Review Film : The Divergent Series Allegiant

Apa jadinya kalo kalian pernah menonton film dengan plot cerita yang hampir sama dengan judul berbeda? Pasti kalian bisa menebak garis besar jalan ceritanya, kan? Kira-kira begitulah yang terjadi dengan saya saat menonton film Allegiant. Dengan modal nonton Insurgent cuman 40 menit saja, saya agak kesulitan mengikuti alur film Allegiant di awal.
Film Allegiant merupakan kelanjutan dari Divergent dan Insurgent menceritakan 2 orang (yang padahal ada 5 tapi 3 yang lainnya cuman sebagai 'pelengkap') si Tris dan Four yang harus berjuang menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Erudite pimpinan Jenine. Yang pada akhirnya ditembak mati oleh pimpinan Factionless diakhir film Insurgent. 

Di Allegiant perjuangan Tris, Four dan ketiga karakter yang cuman pelengkap itu berlanjut. Kali ini mereka ingin melanjutkan misi mereka yang "tertunda" di Insurgent. Yaitu melewati pagar pembatas kota yang selama ini menghalangi penduduk dari dunia luar. Setelah perjuangan penuh drama dan tembak-tembakan sama pasukan Factionless akhirnya mereka sampai di atas tembok untuk menyebrang ke sisi yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Perjalanan mereka diteruskan sampai akhirnya mereka bertemu dengan pasukan biro yang mengamankan mereka dari kejaran musuh. Setelah beberapa lama tinggal di sana, Four merasakan ada yang tidak beres, namun Tris merasakan sebaliknya. Drama tak berlangsung lama hingga akhirnya mereka kembali lagi ke kota asal mereka dengan cara yang berbeda. Kelanjutannya bisa ditonton di bioskop kesayangan kalian, entar spoiler.

Allegiant, Less Action Much More Drama

Cerita film Allegiant ga beda jauh sama film sebelumnya. Cuman kalo yang dulu itu musuhnya cewe, sekarang musuhnya cowo. Sama-sama ilmuwan, sama-sama freak karna ternyata ilmuwan itulah otak dari semua faksi yang ada di Divergent ini. Dan yang melawan cuma Tris dan Four, dibantu ketiga orang karakter pelengkap ini.

Dari sisi cerita, karena Allegiant, The Hunger Games dan Maze Runner hampir mirip, mau tak mau saya jadi membandingkan. Film Allegiant kalah dari Maze Runner dalam hal isi. Karena Maze Runner lebih menonjolkan sisi kesetiakawanan di sini. 

Lalu untuk karakter utama, Allegiant lagi-lagi harus kalah dari The Hunger Games. Shayleen Woodley yang jadi Tris di Allegiant menurut saya terlalu ringkih untuk mewakili karakter pejuang wanita. Berbeda dengan Four atau Peeta atau Gale di The Hunger Games yang punya sosok pejuang dalam diri mereka. Meskipun Peeta, menurut saya juga tak terlalu ideal jadi tokoh pejuang laki-laki.

Kalo melihat dari sisi drama, Allegiant-lah juaranya. Allegiant adalah film drama survival dengan adegan ciuman yang banyak! Bahkan saya rasa jumlah adegan ciuman Allegiant bisa menyaingi film Twilight. 

DImana aja ciuman Tris sama Four ini.  Kampret! Ga cuma adegan ciuman sih, ada salah satu adegan dimana mereka diselamatkan dengan pesawat dan berada dalam sebuah gelembung. Lalu si pasangan kampret Four dan Tris ini sok-sok an pegangan tangan gitu. Geli banget sumpah. Ga penting banget adegannya, hahaha.

Yang Keren di Film Allegiant

Satu hal yang menurut saya asik dinikmati di Allegiant adalah suasana dystopian yang disajikan saat mereka menyebrang ke wilayah yang tetutup tembok itu. Luar biasa. Atmosfirnya begitu suram sesuai dengan keadaan tempat itu. Kelima manusia itu seperti berada di planet lain.

Sama suasana kota waktu Tris dibawa Direktur menghadap ke Dewan. Itu keren juga tuh. Tapi sayang cuman bentar di situnya.

Yang Aneh di Film Allegiant

Seperti yang saya bilang di atas, yang aneh adalah terlalu banyak adegan drama daripada adegan bertarung atau sekadar kejar-kejaran. Apalagi adegan ciumannya. Sepanjang film, saya rasa lebih banyak adegan ciuman daripada berantemnya. Di atas tembok ciuman, habis nyelametin orang ciuman, habis ciuman ciuman lagi. Kampret. 

Kalian yang belum nonton bisa jadiin ini bahan taruhan sama temen nonton kalian. Berapa kali duo kampret ini ciuman sepanjang film dan bandingkan dengan adegan berantemnya. Yang kalah mesti nonton filmnya dua kali, hahaha.

Pesawat dari biro itu juga aneh menurut saya. Bentuknya kaya kodok. Aneh banget. Pengen nunjukin futuristik tapi jatohnya biasa aja.


*  *  *

Overall Allegiant itu standar-standar aja. Ga terlalu meninggalkan bekas di kepala saya. Film ini ga terlalu cocok di tonton sama anak kecil. Oh buat kalian yang ga tau dystopian itu apa, singkatnya dystopian adalah lawan dari kata utopia

Skor buat film Allegiant dari skala 1-10 adalah : 6,5.

Artikel Terkait

Review Film : The Divergent Series Allegiant
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 comments

April 5, 2016 at 11:14 PM delete

wah banyak adegan ciumannya, jadi penasaran^^

Reply
avatar
April 19, 2016 at 10:44 PM delete

tapi keseluruhan alur ceritanya bagus ga tuh? kepo pengen nonton aduh haha

willynana.blogspot.com

Reply
avatar
April 20, 2016 at 12:53 AM delete

alurnya standar. karna ini part 1-nya. pasti gantung di akhir cerita. silahkan kalo mau nonton :)

Reply
avatar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.