masing. Pastinya berhubungan sama tema besarnya tentang "Pencegahan Misinformasi dan Disinformasi".  Ada dari kalangan akademisi, aktivitis dan pegiat pencegahan mis/disinformasi dan juga dari wikipedia itu sendiri. Tentu saja ada UNESCO yang jadi partner di dalam rangkaianan kegiatan acara ini.

Selain dari Komunitas Wikipedia Banjar, pelatihan ini juga ada peserta dari Wikipedia bahasa daerah yang lain. Gue ketemu sama temen-temen Wikipedia Gorontalo dan Manokwari di acara ini. Selain komunitas wikipedia, juga ada dari kalangan aktivis kebudayaan yang sering bikin karya mengenai pencegahan hoax dan sejenisnya.

Tujuan Pelatihan Pencegahan Mis dan Disinformasi

PELATIHAN PENCEGAHAN MISINFORMASI DAN DISINFORMASI

Secara garis besar pelatihan yang gue ikut ini ada beberapa tujuannya. Karna ini pelatihannya untuk anggota wikipedia yang aktif berkontribusi, pelatihan ini ngenalin tentang kebebasan berekspresi, terutama di media sosial. Karna kontributor wikipedia ini salah satu tugasnya adalah mengumpulkan informasi, penting banget untuk tau dan kenal misinformasi, melakukan verifikasi dan menemukan info yang terpercaya di internet.

Untuk aktivis kebudayaan juga kurang lebih sama sih materinya. Bedanya karna mereka berkarya lewat kesenian dan kebudayaan, materinya lebih ditekankan untuk bisa mencegah misinformasi dan disinformasi ke pertunjukan seni. 

Sebenarnya antara kontributor wikipedia dan aktivis kebudayaan ini punya kesamaan: sama-sama berkarya. Bedanya platform berkaryanya doang. Kalo kontributor wikipedia di internet, sementara aktivis kebudayaan di teater/gedung seni. Tapi kami membawa misi yang sama: mencegah dis/mis/malinformasi di dunia maya.

Cara Gabung ke Komunitas Wikipedia

Kalo lu yang baca tulisan ini jadi tertarik untuk gabung komunitas wikipedia, gue kasih tau sekarang. Sebetulnya ga ada syarat-syarat khusus karna komunitas wikipedia ini inklusif untuk siapapun tidak membedakan ras, gender, agama, dan lainnya.

Lu cuma perlu rajin dan konsisten menyunting artikel-artikel di wikipedia dan proyek wikimedia lainnya. Kalo lu udah terdaftar jadi kontributor di wikipedia, lu akan tau kalo ternyata di wikipedia itu ga cuman ada wikipedia doang. Ada banyak proyek yang bisa lu explore dan mungkin salah satunya sesuai sama minat lu.

Anggota komunitas wikipedia bahasa daerah di Makassar

Kalo lu udah konsisten dan rajin berkontribusi di platform wikipedia, pasti ntar masuk radar admin/pengurus platformnya dan akan ada "surat cinta" untuk diajak gabung ke komunitas nantinya. Apalagi kalo lu punya skill khusus entah itu bisa ambil foto yang bagus, atau mungkin jago ngulik data misalnya, makin gede peluang lu untuk diajakin gabung.

Kalo mau tau info lengkap mengenai wikipedia Indonesia, lu follow aja instagram mereka di @wikimedia.id

TAHUN BARU ILMU BARU TEMAN BARU

Kamu pernah ga kalo udah mau taun baru begini selalu bikin resolusi buat taun depan nanti? Tapi ujung-ujungnya ga ada yang dikerjain juga? Saya pernah dan sering bahkan. Meskipun begitu, saya ga pernah jera untuk bikin resolusi buat diri sendiri.

Karena buat saya sekarang, resolusi itu gapapa ga semuanya dikerjain. Tapi setidaknya kita terus berproses setiap hari dan menambah sesuatu yang baru di hidup kita. Bisa jadi ilmu baru, teman baru, komunitas baru dan lain sebagainya. Misi saya setiap tahun adalah minimal punya sesuatu yang baru yang bisa saya rasakan. Bisa jadi pengalaman melakukan sesuatu ataupun belajar ilmu baru yang belum pernah diketahui.

Salah satu keputusan terbaik saya di tahun 2023 ini adalah bergabung ke komunitas Wikipedia Banjar. Merupakan komunitas resmi yang bernaung dibawah Wikipedia Indonesia. Ini jadi pengalaman saya bergabung ke salah satu komunitas terbesar di Indonesia sejauh ini. Wikipedia Banjar sendiri merupakan komunitas wikipedian (sebutan untuk para sukarelawan wikipedia) yang aktif berkontribusi pada wikipedia bahasa daerah. 

Meskipun tergabung di komunitas berbahasa daerah, bukan berarti anggota komunitasnya hanya spesifik berkontribusi di bahasa daerah saja. Setiap orang bebas berkontribusi di platform wikipedia manapun yang disukai sesuai dengan minat dan hobi masing-masing.

Untuk yang belum tau, wikipedia itu tidak hanya sekadar artikel yang biasa kamu lihat di google ketika mengetik kata kunci tertentu. Itu hanya sebagian kecil informasi yang bisa kamu akses. Kalo kamu "menyelam" lebih dalam, kamu bisa menemukan hal-hal ajaib lain yang bisa jadi sesuai dengan minat dan hobimu.

Contoh saya, meskipun saya hobi menulis di blog, ternyata di wikipedia saya lebih suka untuk menambahkan struktur data pada foto yang ada di wikipedia commons (salah satu platform wiki untuk mengunggah berkas foto). Karena menurut saya lebih mudah berkontribusi lewat cara itu daripada menuliskan artikel pada wikipedia saja.

Selain kegiatan berkontribusi secara daring, komunitas ini juga sering mengadakan pertemuan luring bertajuk kopi darat (kopdar). Tujuannya selain mempererat silaturahmi antar anggota, biasanya juga ada kegiatan menyunting bersama serta membahas hal-hal yang diperlukan seputar kegiatan komunitas.

Dokumentasi pelatihan WikiLatih, sumber: instagram @banjarwiki

Sebenarnya tujuan saya bergabung ke komunitas ini pada awalnya hanya ingin mendapatkan kegiatan dan pengalaman baru. Tidak berekspektasi lebih ketika awal masuk komunitas ini, karena saya kira pada saat awal bergabung itu komunitas ini hanya bergerak di kegiatan daring saja. Saya baru tau kalo ternyata kegiatannya cukup banyak dan produktif semuanya.

Karena wikipedia banjar terafiliasi dengan wikipedia indonesia secara resmi, dan wikipedia indonesia adalah bagian dari wikimedia foundation, maka ketika ada acara-acara yang levelnya international (daring ataupun luring), komunitas yang terafiliasi juga diajak untuk ikut berpartisipasi. Jadi ga cuman bisa ikut acara-acara skala nasional saja, tapi juga internasional. Apalagi jika kamu memiliki keahlian khusus yang bisa membantu kontribusi di wikipedia jadi lebih mudah, kamu akan semakin mudah untuk mengikuti acara-acara ini.

Ada banyak acara yang diselenggarakan oleh Wikipedia Indonesia dan lebih asyiknya lagi Wikipedia ini nyediain beasiswa fully funded bagi wikipedian yang beruntung untuk diberangkatkan ke lokasi acaranya. Enak banget kan? Acaranya ini juga diadain tiap tahun, lho! Jadi tiap taun terbuka kesempatannya.

Sejauh ini sih saya belum pernah dapat beasiswa ini, mungkin karena terhitung "anak baru" di komunitas jadi masih harus membuktikan diri dulu. Ya gapapa juga sih, tiap orang kan harus berproses ya. Kita liat selama 2 taun ke depan prosesnya seperti apa.

Cukup Mempengaruhi Kehidupan

Meskipun baru tahun 2023 ini gabung di komunitas ini, kebiasaan berkomunitas di wikipedia ini cukup mempengaruhi kehidupan pribadi. Terlebih lagi untuk hal yang berhubungan sama hal tulis menulis dan tata bahasanya. 

FYI, di wikipedia itu meskipun bisa menulis apapun tapi tidak sebebas yang kamu bayangkan. Menulis artikel di wikipedia harus sesuai akidah EYD dan harus mencantumkan referensi yang valid. Bahkan untuk artikel bahasa daerah pun juga harus sesuai kata yang baku. Jadi ga bisa asal tulis tanpa mikir alias ngarang.

Dokumentasi kegiatan Kopdar, sumber instagram @banjarwiki

Nah karena kebiasaan melakukan aktivitas penyuntingan ini, kegiatan nulis di blog pun jadi ikut terpengaruh hal ini. Awalnya yang hanya ingin mencari hobi baru, ternyata hobi baru ini bisa mempengaruhi hobi yang lama. Mungkin karena ga ada beban apa-apa ketika ikut kegiatan ini, makanya bisa punya pengaruh sebesar itu di kegiatan tulis menulis.

Kalo kamu merasa sudah tau tentang budaya bahasa daerahmu sendiri, tunggu sampai kamu gabung ke komunitas wikipedia bahasa daerah. Karena pasti kamu akan kaget sendiri ternyata bahasa yang kamu tau itu akan beda banget sama yang ada di wikipedia. Gabung ke komunitas wikipedia bahasa daerah akan sangat mempengaruhi penambahan kosakata kamu nantinya.

Sejak saya bergabung di komunitas wikipedia banjar, saya seperti menemukan rumah ke-3 saya. Rumah ke-2 tentu saja komunitas blogger kesayangan, Pena Blogger Banua.. heheh! Karena di komunitas ini saya bisa tetap bisa melakukan hobi saya: menulis, sambil membebaskan pengetahuan yang ada di Indonesia.

Kalo kamu sendiri, tahun baru ini punya rencana apa untuk diri sendiri? Tulis di kolom komen ya!
Seedbacklink