Pages - Menu

HALAMAN PENTING

Merenungi Mindset Perencanaan Keuangan Yang Gue Miliki

Selama mulai mengenal yang namanya "perencanaan keuangan", jadi makin berhitung terhadap pengeluaran dan pemasukan yang terjadi. Bukan pelit, tapi pengen melihat sejauh apa kita bisa menggunakan uang yang kita punya. Apakah hanya disimpan untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kayak makan dan jajan. Atau dibelanjakan ke hal-hal yang impulsif.

Awalnya mindset yang gue miliki adalah "Mending nabung duitnya untuk bisa dipake liburan dan jajan impulsif saat liburan". Yang gue pertahankan selama ini seperti itu,  sebelum mengenal kartu pokemon atau trading card game pada umumnya. Apakah gue sepelit itu? Ga juga, gue tetep jajan tapi terkontrol untuk pengeluaranya, terlebih pemasukannya juga lumayan.

Seiring berjalannya waktu, terlebih setelah mengenal hobi baru itu, gue mulai memikirkan ulang mindset yang tadi. Apakah emang harus seketat itu untuk mengatur pengeluaran gue? Emang uang yang gue simpen bakalan bisa bertahan lama? Terlebih nilainya dengan dollar makin lama makin turun. Lama-lama bakalan ga ada harganya ini duit.

Apalagi negara ini dipimpin sama presiden yang ga terlalu ngerti soal ekonomi. Jadinya makin ruwet perekonomian rakyatnya. Dia taunya cuman program makan gratisnya jalan doang, ga peduli rakyatnya udah ketindih sana sini. Udah harga barang-barang pada naik, kebijakannya ngaco banget lagi. Korbannya ya rakyat kecil, dong!

Gue pernah baca 1 kalimat di twitter yang bilang "yang namanya baterry health iphone udah pasti berkurang kalo dipake! kalo gamau berkurang, ya jangan dipake".

Jujur ini gue setuju, sih. Dimana-mana kalo sesuatu yang dipake harian itu, fungsinya akan menurun pelan-pelan. Tanda kalo iphone dipake yang battery health-nya berkurang. Wajar banget, dan ga perlu khawatir. Karna kita emang pake fungsinya buat keperluan sehari-hari.

Nah, pola pikir yang gue coba pake di manajemen pengeluaran sekarang. Duit emang bakalan berkurang kalo dipake. Wajar banget namanya juga dibelanjain, udah pasti berkurang dong? 

Hal yang bikin gue agak kurang nyaman itu spent yang cukup besar di bulan ini. Bahkan cenderung bisa bikin minus neraca keuangan bulan ini. Meskipun secara keseluruhan tabungan masih aman. Cuman ada rasa ga nyaman untuk ngeluarin duit sebanyak itu. Tapi gue seneng banget begitu dapat barangnya. Jadi agak paradoks memang.

Bisa jadi rasa ga nyaman itu muncul karena sebelum ga pernah spent uang sebanyak ini. Bahkan bisa dibilang terbanyak selama gue mencoba mengatur keuangan. Karena sebelum gue menghitung pengeluaran ini, ga pernah ngitung pengeluarannya wahahhaa!

Secara nomor rekening sih masih ada di angka aman, ya.

Mungkin perasaan paradoks ini emang sudah seharusnya "diterima" aja, ya. Mau itu perasaan janggal karena pengeluaran yang cukup besar bulan ini. Atau pun perasaan seneng ketika bisa dapatin produk yang udah kita beli itu. Karena memang begitulah seharusnya.

Ketika ngeluarin uang, ada rasa sedih karena ada nominal yang berkurang. Tapi ketika udah dapet barangnya, justru bikin bahagia karena kita bisa beli apa yang kita mau. Semua perasaan itu akan gue syukuri semuanya.

Gue bersyukur ada kemampuan (uang) untuk bisa beli apa yang gue pengen. Gue bersyukur bisa dapatin apa yang gue mau. Ga banyak orang yang bisa merasakan seperti itu. Ga perlu pelit sama diri sendiri, karena buat siapa lagi kita kerja siang-malam kalo ga buat diri sendiri dan keluarga?

Tapi, gue juga ngerti perasaan lu yang hari ini masih belum bisa mewujudkan keinginan lu. Gue bersimpati, karena gue pun juga merasakan hal yang sama. Ga semua hal bisa diwujudkan untuk saat ini. Gapapa dan wajar banget, kok. Di situlah seninya berusaha dan berdoa, kan?

Gapapa punya neraca keuangan yang ga seimbang. Asalkan bisa ngeliat keluarga kita masih bisa senyum, bahagia dan ketawa-ketawa. Itu jauh lebih mahal harganya daripada sekadar pundi-pundi rekening yang ga seberapa berkurang itu.

Tips Memilih Laptop untuk Travelling Lengkap dengan Rekomendasi Terbaik

Mobilitas yang semakin tinggi membuat kebutuhan laptop ikut berubah, terutama untuk pekerjaan remote yang bisa dilakukan dari mana saja. Laptop untuk perjalanan tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga ringan, efisien, dan siap digunakan di berbagai kondisi. Sehingga, laptop traveling menjadi kategori yang paling sering dipilih karena mengutamakan performa, daya tahan baterai, serta kemudahan dibawa tanpa mengorbankan kenyamanan kerja.

laptop travelling

Tips Memilih Laptop untuk Travelling

Dalam memilih perangkat untuk mobilitas tinggi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar pengalaman penggunaan tetap stabil di berbagai tempat. Berikut adalah tips dalam memilih laptop untuk traveling.

1. Bobot Ringan dan Desain Ringkas

Laptop dengan bobot di bawah 1,5 kg lebih ideal untuk perjalanan karena tidak membebani saat dibawa dalam tas. Desain yang tipis juga membantu saat digunakan di ruang terbatas seperti transportasi umum atau meja kecil di area publik. 

2. Daya Tahan Baterai Panjang

Ketersediaan sumber listrik tidak dapat selalu dipastikan saat bepergian. Karena itu, laptop dengan baterai besar menjadi hal yang penting. Kapasitas 70WHrs atau lebih umumnya mampu mendukung penggunaan sepanjang hari untuk aktivitas seperti pekerjaan kantor, presentasi, hingga komunikasi online ketika traveling.

3. Konektivitas Lengkap 

Port yang lengkap seperti USB Type-C, HDMI, dan dukungan Wi-Fi generasi terbaru sangat membantu dalam mendukung produktivitas. Konektivitas yang baik memastikan laptop tetap fleksibel saat terhubung dengan berbagai perangkat tambahan maupun jaringan internet di lokasi yang berbeda.

4. Performa Seimbang untuk Multitasking

Laptop untuk perjalanan tidak selalu membutuhkan spesifikasi tertinggi, tetapi harus cukup stabil untuk multitasking. Prosesor modern dengan dukungan RAM minimal 16GB memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan tanpa hambatan.

Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Traveling

Setelah memahami faktor utama tersebut, berikut beberapa rekomendasi laptop yang dapat menjadi pertimbangan untuk kebutuhan perjalanan dengan berbagai karakter penggunaan. Namun, penting untuk dipahami bahwa setiap laptop memiliki spesifikasi berbeda dalam hal desain, efisiensi, dan performa, sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

1. ASUS Vivobook S 14 (M3407)

laptop travelling

ASUS Vivobook S 14 (M3407) menjadi salah satu opsi yang menyeimbangkan antara performa dan efisiensi daya dalam bentuk yang tetap ringkas. Laptop ini menggunakan prosesor AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan dukungan AMD Radeon Graphics, dipadukan dengan RAM 16GB DDR5 serta penyimpanan 512GB SSD PCIe 4.0 yang cukup responsif untuk kebutuhan kerja harian.

Layar 14 inci WUXGA dengan opsi OLED atau IPS-level memberikan fleksibilitas visual sesuai kebutuhan. Dari sisi konektivitas, perangkat ini sudah mendukung Wi-Fi 6 serta Bluetooth 5.4, ditambah port yang cukup lengkap seperti USB Type-C, USB Type-A, dan HDMI 2.1. Baterai 70WHrs memberikan daya tahan yang cukup panjang untuk penggunaan mobilitas tinggi. Bobot sekitar 1,4 kg masih tergolong nyaman untuk dibawa bepergian. Harga laptop ini berada mulai di kisaran Rp13 jutaan. 

2. ASUS Vivobook S 14 OLED (M5406)

Laptop travelling

ASUS Vivobook S 14 OLED (M5406) menawarkan peningkatan dari sisi efisiensi dan kapasitas penyimpanan. Laptop ini menggunakan AMD Ryzen™ AI 7 350 dengan RAM hingga 24GB LPDDR5X dan SSD 1TB PCIe 4.0 yang lebih lega untuk kebutuhan file besar selama perjalanan.

Layar 14 inci WUXGA OLED memberikan kualitas visual yang lebih tajam, sementara bobot 1,3 kg membuatnya sedikit lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya. Baterai 75WHrs mendukung penggunaan lebih lama dalam aktivitas harian. Dukungan konektivitas seperti USB 4.0 Gen 3 Type-C memberikan fleksibilitas tambahan untuk perangkat eksternal. Harga berada di kisaran mulai dari sekitar Rp15 jutaan.

3. ASUS Zenbook A14 (UX3407)

laptop travelling

ASUS Zenbook A14 (UX3407) dirancang dengan fokus pada mobilitas maksimal. Bobotnya yang hanya sekitar 0,89 hingga 0,9 kg menjadikannya salah satu laptop paling ringan di kelasnya. Prosesor Snapdragon® X Plus X1P 42 100 berbasis ARM menawarkan efisiensi daya tinggi yang mendukung penggunaan panjang tanpa sering mengisi daya.

Perangkat ini dilengkapi layar 14 inci WUXGA dengan pilihan panel OLED atau IPS-level, serta dukungan Wi-Fi 7 yang sudah siap untuk konektivitas masa depan. Meski baterainya 48WHrs lebih kecil dibanding model lain, efisiensi sistem membuat daya tahan tetap optimal untuk penggunaan harian. Harga perangkat ini berada di kisaran Rp18 jutaan.

Laptop untuk kebutuhan traveling idealnya memiliki keseimbangan antara bobot ringan, daya tahan baterai, serta performa yang cukup untuk menunjang aktivitas harian. Beberapa rekomendasi di atas dapat menjadi bahan pertimbangan sesuai kebutuhan. Namun, penting untuk memahami terlebih dahulu apa kebutuhan pekerjaan Anda selama dalam perjalanan. Sehingga, pemilihan laptop dapat disesuaikan agar aktivitas tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kenyamanan.

Hal-Hal Yang Dilarang Dilakukan Di Tempat Kerja

Ketika udah masuk ke dunia kerja, lu bakalan "berperan" di sana. Gue jamin lu ga bakalan bisa jadi diri lu seutuhnya. Lu ga bakalan bisa se-idealis yang lu kira. Lu bakalan menjadi "orang lain" yang mungkin lu ga suka pada awalnya. Namanya juga lagi bermain peran, mau ga mau harus lu lakuin.

Kalo lu udah masuk dunia kerja, lu akan masuk ke dalam "politik kantor". Ketika lu udah berpolitik, barti lu harus bisa memilih pihak yang mendukung karir lu sejauh mungkin. Netral mungkin bisa, asal lingkungannya juga ngedukung. Kalo ga, barti mau ga mau lu harus punya back up.

Anyway, untuk mendukung politik kantor yang akan lu lakuin, setidaknya ada beberapa hal yang ga boleh lu lakuin di kantor:

1. Jadi Biang Gosip!

Ketika ada yang mancing-mancing lu untuk nyeritain kejadian di kantor, jangan ceritain! Apapun ceritanya sama siapa pun! Meskipun menurut lu itu sahabat lu sendiri di kantor, never trust anyone! Setiap dinding kantor punya telinga. Sekali aja lu nyebarin gosip, mau itu fakta/ga, habis reputasi lu. Bakalan dicap 1 kantor jadi biang gosip dan ga akan ada lagi yang mau cerita sama lu.

Pro tips: kalo lu tau gosip kantor apapun, simpan buat lu aja. Ga perlu lu konfirmasi, ga perlu lu validasi, apalagi lu ceritain ke orang lain, ga perlu! Diem aja kalo ada gosip apapun. Kalo ada yang nyeritain lu soal gossip kantor, kasih komentar netral aja. Atau kalo lu penasaran, bisa tanya dikit "emang lu tau darimana yang kayak gitu?" Biasanya kayak gitu nanti makin banyak cerita yang keluar wahahaha!

2. Show Off Skill

Kalo punya skill yang di atas rata-rata (apalagi bisa bikin lu dapat duit di luar kerjaan utama) tapi ga relevan sama kerjaan lu, simpen aja! Soalnya kalo orang kantor pada tau, bakalan dimanfaatin untuk ngerjain job desk yang harusnya dikerjakan sama orang lain! Ntar yang ada, kerjaan lu makin banyak, gaji lu segitu-gitu aja!

Biarkan skill dan ilmu lu yang relevan dikerjaan yang bikin lu meniti karir dari bawah. Bukan karena skill yang ga relevan sama job desk lu yang bikin lu bertahan di sana. Mau lu sebutuh validasi apapun sama orang kantor terhadap keahlian lu itu, bertahan dan simpan aja!

3. Punya Penghasilan Sampingan

Kalo lu punya kerjaan sampingan daripada kerjaan utama, ga perlu dikasih tau ke orang kantor. Ga cuman takut dimintain tolong secara gratis, tapi ini demi karir lu yang lebih baik. Kok bisa?

Tidak hanya takut dimintain untuk ngerjainnya secara gratis aja, tapi juga demi karir lu sendiri. Kita ga tau rekan kerja itu kayak gimana niatnya. Mau mereka emang niatnya baik atau ga, lebih baik diam aja soal penghasilan sampingan lu ini.

Kenapa?

Karena, bisa jadi saat ada diskusi soal kenaikan pangkat/jabatan buat lu ada yang berkomentar "Ah dia ga perlu dinaikin jabatan, Pak/Bu, dia udah punya banyak duit dari penghasilan di luar kantor". Mau konteksnya becanda/ga, itu crab mentality yang akan selalu ada di kantor yang toksik. Bisa jadi, komentar yang konteksnya ga jelas antara becanda/ga itu berpengaruh ke keputusan atasan lu. Bahaya banget.

4. Curhat Soal Kehidupan Pribadi ke Temen Kantor

Ga cuman menunjukkan kalo lu orangnya over sharing, tapi juga justru membuka diri ke dalam bahaya. Karena orang lain jadi bisa masuk ke kehidupan pribadi lu dengan mudah karena udah dibukain pintunya duluan sama lu. Kalo orang kantor udah masuk ke kehidupan pribadi, lu bakalan ga bisa lagi dapat privasi di kantor.

Pada akhirnya akan sangat berpengaruh ke lingkungan kerja lu nantinya. Ketika lu under perform orang-orang bakalan nyalahin lu yang ga bisa misahin kehidupan pribadi dengan urusan kantor. Akhirnya lu akan dicap ga profesional dan disingkirkan. Bahaya banget, kan?

Belum lagi ada temen yang nusuk dari belakang. Ada aja yang manfaatin kondisi kamu yang udah kena mental untuk memprovokasi orang lain biar mentalmu makin tertekan. Jangan heran, orang-orang jahat tu bisa ada dimana aja, asalkan ada duitnya. 

5. Curhat Soal Kerjaan ke Temen Sendiri

Bukan berarti lu ga boleh cerita apapun soal kerjaan juga. Ceritakan yang perlu diceritain aja. Ga perlu semua diceritain, ga perlu semua juga disimpan. Menurut gue sih kalo ada pencapaian dikerjaan lu, ga ada salahnya infoin ke temen. Siapa tau dia punya koneksi dan nyari skill yang ada di elu, dia bakalan rekomendasiin lu langsung.

Tapi kalo kerjaan lu justru membuka aib perusahaan atau aib kerjaan lu sendiri, hati-hati aja ceritanya. Ga semua orang bisa dipercaya, ga semua orang bisa megang rahasia orang lain. Pilih-pilih orang kalo mau cerita, pilih-pilih cerita kalo mau ngobrol ke orang.

**

Saat zaman susah nyari kerjaan sekarang, jangan terlalu banyak gerakan tambahan di tempat kerja lu. Kalo ada negatif-negatifnya dikit tapi kerjaannya enak, tahan dulu aja karna lu masih butuh gajinya. Fokus sama kerjaan dan karir lu aja, demi masa depan lu juga. 

Bukan berarti lu ga boleh bergaul di tempat kerja, tapi tetap berhati-hati dalam bergaul. Karena dunia kerja itu beda banget dari dunia nyata. Ada politiknya, ada intriknya, ada berbagai macam cara untuk saling menjatuhkan. Kalo lu ga punya survival skill di kantor, lu yang bakalan kena libas sama kompetitor lu.

Refleksi Dari Kejadian Masa Lalu

Gue pernah ikutan salah satu kegiatan kampanye blogger cinta lingkungan beberapa tahun yang lalu. Salah satu kampanye yang "gue banget" yang menggabungkan 2 hal yang relevan banget sama gue: lingkungan hidup dan menulis. Makanya seneng banget bisa ikutan kegiatan ini, meskipun hanya daring.

Kampanye yang bisa dibilang "paket lengkap": dapat ilmu, menulis hal yang gue suka, ketemu temen-temen yang sama minatnya di tulisan dan cinta lingkungan DAN dibayar pula! Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Kegiatan ini berjalan sebanyak 3 season, tapi gue cuman ikutan 2 season aja. Nah, di season 2 itu terjadi hal yang kurang mengenakkan buat gue pribadi. Begini ceritanya:

Waktu menjelang akhir season 2 kampanye ini, dari panitianya bilang bakalan ada acara yang mengundang seluruh blogger untuk dikumpulin dalam 1 tempat dan seru-seruan di sana. Semacam ada seminar atau workshop gitu modelannya. Siapa yang ga seneng dengerin hal ini? Apalagi kalo diberangkatin sama mereka juga, kan?

Semakin yakin bakalan ikut karena ada email pemberitahuan terkait rencana kegiatannya. Artinya udah fix banget nih acaranya ya kann? Pede dan udah siap banget untuk ikutan acaranya gue!

Tapi, semua itu berubah setelah mendekati hari H ga ada konfirmasi lagi. Karena penasaran, gue coba follow up lah ke panitianya. Setelah itu, balesannya adalah "maaf ka, kaka ga bisa ikut karena kami salah data".

Sakit hati ga lu digituin? Kenapa ga bilang dari awal aja kalo emang ga bisa ikutan, sih? Masa nunggu ditanyain dulu baru ngasih tau, njir? Aneh banget panitianya ga profesional! Kalo dikasih tau dari awal ga bisa ikutan, gue ga akan seberharap ini bisa berangkat.

Ada marah, kecewa, sedih, tersinggung dikit. Ga mungkin ga tersinggung sih kalo diginiin. Kecuali lu yang jadi panitianya, mungkin ngerasanya biasa aja kali, ya? Kalo saja mereka yang duluan ngabarin, mungkin gue ga akan sekecewa itu. Sungguh komunikasi yang buruk dari sebuah panitia acara besar.

Gue bahkan sempat update status di wa dan twitter untuk melampiaskan kekesalan itu. Waktu itu gue nulis "gausah pake komunitas-komunitasan kalo mau berangkat, berangkat ae pake duit sendiri!" Bodo amat mau orangnya baca/ga, yang penting bisa ngeluarin isi hati dulu, biar plong!

Sejak kejadian itu, gue bersumpah sama diri sendiri: kalo mau ke Jakarta atau ke tempat lainnya yang lewat bandara, harus dibayarin sama orang! 

Apalagi bandari di sini waktu itu lagi direnovasi dan jadi kayak bandara yang gede gitu. Jadinya setiap kali ngelewatin bandara itu, gue ngucapin kalimat itu terus. Saking sakit hatinya sama panitia acara itu.

Besokannya gue udah bisa move on dari kekecewaaan itu, dengan tetap menjaga sumpah yang udah gue ucapin. Sumpah itu bertahan hingga beberapa tahun berlalu. Hingga akhirnya sumpahnya dilanggar sendiri karena kepengen nonton konser Avenged Sevenfold. Tentu saja gue berangkatnya pake duit sendiri, dong!

Barulah beberapa tahun kemudian sumpah itu benar-benar "dijalankan". Ketika gue pertama kali ke Makassar karena mengikuti rangkaian kegiatan dari Wikimedia Indonesia. Kalo emang udah jadi rezeki kita, mau sejauh apapun jaraknya, tetap jadi punya kita juga.

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini:

Mungkin aja Tuhan emang perlu "matahin" hati kita sekeras ini, biar kita tau rasanya dapetin apa yang harusnya jadi milik kita dengan rasa yang puas. Bahwa apapun yang bukan ditakdirkan untuk kamu, mau sedekat apapun, pasti ga akan jadi milikmu. Tapi ketika hal itu udah ditakdirkan buatmu, mau sejauh apapun jaraknya, pasti akan jadi mlikmu juga.

Boleh kecewa, boleh marah, boleh nangis, gapapa. Lampiaskan aja untuk memvalidasi perasaan kita, wajar banget. Tapi jangan berlebihan apalagi sampe berlarut-larut dan ngaruh ke lingkungan sekitar lu. Kalo udah kayak gitu, hidup jadi ga sehat barti.

Lampiaskan emosi negatif sewajarnya aja, habis itu move on dan lepaskan bebannya. Fokus sama kehidupan yang akan lu jalanin aja, ga perlu lagi mikirin hal-hal yang bikin lu kecewa. Entar ketemu sendiri jalannya "pengganti" hal yang pernah bikin lu sakit hati itu.

Sabar juga salah satu pelajaran yang gue dapatkan dari kejadian ini. Ga semua yang kita inginkan untuk baik. Kadang, kita tu cuman tau yang kita mau aja, padahal belum tentu kita butuh itu. Tapi karena Tuhan itu Maha Tau, Dia yang nentuin apa yang cocok buat kita. Asalkan kita mau bersabar menerima keadaannya.

Hidup ini emang ga pernah ideal, apalagi buat orang yang terbatas akses sumber dayanya. Harus bisa memanfaatkan sumber daya kita punya agar mendekati batas ideal yang kita inginkan. Hidup kadang ga pernah adil, buat orang-orang yang jujur. Tapi bisa jadi, itulah keadilan yang dia dapatkan karena kejujurannya menjauhkannya dari kejahatan.

Belajarlah untuk menerima keadaan yang tak bisa diubah lagi. Untuk sesuatu yang masih bisa kita ubah, maka usahakanlah semaksimal mungkin. Meskipun ada yang bilang "usaha ga pernah mengkhianati hasil", tetap saja kita harus bisa menerima apapun hasil usaha yang kita lakukan.

Kita bakalan menghadapi hal-hal kayak gitu hampir tiap hari. Siapkan mental sejak dini, biar lu kaget sama situasinya dan lu tau harus ngapain. Reaksi yang terukur, bikin hasil lu bisa diukur juga. Logika lu harus jalan, meskipun saat itu mungkin perasaan lu yang menguasai. Kalo logika bisa jalan, lu bisa milih reaksi terhadap peristiwa yang lu hadapi.

Kartu Pokemon Yang Bikin Impulsif

Siapa di sini yang kalo udah ketemu sama hobinya bisa rela ngeluarin budget lebih dari yang semestinya? Gue yakin ada orang yang kayak begini juga. Ketika lagi nulis artikel ini, gue baru saja melewati fase ini. Impulsif sekali ketika menggeluti hobi baru. By the way, hobi yang gue maksud adalah koleksi TCG Pokemon.

Ketika influener dan buzzer-buzzer bermunculan di media sosial mempromosikan TCG Pokemon, awalnya ga begitu tertarik. Namun, karena video-videonya sering banget lewat di fyp tiktok ataupun instagram, akhirnya terpengaruh beneran! Kacau emang.

Gue coba-coba riset sendiri emang apaan sih TCG Pokemon ini? 

Intinya sih koleksi kartu dari pokemon-pokemon generasi pertama sampai yang terbaru. Setiap kartu ada tingkat kelangkaannya sendiri. Ada yang levelnya biasa aja sampai yang paling langka biasanya kartunya berwarna emas dengan tingkat kelangkaan MUR (Mega Ultra Rare).

Para kolektor biasanya memburu kartu-kartu yang langka kayak begini. Pada set kartu tertentu ada MUR yang seru untuk dikoleksi kayak kartu yang menampilkan Charizard atau Pikachu. Ada juga MUR yang "biasa" aja untuk dikoleksi, biasanya di set-set kartu yang biasa aja.

Berburu kartu-kartu langka ini yang bikin ketagihan. Semakin ga dapet kartunya makin ekstrim level penasarannya. Kalo udah ekstrim begitu sih menurut gue, udah tipis-tipis mengarah ke judi. Karena kita sama-sama ga tau kapan bisa dapat kartu yang kita cari.

Ketika gue mulai riset, seri set kartu Ledakan Peniada mau rilis banget, sekitar H-3 tanggal rilisnya. Gue ga tau kalo sistem beli kartu pokemon indonesia itu harus ikutan pre order dulu. Orang-orang pada ikutan pre order H-3 minggu sebelum tanggal rilisnya! Kan gue ga tau ya, jadi ya sebodoh-bodohnya gue nanya aja ke pihak-pihak berwenang itu untuk mau beli.

Ternyata katanya udah close order semua, dong! 

Ga cuman nanya ke admin-admin yang jualan kartu pokemon doang, gue juga cari offline. Gue cari di toko mainan di mall kota ini ketika tanggal rilis Ledakan Peniada, dua toko mainan, keduanya kosong. Itu di hrai pertama rilis, udah kosong! Gila banget emang. Kayaknya kartu pokemon set ini udah overhype deh! Jadinya yang pengen ngoleksi beneran ga kebagian.

Trus siapa yang ngabisin stoknya? Menurut keyakinan gue, dan banyak orang juga, ada scalper yang sengaja ngeborong dan nimbun stoknya dari awal. Buat apa? Tentu aja dijual lagi setelah stoknya di pasar habis. Ga mungkin pake harga retail jualnya, udah pasti di markup gila-gilaan sama mereka. Namanya bisnis FOMO, jadinya semua orang manfaatin celahnya.

Akhirnya, kolektor-kolektor biasa, pemain kartu pokemon jadinya kesulitan untuk dapatin set ini. Bahkan mau dapatin katur incaran mereka buat dimainin aja ga bisa, karena langka banget orang jual. Kalo pun ada yang jual, udah pasti harganya mahal banget. Sementara mereka ga mungkin mau beli harga kartu yang terlampau tinggi cuman untuk dimainin doang, kan?

Gue pernah liat ada scalper berkedok reseller ngaku dengan polosnya punya stok kolektor set Ledakan Peniada 4case! 1 case itu isinya 6 box kolektor set. Barti dia nimbun 24 box buat dijual dengan harga 2x lipat harga retail! Emang kurang ajar. Pantesan aja di pasar pada kosong stoknya.

Oiya, scalper ini juga bukan cuman orang yang modalnya gede yang bisa dapat. Tapi juga orang dalam dari jaringan distribusi produknya juga ada "main". Gue pernah dapat cerita ada kepala toko retail yang cabangnya ada di seluruh indonesia, inisialnya I belakangnya T, katanya jatah stok kartu pokemon di toko itu udah diborong semua sama dia! Udah gila kali.

Ciri scalper tu gampang banget ditandain: 1. Biasanya pake akun baru (di tiktok/marketplace) bahkan followersnya masih dikit. Ada juga yang pake bekas akun mereka sebelumnya, biar followersnya gede duluan dan keliatan "orang lama". 2. Kalo dia jual 2-5 kali lipat harga retail, itu udah fix mereka. Mau itu jualannya offline ataupun online, kalo harga set paling barunya udah kelewat mahal, barti fix itu hasil timbunan mereka. 

Gue pribadi menghindari banget untuk beli di scalper. Ga mau ngasih makan mereka, ntar mereka jadi tambah banyak. Gue lebih memilih menahan diri untuk ga beli dulu atau sampai ada open PO untuk seri berikutnya aja. Biar dapat harga retail dan bisa menikmati hobi brewek ini dengan nyaman tanpa diganggu sama manusia mata duitan.

Gue ga masalah harganya dinaikin, tapi yang wajar-wajar aja dong. Gue juga tau ini tuh ladang cuan, tapi kok gitu amat sama bangsa sendiri? Gue juga mau beli, gapapa dimahalin dikit paham kok. Untuk set yang udah rilis beberapa tahun sebelumnya, itu masih wajar kalo dikasih harga lebih mahal dikit daripada set yang baru. Tapi harga set yang baru ini mengalahkan harga set yang lama, itu sih udah ga waras.

Gue juga berharapnya lu ga beli di mereka. Kalo pun udah terlanjur yaudah mau gimana lagi? Tahan diri dan kendalikan nafsu biar ga FOMO. Mending nabung duitnya, trus nanti ikutan jalur PO yang disediain sama distributor resmi kartunya. Dengan begitu, lu akan menghidupi komunitasnya dengan sehat dan perlahan bikin mati scalper.


Dunia Kerja Itu Memang Ga Adil

Sebagai manusia normal, sudah sewajarnya kepengen semua haknya terpenuhi. Makanya sampai ada Piagam Hak Asasi Manusia Internasional, kan? Biar semua orang tau bahwa seluruh manusia itu punya hak yang sama dan setara.

Tapi, kita ini hidup di dunia yang ga ideal. Seidealis-idealisnya seseorang, bahkan ada yang ngasih nama "Radikal Idealis" dan akhirnya jadi pemain bola, tetap aja ga ada yang bisa ideal. Namanya juga hidup di dunia, ga semua yang kita pikirkan bisa terjadi/terwujud.

Kasarnya: dunia ini ga adil.

Kalo gue boleh bilang, dunia ini emang jahat. Untuk orang yang terlalu polos dan melihat dunia ini hanya sebatas hitam dan putih saja, bakalan bilang begitu. Tapi wajar, itu bukan khayalan, karema memang sejahat itu kenyataannya. Dunia ga pernah "baik" sama orang yang mentalnya kerupuk.

Kalo lu main gim pasti ada levelnya, kan? Untuk naik ke level yang lebih tinggi, kita mesti memenuhi quest yang ditentukan. Mesti punya experience point yang cukup untuk naik level. Ibaratnya, menghadapi kenyataan bahwa dunia ini ga adil, tuh, kayak mau lawan boss level akhir (anggaplah 100) tapi pengalaman lu masih level 50.

Artinya, secara mental lu masih belum siap untuk menghadapi boss level itu. Itu yang diibaratkan dengan "mental kerupuk" tadi. 

Dunia sekolah dari SD ke SMP aja udah beda "pertarungannya". SMP ke SMA mirip-mirip tapi ke level yang lebih tinggi sedikit. Ketika lu udah kuliah, dunia akan sedikit demi sedikit membuka karakter aslinya. 

Ketika masuk perkuliahan ini lu harusnya gain experience banyak-banyak. Karena di sinilah bekal lu paling akhir sebelum masuk ke dunia paling kejam: dunia kerja. Ketika lu kuliah lu mungkin ngerasa ada yang ga adil sama perlakuan dosen lu. Itu belum seberapa dengan ketidakadllan yang mungkin akan lu liat atau bahkan terima di dunia kerja.

Kalo pengalaman, terutama mental lu, masih cetek akan susah survive di dunia kerja. Kalo lu ga keras sama diri lu sendiri, dunia yang akan keras ke diri lu. Pilihannya cuman itu, tapi jangan sampai pilihan yang kedua kejadian sama lu. Karena itu pasti akan berat banget buat lu.

Se-ga adil ga adilnya dunia ini buat lu, jangan sampai mental lu masih mental kerupuk! Terlebih ketika udah masuk dunia kerja, dunia bakalan keliatan lebih ga adil buat lu yang terlalu menye-menye.

Ingat ini: semesta ga peduli lu mau sesiap apa, pasti bakalan ada aja celahnya untuk nyakitin lu!

Lu cuman perlu menyiapkan mental sekuat mungkin. Bahkan kalo perlu lu latih sejak dini. Bukan berarti membiarkan diri lu untuk di-bully sama orang, ya. Tapi latih diri lu untuk ga lembek sama situasi apapun. Jangan terlena di zona nyaman, keluar dari sana biar lu bisa tau betapa kerasnya dunia sebenarnya.

Apalagi kalo lu ga punya previlage apa-apa selain mengandalkan diri sendiri. Banyak yang kondisinya sama seperti lu, tapi mentalnya kuat-kuat. Jadi jangan merasa kamu doang yang digituin terus pengennya dimanja aja. Ga bisa!

Ketika lu udah masuk dunia kerja lu bakalan banyak ketemu hal-hal ajaib. Ada orang yang keliatan banget ga bisa kerjanya, tapi duduk di posisi strategis. Ternyata punya koneksi sama orang dalam. Ada yang bisa banget kerjanya bagus, hasilnya oke, cuman jad staff bertahun-tahun, ternyata atasannya ga suka. Bahkan, ada juga yang dia nafas aja, orang udah ga suka duluan, padahal kenal pun juga ga. Ada banget yang kayak begitu.

Ga cuman orangnya aja, tapi lu bakalan ketemu kebijakan kantor yang ajaib juga. Cuti tahunan dipotong sama cuti bersama? Ada. Mau izin sakit aja susahnya minta ampun? Ada. Sesama temen kantor sikut-sikutan? Ini mah kayaknya hampir di setiap kantor ada aja yang kayak begini. Kantor yang hari Sabtunya masih masuk? Ada juga.

Gue nulis begitu biar lu ga kaget meliat realitanya. Jangan dikira masuk dunia kerja itu bakalan sama kayak dunia kuliah/sekolah. Kalo kuliah sama sekolah saingannya cuman karna nilai doang. Kalo dunia kerja ini saingannya duit, guys!! Orang bisa ngelakuin apa pun untuk ngejagain biar "jatahnya" aman atau makin banyak. 

Itulah dunia, ga ada yang bener-bener adil atau ideal 100%.

Mau itu di dunia nyata apalagi di dunia kerja. Semua sama aja. Semua modenya adalah bertahan hidup dengan caranya masing-masing. Tapi ga ada yang bisa bertahan hidup bermodalkan mental kerupuk. Kalo lu mentalnya masih kerupuk, siap-siap bakalan diremes-remesin sama orang lain.

Sekarang keputusannya ada di kamu: mau santai-santai aja nunggu dunia yang "keras" sama kamu, atau tempa mentalmu dari sekarang biar kerasnya dunia ga ada apa-apanya lagi buatmu.

Lakukan Ini Setelah Interview Kerja

Buat job seeker, apalagi yang masih fresh graduate, mungkin masih bingung habis ikut tes wawancara turs harus ngapain? Bahkan yang udah sering ikut interview mungkin masih pada bingung juga kayaknya. Tulisan ini gue harap bisa menambah sedikit informasi mengenai hal-hal yang perlu dilakukan setelah wawancara kerja.

Kalo ngomongin wawancara kerja, gue sering banget baca ada yang takut banget untuk menjalani tes ini. Karena katanya ga terbiasa ngomonglah, ngejelasinnya njlimet lah macam-macam lah alasannya. Padahal untuk keahlian berkomunikasi ini sebenarnya bisa dilatih. Sering-sering aja ngobrol sama orang atau bertukar pikiran sama temen-temen. Jangan sekadar nge-gosipin yang ada di fyp kamu doang.

Tips singkat menghadapi tes wawancara kerja sepengalaman gue: cari tau informasi dasar tentang perusahaan tempat kamu melamar, cari tau pertanyaan yang biasanya diajukan sama HRD, cari tau range gaji di posisi yang kamu lamar. Selebihnya kamu bisa explore ketika praktik wawancara kerja langsung.

Lalu apa saja yang perlu dilakukan setelah wawancara kerja? 

1. Ucapkan terima kasih

Pertama kamu bisa ucapkan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk mengikuti tes wawancaranya. Berikan testimoni singkat terhadap perasaanmu mengikuti tesnya seperti apa. Mau chat kamu dibalas/ga, jangan terlalu dipikirkan apalagi dibaperin. Kamu cuman perlu menunjukkan bahwa kamu memang menantikan kesempatan itu.

Akan lebih bagus kamu kirim pesan terima kasih ini langsung secara personal ke HRD yang ngewawancarain kamu. Karena kebiasaannya rata-rata yang ngechat job seeker mengundang wawancara itu staff HRD-nya aja. Tapi meskipun ga dapat nomer si pewawancara juga gapapa kok, kamu bisa aja bilang "sampaikan ke Bapa x/Bu y ucapan terima kasih saya".

2. Kirim lamaran

Kaget, ya? Buat gue sih emang kebiasaannya kayak gini. Prinsipnya selalu sama: sehabis wawancara lupakan dan lanjut kirim lamaran kembali. Selama kamu belum menerima atau menandatangani kontrak apapun, artinya kamu masih belum dapat kerja. Selama itu pula kamu harus tetap kirim lamaran.

Trus gimana kalo interview yang kemaren dipanggil untuk ikut seleksi berikutnya? Ya gapapa, jalanin aja, kan masih seleksi doang, bukan tanda tangan kontrak. Semakin banyak nyebarin lamaran semakin gede peluang lu untuk bisa dipanggil interview.

Kalo perlu pake target, per hari kirim sekian lamaran. Apalagi sekarang zaman udah bisa online kirim lamaran kerjanya. Bisa kirim lamaran via email ataupun lamar via website si perusahaannya. Jangan terpaku sama 1 platform lamaran kerja doang, manfaatkan semuanya. Pokoknya dimana ada lowongan kerja, di situ lu kirim lamarannya.

3. Follow up

Ini kondisinya udah sekitar lebih dari semingg ga ada kabar setelah wawancara. Kalo gue ngasih waktu maksimal banget 2 minggu setelah wawancara untuk lakukan follow up. Kalo lu mau, bisa jadwalin follow up pada minggu pertama dan minggu kedua setelah wawancara.

Jika kedua kesempatan follow up itu ga ada respon, tinggalin dan move on. Mau itu perusahaan impian lu kek, mau itu perusahaan gede kek, kalo mereka ga ada respon, segera move on! Ga semua HRD bisa punya waktu untuk balas chat. Ga perlu dibaperin dan ga perlu dibilang ga profesional juga. 

Kadang ga semua yang kita pengen itu yang kita butuhin, termasuk keinginan lu untuk kerja di perusahaan impian lu itu.

***

Terlepas dari itu semua, gue sangat menyarankan lu untuk sering-sering latihan dan mengevaluasi interview bersama HRD/user yang sudah lu lakukan. Karena pada dasarnya setiap interview punya pengalamannya sendiri-sendiri. Udah pasti bakalan dapat sesuatu setiap kali lu ikutin tesnya. Jadi jangan sampai setiap interview yang lu lakuin itu berlalu begitu saja tanpa ada manfaat yang bisa lu ambil.

Sesuatu yang udah ditakdirkan jadi milik lu, pasti akan jadi milik lu gimanapun caranya. Mungkin lu bisa kerja di perusahaan yang biasa-biasa aja, tapi lu happy banget ngejalaninnya. Bisa lu bayangin ga kalo lu masuk ke perusahaan impian lu itu, tapi ternyata lingkungan kerjanya toksik atasan lu micro manage, sikut-sikutan jabatan. Emang lu mau masuk ke kondisi kerjaan kayak begitu?

Dari gue sih pesannya adalah ga perlu terlalu idealis kalo mau cari kerja. Karena ga ada perusahaan/kantor yang ideal-ideal banget 100% di dunia ini. Semua ada plus dan minusnya, ada green flag dan red flag-nya juga. Lu cuman bisa milih, mana red flag yang paling bisa lu tolelir ketika kerja. 

Kalo lu ga ngerasa kayak begitu dan menurut lu ada tempat kerja yang ideal 100%, ya silakan gapapa. Itu mungkin rezeki lu yang ga semua orang punya. Gue sih berharapnya lu bisa kerja di sana sampe lu pensiun alias ga pindah-pindah. Kan menurut lu udah ideal 100%.

Wiki Nusantara 2026

Wiki Nusantara merupakan salah satu agenda nasional tahunan Wikipedia Indonesia. Mengumpulkan kontributor-kontributor wikipedia di seluruh Indonesia dalam 1 tempat. Bahasa sederhananya: jambore kontributor wikipedia Indonesia.

Kegiatan ini terbuka untuk umum tapi tetap melalui tahapan seleksi. Salah satu penilaian yang diperhatikan adalah kontribusi di wikipedia. Semakin signifikan kontribusi lu, semakin memperbesar peluang lu untuk ikutan acaranya.

Wiki Nusantara 2026 ini seharusnya jadi acara Wiki Nusantara yang kedua kalinya gue ikutin. Tapi, pada kesempatan pertama itu gue memutuskan untuk ga ikutan karena terkendala posisi saat itu baru dapat kerjaan baru. Ga enak kalo baru masuk langsung izin ga masuk, kan?

Setiap kali ada kesempatan untuk ikutan acara yang diadain sama Wikipedia atau sejenisnya, gue selalu ikutan daftar. Mau itu lolos atau ga, gue ga terlalu berharap. Yang terpenting adalah gue tetap berkontribusi ke proyek wikipedianya. Kan gue berkontribusi di wiki tujuan utamanya untuk membebaskan pengetahuan. Bukan untuk ikutan acara-acaranya.

Balik lagi ke Wiki Nusantara 2026, gue akhirnya bisa ngikutin acara tahunan ini ketika acaranya di Makassar. Kalo berdasarkan lokasinya, barti gue udah 2 kali ke Makassar dan dua-duanya lewat acara wiki. Waktu ke Makassar pertama kali udah gue ceritain, baca aja.

Selain Wiki Nusantara 2026, gue juga ikut Wiki Cendekia 2026. Artinya dalam setahun ini, gue udah 2 kali ikutan acara Wikipedia. Sejauh ini, tahun ini adalah tahun terbanyak gue ngikutin acara-acara luringnya. Biasanya acara daring doang kebanyakan.

Ga sabar pengen tau ada gebrakan apalagi dari Wikipedia Indonesia tahun ini. Ga sabar juga untuk ikut terlibat di acaranya lebih banyak lagi.

Wiki Nusantara kali ini mengusung tema Bhinneka, Berkarya, dan Berkelanjutan. Tema yang menurut gue "wiki banget" mengingat kontributornya tersebar di seluruh Indonesia. Namun, kebanyakan hanya bertemu secara daring, jarang bisa ketemu secara luring. Melalui forum seperti Wiki Nusantara ini bisa jadi alternatif untuk bertemu-sapa dengan kontributor lain di Indonesia.

Wiki Nusantara 2026

Meskipun namanya "kontributor", namun semua suntingan yang dilakukan oleh mereka tetaplah menjadi "karya". Namun, karya di Wikipedia tentu saja harus bebas hak cipta. Tidak dapat diklaim sebagai milik sendiri. Meskipun begitu, kontributor tetap masih aktif menyunting di wikipedia untuk membebaskan pengetahuan. Inilah yang filosofi sederhana dari berkelanjutan itu.

Ini pengalaman pertama yang menyenangkan sekali. Karena bisa ketemu lebih banyak lagi kontributor wikipedia seluruh Indonesia. Bisa saling tukar pengalaman dan tukar tips/trik mengelola komunitas juga. Buat gue 1000 temen tu terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Semakin banyak jaringan/koneksi yang bisa dibangun, semakin baik.

Hari pertama acara Wiki Nusantara bisa dibilang terlalu padat, ya. Karena acara dimulai dari pagi hari, dengan 1 kali coffee break sama 1 kali makan siang. Kemudian acara sorenya dilanjutkan dengan kegiatan walking tour di siang hari. Kegiatan tur keliling ini dimulai dari Mesjid 99 Kubah karya Ridwan Kamil, kemudian dilanjutkan ke Fort Rotterdam dan berakhir di Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat.

Pada lokasi terakhir ini, kami melanjutkan kegiatan malam keakraban. Meskipun dilaksanakan secara out door, namun karena suhunya pengap dan panas, kami tetap aja keringetan. Anehnya, gue ga kena gigit nyamuk di situ. Padahal badan gue rentan banget digigit nyamuk kalo malam-malam di tempat yang remang dan banyak pepohonannya gitu.

Rangkaian acaranya berakhir sekitar jam 9 malam. Dengan diiringi badan yang udah cape banget, hanya sisa-sisa tenaga doang yang ada. Meskipun begitu, gue tetap aja ga bisa langsung tidur. Akibatnya malah jadi begadang dan tidurnya kayak kemaren lagi larut malam.

Hari kedua, gue menyempatkan diri untuk jalan kaki lagi ke sekitaran hotel. Awalnya gue milih untuk ke Losari lagi. Tapi kan udah pernah, jadinya gue balik arah dan ganti tujuan ke tempat lain. Gue memutuskan untuk ngeliat lokasi Museum Makassar dan gedung Balai Kota Makassar.

Karena masih pagi hari, museumnya masih tutup dan cuman bisa fotoin dari luarnya aja. Gedung balai kota juga gue liat dan foto dari luar aja. Pagi itu gue dapet jalan kaki sejauh 2 kilo lebih berdasarkan perhitungan aplikasi strava. Harusnya lebih dari 2 kilo tapi karena nyalain aplikasinya udah jalan 10 menit lebih, jadinya ga terlalu akurat hasilnya.

Hari kedua merupakan penutupan rangkaian acara Wiki Nusantara 2026. Agenda kali ini full dalam ruangan dengan menyajikan beragam acara diskusi bersama teman-teman komunitas dan induk komunitas wikipedia se-Indonesia. Rangkaian acaranya ditutup dengan penganugerahan kepada sukarelawan terbaik dan 3 penghargaan lainnya.

Setelah itu acara bebas buat peserta. Biasanya bakalan dimanfaatin untuk jalan-jalan di kotanya sekalian beli oleh-oleh juga. Kayak waktu di Surabaya, gue manfaatin hari penutupan untuk beli oleh-oleh sekalian jalan-jalan.

Alhamdulillahnya, gue bisa nemu toko oleh-oleh yang deket sama hotel. Jujur, gue ga tau apakah toko oleh-oleh ini mark up harga barangnya sejauh apa, karena ga tau juga standar harganya berapa. Gue udah coba nanyain ke temen gue yang tinggal di Makassar toko oleh-oleh yang rekomen. Tapi waktunya ga mencukupi untuk belanja ke sana.

Setidaknya gue udah berusaha untuk ngebawain sesuatu buat temen-temen di kantor, lah.

Evaluasi yang bisa gue lakukan untuk kegiatan luar kota ke depannya:

1. Merencanakan agenda jalan kaki yang lebih matang. Mulai mendata lokasi-lokasi bersejarah dan wisata yang deket sama lokasi menginap. Mulai dari jarak terdekat, sampai jarak terjauh yang bisa ditempuh berjalan kaki. Bisa sih ke lokasi yang agak jauh, asal menarik dan memang worth it untuk disamperin.

2. Harus merasakan cita rasa kuliner lokalnya. Saat di Makassar ini gue lebih banyak merasakan masakan hotelnya doang. Meskipun masakan hotelnya juga ada yang khas Makassar, ya. Tapi buat gue akan lebih otentik kali bisa mencoba langsung di warung makan yang legendaris di kotanya, kan? 

3. Mengalokasikan waktu khusus untuk mencari oleh-oleh yang proper. Akan lebih bagus kalo mencari oleh-oleh di lokasi yang direkomendasiin sama warlok. Karena mereka bisa jadi shortcut informasi terkait hal-hal yang perlu dicari lebih cepat. Soal harga murah/mahal menurut gue masih relatif, ya.

Mau nanti berangkatnya karena ada kegiatan Wikipedia lagi atau pun berangkat sendiri harusnya ga berpengaruh. Poinnya adalah biar kegiatan luar kotanya jadi lebih efektif dan semua kegiatan bisa dilakukan dan terdokumentasi dengan baik.

Hal-Hal Yang Perlu Ditanyakan Saat Interview Kerja

Sepanjang karier pengangguran gue sebanyak 3 tahun, udah beberapa kali melewati tahapan interview. Entah itu sama HR ataupun bareng sama user-nya langsung. Meskipun pengalaman interview ga banyak-banyak banget, tapi dari semua pengalaman itu gue evaluasi satu-satu.

Berdasarkan hasil evaluasi itu, gue perbaiki terus cara menjawab, POV dari jawaban yang dilontarkan dan melihat maksud dari pertanyaan yang diajukan. Dengan begitu, pada interview berikutnya, gue jadi lebih siap sama pertanyaannya dan cara menjawabnya juga.

Salah satu bagian favorit gue ketika interview kerja adalah ketika dikasih kesempatan untuk bertanya balik ke pewawancaranya. Karena ini adalah kesempatan "emas" untuk nunjukkin seberapa antusias kita sama perusahaan yang kita lamar. Kita juga melihat sudut pandang perusahaan terhadap karyawan yang sedang mereka cari.

Maka dari itu, penting banget untuk punya pertanyaan jitu agar kita sebagai job seeker tau dan paham apakah skill punya kita bisa match sama kebutuhan perusahaan. Juga agar kita tau apakah budaya kerjanya cocok dengan apa yang kita yakini selama ini.

Lalu apa saja hal-hal yang perlu kamu tanyakan saat interview kerja?

1. Budaya kerja perusahaannya

Ini pertanyaan andalan gue kalo dikasih kesempatan untuk nanya balik ke perusahaannya. Simpel aja, kamu cukup tanyain "Kalo boleh tau budaya kerja di kantor ini seperti apa ya Pak/Bu?". Udah, kalo mereka ngerti, bakalan ngejelasin apa saja yang terjadi di perusahaan tempat kamu ngelamar. 

Kamu bakalan tau macam-macam, bisa jadi hari kerjanya, terus kamu akan koordinasi ke siapa, apa aja yang akan dilakukan ketika kamu bekerja. Macam-macam, lah info perusahaan yang bakalan kamu dapatkan. Gara-gara pertanyaan ini, gue pernah dapat info kalo perusahaan yang gue lamar itu dikelola sama keluarga dan katanya jangan terlalu berharap naik pangkat kalo kerja di sini. Whahahaha! Gila ga tuh?

Untungnya gue ga lolos interview di sana karena memang jawaban gue juga payah wahahaha!

Terus tujuannya apa si nanyain beginian? Cuman pengen ngulik info orang dalam doang? Ga dong...!

Tujuannya adalah untuk ngasih sinyal ke perusahaan kalo kamu memang antusias pengen kerja di sana. Ga semua orang mau tau budaya kerja kantor sebelum dia masuk, lho! Jadi, selain kamu riset di google perusahaan yang akan kamu lamar, kamu juga kepengen tau "dalemannya" kayak gimana. Artinya, kamu memang sepengen itu kerja di kantor itu.

Kamu jadi keliatan beda di antara pelamar lainnya hanya karena pertanyaan ini.

2. Skill tambahan lain

Mau tau ga cara dapat saran profesional dari orang yang berpengalaman bertahun - tahun tanpa harus bayar mahal? Kalo kita dipanggil interview, selain membuka kesempatan untuk nambah relasi, kita juga ketemu sama orang-orang yang lebih berpengalaman pastinya. Kita bisa manfaatkan situasi ini untuk bikin para profesional itu ngasih input/saran terhadap keahlian yang kita miliki.

Ini pertanyaan favorit gue nomer 2, kamu tinggal tanya aja "Selain skill yang udah saya miliki saat ini, kira-kira skill apa lagi yang perlu saya pelajari untuk bisa mendukung pekerjaan saya nanti?"

Menurut gue pertanyaan ini cukup powerfull, apalagi kalo kamu masih fresh graduate yang minim pengalaman kerja. Buat yang udah berpengalaman juga berguna, kok. Pasti bakalan dapat insight yang berbeda dari tiap perusahaannya. Karena beda perusahaan, beda kebutuhannya juga.

Terus apa gunanya pertanyaan ini?

Buat si pelamar ini penting banget, untuk tau apakah skill yang dimiliki udah match sama kebutuhan perusahaan. Biasanya dari jawaba HRD kita bakalan tau apakah kita emang match sama perusahaan atau belum. Kemudian apakah kita bisa ngejar match skill itu dengan melihat budaya kerja kita dengan budaya kerja perusahaan. 

Buat HRD juga penting, pertanyaan ini bikin mereka ngeliat kemampuan adaptasi, meliat tipe belajarnya (fast or slow learner) si calon karyawan untuk bisa memenuhi kebutuhan perusahaan. Dari sudut pandang HRD, kamu sebagai pelamar dianggap punya keinginan lebih untuk bisa berkontribusi di perusahaan, karena pengen tau sejauh apa skill kamu diperlukan saat bekerja.

3. Proses selanjutnya

Setiap kali interview, usahakan selalu bertanya hal ini, ya! Ini penting untuk bisa mempersiapkan diri jika lolos ke tahap berikutnya. Apalagi kalo ada tahap interview berlapis-lapis, itu kan perlu persiapan mental juga buat kamu pastinya. Kalo gue jujur ga terlalu suka ada psikotes sebenarnya, karena sepanjang karier sebagai job seeker, jarang lolos tes kalo ada psikotesnya hahahah!

Pertanyaanya sederhana aja, "Setelah interview ini, proses seleksi selanjutnya seperti apa ya, Pak/Bu? Dan kira-kira berapa lama jeda antar tahapannya itu?"

Dengan begitu, kamu punya estimasi waktu untuk melakukan persiapan jika lolos ke tahap berikutnya. Selain punya waktu persiapan, kamu juga bisa mengestimasikan waktu untuk melakukan follow up, jaga-jaga kalo aja HRD mungkin lupa ngasih tau kamu terkait hasil interview sebelumnya.

Buat HRD juga menentukan, dari sudut pandangnya dia, kamu memang serius mempersiapkan diri untuk tahapan seleksi ini. Kasarnya, kamu bakalan diliat emang beneran niat kerja apa ga, gitu. Dari persiapan yang kamu lakukan  untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

* * *

Perlu untuk diketahui, tidak semua perusahaan membuka kesempatan untuk nanya balik seperti ini. Kalo lu ketemu yang kayak begini, ga peru marah, biasa aja. Karena mungkin aja personilnya ga terbiasa ngelakuin interview, jadi lupa untuk ngebuka opsi ini. Mungkin juga, kebijakan dari manajemen perusahaannya seperti itu. Karena ini bukan sebuah kewajiban, tapi kalo ada perusahaan yang memberikan kesempatan ini, manfaatkan dengan baik, ya!

Kamu juga ga perlu maksa bertanya kalo ga terbuka kesempatan untuk tanya balik. Kecuali untuk pertanyaan nomer 3 menurut gue perlu ditanyain, sih. Karena itu penting banget untuk tau sebanyak apa tahapan seleksi yang dilakukan sama perusahaan tempat kamu ngelamar. 

Ketika kamu menemukan jawaban yang tidak sesuai harapan, ga perlu dibaperin.Tidak semua hal yang bisa kita kendalikan, salah satuny adalah reaksi/jawaban orang atas pertanyaan yang kita ajukan. Belajarlah untuk lebih memfokuskan energimu untuk hal-hal yang bisa kamu kendalikan saja.

Terlepas dari itu semua, kamu juga harus rutin berlatih dan mengevaluasi setiap kali diundang wawancara. Semakin sering kamu belajar dari interview sebelumnya, semakin nyaman kamu menjawab pertanyaannya. Apalagi interview HRD yang biasanya kebanyakan ga jauh beda satu perusahaan dan lainnya. Kecuali interview user yang biasanya lebih teknis dan lebih ke pertanyaan studi kasus.

Semoga tulisan bertopik karir yang ga seberapa ini bisa bantu kamu dapetin pekerjaan impianmu, ya! Kalo ada pertanyaa, tuliskan aja di kolom komentar.

Cerita Lebaran Tahun Ini

Pada setiap momen lebaran selalu ada cerita yang mengiringinya. Meskipun dilalui dengan orang dan tempat yang sama, namun momennya hampir pasti tidak selalu sama. Karena hidup setiap orang selalu bergerak, dinamis dan terus bertumbuh. Akan jadi aneh ketika ada cerita yang sama ketika mengalami momen yang berbeda.

Tak terkecuali dengan lebaran gue tahun ini. Masih dilalui dengan orang-orang yang sama, meskipun beberapa agenda ada yang berbeda. Membuat setiap momen lebaran selalu membawa ceritanya masing-masing.

Lebaran kali ini memang cenderung berbeda dengan tahun lalu. Pertama terkait agendanya. Salah satu yang paling berbeda adalah ga ada keliling ke rumah-rumah tetangga sekitar untuk salam-salaman. Karena ibu yang sering ngumpulin tetangga sekitar ini udah meninggal beberapa bulan yang lalu. Biasanya kalo masih ada beliau tu, para tetangga ngumpulnya di rumah beliau semua sehabis solat ied.

Selain agenda ngumpul tetangga yang ga ada, ada beberapa spot yang taun lalu ga dikunjungi jadinya masuk agenda kunjungan. Salah satunya adalah rumah ponakan bapak gue. Kebetulan suaminya beberapa bulan lalu meninggal dunia, jadi kami mau sekalian nengokin kabarnya dan anak-anaknya juga.

Salah satu yang paling gue notice di hari lebaran pertama ini adalah, kami cukup lama berkunjung ke rumah iparnya bapak gue. Ini di luar prediksi kami juga, pengennya cuman salam-salaman dan ngobrol-ngobrol dikit aja. Pada akhirnya kami disuguhin makan dan bapak gue bahkan ikutan foto keluarga juga di sana. Padahal sebelumnya dia ga pernah ikut foto begituan.

Akibatnya, agenda perjalanan berikutnya ikutan molor juga. Sampe pada akhirnya kami nyampe kesorean di tujuan akhir: rumah ponakan bapak. Baliknya habis maghrib setelah kami disuguhi makan malam nasi mandhi sama mereka. Baru pertama kali itu ngerasain rasanya nasi mandhi. Ternyata berasnya panjang dan kurus-kurus, ya. Rasanya juga cenderung agak hambar dari pada beras biasa.

Pulangnya kami semua tepar ketiduran. Gue bahkan lupa matiin lampu kamar pas mau tidur karena ketiduran. Jujur ketiduran itu enak banget, apalagi kalo badan udah cape banget seharian di luar rumah ketemu banyak orang.

Salah dua yang gue notice dari kegiatan berlebaran hari pertama ini adalah: sendawa yang ga enak banget. Ini gue perhatikan udah kejadian sejak beberapa kali lebaran ini. Kalo pas lagi lebaran hari pertama, penyakit ini selalu muncul. Penyakit ini cuman muncul di lebaran hari pertama doang, setelahnya ga ada lagi. Jujur janggal.

Dari yang gue telusuri berdasarkan sumber AI-nya google, penyebabnya ada beberapa faktor. 

Pertama, karena makan terburu-buru sehingga banyak udara yang tertelan ke dalam lambung. Udara berlebih ini bikin badan kita berusaha ngeluarin sebanyak mungkin. Ini mungkin benar, karena sebelum berangkat solat ied, gue makannya buru-buru takut telat dan ga dapet tempat solat.

Kedua, karena terlalu banyak mengonsumsi garam-garaman. Kalo untuk yang satu ini kecil kemungkinannya. Karena gue ga terlalu suka makan makanan yang asin. Pokoknya makanan yang keasinan atau kemanisan, bukan tipe gue banget.

Ketiga, terlalu banyak mengonsumsi telur. Kalo yang ini gue yakin emang bener. Karena dalam beberapa hari ini gue emang lagi rajin makan telur dalam berbagai macam olahan. Mulai dari telur mata sapi, telor masak merah dan telor rebus lainnya. Kalo diliat dari track record ini, emang rada berlebihan, sih.

Akibatnya, seharian perut gue ga enak banget. Rasanya penuh banget tapi bukan karena kenyang. Gue juga jadi BAB 2 kali dalam sehari buat maksimalin usaha ngeluarin penyakit ini. Ga bisa menikmati momennya dengan tenang dan damai. Padahal ini momen sekali setahun yang jarang terjadi, masa harus kena penyakit ini mulu?

Gue bertekad lebaran tahun depan harus lebih baik lagi untuk bisa menikmati momennya dengan lebih khusyu. Minimal ga kena penyakit yang sama aja, udah seneng banget rasanya. Apalagi kalo bisa ada momen priceless nan indah yang terjadi saat itu. Who knows, ga ada yang tau.

Alhamdulillah masih dikasih rezeki, umur yang panjang, dan badan yang sehat jadinya masih bisa silaturahmi ke keluarga-keluarga, meskipun setahun sekali. Alhamdulillah juga keluarga-keluarga yang disamperin masih pada sehat dan panjang umur juga.

Harapan gue, kita semua dikasih rezeki yang lebih banyak, umur yang lebih panjang dan badan yang lebih sehat buat berlebaran tahun depan. Bisa menikmati momen lebih dalam dan bisa mengabadikan lebih banyak momen daripada tahun ini. Aamiin.

Kriteria Cafe Yang Cocok Untuk Nongkrong

Berawal dari bukber di hotel yang ada live music-nya, gue jadi kepikiran untuk bikin tulisan ini. Soalnya ada banyak cafe yang lebih mentingin musik yang kenceng daripada sekadar jadi tempat nongkrong. Mungkin karena ga kepengen orang betah di tempatnya tapi ga mesen apa-apa, jadinya dipakein musik yang kenceng biar cepet pulang hahahaha.

Anyway, kriteria ini berdasarkan preferensi pribadi aja, ya. Jadi ini ga mutlak rata sama untuk seluruh cafe. Lagian, siapa gue yang bisa ngasih standar buat cafe? Punya cafe juga kagak. Gue cuman orang yang kepengen nongkrong di cafe dengan tenang karena tujuan ke sana adalah untuk ngobrol sama orang-orang terdekat gue, bukan mau dengerin musiknya.

1. Minim kebisingan

Prioritas utama buat gue kalo mau nongkrong di cafe adalah minim dari kebisingan. Gue menghindari banget cafe yang open kitchen, karena area dapur itu biasanya bising banget. Lebih bising daripada pengunjungnya sendiri. Ga cuman dapur, ya, tapi juga area penyajian kopi dan minuman tu lumayan berisik apalagi kalo jam rame.

Sebisa mungkin gue akan menghindari datang ke cafe dengan format seperti itu. Demi kenyamanan masing-masing aja, buat gue kebisingan dapur dan sekitarnya itu harusnya ada di dalam ruangan yang lain atau minimal tertutup. Kalo digabung dengan area pengunjung, makin berasa bising di telinga.

Bising ini termasuk karyawan yang ngobrol juga, ya. Setauku sih karyawan cafe udah jarang yang ngobrol kenceng ketika ada pengunjung, ya. Mungkin udah ada SOP-nya juga terkait hal ini. Karena menurutku karyawan yang ngobrol dan suaranya kenceng tu termasuk sumber kebisingan cafe juga. 

Untuk hal-hal yang bisa diminimalisir kayak begini, sih harusnya semua cafe bisa ngelakuin, ya. Tapi mungkin aja penerapannya di setiap cafe berbeda karena tergantung konsep dan format cafenya kayak gimana. Kalo preferensi gue tentu saja ga akan memilih cafe yang ga bisa meminimalisir potensi kebisingan yang ga penting kayak begini, ya.

2. Ga ada live music

Karena ke cafe itu tujuannya buat ngobrol, tentu saja gue ga mau ke cafe yang punya live music-nya. Mau itu livenya akustikan ataupun full band. Buat gue sangat ga efektif ngobrolnya ketika berada di cafe dengan format live music di dalamnya. Tidak menyamarkan kebisingan cafenya, tapi justru jadi sumber bising paling fatal jadinya. Termasuk cafe yang muter musik lewat aplikasi kayak youtube music ataupun spotify. Apalagi kalo youtube/spotifynya ga premium karna ga beli di sini, jadi kayak nongkrong buat denger iklan youtube/spotify doang.

Okelah kalo mau pake live music, tapi jangan kenceng-kenceng juga volumenya! Kan ga semua orang ke cafe lu pengen denger/tau selera musik lu kayak apa. Ada juga yang pengen ngobrol, rapat, nugas bahkan pengen menyendiri tanpa ada gangguan luar. Atau jangan-jangan sengaja dibikin ga betah biar ga lama-lama di cafe lu ya? Hahahha.

Lagian kalo cafe lu nyalain musik, kan harus bayar royalti, ya. Emang lu ada budget buat bayar royalti ke LMKN? Ntar ditagih royalti bingung lagi. Paling aman ga perlu putar lagu, deh! Biar pengunjungnya bisa ngobrol dengan tenang, lu sebagai owner juga ga takut dikejar-kejar disuruh bayar royalti.

3. Jauh dari jalan raya

Kebisingan jalan raya itu salah satu penyumbang kebisingan yang ga bisa dihindari. Apalagi kalo pengguna jalannya pake knalpot super berisik itu. Bagus didengerin kagak, yang ada bikin rusak gendang telinga doang. Tapi memang dari sisi bisnis bisa menekan biaya promosi, karna bisa diliat banyak orang secara ga langsung.

Cafe yang jauh dari hiruk pikuk jalan raya itu buat gue sesuatu yang layak diapresiasi. Ga takut cafenya sepi karena tersembunyi dari jalan raya. Sekaligus meminimalisir potensi kebisingan tambahan: suara jalan raya. Nilai plus kalo bisa tahan untuk ga muter musik.

Cafe yang "bisingnya" itu hanya dari suara alam sekitar. Suara jangkrik, suara angin sepoi-sepoi yang melalui pohon-pohon sekitar, suara gemercik air di kolam ikan itu buat gue "musik" yang sopan banget di telinga. Bikin kita kayak menyatu sama alamnya gitu.

4. Buka 24 jam

Cafe yang berani buka sampai 24 jam itu sebuah previlage buat pengunjungnya. Karena bisa nongkrong sepuasnya tanpa takut diusir karena udah mau tutup. Mau nongkrong jam berapapun ga perlu pusing mau kemana, tinggal ke cafe yang buka 24 jam udah beres.

Mungkin lu mikir "siapa juga yang mau nongkrong 24 jam di cafe doang?" Ya emang ga ada juga sih kayaknya. Poinnya adalah ga perlu takut untuk nongkrong berlama-lama karena mereka ga ada tutupnya. Apalagi kalo lu punya temen yang ceritanya banyak banget ga kelar-kelar, butuh waktu yang panjang untuk sekali nongkrong. 

Gue sih ga masalah harus nongkrong lama-lama sama temen yang emang udah lama banget ga ketemu. Karena waktunya cuman ada saat itu aja, jadi harus dimaksimalin dengan baik. Kegiatan ini harus didukung sama fasilitas yang memadai, salah satunya adalah tempat nongkrong yang bisa buka 24 jam.

* * *

Kenapa harga ga dimasukin ke dalam poin kriteria? Karena buat gue harga itu relatif banget, tergantung kemampuan pengunjungnya. Faktor lainnya adalah fasilitas yang ditawarkan sama cafenya. Tentu cafe yang buka 24 jam akan berbeda rate harga menunya dengan cafe yang cuman buka sampai jam 10 malam. Buat gue, harga tu ga terlalu masalah, asal sesuai sama apa yang ditawarkan cafenya.

Tentu ga semua cafe bisa mengikuti kriteria yang gue perlukan ini. Tentu perlu modal yang ga sedikit kalo mau ngikutin semua kriteria di atas. Lagi pula ada banyak faktor yang memengaruhi pebisnis untuk bikin cafe. Tentu kriteria yang gue tulis ini ga ideal buat mereka yang berorientasi profit di bisnisnya.

Karena ini bukan sebuah kewajiban, mungkin punya 2 dari 4 kriteria ini udah cukup bagus. Kalo punya 3 poin udah oke banget, apalagi bisa melengkapi semuanya.

Kita sebagai pengunjung bisa punya kebebasan untuk memilih tempat nongkrong sendiri. Kalo gue udah pasti nyari 4 poin ini dulu kalo mau nongkrong. Mau itu berdua doang sama pasangan ataupun ramean sama temen-temen.

Cerita Puasa Tahun Ini

Bulan Ramadan selalu membawa cerita menarik dalam hidup gue. Ga terkecuali ramadan tahun 2026 ini. Buat gue, ramadan tahun ini rada sedikit butuh perjuangan. Saking struggle-nya ramadan taun ini, gue sampe lupa ramadan taun lalu tu kayak gimana kondisinya.

Bisa dibilang puasa kali ini lebih berat ujiannya. Sebagai orang yang suka banget sama tidur, jadwal puasa ini membuat jam tidur gue berubah drastis banget. Ga cuman berubah, jam tidur ikut berkurang ada sesi makan sahur sebelum subuh. Dilematis banget buat diri ini.

Pengennya jam tidur ga berkurang, tapi ga mungkin melewatkan sahur. Kalo ga sahur, badan gue kemungkinan lemes, tapi bisa jadi ga ngantuk. Kalo sahur, badan bisa kuat sampe buka, tapi ngantuk karna kurang tidur. Lu paham kan dilema semacam ini??

Intinya gue suka banget tidur dan ga kuat banget kalo harus nahan ngantuk. Makanya kalo kurang tidur gue tu berasanya cape banget. Apalagi kalo duet maut sama pilek, bersin dan meler-melernya, langsung cepet banget capenya itu.

Pas puasa hari pertama banget, gue udah kena pilek karena kurang tidur beberapa hari sebelumnya. Ditambah dengan aktivitas tambahan berupa sahur dan terawih makin menambah faktor penurunan daya tahan tubuh itu. Gue ga bilang sahur dan terawih itu jelek, tapi memang dari gue sendiri yang kurang bisa ngatur waktunya.

Jujur gue rada kesulitan beradaptasi sama rutinitas ini. Ngaruh banget ke produktifitas kerjaan. Gue jadi kurang konsentrasi sama kerjaan, progressnya jadi lamban. Gue ga enak sama atasan sebenarnya, meskipun dia ga terlalu memusingkan hal itu. Buat dia yang penting ada pergerakan dari setiap kerjaan rutin yang jadi kewajiban gue.

Jam tidur gue jadi berubah dan terjadi dalam 2 periode. Pertama tidur pas malam hari, kedua tidur setelah subuh. Tidur yang paling lama itu gue usahain di malam hari, kalo tidur yang setelah subuh itu relatif sebentar doang. Cuman buat mengisi jam tidur biar ga terlalu ngantuk banget. Itupun masih ngantuk banget waktu kerja.

Kekurangan jam tidur yang ga bisa dibayar ini bikin gue rada stress sebenarnya. Praktis sepanjang bulan puasa ini, gue lebih sering pilek. Pengen banget rasanya ngajuin izin sakit sehari untuk membayar hutang jam tidur yang belum lunas ini. Harapannya dengan izin 1 hari itu, bisa mengembalikan stamina tubuh 100%.

Gue punya 2 pilihan, pertama, bertahan sebentar beberapa hari lagi sebelum libur panjang. Cuman perlu sekitar beberapa hari lagi untuk mendapatkan libur panjang di kantor. Gue bisa ngerjain ini dibarengi melatih skill tidur di meja kerja pas lagi istirahat. Ini akan jadi investasu skill yang bermanfaast kemudian hari.

Pilihan kedua, ambil izin 1 hari biar bisa libur lebih cepet. Ini agak beresiko karena akan memotong jatah cuti tahunan gue. Udah jatahnya sedikit masa mau diambil juga buat sehari doang? Rasanya kayak ga rela aja gitu. Sepertinya opsi ini ga akan gue ambil, deh.

Pengennya tu ada kebiasaan baru yang dibawa dari puasa tahun ini untuk bisa diterapkan. Sepertinya gue udah tau kebiasaan apa yang bisa dibawa dari puasa tahun ini wahahaha!

Begitulah cerita puasa gue tahun ini. Gue yakin lu juga punya cerita puasa masing-masing. Semoga cerita puasa lu bahagia dan menyenangkan tahun ini, ya! Kalo ga, ga perlu lama-lama sedih, ya, hidup terus berjalan, pastikan kamu menjalaninya dengan bahagia, meskipun suasanya udah beda.

Nitip pesan buat kamu yang punya banyak momen di bulan puasa ini:

Mumpung masih sempat, abadikan setiap momen yang terjadi di bulan puasa kali ini. Karena kita ga pernah tau kapan terakhir kali bisa merasakan momen itu lagi. Lagipula, momen yang sama tidak dapat diulang meskipun dengan orang yang sama dan tempat yang sama. Sebisa mungkin, abadikan momennya biar ga hilang gitu aja dan cuman bisa diingat dalam kepala.