Melawan Budaya

Dosen saya dulu pernah berkata, "Tidak ada manusia, maka tidak ada budaya. Manusia-lah yang menciptakan budaya"

Mengenai budaya yang seperti yang diciptakan, tergantung manusia itu sendiri. Budaya itu sesuatu yang unik dari suatu bangsa. Dan seharusnya yang unik itu adalah yang baik.

Indonesia pun memiliki budaya. Indonesia terkenal dengan budayanya... budaya yang mana?hehehe.

Budaya menurut saya, tercipta dari kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan turun temurun serta dilakukan oleh banyak orang dalam kurun waktu tertentu. Namun terkadang kita mau saja diwarisi budaya yang jelek. Saya ambil contoh, budaya membuang sampah sembarangan dan melanggar rambu lalu lintas. Menurut saya ini budaya jelek.
Jika hal kecil saja semacam membuang sampah sembarangan sudah menjadi budaya, maka akan sulit untuk mengubahnya, tapi bisa.

Menurut saya, yang perlu diubah adalah mindset masyarakat Indonesia. Mereka mau gampangnya saja, katakanlah seperti itu. Misalnya membuang sampah, karena rumah mereka jauh dari tempat pembuangan sampah, tetapi dekat dengan sungai, maka mereka akan berpikir praktisnya saja, lebih mudah membuang ke sungai daripada harus mencari-cari tempat pembuangan sampah di tempat lain. Setidaknya itu yang saya temui ketika melakukan survei kecil-kecilan di kota saya.
Tapi banyak juga dari masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar mereka. Walaupun mereka tinggal di daerah yang terpencil dan rumah mereka cukup jauh jaraknya untuk menjangkau TPS (Tempat Pembuangan Sementara), mereka tidak membuang sampah ke sungai.
Kebiasaan. Itu faktor yang mempengaruhi. Terbiasa susah untuk mencari TPS tetapi lingkungan sekitarnya bersih,kah? atau Terbiasa nyari gampangnya aja dengan cara membuang sampah ke sungai?

Perlunya pendidikan tentang wawasan lingkungan sejak dini sudah seharusnya diterapkan. Pendidikan yang paling pertama diterima oleh seorang manusia adalah di rumah. Dari rumah-lah pola kebiasaan seorang manusia terbentuk. Jadi diperlukan kesadaran dari setiap orang tua untuk mengarahkan kepada anak-anaknya untuk menjaga kebersihan lingkungan di mana pun dia berada. Tanamkan bahwa kebiasaan bersih akan membuat dia menjadi sehat, dan tidak gampang terserang penyakit. Pendidikan usia dini ini penting. Karena akan terus selalu diingat oleh si anak sampai dia dewasa dan sampai dia menjadi orang tua dan mempunyai anak lagi. Begitu seterusnya.

Kita perlu memutus mata rantai budaya jelek ini. Kita harus melawan budaya yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia yang bersih dan sehat. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

Kita sudah melihat sendiri dampak dari kebiasaan membuang sampah yang kita lakukan. Banjir di mana-mana, penyakit berdatangan ketika musim hujan datang, sungai-sungai kotor karena sampah yang dibuang, dan masih banyak lagi.
Tidak perlu malu untuk membuang sampah ke TPS. Pemerintah malah melarang masyarakat untuk membuang sampah sembarang, ada sanksinya bagi yang melanggar. Di Jakarta saja misalnya, bagi yang membuang sampah sembarang didenda 500ribu untuk individu dan 50juta untuk perusahaan. Meskipun begitu masih banyak saja yang melanggar peraturan ini.

Yang mengherankan adalah, ketika banjir melanda kota-kota besar, mereka-mereka yang terkena dampaknya minta pemerintah untuk memperhatikan. Pemerintah terlambat datang dibilang tidak memihak masyarakat. Hanya mementingkan kepentingan kelompoknya. Nah, giliran pemerintah buat peraturan biar masyarakatnya nyaman malah dilanggar. Terkadang masyarakat seolah-olah acuh tak acuh terhadap peraturan yang berlaku. Walaupun dari sisi pemerintahnya sendiri kurang tegas dalam melaksanakan aturannya. Namun bukan berarti masyarakat bisa memanfaatkan hal ini. Tegas atau tidak tegas, peraturan harus tetap dipatuhi.

Sudah seharusnya kita mendukung kebijakan pemerintah, dalam hal ini kebijakan yang baik. Bukan yang tidak masuk akal. hehehe.

Kita dukung pemerintah yang membawa perubahan positif kepada masyarakatnya.

Mari lawan budaya jelek yang tidak membawa kebaikan kepada diri kita.

Artikel Terkait

Melawan Budaya
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan isi dari tulisan ini. Hargai dengan tidak berkomentar sekadar hanya untuk menaruh link blog anda. Terimakasih. Buat yang terindikasi spammer, akan langsung saya hapus dan report spam.