Pertama Kali Ber- Car Free Day

Sebelumnya, semenjak pertama kali Car Free Day (CFD) diselenggarakan di Banjarmasin, saya tidak pernah mengikutinya. Maklum saja, hari minggu dimanfaatkan untuk istirahat di rumah. Jadi tidak pernah merasakan bagaimana CFD di Banjarmasin pada saat minggu pagi. 

Baru minggu kemarin, tepatnya 11 Mei yang lalu saya mengikuti CFD. Itupun karena sebelumnya janjian dengan teman-teman saya untuk mengikuti event pembagian es krim gratis yang diadakan di wilayah CFD.

Karena sudah berniat untuk ikut, saya pun bertekad untuk bangun pagi, dan rencananya saya mengajak ibu saya untuk ikut ke acara itu. Maklum lagi single, jadi bukan pacar yang dibawa. Janjian sama teman-teman saya sekitar habis subuh sudah ada di sana. Habis subuh itu kalo dikonversi ke waktu, kira-kira pukul 6 pagi, lah.

Lalu tiba minggu paginya, karena kemarin malamnya begadang nonton bola sampai jam 3, jadilah akhirnya bangun pas jam 6 pagi. Teman saya yang lain sudah di sana sementara saya masih di rumah. Setelah siap-siap, berangkatlah saya dan Ibu saya ke sana, di jalan kita ber 2 heran sendiri, kenapa banyak yang pake baju merah,ya? Saya baru inget, teman saya bilang kalo acara pembagian es krim gratis ini ada dresscodenya. Dan dresscodenya itu adalah baju merah ! Sementara saya pake baju putih, dan Ibu saya pakai baju warna cream nampaknya.

Bermodalkan tampang cuek, kami dengan entengnya nyelonong ke parkiran yang disediakan panitia pembagian es krim gratis. Baru mau masuk parkiran aja macetnya ampun-ampunan. Udah kaya ada acara dangdutan di tengah jalan aja.

Setelah menemukan tempat parkir yang pe-we kami akhirnya masuk ke halaman kantor Gubernur yang kebetulan dijadikan pusat hiburan di mana di sana ada panggung besar untuk para pendukung acara beraksi (halah). Kami memilih untuk keluar dari halaman kantor gubernur untuk melihat ke area yang lebih luas. Dan di sana ternyata sudah ada pasukan drum band yang siap-siap keliling area CFD buat menandakan bahwa acara itu dimulai.
pembagian es krim membludak banyak sekali bikin macet
ini salah satu kawasan yang dipadati saat pembagian kupon es krim

Niatnya,sih ga pengen dapetin es krim gratisnya, cuman mau ngumpul bareng temen aja awalnya. Ternyata kita semua misah-misah. Yang satu dimana, yang lain dimana. Jadinya kita punya acara sendiri-sendiri,deh. Karena nasib temen-temen yang lain ga tau kemana, saya dan ibu akhirnya memutuskan untuk berjalan melihat pasar terapung yang ada setiap CFD berlangsung. (FYI, pasar terapung di banjarmasin ga cuman ada pas CFD aja, pasar terapung juga ada wilayahnya sendiri, yang di CFD ini cuman sebagian aja)
pasar terapung
para penjual di Pasar Terapung KW
Pasar Terapung ini menjadi salah satu ciri khas dari kota Banjarmasin yang memang banyak dikelilingi sungai. Dan selalu jadi tempat kunjungan pariwisata terfavorit para wisatawan jika berkunjung ke Banjarmasin. Kalian yang berencana ke sini, mesti nyoba ke Pasar Terapung dulu, kalo ga, liburan kalian ga bakal afdol.
pasar terapung siring sebrang sabilal
suasana di pasar terapung


Pasar Terapung di siring sebrang Sabilal (atau sebut saja Pasar Terapung KW) ini agak berbeda dengan Pasar Terapung yang asli. Bedanya apa? Jika Pasar Terapung asli para penjual dan pembeli sama-sama berada di atas kelotok, maka Pasar Terapung KW ini, hanya penjualnya yang berada di atas kelotok, sementara pembelinya berdiri di lantai kayu yang mengapung di pinggir sungai, atau disini disebutnya lanting (KJSS*). Jadi menurut saya, masih belum bisa dikatakan Pasar Terapung, lebih ke Pasar Semi Terapung,sih kayanya hehehe.
pemandangan di pasar terapung KW
Tapi ide menciptakan Pasar Terapung KW ini bagus sekali, kalo tidak begitu, lama-lama ciri khas Banjarmasin sebagai kota Seribu Sungai bisa hilang. Karena tidak semua orang dapat menyempatkan diri berkunjung ke Pasar Terapung yang asli. Lalu apakah cuma ada Pasar Terapung KW di siring sebrang Sabilal ini?

Selain Pasar Terapung KW, ada juga panggung kecil yang disediakan Pemkot untuk pertunjukan seni musik khas Kalimantan Selatan, yaitu Musik Panting. Menurut saya, salah satu ide cemerlang dari pemkot Kal-Sel membawa kesenian khas daerah Kal-Sel ke tempat umum seperti ini. Sudah jarang saya melihat pertunjukkan musik panting digelar kecuali jika ada acara-acara khusus saja.
musik panting musik khas kalsel
pertunjukkan musik panting
Di siring ini kita juga menikmati berbagai macam kuliner yang di jual, ada nasi kuning, lontong, bubur ayam, dan lain-lain dengan harga yang cukup terjangkau. Bukan cuma kuliner, kita juga bisa menjumpai penjual baju, topi, kacamata, bahkan penjual obat yang ributnya ngalah-ngalahin suara mesin kelotok juga ada. Rame,lah pokoknya.

Akan tetapi, masih ada saja pengunjung yang doyan buang sampah sembarangan di sini. Padahal pemkot sudah menyediakan banyak wadah sampah. Sangat disayangkan. Padahal di siring ini wilayahnya cukup bersih dan asri karena banyak pohon-pohon yang ditanami untuk tempat berteduh para pengunjung.

Percuma pemerintah menyediakan tempat sampah kalo ujung-ujungnya malah buang sampah sembarangan. Untungnya saya tidak melihat ada yang membuang sampah ke sungai. Saya akan foto kalo memang ada yang melakukannya, biar dia malu.

Untuk sementara ini review yang bisa saya berikan.
Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan koreksi untuk teman-teman yang sering buang sampah sembarangan saat CFD. Terima kasih.

*KJSS : Koreksi Jika Saya Salah
**semua foto adalah dokumentasi pribadi

Artikel Terkait

Pertama Kali Ber- Car Free Day
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 comments

May 21, 2014 at 11:28 AM delete

Seru banget kayaknya, kayak ada hajatan masal. hehehe. Kalo di Cirebon nggak seheboh begitu

Reply
avatar
May 22, 2014 at 4:25 PM delete

asik ya.. boleh juga tu ke banjarmasin :D

Reply
avatar
May 22, 2014 at 6:01 PM delete

yoi broo.. tapi kalo ga ada acara es krim gratis itu mungkin ga akan serame itu deh. tapi ga tau ya baru sekali juga sih ke sana haha

Reply
avatar
May 22, 2014 at 6:02 PM delete

ayo ke sini yunn.. kapan lagi ngerasain sensasi makan terombang ambing di kelotok ala pasar terapung? cuma di banjarmasin :))

Reply
avatar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.