Produktif Di Umur 60 Tahun? Kenapa Ga?

Menurut Survey Life Outlook Index, sebagian besar orang Indonesia ga mau nurunin standar hidup mereka untuk nyiapin kehidupan hari tuanya. Ada juga yang cuman ngandalin uang pensiun dari perusahaannya, tanpa tau apakah uang itu cukup untuk menuhin kebutuhan mereka selama masa pensiun itu.


Astra Indonesia Masih di survey yang sama, ternyata ada beberapa fakta menarik tentang kehidupan orang Indonesia di umur 60 tahun:

  • Cuman 1% yang ada dalam keadaan kaya raya di usia ini
  • 4% mandiri secara keuangan
  • 5% masih harus tetap bekerja kembali
  • 12% harus menurunkan gaya hidup
  • 29% meninggal di usia dini
  • 49% masih menggantungkan hidupnya pada orang lain
Semoga kita bukan termasuk golongan yang lemah di usia 60 tahun. Justru umur segitu harusnya bukan suatu halangan untuk kita jadi manusia yang produktif. Meskipun dibatasi oleh fisik yang mungkin sudah lemah, bukan berarti ktia ga bisa ngapa-ngapain, kan? Kita, kalo nanti bisa sampai di umur 60 tahun, harusnya jadi sumber inspirasi bagi pemuda-pemuda penerus bangsa.

Kalo seorang yang idealis pasti bakal mikir "Gue udah umur 60 tahun, trus kontribusi gue buat bangsa apaan?" Dan kalo ngerasa belum ngasih kontribusi apa-apa di umur segitu, ga perlu malu juga. Ga ada kata terlambat untuk berbuat baik, apalagi buat bangsa dan negara.




Astra, salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, tahun ini udah 60 umurnya. Terlambatkah dia untuk berkontribusi buat bangsa? Untuk mencapai eksistensi hingga 60 tahun itu tentu ga gampang. Perlu usaha ekstra keras dari semua pihak yang terlibat di dalam. Semua punya peran penting, termasuk karyawan biasa. 


Tentu udah banyak banget hal yang dilakuin Astra selama 60 tahun berkontribusi untuk bangsa. Sampai sekarang ASTRA udah punya 7 lini bisnis. Mulai dari:

  • otomotif
  • jasa keuangan 
  • agribisnis 
  • properti
  • teknologi informasi
  • infrastruktur dan logistik
  • alat berat, pertambangan dan energi.
Itu artinya 10 tahun sekali, perusahaan ini punya cabang usaha yang baru. Ini nunjukkin kalo Astra semakin produktif dari tahun ke tahun. Seharusnya kita sebagai manusia bisa punya capaian kaya gitu juga. Meskipun bukan capaian yang sama seperti perusahaan, setidaknya kita punya milestone sendiri biar hidup ga gitu-gitu aja.

Kaya gue misalnya target jangka pendeknya pengen bisa berangkat ke luar negeri. Itupun kalo target lainnya udah bisa tercapai. Target jangka panjang gue adalah pengen bisa manfaatin ilmu yang gue punya buat masyarakat banyak. Lebih-lebih bisa buat negara juga.


Ternyata ada kemiripan antara target hidup gue sama Astra. Mereka menjalankan roda perusahaan dengan filosofinya bertajuk "Catur Dharma", untuk menyederhanakan target perusahaan.


via astra.co.id

Kontribusi perusahaan initerkonsentrasi di 4 pilar dan semuanya bukan untuk perusahaan semata tapi juga buat Indonesia jadi lebih baik. Astra Untuk Indonesia Sehat untuk pilar  kesehatan. Kemudian ada Astra Untuk Indonesia Cerdas untuk pilar Pendidikan. Astra Untuk Indonesia Hijau untuk pilar lingkungan. Dan yang terakhir ada Astra Untuk Indonesia Kreatif untuk pilar UMKM.


Di bawah pilar Kesehatan, CSR Astra difokuskan ningkatin kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak akselearasi perbaikan gizi masyarakat di sekitar perusahaan. Selama 60 tahun, Astra udah ngasih pengobatan gratis buat 125.818 pasien, ngebina 1.577 posyandu dan nyumbang 216.263 kantong darah.

60 tahun astra
via astra.co.id

Tapi jujur aja sebagai generasi muda gue malu. Ngeliat pencapaian luar biasa dari Astra ini harusnya kita bisa berkaca. Ternyata kontribusi kita buat bangsa dan negara ini masih belum seberapa banyaknya. Masih perlu digenjot lagi semangatnya.

Sejak tahun 2014 Astra udah kampanye Program GenerAKSI Sehat Indonesia sebagai salah 1 bagian dari program Astra di pilar kesehatan. Kampanye yang berlangsung di media sosial ini adalah salah 1 cara Astra mendorong masyarakat ikut berkomitmen hidup sehat sebagai generasi penerus bangsa. Sampai sekarang, GenerAKSI Sehat Indonesia udah berhasil nyumbangin 15.654 kacamata bagi anak-anak Indonesia khususnya di wilayah 3T.

Kampung Berseri Astra (KBA) juga merupakan hasil kerjasama perusahaan dengan masyarakat. Dimana KBA ini nantinya bakal jadi salah 1 contoh kampung yang punya lingkungan bersih dan hijau dan masyarakat sehat, cerdas dan produktif. Hal ini ngewakilin implementasi 4 pilar CSR Astra. Sekarang, Astra udah punya 49 KBA yang ada di 17 provinsi seluruh Indonesia.


Pada pilar pendidikan Indonesia, perusahaan ini fokus sama pembinaan sekolah dasar dan menengah aja. Katanya biar pendidikan anak usia dini lebih berkualitas dan punya SDM yang lebih baik. Total sampe sekarang, Astra udah ngasih 231.936 beasiswa pendidikan dan 15.829 sekolah binaan, 20 rumah pintar dan 124 PAUD serta 40.284 guru.

Selain GenerAKSI Sehat, ada juga kegiatan GenerAKSI Cerdas dari Astra. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berterimakasih sama pahlawan tanpa tanda jasa atas usaha dan kegigihannya di bidang pendidikan. Melalui program ini saja, udah ada 12.000 sepatu dan 3.039 tas yang dibagi buat kawan-kawan yang memerlukan.

Selain kegiatan yang inspiratif kaya yang udah gue jelasin. Ada 2 saran buat perusahaan ini untuk bisa jadi lebih produktif lagi di masa depan.

Pertama, aksi peduli lingkungan yang masih belum konsisten. Waktu ngeliat web Astra Untuk Indonesia Hijau, halamannya udah ga diperbarui selama setahun. Covernya masih sama dengan tahun yang lewat tentang pendaftaran Green Run tahun 2016. Semoga tahun depan sudah ada kegiatan baru lagi di pilar lingkungan.

Yang kedua, tidak mengakomodir kaum jomblo. Populasi jomblo di Indonesia pada tahun 2015 itu sudah mencapai 52 juta orang. Kalo mengharap pemerintah aja ga akan sanggup ngurusnya. Harus ada campur tangan dari pihak lain. Dan gue berharapnya, Astra bisa sedikit mengulurkan tangan kepada mereka yang jomblo.

jomblo

Dengan program GenerAKSI Cinta Indonesia gue harap jomblo-jomblo ngenes di luar sana bisa terfasilitasi keinginannya untuk mendapatkan pasangan. Bisa dengan ngadain "Jomblo Run" atau "Makcomblang Astra" misalnya. Siapa tau dengan cara kaya gini kecintaan masyarakat sama perusahan ini makin terpupuk. 

Dari semua kisah inspiratif, kritik dan saran tadi, kesimpulan apa yang dapat kita ambil? 

Konsistensi. Diperlukan dalam setiap kondisi. Konsistensi menjaga kita tetap pada prinsip, filosofi, visi dan misi untuk mencapai target. Astra melakukannya selama ini sehingga bisa nyampe eksis selama 60 tahun.

Berbagi. Kita diciptakan di dunia bukan sebagai organisasi tunggal. Kita perlu orang lain dan orang lain pun perlu kita. Hidup di dunia tanpa berbagi itu kaya lagi di padang pasir. Gersang dan tandus ga berarti apa-apa.

Astra sadar mereka mungkin ga bisa eksis sampai sekarang tanpa ada bantuan dari orang lain. Makanya kebanyakan proyek dan program kerja Astra mengedepankan prinsip kepentingan bersama. Sehingga bukan hanya perusahaan yang mendapatkan hasil, tetapi masyarakat bangsa dan negara ikut merasakan juga.

2 kata untuk bisa menginspirasi: Konsisten dan berbagi.

Artikel Terkait

Produktif Di Umur 60 Tahun? Kenapa Ga?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.