Mimpi Untuk TV Indonesia

Semua orang suka sekali menonton tv. Siapapun, dari anak bayi sampai kakek-kakek suka. Termasuk saya. Waktu kecil rasanya sulit sekali beranjak dari tv barang semenit saja. Seolah-olah kalo kita beranjak kita bakal ketinggalan momen bersejarah dalam hidup. Segitu ga bisa pisanya sama tv sampe kaya gitu. Tapi itulah yang ada dalam pikiran saya waktu kecil. Ibu sering sekali memarahi saya karna lebih sering menatap televisi daripada buku pelajaran. Emang bandel saya ini, hahaha.
Designed by Freepik

Tapi itu dulu. Semenjak kuliah saya sudah jarang menonton tv. Pertama karena faktor tv-nya yang ga ada di kamar kos saya, hahaha. Kedua karna acara tv sekarang, menurut saya, udah ga sebagus dulu. Saya kehilangan selera menonton tv. Saya cuma menonton tv kalo di rumah, itupun saat ada pertandingan bola, selebihnya paling nonton berita-berita olahraga.

Zaman dulu, memang sudah ada tontonan untuk anak remaja kaya sekarang. Tapi kualitasnya jelas lebih baik tontonan zaman dulu. Sebut saja dulu ada telenovela Amigos, atau Maria Belen. Yang dari dalam negeri ada Lorong Waktu yang tayang biasanya tiap bulan Ramadhan. Saya adalah fans berat serial Lorong Waktu ini, saya kecewa ketika Lorong Waktu sudah tidak ada kelanjutannya lagi berhenti di season yang ke 5 atau 6 kalau tidak salah.

Memang sekarang Lorong Waktu ditayangkan ulang. Tapi jam tayangnya sangat tidak tonton-able. Ditayangkan jam 4 pagi. Padahal bagus tapi anak mana yang nonton tv jam 4 pagi coba? Saya sih nonton, tapi itu juga gara-gara belum bisa tidur semalaman.

Saya sudah sering ngeluh di sini soal acara tv yang makin lama makin ga ada isinya. Dan saya juga bingung gimana lagi caranya agar paling tidak mengurangi durasi acara reality show yang sebenernya juga ga masalah kalo ga kita tonton. Kaya pacaran, ga mesti makan di restoran mewah. Sesekali boleh, tapi kalo keseringan kan agak gimana gitu ya.


Siaran TV di Indonesia di bawah standar KPI

Pengen ngeluh ke KPI juga ga ngebantu banyak. Mereka cuman bisa ngasih teguran, paling banter ngeberhentiin acaranya. Dan tv sekarang pinter ngakalinnya, mereka ganti namanya tapi formatnya sama, hahaha. Susah kan? Kalo udah masalah rating dan bisnis ga bisa dilawan, deh.

Dan saya ga asal tulis, kok. Faktanya hampir di semua kategori siaran TV di Indonesia ini di bawah standar KPI. Dari hasil penelitian yang dilakukan KPI pada bulan Maret-April 2015 yang lalu, didapatkan hanya 2 dari 9 kategori yang memenuhi standar siaran KPI.

KPI bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) di 9 perguruan tinggi di 9 kota di Indonesia untuk melakukan penelitian ini. Dengan jumlah 90 orang ahli dari 9 kota maka total jumlah responden adalah 810 orang. 9 kota tersebut adalah Medan, Jakarta, Semarang, Yogya, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, dan Ambon. Perguruan tinggi yang bekerjasama dengan KPI untuk melakukan penelitian ini adalah :

1. Universitas Airlangga
2. Universitas Diponegoro
3. Universitas Syarif Hidayatullah
4. Universitas Sunan Kalijaga
5. Universitas Hasanuddin
6. Universitas Lambung Mangkurat
7. IAIN Ambon
8. Universitas Udayana
9. Universitas Sumatera Utara



Dari total 9000 program acara tv yang ada, diambil 45 sebagai sampel. Kemudian dibagi menjadi 9 kategori program acara yang akan dinilai indeks standar kualitas siarannya. Dengan skala 1 sampai dengan 5 dimana 4 adalah standar minimum yang harus dicapai. 

9 kategori itu adalah religi, budaya/wisata, talkshow, berita, komedi, anak-anak, variety show, sinetron/ftv/film, infotainment. Cuma kategori religi dan budaya/wisata saja yang indeksnya di atas 4. Peringkat 2 terbawah diduduki sinetron/ftv/film dengan indeks 2,51 dan infotaintment 2,34. Indeks rata-rata dari 9 kategori ini cuma 3,25. Artinya kualitas siaran tv di Indonesia masih perlu diperbaiki agar bisa sesuai dengan standar KPI.




Jadi saya memilih opsi lain. Saya sendiri yang harus masuk ke dalam dunia ini. Dengan harapan nantinya saya bisa sedikit demi sedikit mengubah kualitas siarannya. Terlalu muluk? Mungkin tapi kalo bukan kita siapa lagi? Saya sudah lelah melihat tontonan yang tidak lebih baik dari kartun Doraemon tapi ditayangkan tiap hari sementara Doraemon cuma seminggu sekali.

Saya sih ngerasa udah saatnya saya yang bertindak langsung di bagian produksi suatu siaran. Caelah bahasanyee.. Hahaha. Ya emang sih latar pendidikan saya ga berhubungan sama dunia siaran. Tapi kalo nunggu orang lain yang ngebenerin kelamaan, keburu makin jelek nanti. Kaya nungguin gebetan nembak duluan eh tapi ujung-ujungnya ditinggal nikah, kan pahit.

Kalo saya masuk ke bagian berita, saya mencoba menyajikan berita yang berimbang dan tidak memihak atau mewakili kepentingan orang lain. Soalnya saya orang yang idealis, dan menurut saya, jadi jurnalis itu ideal tidak memihak sisi manapun. Kalo saya masuk ke program infotaintment saya akan mencoba menyajikan lebih banyak fakta dan sisi lain seorang publik figur. Dibandingkan dengan hanya sekadar membahas gosip-gosip yang menerpanya.

Keliatannya gampang banget, ya nulisnya. Saya yakin kalo saya masuk praktiknya ga segampang ini, hahaha. Ya namanya juga mimpi, sa-sah aja dong mau kaya gimana mimpinya, hehehe. Ada banyak faktor yang belum saya tau, soalnya saya belum masuk ke industrinya.

Niat saya dulunya pengen masuk NET. tapi setelah diliat-liat sepertinya pengalamana saya masih cetek untuk masuk ke sama. Rata-rata persyaratan masuk ke sana IPK-nya mesti 3,00 sementara saya kurang dari itu, hehehe. Lagian kenapa harus mengutamakan IPK 3, sih, Pak? Ga bisa kurang dikit? *nawar*

Walaupun begitu tetap tak menyurutkan niat saya untuk mewujudkan mimpi agar bisa memperbaiki kualitas siaran TV di Indonesia.

Semoga semesta (caelah hahaha) mendukung saya untuk bisa mewujudkan mimpi ini. Agar bangsa Indonesia bisa mendapatkan tontonan TV yang berkualitas seperti saat saya kecil dulu. Aamiin.

*Untuk lebih lengkap membaca mengenai masalah survei KPI tadi, kalian bisa download pdf-nya di situs resmi KPI.

*sumber gambar freepik.com dan capture dari handout penelitian survei indeks kualitas program acara KPI

Review Film Deadpool

reivew film Deadpool

Saya menonton film ini di hari Sabtu. Sebenarnya bukan hari yang bagus untuk menonton film di Banjarmasin. Bukan karena saya belum punya pacar, well itu juga sih sebenernya hahaha. Tapi yang utama adalah harga tiketnya yang ga kira-kira kalo udah hari Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Untuk kalian ketahui, di Banjarmasin itu harga tiket nonton di hari biasa (Senin-Kamis) adalah 40 ribu rupiah. Sementara untuk hari Jumat 50ribu dan untuk Sabtu dan hari libur nasional 60ribu. Ga ada tuh hari nomat (nonton hemat) di sini. Semuanya sama. Yah, namanya juga dikuasai sama 1 perusahaan.

Oke itu tadi curhat karena lagi bokek aja sebenernya. Tapi walaupun ga bokek juga males nonton film tiketnya harga segitu. Ngapain? Iya kalo filmnya bagus, kalo ga? Rugi, men! Mending nraktir cewe makan deh daripada dibawa nonton film doang, hahaha.

Itu curhat lagi. Udah terlanjur kesel sama perusahaannya sih. Gimana mau ngehargain film lokal kalo kami harus 'dicekik' dengan harga tiket yang mahal buat nontonnya?

Udah puas curhatnya? Iya udah.

Jadi gini, Deadpool ini kata orang-orang di twitter itu sadis tapi lucu. Saya penasaran selucu dan sesadis apa sih film ini. Setelah nonton filmnya : Ini sih terlalu lucu untuk film sadis! Lucunya kebangetan ini, mah hahaha. 

Deadpool adalah anti-hero paling geblek yang pernah saya tonton. Apa aja dinyinyirin sama dia. Sarap ni orang. Dari franchise-nya sendiri sampai ke Liam Neeson dibikin lawakan. Kalo ga sering nonton film, bisa jadi kalian ga ngakak dibeberapa jokesnya.

Soal sadis jangan ditanya. Itulah kenapa Deadpool dikhususkan untuk orang dewasa. Adegan sadis dan percakapannya yang vulgar tidak layak ditonton oleh anak-anak. Buat yang ga suka ngeliat darah mending ga usah nonton deh. Walaupun kata temen saya ada beberapa adegan yang disensor, tapi tetep ga mengurangi keseruan menonton film ini. Bahkan saya kira durasinya terlalu pendek. Mungkin karena terlalu menikmati sampai tidak sadar sudah 2 jam kami (iya kami, saya nontonnya ber 5, ga sendirian) ngakak. 

Kalian jangan berharap melihat jagoan berwibawa dan berkharisma macam Captain America atau Batman di sini. Ga ada yang kaya gitu. Deadpool itu superhero geblek dan nyeleneh. Semacam Wiro Sableng tapi versi Marvel lah, hahaha.

Saya rasa Rian Reynolds puas melihat aktingnya di Deadpool ini. Karena sebelumnya dia bermain di Green Lantern ga bagus-bagus amat. Dan udah lama juga, orang-orang pasti ga ngeh kalo dia pernah main film itu.

review film Deadpool

Tapi sayangnya adegan tarung superhero vs villain-nya kurang maksimal menurut saya. Sebagai penyuka film action, buat saya, adegan tarung Deadpool justru kurang banyak mengingat Deadpool jago bela diri dan kesannya hanya mengandalkan efek ledakan yang besar.

Yang menarik dari film ini adalah adanya si cantik Morena Baccarin. Buat yang pernah nonton series TV yang judulnya "Gotham" dia adalah pacarnya Jim Gordon, Leslie Thompkins. Walaupun dia ga banyak dapat scene, tapi ampuh kok bikin Deadpool ga 'gersang-gersang' amat keliatannya.
Sedikit kritik dan juga saran untuk pengelola bioskop di Banjarmasin : 
Karena film Marvel ini agak beda dari film yang lain. Mereka selalu membuat adegan setelah credit title. Atau istilah kerennya : after credit. Biasanya di after credit ini diinformasikan tentang film Marvel berikutnya atau sekadar cuplikan adegan filmnya. 
Di Deadpool sebenarnya ada after credit. Namun lampu bioskop keburu dinyalakan sesaat setelah credit title muncul. Banyak penonton yang melewatkan after credit ini. Ya meskipun tidak terlalu penting, setidaknya bapak/ibu pengelola bioskop memperhatikan hal detail ini.
Saya dan 4 teman saya yang keluar paling akhir dari studio karena ingin melihat after creditnya harus menahan rasa malu karena diliatin sama mba-mba dan mas-mas karyawannya. Padahal after credit itu masih termasuk ke dalam bagian akhir filmnya.
Jadi saya mewakili para penggemar film, khususnya buatan Marvel, meminta agar bapak/ibu pengelola memperhatikan film-film yang akan diputar. Ini hal kecil tapi kami sangat menghargai bapak/ibu apabila tidak menyalakan lampu sampai after credit muncul. 
Jangan maunya cuma nerima duit aja tapi kritik dan saran kami cuma dianggap angin lalu.
Satu lagi, untuk para orang tua. Harap perhatikan rating film sebelum nonton. Dan perlu diketahui walaupun Deadpool ini film superhero, tapi rating filmnya dewasa. Jadi, buat orang tua yang pengen ngajakin anaknya nonton Deadpool, mending ga usah. Deadpool bukan superhero yang pantas jadi teladan anak-anak. Cerdas sedikit milih tontonan buat anak-anaknya.
review film Deadpool

Overall Deadpool is SADISTICALLY FUN!

sumber gambar : cover sebelum diedit, 1, 2 

Tutorial Tidur

Bagi semua makhluk hidup tidur itu penting. Karena tidur bisa memulihkan stamina. Tapi kalo kebanyakan tidur ga baik juga. Entar dikira manusia pemalas. Yang bisa terus-terusan tidur dan ga diomelin sama mama itu kalo ga kucing ya anjing. Cuman hewan yang bisa kaya gitu.

Bagi sebagian orang, tidur justru barang yang langka. Profesi sesibuk artis sinetron pasti ga punya jam tidur sebanyak kita yang cuma kerja kantoran. Makanya ga jarang ada orang yang tidur sambil berdiri, duduk atau sama pacarnya. Yang terakhir ga usah ditiru, ya. Karena mereka ga punya waktu lagi untuk tidur dalam posisi yang seharusnya. Ngangkang? Bukan ngangkang, telentang. Tapi Nabi Muhammad ngajarin posisi tidur yang baik itu adalah miring ke kanan. Buset dah Religius banget tulisan gue.

Bisa-bisa nanti saat makhluk hidup di dunia ini sudah menjadi super sibuk, tidur menjadi sesuatu yang begitu berharga. Sampai-sampai harus membayar. Seperti di film Inception dimana orang lebih memilih membayar ke tempat pengobatan tradisional untuk bisa tidur dan 'bangun' di dunia mimpi. Mereka terlalu lelah menghadapi dunia nyata.

Saya pernah nonton liputan tentang seorang artis yang membeli kasur seharga ratusan juta rupiah. Saya lupa artisnya waktu itu. Saya juga lupa (kayanya emang pelupa, deh) persisnya dia berkata kaya gimana tapi seingat saya dia bilang "emang salah gue beli kasur gitu? gue kan kerja dari pagi ke pagi, ga ada salahnya gue tidur di tempat yang nyaman, dong?" Ya, tidur bisa jadi 'hadiah' bagi tubuh mereka yang telah lelah bekerja seharian. Tapi hadiah yang paling membahagiakan dikala lelahku itu ya cuma senyum kamu.

Oke sebelum makin ngelantur kemana-mana mending kita sudahi saja ke-gaje-an ini. Perlu kalian ketahui bahwa sesungguhnya sebelum tidur itu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Dibawah ini adalah tutorial tidur untuk kalian. Mungkin beberapa diantara kalian sudah tau cara bobo yang baik itu gimana. Tapi kalian udah yakin ngelakuinnya dengan benar? Nahh itu lah tujuan tulisan ini dibuat sodaraku sekalian. Biar kalian tau tutorial tidur yang baik dan benar. Sudah siap? Ini dia... Ladies! Tunjukkan pesonamu! Eh sorry kita bukan diajang cari jodoh, langsung baca aja mendingan :

1.Ngantuk 
Adalah hal pertama yang harus nongol sebelum tidur. Kalo belum ngantuk mending jangan tidur. Kaya PDKT, kalo belum dapat sinyal minta ditembak ga usah nembak. Ntar yang ditembak bukan hatinya tapi malah SIM-nya. Dan kalian juga harus tau gimana ngantuk pengen tidur dan ngantuk karna pengen cepet pulang pas pelajaran integral di kampus. Itu 2 hal yang berbeda.

2. Udah di rumah
Setelah ngantuk nongol pastikan kalian udah ada di rumah kalo mau lanjut tidur. Ini penting. Karna kalian ga mungkin tidur di kantor ataupun di tengah jalan. Kecuali kalian... ah sudahlah. Dan kalo ngantuk nongol disaat yang ga tepat kalian harus cari solusinya. Kalo saya sih biasanya cuci muka atau minum kopi. Kalian bisa ikutin cara saya tadi, cuci muka pake kopi atau pake cara sendiri terserah, bodo amat kenal juga ga.

3. Di kamar
Saking ngantuknya begitu nyampe rumah langsung ngeletak aja. Tapi awas jangan sampe ngegeletak ga tau aturan. Ngegeletak pun harus ada aturannya. Menurut GBHN (Garis Besar Haluan Ngegeletak) di halaman 20.30 kira-kira abis Isya, ngegeletak harus tau sebab dan tujuannya kemana. Kalo kalian ngantuk, menurut GBHN, harusnya kalian ke kamar bukan di ruang tamu ataupun di teras. Apalagi di kamar mantan, ngapain? Peraturan diciptakan untuk dipatuhi. Kalo ngelanggar ntar dikasih kartu sama wasit.

4. Kasurnya Ada
Setelah memastikan semua beres dan pengen segera ngegeletak, ada 1 lagi yang harus kalian perhatikan. Kasur kalian masih ada di sana. Misi kalian adalah menghempaskan diri ke kasur ketika sudah di langkah ini. Karena kasur adalah KOENTJI dari tutorial ini. Kalo kalian belum punya kasur, boleh pinjem ke tetangga sebelah dulu untuk semalam aja. Abis itu besoknya harus beli sendiri. Karena seenak-enaknya tidur kasur orang, lebih enak lagi kalo tidurnya ditemenin pasangan.


*  *  *
Nah itu tadi tutorial tidur untuk kalian yang masih belum bisa tidur secara benar. Berguna banget bukan? Hahahaha. Tapi selain tutorial tidur saya juga akan berikan beberapa tips sebelum bobo untuk kalian. Dan saya yakin tips ini belum pernah kalian baca dimanapun selain di blog ini. Karena tips tidur ini adalah tips paling baru dan paling aktual dan paling ga guna yang pernah kalian baca.

Daripada berpanjang kata mending langsung aja disibak maik-maik :

1. Ga Usah Nelpon Mantan
Tips pertama sebelum kamu tidur adalah ga perlu repot-repot nelponin mantan. Dia udah jadi mantan, ngapain nelpon-nelpon dia lagi? Masih ngarep? Lagian nih, waktu pacaran dulu emang kalo kamu mau tidur dia peduli? Ya ga lah. Jadi ga perlu lah telpon-telpon. Udah malam juga, bukannya dikelonin yang ntar kamu dimarah-marahin, sama suaminya.

2. Jangan Latihan Ngeband
Ini penting untuk kalian. Kalo udah di kamar ga usah mikir mau latian ngeband segala. Iya tau kok kalo kamu itu anak band. Iya tau kalian totalitasnya oke banget. Tapi Ariel NOAH aja ga gitu-gitu amat sampe mau tidur masih latian. Lagian kalo latian pas orang lagi tidur yang ada kalian bakal digebukin orang sekampung. Berisik!

Gimana tips dari saya? Belum pernah kalian baca, kan? Yaiyalah orang ga penting gitu tipsnya, hahaha. Semoga tutorial dan tips ini bisa menambah faedah dalam khasanah per-bobo-an kita semua. Karena seperti kata Nabi "Sampaikanlah walaupun cuma 1 ayat". Oleh karena itu saya coba menerapkannya di blog ini.

Bye!

Review Film A Copy Of My Mind

A Copy Of My Mind


Berawal dari rasa penasaran karena banyak reviewnya berseliwiran di timeline saya. Akhirnya memutuskan untuk menonton film ini. Saya rela antri diantara pengunjung bioskop yang lebih ingin menonton film barat yang lagi happening sekarang. Saya kaget karena sampai A Copy Of My Mind habis diputar jumlah penontonnya hanya 4, itu sudah termasuk saya sendiri. GIla! Film Indo kalah jauh peminatnya daripada film barat. Atau saya yang telat nonton, ya? Entahlah.

Btw, film A Copy Of My Mind udah diputer diberbagai festival film di luar negeri, loh. Jadi kalo kalian menganggap film Indonesia kualitasnya jelek artinya masih kurang banyak film lokal yang kalian tonton.

A Copy Of My Mind awalnya saya kira tak jauh beda dengan film-film karya Om Joko Anwar sebelumnya. Yah, walaupun saya hanya menonton Modus Anomali. Maaf Om nanti saya nonton film Om yang lain, ya hehehe. Saya mengharapkan ada adegan bedarah-darah semacam itu di A Copy Of My Mind. Ternyata ekspektasi saya terlalu jauh. A Copy Of My Mind jelas berbeda dari film-film Om Joko yang lain.

A Copy Of My Mind menceritakan 2 karakter bernama Sari (Tara Basro) dan Alek (Ciko Jericho). Sari adalah seorang terapis di salon kecantikan. Sementara Alek adalah pembuat subtitle DVD bajakan. Pertemuan keduanya terjadi ketika Sari yang hobi menonton film melalui DVD bajakan memprotes Alek, yang saat itu berada di toko DVD langganan Sari, karena subtitle buatannya amburadul. Alek menjawab Sari sambil menyentil kita semua "Ya emang gitu, kalo mau subtitle yang bagus beli yang ori. Bajakan kok diprotes"
A Copy Of My Mind
Ketika Sari protes masalah subtitle ke Alek sumber
Ide sederhana yang orang pinggiran Jakarta impikan turut dihadirkan di A Copy Of My Mind. Seperti Sari yang bermimpi punya home theater sendiri di rumah. Dan dunia malam khas kota Jakarta juga hadir. Adalah Alek yang sering ikutan judi balap liar tiap malam sebelum bertemu dengan Sari.

A Copy Of My Mind dipenuhi dialog-dialog sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Romansa Sari dan Alek di film A Copy Of My Mind ini saya kira juga menyindir film-film cinta-cintaan yang selama ini ada. Film cinta-cintaan yang sering kita lihat selalu punya momen-momen so sweet yang bikin penonton meleleh dibuatnya. Namun romantisme di film ini tidak seperti itu. Tidak ada rayuan gombal atau kata-kata puitis bertebaran. Bahasa tubuh Sari dan Alek sudah cukup mengatakan itu semua. Kalo saya bilang sih intim dan penuh gairah.

Oh di film A Copy Of My Mind kalian jangan mengharapkan angle kamera lebay yang mengambilnya harus pakai drone segala macam. Ga ada. Ngapain juga, wong ini film drama kok bukan action. Justru kita diposisikan kaya 'penguntit' kehidupannya Sari dan Alek. Jadi kita semakin ingin tau bagaimana kelanjutan kisah mereka.

Dari awal sampai ke tengah kita disuguhi romansa, namun dari tengah sampai akhir kita dibuat penasaran dan tegang karena romansa mereka ternyata cuma sebentar. Ini karena ulah Sari yang penasaran dengan koleksi DVD seorang napi bernama Bu Mirna (Maera Panigoro) di penjara eksklusif. Lagi-lagi di filmnya Om Joko menyindir orang-orang elit yang tertangkap dan kemudian dibuatkan penjara khusus. DVD yang 'dipinjam' Sari ternyata bukan DVD film yang biasa. Melainkan? Apa hayooo... Hahaha tonton aja lah ya biar ga penasaran.

Kalo buat saya, film A Copy Of My Mind tak perlu dipikirkan endingnya seperti apa. Maksudnya film ini tidak wajib untuk punya ending. Agak aneh memang tapi itu yang saya tangkap dari film ini. Saya ga punya akses untuk mengonfirmasi ke Om Joko perihal ending film ini. Tapi biarlah seperti itu adanya. Om Joko kan doyan bikin film sekahandaknya (semaunya; Bahasa Banjar) hahaha.

Adegan favorit saya adalah ketika Alek ngejawab penelpon gelap di hpnya Sari dengan kalimat "Go F*ck yourself!". Hahaha, Badass banget Men! Oh sama inih! Adegan ngerebus mie! Ah itu sih udah anak kosan banget lah pokoknya. Makan mie sambil nonton film. Kombinasi yang sederhana tapi saya banget hahaha.

Udah kebanyakan spoiler ya? Mending langsung nonton aja deh ya filmnya. Sebelum kalian nonton film barat yang lagi happening itu. Ada baiknya nonton film Indonesia dulu lah. Kalo bukan kita, siapa lagi yang bisa bikin maju industri film lokal?

Ingat kalo ada film Indonesia yang bagus, tonton ya!


A Copy Of My Mind

Sudah Mencoba Kombinasi Makanan Ini?

sudah mencoba kombinasi makanan ini?
Sebagai pencinta kuliner, rasanya ingin sekali membagi pengalaman saya soal makanan. Mungkin karena keseringan makan di luar jadi sering mencoba berbagai jenis makanan di warung. Bukannya mau nyombong, tapi ibu saya udah jarang masak di rumah. Jadi mau ga mau mesti beli makan di luar. Tapi saya sebenernya lebih suka masakan rumahan. Seenak apapun masakan yang dimakan di luar, tetep lebih enak masakan rumah. HIDUP MASAKAN RUMAH!

Makanan favorit saya itu pecel. Meskipun bukan orang jawa asli, tapi pecel itu layaknya cinta pertama saya terhadap makanan, hahaha. Saya juga suka gudeg, saya punya warung gudeg enak yang sering saya datangi. Pada dasarnya saya suka semua makanan, sih. Cuman yang favorit itu. Lagian pecel sama gudeg itu kan dimana-mana ada, jadi ga bakalan susah nyari.

Saya paling suka makanan yang sedikit asin. Rasanya kalo ga ada sensasi asin di mulut itu seperti hati para jomblo, kosong dan hampa udara. Meskipun saya suka asin, saya ga pernah makan pake kecap asin. Jangankan kecap asin, kecap manispun hampir ga pernah make.

Daripada milih kecap, saya lebih suka kamu sambel. Pedasnya sambel tu menggugah selera makan. Kalo waktu makan ga pake sambel biasanya cuman habis 1 piring, tapi kalo pake sambel bisa habis 2-3 piring. Gila emang. Tapi makanan seenak apapun kalo makannya ga bareng sama kamu, tetep aja hambar (ini curcol karena ada yang tiap kali diajakin makan ga pernah mau jawab).

Oke cukup basa basinya. Dibawah ini beberapa makan yang pernah saya makan dan karena keisengan saya, saya coba kombinasikan dengan makanan yang lain. 

1. Nasi Pecel + Pisang Goreng
sudah mencoba kombinasi makanan ini?
Yang pertama saya coba adalah Nasi Pecel dan pisang goreng. Kombinasi yang aneh, ya. Sayapun bingung sewaktu pertama kali mencobanya. Tapi setelah diicip-icip ternyata leh uga rasanya. Buat yang ga doyan nyampur pisang sama makanan yang lain mending ga usah nyoba. Karna perut kalian bisa jadi ga kuat terus muntah.

Buat kalian yang mau coba disarankan untuk makan kombinasi ini saat perut dalam keadaan benar-benar kosong. Karena makan pisang aja udah bikin kenyang, ditambah lagi pake nasi. Apalagi kalo ditambah janji manis gebetan, wah kelar dah.

Buat yang ga doyan ayam bisa diganti sama lauk yang lain. Bisa ikan atau telur. Sesuai selera aja. Asal rasanya masih sama, seperti saat pertama bertemu.

2. Bubur Ayam + Mie Goreng
Sudah Mencoba Kombinasi Makanan Ini?

Buat yang doyan sarapan bubur ayam wajib coba sesekali menu kaya gini. Menu ini saya jamin ga bakal ada di warung-warung mainstream, hahaha. Mau ga mau belinya terpisah. Saya sarankan untuk beli bubur ayam dan mie goreng yang paling enak di daerah kalian.

Kebayang, kan, gimana lezatnya 2 makanan paling enak dicampur jadi satu. Pasti abstrak banget rasanya, haha. Saya sendiri susah ngejelasin rasanya kaya gimana. Tapi enak, kok. Ada tekstur lembut dari bubur ayamnya bercampur sama tekstur kenyal dari mie goreng. Perpaduan rasa yang aneh tapi tetep bisa dinikmatin. Kalo kata penjual tahu di Cihampelas "Gurih-gurih nyoy" lah.

Kombinasi makanan ini ga terlalu bikin kenyang, gaes. Kecuali kalo kalian makan 5 porsi ditambah martabak manis. Ga bagi-bagi pula. Wah udah jelas bakal sakit perut itu, mah. Makanan tuh dibagi-bagi, hati ga usah.

3. Nasi Pecel campur + Gudeg + Usus
sudah mencoba kombinasi makanan ini?

Lagi-lagi menunya pecel. Hahaha maaf ya emang doyan pecel gimana dong? Ini biasanya menu standar di warteg-warteg, sih. Kalian bisa coba kombinasi sesuka kalian. Tapi saya paling suka kombinasi ini. Apalagi warteg langganan saya ini punya menu pecel sama gudeg sekalaigus. Wah udah pasti dua-duanya dicampur sampai mba-mba wartegnya sering heran sendiri, hahaha.

Soal rasa udah ga diragukan lagi enaknya. Ini sih bukan enak lagi. Tapi ENAK BINGITZ! (iya pake 'z' biar greget). Entah masakan wartegnya yang enak atau emang perpaduan makanannya. Pokoknya kalian mesti coba. Rasa pedas-pedas asin dari pecelnya bercampur sama rasa manis telur bistik + tekstur kenyal dari usus ayam. Sebuah kesatuan yang apik saat udah nyampe di mulut. Juara!

Kalo dari segi kesehatan ini ga terlalu sehat ya makanannya. Usus dan kuning telur itu punya kadar kolestrol yang lumayan tinggi. Apalagi kalo telur itik. Trus itiknya goyang, jadi gotik. Lah? Kalo bisa ga usah sering-sering makan, ya. Kesehatanmu, lho!

4. Indomie Goreng + Susu bubuk
Sudah Mencoba Kombinasi Makanan Ini?

Ini nemu di google juga sih sebenernya. Cuman mungkin kalian masih belum banyak yang tau. Termasuk saya juga waktu itu. Berawal dari kebosanan bikin indomie yang gitu-gitu aja. Akhirnya setelah googling di yahoo (eh gimana?) nemu deh kombinasi kaya gini.

Rasanya? Uwahhh ciamik banget! Saya ga pernah ngerasain indomie goreng seenak itu walaupun makan di warung. Sensasi bumbu indomie yang bercampur dengan susu bubuk itu uwewnaakk banget! Ada rasa asin dan manis-manisnya gitu. Buat FBI (Fans Berat Indomie) wajib coba kombinasi ini. Saya jamin ketagihan.

Saya baru tes kombinasi di Indomie goreng biasa. Belum pernah nyoba ke mie kuah atau mie instan lain. Kalo kalian suka selain indomie goreng atau merk mie instan lain silahkan. Siapa tau rasanya lebih enak.

Sedikit tips kalo mau makan ini : kasih bumbu indomienya sedikit aja. Kalo kebanyakan bumbu ntar rasa susunya "ketindih" sama rasa bumbu. Susu bubuknya terserah aja yang penting ga usah banyak-banyak ngasihnya. Bisa-bisa eneg jadinya. Biasa-biasa aja tapi mau diajak berjuang sama-sama. Kalo bisa bubuk yang bukan rasa coklat, ya. Biar ga aneh rasanya. 

* * *
Senernya masih banyak lagi sih kombinasi makanan yang pernah saya makan. Waktu saya SD saya hobi banget makan nasi + telur mata sapi + snack Twisco. Pada tau ga snack twisco kaya gimana? Hahaha snack jadul itu, udah jarang ada sekarang. Entah darimana saya memulai kebiasaan itu. Tapi akhirnya bisa berhenti sendiri kok. Dan saya juga ga tau gimana bisa berentinya. Udah lama banget, jadi lupa.
Sudah mencoba kombinasi makanan ini?

Nah dari semua kombinasi tadi, mana yang paling mirip dan paling sering kalian makan? Ga semua kombinasi makanan di atas bisa enak di lidah kalian. Soalnya rasa ini relatif tergantung selera masing-masing. Makanan itu sama kaya cinta, kalo dipaksain bisa muntah.

Share juga dong pengalaman kalian di kolom komentar soal makan makanan unik. Sekarang, kan, lagi kekinian tuh makanan-makanan dengan nama aneh.




Kalian pengen makan yang mana?

Nasi Pecel + Pisang goreng
Bubur Ayam + Mie Goreng
Nasi Pecel + Gudeg + Usus
Indomie goreng + Susu bubuk
Semuanya Enak!
quizzes