Tuhan Maha Bijaksana

Tanggal 31 nanti adalah hari Jumat, yang berbarengan dengan Tahun Baru Imlek. 

Bukan hari besar umat Muslim memang. Tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika orang-orang (yang mengaku dirinya) muslim malah mempermasalahkan haram halalnya mengucapkan selamat hari raya kepada teman kita yang non muslim. Yang benar saja?

Membingungkan. Di belahan dunia lain orang-orang sudah punya teknologi canggih terbaru, sementara di sini masih sibuk mempermasalahkan halal haram pengucapan selamat hari raya umat lain. Saya tidak tau apakah ini sebuah kemunduran atau kemajuan.

Saya muslim, dan saya terbuka untuk pendapat apa saja. Tapi fatwa haram untuk mengucapkan selamat kepada umat lain itu membuat saya tidak habis pikir.

Alasan saya menolak mendukung fatwa tersebut sederhana saja. Agama Islam bukan agama yang menjauhi perbedaan. Islam ada karena perbedaan itu sendiri. Lalu kenapa ketika ada yang berbeda malah semakin dijauhi? Aneh.
Saya tidak mengatakan Islam itu jelek. Saya menyayangkan orang-orang yang memanfaatkan Islam untuk memecah belah persaudaraan. Terlalu rendah rasanya menggunakan agama untuk merusak tali silaturahmi. 

Tuhan itu Maha Bijaksana. Saya rasa Tuhan tau orang-orang yang mengucapkan selamat kepada yang merayakan hari raya adalah sebuah ungkapan rasa kebersamaan dalam beragama. Ungkapan toleransi. Sebuah apresiasi kepada mereka yang menjadi minoritas di negeri ini. Tentu saja ucapan ini bertujuan untuk yang baik-baik.
Tuhan membuat manusia berbeda-beda agar bisa menjadi manusia yang beradab. Bukan malah menjauhkan mereka yang berbeda.

Silahkan baca tulisan dari Dr. Quraish Shihab mengenani ucapan selamat natal dalam islam yang beliau tulis di sini
2 foto di bawah ini menurut saya hanya sebagian contoh kecil dari orang-orang yang salah mengerti tentang ajaran Islam.


Foto yang terakhir ini sungguh tidak masuk akal. Saya masih belum mengerti hubungan lagu "balonku ada lima" ini  dengan ajaran Nabi Muhammad. Ini hanya lagu anak-anak. Apa masalahnya?

Dunia sudah semakin maju, semakin banyak budaya dan pengetahuan yang masuk. Tugas kita adalah menyeleksi mana yang patut kita ikuti, mana yang patut untuk kita abaikan. Memperbanyak membaca, berdiskusi dengan orang-orang adalah salah satu cara untuk membuka wawasan dan pikiran agar menjadi orang yang berpikiran terbuka. Sehingga tidak mudah untuk terpengaruh oleh pandangan-pandangan yang tidak pantas diikuti.

Salah khilafnya mohon maaf, jika kurang berkenan dengan postingan ini, silahkan berikan tanggapan/ komentar di blog ini. Terimakasih sudah membaca :)

Artikel Terkait

Tuhan Maha Bijaksana
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

28 Januari 2014 20.46 delete

terimakasih sudah datang ke sini mba :)

Reply
avatar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.