Bagaimana Jika

Bagaimana Jika Kita Adalah Alien
Bagaimana jika kita adalah makhluk luar angkasa yang ternyata memusnahkan penghuni asli Bumi dan menjadikannya tempat tinggal kita? Kita sebenarnya adalah alien yang mengungsi karena di planet kita sudah rusak dan tidak bisa di tinggali lagi. Kita menemukan Bumi yang cocok dengan planet kita sebelumnya lalu berusaha untuk merebutnya dari makhluk asli Bumi. Karena teknologi kita yang terlampau maju dari mereka kita bisa berhasil memusnahkan mereka. Bagaimana jika itu benar?

Bagaimana Jika Tuhan itu Tidak Ada
Bagaimana jika Tuhan itu adalah sebuah rekaan belaka. Bahwa sesungguhnya manusia hanya ingin membuat sesuatu yang tingkatannya lebih tinggi dari mereka agar kehidupan di dunia ini bisa teratur dan terjaga. Agar tindakan manusia itu seolah-olah bisa dikontrol karena adanya Tuhan ini.

Bagaimana Jika Surga dan Neraka Itu Tidak Ada
Jika Tuhan tidak ada, maka semua yang ada di belakangnya pun menjadi meragukan. Termasuk kisah Surga dan Neraka. Bagaimana itu hanya diciptakan agar manusia berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan saja? Padahal sebenarnya hal semacam surga itu tak pernah benar-benar ada. Bisa saja yang namanya 'surga' itu adalah balasan kebaikan dari kebaikan yang sebelumnya kita lakukan. Bisa saja 'surga' dan 'neraka' itu bukanlah tempat, melainkan hanya sebuah nama.

Bagaimana Jika Semua Teori Yang Ada di Bumi Ini Salah
Semua teori yang telah diumumkan oleh para ilmuwan itu pasti berdasarkan riset. Namun bagaimana jika semua riset itu adalah salah? Bagaimana jika benua atlantik itu sebenarnya memang tidak tenggelam? Bagaimana jika sebenarnya Bumi ini tidaklah bulat? Bagaimana jika segitiga bermuda itu hanya karangan belaka yang menyembunyikan tujuan sebenarnya? Bagaimana jika temuan-temuan benda atau fosil pada zaman masa lalu itu semua diagnosanya salah? Bagaimana jika suku Maya itu sebenarnya bukan membuat kalender kiamat?

Biasakan untuk selalu mempertanyakan suatu hal. Karena dari sana kalian bisa mendapatkan hal baru. Jangan cuma diam saja mendengarkan apa penjelasan orang lain. Karena bisa saja mereka itu salah. Sikap skeptis sering kali perlu dilakukan. Agar kita bisa membuktikan kecurigaan kita. Bertanya adalah salah satunya. Banyak bertanya bukan berarti anda bodoh. Anda justru bodoh jika tidak bertanya hal yang terasa aneh bagi diri anda. Belajar untuk tidak menerima informasi mentah-mentah. Selidiki jika memang masih kurang mendapatkan penjelasan.

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya sebagian kecil dari pertanyaan yang ada di seluruh dunia. Jika seandainya jawaban dari pertanyaan ini adalah benar maka akan jadi sesuatu yang menggemparkan. Namun jika jawabannya benar bisa jadi memang itulah jawabannya.

Artikel Terkait

Bagaimana Jika
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.