Kelas Menulis bersama Raditya Dika

raditya dika ke banjarmasin

Siapa yang tidak kenal Raditya Dika? Berawal dari nulis pengalaman dirinya di blog, hingga akhirnya bisa diterbitkan jadi buku, lalu menjadi seorang standup comedian yang lucu banget, sampai sekarang jadi sutradara film dan aktor film (walaupun masih film sendiri). Dan suatu kesempatan berharga saya bisa ketemu langsung sama dia di acara SimPati LoopKEPO yang mampir ke Banjarmasin hari Minggu (9/11) lalu. Bukan cuma ketemu langsung, tapi juga bisa belajar banyak dari dia soal ilmu kepenulisan.
kepo adalah kreatif project
Gerbang yang menyambut peserta
Awalnya saya juga ga tau kalo Radit ini bakal datang ke Banjarmasin. Berawal dari twit teman saya yang ngasih tau bakal ikutan kelas menulis dari SimPati membuat saya tertarik. Sebelumnya saya ga tau kalo Radit yang bakal jadi pengajarnya, niatnya cuman pengen ikut kelas menulis itu. Di dalam pikiran saya "Bayar ataupun gratis gue mesti ikutan, nih!" Setelah tanya temen saya itu akhirnya saya ikut daftar jadi peserta juga dan pendaftarannya gratis !
mardani h maming bupati termuda di indonesia
Ini saat Pa Mardani H Maming (Bupati Tanah Bumbu) diberi kenang-kenangan 
Di hari Minggunya saya pun ke venue tempat diselenggarakannya acara LoopKEPO ini. Tempatnya di halaman parkir satu-satunya Mall di Banjarmasin, Duta Mall. Saya ga nyangka urang yang datang ke sana udah bejibun. Padahal acara dimulai pas matahari lagi semangat-semangatnya bersinar jam 12 siang. Hahaha panas gila ! Saya kira kalo udah daftar online pesertanya sedikit, eh ternyata antrian ambil tiketnya panjang banget ! Dan anehnya lagi kode registrasi yang dikirim ke email peserta ga ditanyain, tuh sama panitianya.
Suasana penonton yang ngumpul
Setelah mengambil tiket saya menyempatkan diri untuk masuk ke venue tersebut. Di sana ada 2 MC yang coba menghibur para penonton sambil menunggu kelas dibuka. Seharusnya kelas dimulai pada jam 1, namun ternyata peserta baru disuruh masuk sekitar jam 2, itupun disuruh antri lagi sebelum masuk kelas. Saya langsung ngacir duluan ke kelas yang sudah ditentukan. Saya pengen dapet spot duduk yang enak buat ngeliat mukanya Radit + ngeliat slide yang bakal dia tampilkan.

Dan Raditya Dika pun memulai kelas pada jam 3 siang. Di dalam salah satu aula hotel yang ada di mall tersebut. Sekitar 250 orang hadir dalam kelas menulis itu kebayang ribut dan padatnya kelas kalo diisi orang sebanyak itu. Kebanyakan kelas diisi sama anak-anak cewe, ada yang SMP, SMA, dan yang kuliah saya kira sedikit, ya. Minoritas kaum saya di kelas itu. Hhaha.

* *
Presentasi dimulai dengan 2 judul utama, Bagaimana menemukan ide dan bagaimana mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah tulisan. Cara menemukan ide, menurut Radit adalah berawal dari kegelisahan diri sendiri. Dari awal presentasi sudah diselingi dengan canda tawa khas Radit. Terkadang juga diselingi tanya jawab dengan peserta tentang bagaimana mengembangkan ide dari keresahan yang mereka punya.
raditya dika mengajar di kelas menulis banjarmasin
Ini dia sang mentor Raditya Dika
Kebanyakan peserta punya keresahan soal cinta. Tapi ada juga yang resah karena Kelinci di kampusnya yang ga mau makan, ada yang resah di sekolahnya punya komunitas nge-lem, sampai yang paling epik itu ada peserta yang pernah kesambar petir 4 kali dalam hidupnya. Jadilah dia 'makanan empuk' Radit sampai kelas berakhir. Kasian, pulang-pulang dia udah ga punya muka lagi. Hahaha. Becanda. Ini orangnya

Nah bagaiman kita menemukan keresahan itu sendiri? Radit mengelompokkan menjadi 3 cara, yaitu :
1. Innerself : sesuatu yang ada dalam diri kita. Sifat, status hubungan, dll.
2. Outerself : sesuatu yang ada diluar diri kita : cara berpakaian, bentuk fisik, dll.
3. World within : sesuatu yang ada di sekitar kita : iklan, keluarga, dll.

Disesi terakhir sebelum kelas habis, ada 1 peserta yang bertanya : bagaimana agar menulis itu tidak tergantung mood. Radit menjawabnya seperti ini : jangan nurutin mood. Paksa nulis aja. Karena 1 halaman jelek itu lebih baik daripada 1 halaman kosong. Karna kalo kamu punya 1 halaman jelek saat mood nulis ga ada, kamu bisa edit tulisan itu saat kamu punya mood bagus.

Saya menjadi salah 1 peserta yang dapat kesempatan untuk bertanya pada sesi terakhir ini. Namun sayangnya pertanyaan saya tidak terjawab dengan memuaskan. Emang udah nasib ga pernah punya jawaban yang pas untuk tiap pertanyaan kali, ya (iya ini curhat). Sayang banget padahal, setelah acara selesai ternyata banyak peserta lain yang pengen nanya pertanyaan yang sama.

**

Terlepas dari itu semua saya cukup terinspirasi untuk menciptakan bahan menulis yang lebih baik sehabis belajar dari kelas menulis ini. Meskipun kelasnya dihuni banyak sekali orang yang sebagian cuma pengen liat Raditnya aja daripada pengen dapat ilmu menulisnya, jadi terkadang ada aja yang teriak-teriak ga jelas bikin kelas jadi ga fokus. Oiya, 1 lagi, kelasnya cuma dikasih notes kecil sama pulpen, kalo dikasih air kayanya lebih bagus deh. Tapi yaa namanya juga gratis, dikasih kesempatan ketemu Raditya Dika langsung aja udah seneng banget, hehehe. Semoga penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik lagi.

[Review Suka-suka] Film : Interstellar

review film interstellar film luar angkasa

Kali ini saya bakal kasih review film yang belum lama tayang, Interstellar. Kategorinya drama dan fiksi ilmiah. Dibintangi Martin McConaughey yang berperan sebagai Cooper mantan pilot pesawat yang pensiun jadi petani. Saya tau dia saat menonton mini series 'True Detective' waktu itu. Perannya memang agak berbeda dari kedua jenis judul tersebut, namun sedikit banyaknya mempengaruhi saya untuk selalu membayangkan dia berakting seperti detektif hehehe.

Film ini menceritakan tentang keadaan Bumi yang sudah semakin memburuk karena banyak tanaman yang sudah tidak dapat tumbuh karena banyak hama dan debu yang menyerang. Cooper yang secara tak sengaja menemukan hal aneh yang terjadi di rumahnya menemukan kode yang menunjukkan koordinat sebuah pangkalan rahasia milik NASA. Dan Copper pun direkrut untuk melaksanakan misi luar angkasa "Lazarus" untuk mengemudikan pesawat ulang alik ke lubang hitam dekat planet Saturnus.

Film ini durasinya lumayan panjang 169 menit. Buat yang cepat bosan film ini tidak direkomendasikan karena kebanyakan adegan di film ini adalah percakapan antar karakter. Namun tetap diselingi dengan dialog-dialog yang humor yang segar agar penonton tidak terlalu bosan mendengarkan. Selain itu juga terdapat teori-teori tentang luar angkasa yang jarang kita dengar sebelumnya. Sebenarnya banyak ilmu yang dapat kita ambil di film ini jika kita mengerti teori sederhananya. Namun ada beberapa dialog yang menggunakan istilah kurang farmiliar di telinga orang awam seperti saya.

Penulis film ini adalah Christopher Nolan yang juga menulis film Inception. Seperti film Nolan yang lainnya, Interstellar juga terdapat plot twist yang menurut saya cukup spektakuler. Film ini memperlihatkan sisi manusiawi dan emosi yang besar hal ini juga didukung dengan pembawaan peran masing-masing karakter yang terlibat serta penggambaran perjalanan luar angkasa yang cukup nyata sehingga seolah-olah penonton ikut merasakan perjalanan tersebut.

Pindah (3)

Ketika memutuskan untuk berhenti ngekos, rasanya ada yang 'hilang' dalam diri saya selama ini. Seperti ada ruang kosong yang hadir. Saya merasa kehilangan benda paling berharga. Hampir seluruh jiwa saya ada di sana, namun sekarang saya harus meninggalkan mereka sendiri. Meskipun benda itu hanya sebuah 'kamar' namun keberadaannya sangat berarti untuk saya. Berada di dalamnya membuat saya lebih nyaman. Saya seakan berada di tempat yang saya inginkan selama ini. Hanya ada saya, dan ruangan sepi namun penuh inspirasi untuk saya. Dari kamar itu lahir banyak tulisan, dari kamar itu lahir banyak kata-kata puitis. Karena kesendirian bisa menginspirasi saya saat berada di kamar itu.
Kamar 3
Tidak mudah harus berpisah dengan kamar 3, begitu saya menyebutnya. Kamar yang telah 5 tahun lebih menemani saya dalam keadaan apapun. Susah, sedih, senang, bahagia, semuanya pernah saya rasakan di dalam kamar itu. Ditiap sudut kamar itu ada kenangan yang tersimpan, ditiap debu yang menempel di kamar itu membawa banyak memori yang tak terlupakan. 

Kalian pasti tau yang bikin males pindah itu apa, bener ! beresin barang-barangnya. Beresin barang pas pindahan itu ga gampang. Kalian bisa aja nemuin barang-barang yang udah lama kalian simpan sampai kalian lupa naro barang itu dimana. Dan kemudian mulai mengingat-ingat memori tentang barang itu. Kalian bisa senyum-senyum sendiri mengenangnya. Dan biasanya barang yang punya memori indah kita simpan di tempat yang kita gampang menemukannya saat kita beberes pindahan lagi.


Pindahan itu ga cuma ngebawa lagi barang-barang yang masih bagus, tapi juga ngebuang barang udah ga bermanfaat lagi. Dan lagi-lagi kita harus mengingat kenangan yang ada di barang itu dan berusaha menyimpan sekuat mungkin di kepala kita agar memori itu tetap ada tanpa harus melihat barang tersebut. Sulit melakukannya, apalagi jika kalian orang yang pelupa.
Pura-pura ga liat aja kalo gordynnya pink

Dan terkadang kita terpaksa melupakan kenangan. Bukan karena kita ingin, namun akan lebih baik jika kenangan itu tak ada.

Yang kita kira tempat ternyaman sebenarnya belum tentu memberikan rasa nyaman. Bisa jadi nyaman karena kita sudah tak ada jalan lain selain tinggal di sana. Atau bisa jadi nyaman karena tempat tinggal sebelumnya selalu membawa kenangan buruk di masa lalu, meskipun sebenarnya di tempat yang baru ini kita tak akan jauh dari hal itu. Setidaknya kita bisa menepi sejenak.

Hari Blogger Nasional


Sebenarnya tulisan ini super duper telat. Tapi lebih baik telat daripada ga sama sekali alasan. Saya sendiri tidak tau kalo tanggal 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional, saya yang kurang gaul mungkin. Dalam rangka Hari Blogger Nasional saya ingin bercerita tentang perjalanan cinta saya menjadi blogger hingga sekarang. Saya sudah setahun ini yang benar-benar aktif menulis di blog. Sebelumnya ngeblog ga pernah seawet ini, biasanya ngeblog paling lama 6 bulan. Itu pun belum tentu tiap bulan diupdate.

Pertama kali kenal blog itu kalo tidak salah waktu saya SMP kelas 2. Waktu itu cuman tau kalo nge blog adalah untuk nulis. Jadi pertama kali yang saya tulis adalah yang berhubungan sama sepak bola. Biasanya saya nulis tentang profil-profil bintang sepak bola yang lagi terkenal atau info-info sepak bola yang menarik lainnya. Dulu itu pun update blognya seminggu sekali dan nebeng koneksi internet di kantor bapa saya. Zaman dulu, kan, agak susah punya koneksi internet ga kaya sekarang. Saat itu biasanya artikel yang akan saya publish saya tulis dulu di Ms. Word. Baru kalo sudah waktunya (biasanya hari Sabtu malam saya ikut bapa saya lembur di kantornya) saya publish ke blog.

Saat itu ga tau yang namanya blogwalking, alexa rank, promo tulisan atau yang lainnya. Taunya cuman nulis aja. Waktu itu juga ga tau kalo ada komunitas blogger macam sekarang. Ngeblognya benar-benar belajar sendiri, dari edit halaman, sampai edit html buat widget dan lain-lain. Tapi pada akhirnya berhenti ngeblog karena bapa saya udah jarang lembur lagi dan saya sudah kehilangan mood untuk mengupdate blog saya lagi. Jadilah berhenti ngeblog hingga akhirnya pada saat kuliah ini timbul niat kembali untuk menulis di blog.

Dari yang awalnya cuman copas artikel dari tabloid bola langganan sampai akhirnya bisa nulis pengalaman diri sendiri. Yah walaupun masih berantakan tulisannya, setidaknya saya sudah bisa jadi blogger yang lebih baik yang ga copas artikel/tulisan orang lain. Emang sih kalo nulis sendiri itu terkadang repot karena harus nunggu mood yang baik, tapi berusaha untuk karya sendiri itu adalah hal yang wajar.

Semoga di Hari Blogger Nasional para blogger semakin dihargai oleh orang lain. Dan para blogger bisa meningkatkan kualitas tulisannya. Bukan cuma asal tulis dan langsung posting. Tidak typo dalam 1 artikel saja itu sudah bagus menurut saya untuk seorang blogger, apalagi sampai memperhatikan EYD. Benar kata kawan-kawan blogger yang lain, tidak perlu memperhatikan SEO untuk blogger pemula, contentnya dibagusin dulu. Dengan adanya content yang bagus, dengan sendirinya orang-orang akan mampir ke blog kita.

Selamat Hari Blogger Nasional, blogger !

[Review Suka-Suka] Film 3 Nafas Likas

Sebenarnya saya tidak terlalu hobi menonton film Indonesia di bioskop. Sudah terlalu banyak film lokal bagus yang saya lewatkan untuk ditonton. Sebut saja, Perahu Kertas 1, Perahu Kertas 2, Habibie & Ainun, Manusia Setengah Salmon, Comic 8, dan lain-lain. Namun entah kenapa film 3 Nafas Likas ini menarik perhatian saya. Mungkin karena ada news anchor favorit saya, Marissa Anita yang ikut main di film ini. Hehehe.


film 3 nafas likas yang menceritakan perempuan karo
3 Nafas Likas. Sumber
Jujur saya ini tidak terlalu mengerti dunia perfilman secara keseluruhan. Hanya sebagian saja yang saya tau jadi mohon maaf jika dalam review ini ada banyak hal yang salah atau masih kurang pembahasannya. Tapi saya mencoba untuk belajar sedikit-sedikit mereview film yang saya nonton agar mengerti tentang film lebih banyak.

Hilda yang diperankan Marissa Anita. Sumber
Opening scene adalah salah 1 scene favorit saya, karena ada Hilda (Marissa Anita) yang langsung muncul. Dengan alur mundur, Likas yang sudah memiliki cucu menceritakan hidupnya dari awal kepada Hilda sebagai pengarang buku Likas. Menceritakan kisah hidup Likas kecil (Tissa Biani Azzahra) yang menurut saya diperankan dengan apik olehnya. Di sini menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Karo sebelum penjajahan seperti apa. Keadaan keluarga Likas yang tinggal bersama dengan ke tiga orang adiknya yang masih kecil. Dan 1 orang kakanya yang sudah pergi merantau menjadi polisi di kota.
Akting Tisaa sebagai Likas kecil cukup apik
Likas kecil yang diperankan Tissa Biani Azzahra

Konflik antara Likas dan ibunya (Jajang C Noer) ketika Likas yang ingin menjadi guru harus dilarang oleh ibunya mengingatkan saya dengan ibu saya yang sering sekali berbeda pendapat. Momen paling menyentuh adalah ketika Likas untuk pertama kalinya pergi untuk bersekolah ke Sekolah Biasa jauh dari rumah. Karena saat itu Likas tidak bisa berpamitan dengan ibunya yang masih tidak bisa menerima keputusan Likas untuk pergi bersekolah keluar desanya.

Beranjak dewasa Likas semakin memperlihatkan ketangguhannya sebagai perempuan yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita dengan laki-laki. Walaupun dicaci oleh lelaki dia tetap tegar memperjuangkan haknya sebagai wanita. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Djamin Gintings (Vino G Bastian) seorang tentara PETA yang jatuh hati padanya. Meskipun Likas berusaha menghindar darinya tiap kali bertemu.

Djamin Gintings difilm 3 Nafas Likas
Senyum kampretnya Djamin saat pertama kali melihat Likas :D
Di saat ini pula keadaan Indonesia yang sedang dijajah Jepang semakin memburuk dan perjuangan Likas dimulai untuk menyelamatkan diri. Suasana perang yang dijalani Djamin dan pasukannya menurut saya kurang realistis di film ini. Sebagai penyuka film perang, di film ini para pasukan perang Indonesia (pada saat itu bernama PETA) seolah-olah melawan musuh yang 'tak terlihat'. Salah satu scene yang menurut saya 'aneh' adalah ketika di tengah-tengah perang Djamin mendapat telepon yang mengatakan Indonesia sudah merdeka. Setelah Djamin memberitahu teman-teman bahwa Indonesia merdeka, saat itu pula tembak-tembakan selesai.

Scene 'aneh' yang saya bahas. Sumber
Namun karena ini memang bukan film action saya masih bisa mengerti. Penggambaran perangnya sudah cukup mewakili bagaimana suasana perang pada saat penjajahan dahulu.

Secara keseluruhan film ini salah satu film Indonesia yang menurut saya lumayan bagus. Saya yang bukan orang Sumatra jadi mengerti bagaimana budaya orang sana. Walaupun tidak secara detail diceritakan di sini.
Sesuai judulnya film 3 Nafas Likas ini menceritakan 3 orang yang menjadi nafas kehidupan bagi Likas hingga sekarang. Ibu, Abangnya dan Djamin. Namun yang terlihat di sini lebih banyak porsi Djamin yang diceritakan daripada Ibu dan Abangnya.
Vino g bastian, marissa anita, atiqa hasiholan dan abangnya likas
Karakter di film 3 Nafas Likas. Sumber

Karena film ini menceritakan banyak karakter sehingga chemistry antara Likas dengan karakter lain menjadi tidak kuat. Meskipun porsi Djamin diceritakan lebih banyak daripada 2 karakter pendukung yang lain (Ibu dan Abangnya) menurut saya romantisme keduanya tidak terlalu kuat. Mungkin karena durasi yang tidak cukup untuk mengakomodir semua kisah Likas ini sehingga tidak semuanya bisa diceritakan.

Semoga muncul lagi film-film berkualitas seperti 3 Nafas Likas ini nantinya. Bukan cuma film yang rame karna sensasi pemain-pemainnya, tapi karena kualitas akting para pemain. Dan saya harap yang membaca review ini tidak kecewa karena terlalu banyak spoiler film yang saya ceritakan. Hahahaha.