Standup Comedy



Saya coba bahas salah satu genre komedi yang belakangan ingin jadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat Indonesia.

Ditilik dari sejarahnya, akar standup comedy bermula di Benua Amerika pada tahun 1800an (sudah lebih dari 200 tahun). Pada saat itu hanya berkonsep seperti pementasan teater, judulnya "The Minstrel Show" yang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth Rice. Pada zaman itu belum ditemukan mic sehingga lawakan mereka lebih ke slapstick atau physical joke seperti yang lazim dilakukan acara-acara lawak di tv zaman sekarang.
Thomas Dartmouth "Daddy" Rice

Singkat cerita, akhirnya pada tahun 1959 setelah lebih dari 100 tahun kemunculannya, lahirlah sebuah acara televisi "The Steve Allen Show" yang menampilkan Lenny Bruce pada waktu itu. Lenny inilah yang menginspirasi George Carlin untuk menjadi seorang Standup Comedian, yang kemudian menginspirasi banyak Standup Comedian lainnya lahir seperti Chris Rock dan Jerry Seinfield.

Standup Comedi sendiri dapat diartikan sebagai Komedi Tunggal atau Lawakan Tunggal. Lebih jauh lagi, StandUp Comedi atau disingkat SUC adalah salah satu jenis komedi yang pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri. Pelawaknya sendiri sering disebut Standup Comedian, Comic, atau Komika dalam bahasa Indonesia.

Di Indonesia, memang hanya beberapa tahun belakangan ini SUC mulai berkembang. Namun perlu diketahui bahwa SUC sudah ada di Indonesia sejak lama. Ramon Papana sering disebut 'ayah' dari SUC Indonesia, beliau diketahui yang pertama kali 'membawa' SUC ke Indonesia. Dengan membangun 'Comedy Cafe' beliau menyediakan tempat untuk siapa saja yang ingin mencoba open mic (istilah untuk latihan membawa materi SUC) di cafenya. SUC meledak ketika para penggagas SUCI (Standup Comedy Indonesia) menggebrak pada tahun 2011 lalu. Waktu itu Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, Ryan Adriandhi, Isman mengadakan Standup Show pertama mereka dan langsung diupload ke Youtube. Dan terus berkembang hingga sekarang. Sudah banyak komika yang lahir dalam 2 tahun ini, entah itu lahir dari sebuah kompetisi SUC atau dari Komunitas-komunitas lokal di daerah masing-masing.
Raditya Dika
Isman Hs
Prolognya lumayan panjang,ya. Mari masuk ke inti pembahasannya saja.

Saya ingin mengemukakan pendapat saya mengenai mitos dari Standup Comedi ini :

StandUp Comedi merupakan lawakan cerdas. 
Semua jenis komedi memerlukan orang yang cerdas, menurut saya. Tidak gampang membuat suatu lelucon apalagi membuat orang tertawa. Tiap pelawak sudah semestinya cerdas dalam hal lawakannya. Jadi, StandUp Comedi hanyalah salah satu dari sekian banyak lawakan cerdas. Lebih tepat jika mengatakannya seperti ini : "StandUp Comedi adalah lawakan yang BEDA". Mengapa berbeda? Ya karena materi dari standup komedi itu berasal dari sudut pandang orang yang membawakannya atau disebut Comic. Jadi saya bisa pastikan hampir semua materi comic SUC itu original. Karena sudut pandang orang tidak ada yang sama, jikapun ada yang sama dalam hal materi yang dibawakan, ada 2 kemungkinannya, pertama dia menjiplak komedian lain, atau dalam pemilihan sudut pandang sama. Hal lain yang membuat SUC cerdas adalah karena lawakan komedian Indonesia kurang berkualitas. Memanfaatkan kekurangan fisik seseorang, adegan jatuh-jatuhan, melempar bedak/tepung ke muka lawan main, mengeluarkan kata-kata kasar untuk mempermalukan orang lain adalah contoh-contoh lawakan pada zaman sekarang. Sehingga ketika orang melihat SUC muncul dengan lawakan yang berbeda dari biasanya, orang-orang langsung menganggap ini adalah lawakan cerdas.

StandUp Comedi adalah budaya barat yang tidak akan bertahan lama di Indonesia.
Penyataan seperti ini belumlah terbukti sampai sekarang, selama hampir 4 tahun sejak SUC pertama kali meledak, gaungnya masih terasa. Bahkan ada komika yang sudah melakukan StandUp Comedy Tour ke kota-kota di seluruh Indonesia. Penyataan ini cukup aneh menurut saya, mengapa harus menyalahkan budaya baratnya? Raditya Dika pernah bilang seperti ini : "Standup Comedi memang budaya barat, tapi itu formatnya. Sedangkan contentnya adalah content lokal. Sehingga orang nyambung dengernya" Saya kira itulah penyebabnya mengapa SUC di Indonesia sampai sekarang masih eksis.


Artikel Terkait

Standup Comedy
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

11 Maret 2014 19.22 delete

Kyaaa! Stand Up Comedy di Indonesia membuat anak-anak di Indonesia lebih tergerak hatinya utk mencoba, unik tp nyata hasilnya. Gue aja pgn jadi comic kl bs hohoho :3

Reply
avatar
11 Maret 2014 19.34 delete

coba aja bro. pertama kali naik emang pasti gugup. tapi habis itu lu bisa ketagihan hahaha

Reply
avatar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.