Terimakasih, Pak !

Sudah 10 tahun bapak menjabat sebagai pemimpin negeri ini. Tentu bukan perkara mudah selalu ada yang mengkritik dan ingin menjatuhkan. Baik dengan cara langsung ataupun tidak. Bahkan banyak fitnah yang mewarnai era kepemimpinan bapak. 10 tahun bukan waktu yang sebentar untuk memperbaiki keadaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bisa jadi tak cukup waktu 10 tahun untuk memperbaiki negeri ini seluruhnya.

Namun saya percaya bapak sudah melakukan yang terbaik untuk bangsa ini. Bapak berusaha sangat keras untuk membuat Indonesia jadi lebih baik. Terlihat dari kantong mata anda yang semakin kentara dalam setiap kesempatan anda tampil dihadapan publik. Terlihat dari badan bapak yang lebih kurus dari beberapa tahun sebelum memimpin negeri ini.

Begitu banyak halangan dan rintangan yang  dihadapi. Dari wakil bapak yang dicibir publik karena jarang terdengar kiprahnya. Serangan kasus korupsi yang menimpa kader partai bapak. Lalu fitnah yang mengatakan bapak mempunyai hubungan dengan sesama jenis. Disebut sebagai presiden pencitraan dan mungkin masih banyak lagi yang lainnya. Memang selalu seperti itu ada yang pro ada pula yang kontra.

Belum lagi kelakuan menteri-menteri bapak yang terkadang lebih 'lucu' daripada seorang pelawak. Ada yang doyan ngurusin konten porno daripada bikin kecepatan internet negaranya lebih baik. Ada yang malah tidak hapal lagu kebangasaan negaranya sendiri. Dan ada yang disuruh mundur secara halus karena sudah terbukti jadi tersangka korupsi malah ngeyel ga mau mundur.
dulu akun twitter pak sby digembok
Akun twitter pak SBY sebelum go public. Hasil capture pribadi.

Mungkin saya salah satu dari sekian banyak warga Indonesia yang tidak pernah melihat muka bapak secara langsung, hanya melalui televisi. Saya pernah sekali melihat Pak Budieono secara langsung meskipun hanya sekadar lewat melalui iring-iringan voorijder yang mengawal beliau. Namun saya bukanlah siapa-siapa yang pantas untuk ditemui oleh bapak.

Saya salah satu orang yang memilih bapak di pemilihan presiden 2009 yang lalu. Dan karena memilih bapak maka saya punya tanggung jawab moral untuk mendukung bapak. Namun bukan berarti saya selalu mendukung apa yang bapak lakukan. Jika memang tidak wajar akan saya protes, melalui cara saya sendiri tentunya. Meski bapak tidak pernah membacanya tidak masalah.

terimakasih pak sby
via kaskus.co.id
Yang paling saya ingat adalah saat bapak mengambil kebijakan untuk menaikkan harga bbm. Seluruh rakyat Indonesia beramai-ramai protes bahwa bapak tidak berpihak pada orang miskin. Tidak terkecuali teman-teman saya mereka ramai protes di twiiter. Padahal dipihak mereka sendiri, untuk beli rokok berharga 20.000 yang naik secara berkala saja tidak pernah protes ke pemerintah. Tapi mengapa bensin premium yang harganya naik 500 rupiah saja diprotes?

Yang terbaru adalah bagaimana keputusan fraksi partai bapak untuk walk out dalam pengesahan UU Pilkada. Dan itu sangat menyakiti hati saya juga sebagian besar rakyat Indonesia. Mohon maaf, pak, kali ini saya tidak sependapat dengan keputusan partai bapak. Saya sudah mengutarakan pendapat saya pada tulisan yang lain di sini semoga bapak mengerti.


Namun terlepas dari semua kekurangan itu, saya ucapkan terimakasih kepada bapak yang telah berjuang keras untuk kami. Setidaknya untuk sebagian kami. Terimakasih telah memperpanjang usia pensiun PNS menjadi 58 tahun sehingga masa kerja ayah saya menjadi lebih panjang. Terimakasih untuk 87 teroris yang ditangkap selama 2013 sehingga saya tidak lagi merasa was-was ketika ingin liburan ke tempat yang rawan aksi terorisme.

Saya juga bersyukur dimasa kepemimpinan bapa banyak "tikus-tikus" rakus perampok uang rakyat yang ditangkap. Menurut Kompas pada tahun 2010 ada 1.157 tersangka korupsi, yang kemudian menurut pada tahun 2011 sampai 2012, lalu pada 2013 terjadi peningkatan menjadi 1.271. Pada semester 1 tahun 2014 ini saja sudah terjadi 308 kasus, bisa dibayangkan jumlah tersangka korupsinya akan terus bertambah (via nasional.kompas.com).
via mohammadshihab.wordpress.com

Bagi sebagian orang kelihatannya korupsi semakin merajalela di era bapak. Namun menurut saya justru sebaliknya, ada kemajuan dalam pemberantasan korupsi. KPK semakin berani untuk memberantas korupsi tanpa pandang jabatan. Dari pegawai biasa hingga menteri dan kepala daerah jadi 'korban' KPK. Salut untuk kinerja KPK !

Terimakasih karena telah memberikan KPK kebebasan untuk menangkap mereka, pak. Dengan banyaknya penjahat yang mereka tangkap saya semakin yakin orang jahat perampok uang rakyat semakin berkurang.

Pada akhirnya kami harus berterimakasih sebanyak-banyaknya pada bapak. Tak ada yang bisa mengurus negara yang serumit ini selama 10 tahun di bawah tekanan. Tak akan mampu kami membalas keringat bapa yang selama ini dikucurkan untuk mengurus negeri ini. Kami tak kan tau seberapa tertekannya bapak di hadapan rakyat yang hobi membully ini. Karna kami hanya penonton, penikmat, bukan yang menjalani.


Kami menggerutu karna bapa bisa memproduksi 4 album dalam 2 periode masa kepresidenan. Sementara di kota lain masih banyak yang tidak bisa menonton tv karena listrik masih belum ada. 

Maafkan kami yang tidak mengerti perjuanganmu. Maafkan kami rakyat-rakyat penggerutu ini, namun itu semua demi kebaikan bersama, pak. Kami menggerutu bukan tanpa alasan, kecuali mereka-mereka yang sudah kadung benci dengan bapak. Kami menggerutu karna semata-mata kami sayang dengan bapak.



Sekarang bapak bisa beristirahat dan menghabiskan waktu bersama anak dan cucu bapak. Tidak ada lagi tekanan, protes, amarah, dan segala macam hal yang membebani bapak selama ini. Karna semua akan berpindah ke pak Jokowi. Kami mohon kepada bapak beri pak Jokowi dukungan sebagai sesama presiden, sebagai sesama kawan, tanpa harus memandang beliau dari partai apa dan dari golongan mana, pak. Sekali lagi terimakasih, pak !

sby mengundang teladan nasional dan keluarga berencana nasional ke istana negara
Ayah saya menghadiri undangan bapak SBY. Dokumentasi Pribadi
Foto itu sangat berarti untuk ayah saya. Untuk pertama kalinya dia bisa datang ke Istana Negara saat perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus yang lalu. Saat itu pertama kalinya dia berjabat tangan dengan Presiden dan mungkin yang terakhir. Kecuali beliau diundang kembali dalam kesempatan yang berbeda oleh Pak Jokowi. Hehehe semoga saja.

Artikel Terkait

Terimakasih, Pak !
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

14 Oktober 2014 09.41 delete

Sudut pandang yang gak mainstream bang. TOP.
Visit be.tandapetik.blogspot.com (Blog Cerita)

Reply
avatar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.